Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 19 Juli 2019 13:01
Ditinggal ke Pasar,
Rumah Semi Permanen Milik Lansia di Bathin Solapan, Bengkalis Ludes Dilalap Api


Jum’at, 19 Juli 2019 12:30
Sektor Migas Beri Andil Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,3 Persen

Jum’at, 19 Juli 2019 09:51
Diangkut Mabes Polri, Lapas Bengkalis Belum Pastikan Napi Terlibat Temuan Sabu 18,8 Kg

Jum’at, 19 Juli 2019 09:42
AHM Luncurkan Si Penjelajah Jalanan, Honda Skutik ADV150

Jum’at, 19 Juli 2019 08:06
Tersangka Korupsi Reatribusi, Dua ASN Dishub Meranti Ditahan Jaksa

Kamis, 18 Juli 2019 21:35
Rasa Haru Warnai Pembukaan KIDBF 2019, 11 Bendera Negara Peserta Berkibar di Danau Rusa

Kamis, