Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 22 April 2019 21:52
SU, Sosok Wakil Bupati Inhil Yang Komunikatif dan Merakyat

Senin, 22 April 2019 21:27
Pemkab Kampar Pemegang Saham Ketiga di Bank Riaukepri, Ini Kata Bupati Kampar pada RUPS

Senin, 22 April 2019 20:08
Berasal dari Internal, OJK Serahkan Dua Nama Calon Direksi BRK ke Pemprov Riau

Senin, 22 April 2019 20:03
Bupati Inhil Pantau Pelaksanaan UNBK Jenjang SMP

Senin, 22 April 2019 18:29
Didukung Kepala Daerah dan Sejumlah Tokoh Berpengaruh, Jokowi-Ma'aruf Amin Kalah di Kuansing

Senin, 22 April 2019 18:20
Anggota KPPS Desa Kumantan Meninggal Dunia, KPU Kampar Sampaikan Belasungkawa

Senin, 22 April 2019 18:05
Palsukan Dokumen, Dua Tahanan Narkoba di Inhu Kabur dari Hotel

Senin, 22 April 2019 16:32
11.751 Pelajar SMP di Bengkalis Ikuti UN 2019

Senin, 22 April 2019 16:28
Sekda Rohul Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di MTsN 3 Rohul dan SMPN 1 Rambah

Senin, 22 April 2019 16:24
Hadiri Perpisahan SMAN 1 Telukkuantan,
Ketua DPRD Kuansing Pesankan Para Siswa untuk Terus Berjuang


 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 10 Juli 2018 14:40
Tuntut Gaji, Ratusan Karyawan PT Ricry Gelar Aksi Demo

Ratusan buruh dan karyawan pabrik karet milik PT Ricry menggelar aksi demo. Aksi itu dipicu karena sudah dua minggu terakhir upah 368 buruh tidak dibayarkan pihak perusahaan.

Riauterkini-PEKANBARU-Ratusan buruh dan karyawan pabrik karet milik PT Ricry menggelar aksi demo, Selasa (10/7/2018). Aksi itu dipicu karena sudah dua minggu terakhir upah 368 buruh tidak dibayarkan pihak perusahaan.

Demo itu berlangsung cukup lama. Sejak pagi, ratusan karyawan dan buruh sudah berkumpul di depan gerbang pabrik di persimpangan Jalan Yos Sudarso dan Jalan Nelayan.

Semula hanya menyuarakan tuntutan hak dalam bentuk poster, berubah menjadi aksi bakar ban bekas. Kepulan asap hitam sempat menutupi jalan di depan pabrik. Ratusan karyawan berteriak menuntut hak.

"Permasalahan gaji yang tidak dibayarkan lebih kurang dua minggu. Gaji sebanyak 368 karyawan," kata salah satu buruh yang enggan disebutkan namanya.

Lanjutnya, seandainya gaji tidak juga dibayarkan, anak-anak dan istri para buruh dan karyawan ini tentu teraniaya. Untuk itu, para buruh dan karyawan ini mogok dan melakukan aksi unjuk rasa.

"Sejak tanggal 30 lalu kami tidak lagi bekerja (mogok)," kata dia.

Permasalahan lain adalah BPJS ketenagakerjaan yang sudah habis masa limit. Tidak hanya BPJS ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan menurutnya juga belum dibayarkan oleh pihak managemen.

Jika tidak dibayarkan, otomatis para karyawan dan buruh tidak akan bisa berobat. "Jumlah karyawan dan keluarga ada 1500 orang yang tidak bisa berobat. Bisa mati konyol semua karyawan disini. I semua gara-gara PT Ricry ini," kata dia.

Di pabrik karet ini, ada tiga pembagian karyawan. Pertama buruh harian, pekerja borongan dan karyawan yang digaji tiap bulan. Masalah upah atau gaji, Ia menyebut setiap minggu PT Ricry harus membayarkan sebesar Rp250 juta untuk buruh harian dan borongan.

"Bulanan kurang tahu saya. Yang jelas untuk harian dan borongan totalnya perminggu adalah Rp250 juta yang harus dibayarkan oleh perusahaan," jelasnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, tidak ada kabar dari pihak managemen. Menurutnya, pihak managemen pun menghilang dari tanggung jawab. Kata dia, para karyawan dan buruh ini akan terus melakukan aksi sampai hak mereka dibayarkan.

"Makanya hari ini kita demo untuk menuntut hak. Kami tetap berjuang menuntut hak kami, apa pun bentuknya. Pihak managemen bersembunyi di lubang semut pun tetap akan kami kejar," tegasnya.

Sebelumnya, para buruh ini sudah memgadukan nasib mereka ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau. Hanya saja, sampai kini pihak Dinas belum turun ke pabrik untuk melihat kondisi para buruh.

"Kami sudah laporkan ke Disnaker Provinsi pada tanggal 3 Juli lalu kami masukkan surat, namun belum bisa turun dengan alasan Kepala disnaker sedang di Jakarta. Dijanjikan minggu depan akan turun ke pabrik. Menurut saya itu tidak alasan, apa semua berangkat ke Jakarta, kan ada masing-masing bidangnya," paparnya. (dan)

Loading...


Berita lainnya..........
- Atur Keberadaan Pasar Ramadhan, DPPP Akan Surati Camat dan Lurah
- Tertibkan PKL Jalan Teratai, DPPP Pekanbaru Butuh Bantuan
- Dua Klub ToastmasterPresident Distinguished Club
- Suara Petani Sawit Indonesia, Suara Pemenang
- Proyek Turap di Danau Tajwid Langgam Retak-retak
- Siap Laksanakan Replanting Generasi II, KUD Wana Bhakti Kuansing Sukses Gelar RAT
- Dua Nasabah Ukui dan Pangkalankerinci Dapat Mobil Undian Simpedes BRI
- Pengundian Panen Hadiah Simpedes‎, Nasabah Unit BRI Tanjung Medan Rohul Dapat Honda B-RV
- Riau Rangking 3 Destinasi Wisata Halal di Indonesia
- Hari ini, Gubri Teken MoU Wisata Halal
- PT Pelindo 1 dan Tanjung Beruas Port Malaysia Sepakat Operasikan Roro Tahun Depan
- Roadshow 6 Kota, FIF Group Grebeg Pekanbaru
- Sosialisasi Dampak Pemancangan Tiang, Warga dan PT HKI Capai Kata Sepakat
- Pertama di Provinsi Riau,
102 Operator, Mekanik dan Sopir Dinas PUPR Rohul Ikuti Uji Kompetensi Operator Alat Berat

- RPD Kuansing Siap Mengudara Secara Permanen
- ‎Peringati HUT ke-53,
BRK Pasirpangaraian Bagi Paket Sembako dan Buka Rekening Gratis

- Triwulan Pertama 2019, Jumlah Penumpang di Terminal BRPS Pekanbaru Melonjak 
- Maret 2019, Riau Alami Inflasi 0,11 Persen
- Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Inhu Raih Penghargaan Kehumasan dan CSR
- Dialog Sempena Hari Teater Dunia 2019, APINDO Sebut Pentingnya Sinergi Seluruh Komponen


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com