Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Maret 2019 06:52
Tinggal Pakaian di Badan, Rumah Warga Kubu Babussalam Rohil Terbakar

Jum’at, 22 Maret 2019 21:50
‎Buka MTQ XIX Kecamatan Rambah, Sekda Rohul Mengajak Masyarakat Bumikan Alqur'an

Jum’at, 22 Maret 2019 19:05
Program 100 Hari Kerja, Bupati Inhil Hadiri Pembukaan Operasi Katarak Gratis di RSUD Puri Husada

Jum’at, 22 Maret 2019 18:27
Gubri Resmikan Masjid Al Anshor, Wakaf Mantan Bupati Siak Arwis AS

Jum’at, 22 Maret 2019 17:35
Bengkalis Komit Tingkatkan Kapabilitas dan Kapasitas APIP

Jum’at, 22 Maret 2019 17:33
Air Pasang, PKL Batu Enam Rohil Kocar-kacir Selamatkan Dagangan

Jum’at, 22 Maret 2019 17:21
Baru Pemprov dan Lima Kabupaten yang Serahkan LKPD ke BPK Riau

Jum’at, 22 Maret 2019 17:18
Sedang Ukur Tanah, Warga Panam Dikejar Pakai Parang

Jum’at, 22 Maret 2019 16:35
Chevron Sigap Bantu Kebakaran Lahan di Tanah Putih Tanjung Melawan Rohil

Jum’at, 22 Maret 2019 16:29
Amankan Pemilu 2019 di Riau, TNI-Polri Terjunkan 10.650 Personel

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 23 Juli 2018 14:40
Disbud Riau Gelar Lomba Desain Pakaian Melayu Harian untuk Umum

Untuk membudayakan melayu di Riau, Disbudsenipar menggelar lomba desain pakaian melayu harian untuk umum.

Riauterkini-PEKANBARU-Sejalan dengan Visi dan Misi Provinsi Riau Tahun 2020 sebagai Pusat Perekonomian dan Pusat Kebudayaan Melayu di Asia Tenggara, maka Dinas Kebudayaan Provinsi Riau menaja Lomba Desain Rekayasa/Modifikasi Pakaian Melayu Harian yang dapat diikuti oleh kalangan masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Yoserizal Zen Senin (23/7/18) mengatakan, Sebenarnya kegiatan Lomba Desain Rekayasa/Modifikasi Pakaian Harian Melayu yang terbuka untuk umum ini, adalah bertujuan untuk menyeragamkan pakaian atau busana Melayu yang dipakai dikalangan ASN dan masyarakat.

"Sejauh ini kita melihat banyak ASN dan masyarakat yang memakai pakaian Melayu yang tidak sesuai dengan syariat Islam, seperti memakai busana Melayu dengan ketak yang dipakai oleh kaum perempuan. Seharusnya yang dipakai kaum perempuan adalah Kebaya Labuh. Makanya, inilah yang harus kita seragamkam tentang pakaian Melayu sekarang ini.Setelah perlombaan ini, tentunya kita akan mengusulkan ke Gubernur Riau untuk di Pergubkan tentang pemakaian pakaian Melayu yang seragam bagi ASN serta masyarakat di Provinsi Riau ini," ungkap Yoserizal Zen.

Sementara itu, tambahnya, masalah persyaratan lomba sudah ditetapkan oleh panitia dan dewan juri. Persyaratannya Lomba Desain/Modifikasi Pakaian Melayu Harian yakni, Peserta melakukan pendaftaran melalui email : rbdisbud@gmail.com atau ridhofatwandi@gmail.com. Usia peserta tidak dibatasi, baik laki-laki maupun perempuan.

Peserta dapat mengirimkan maksimal 3 pasang sketsa Pakaian Melayu Harian. Karya asli, desain sendiri, belum pernah dilombakan dan dapat direalisasikan. Semua karya dikirim beserta formulir pendaftaran dan fotocopy atau siang KTP/SIM/Kartu Pelajar, CV dan file soft copy melalui email. Desain dalam bentuk soft copy, dapat berupa gambar desain komputer atau gambar tangan yang discan pada kertas A4. Desain berwarna dengan format.jpeg. Resolusi file tidak lebih dari 150 pixel/cm.

Adapun penyerahan sketsa dilakukan pada tanggal 23 Juli sd 4 Agustus 2018. Seleksi sketsa desain yang masuk akan dipilih 10 finalis untuk diwujudkan menjadi busana dan akan menyerahkan busana tersebut dalam bentuk fisik pada tanggal 6 sd 9 Agustus 2018. Finalis merealisasikan sketsa desainnya dengan mempersentasikannya dan akan diperagakan oleh model pada tanggal 12 sd 13 Agustus 2018.

Pengumuman juara dan pembagian hadiah dilaksanakan pada 13 Agustus 2018. Hasil lomba desain ini akan direkomendasikan sebagai pakaian kerja harian bagi pegawai(ASN/Sipil) dan pelajar. Dimana pemenang lomba akan diberikan piagam dan hadiah uang tunai sampai 6 orang pemenang hiburan.

"Untuk persyaratan khusus, Desain busana Melayu ini harus sesuai dengan syariat Islam dan deskripsi desain harus jelas. Desain busana Melayu untuk laki-laki berwarna cerah dan bebas dalam pemilihan warna, serta merujuk kepada jenis pakaian Melayu(Cekak Musang atau Teluk Belanga). Desain busana Melayu untuk perempuan berwarna cerah atau bebas dalam pemilihan warna serta merujuk kepada jenis pakaian Melayu(Kebaya Labuh atau Baju Kurung) dan wajib menjelaskan alasan desain busana tersebut. Bagi 10 nominasi yang terpilih, panitia menyediakan bahan pakaian untuk desain baju Melayu. Peserta harus memahami dan mengerti tentang filosofi pakaian Melayu Harian," pungkasnya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Apresiasi Keberadaan PT RAPP, Bupati Siak Ajak Warganya Dukung Keberadaan Investasi
- Tak Miliki IMB dan Sertifikat Halal, RM Saoenk Kito Pekanbaru Disegel
- Dukung Petani Sawit Berkelanjutan,
Asian Agri Bagikan Premi Penjualan Minyak Sawit Bersertifikasi

- Apindo Harapkan 3 Hal pada Gubri Baru
- Apkasindo Kutuk Larangan Penggunaan Minyak Sawit di Uni Eropa
- Sambut HUT Ke-21 Kementerian BUMN,
Pertamina Gelar Pangan dan Solar Non Subsidi Harga Khusus

- Apindo Riau: Kenaikan UMSP Migas 2019 Sebesar 3 Persen
- Bupati Kuansing Imbau Wajib Pajak Lapor SPT Melalui e-Filing
- 14.950 Paket Sembako Seharga Rp3,4 Miliar akan Dijual ke Masyarakat Bengkalis
- Ribuan Hektar Lahan PT BAG di Rohul Diduga Dikuasai Tengkulak Selama 16 Tahun
- Dari 149, Baru 14 Paket Selesai Lelang
- Bank Riau Kepri Dikunjungi Bank Banten Untuk Studi Banding Pajak Online
- Besok, Jembatan Sultan Abdul Jalil Diuji Coba Buka Dua Jam
- Tanindo Riau Siap Dampingi Program Prioritas Gubernur Riau
- Diterima Gubri, Investor Jepang Tertarik Kelola Cangkang Sawit
- Kerja Sama SKK MIgas dan PT CPI,
Peserta WFD Terima Sertifikasi BNSP

- Balai Pengujian KIR Kuansing Segera Beroperasi
- Kadispora Riau Dukung Gala Karya 2019 Zona Riau
- Pasca Kericuhan, BNI KCU Dumai Tetap Berjalan Normal
- Pekan Ini, Pertamina Kembali Pasok SPBBE Pasir Putih


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com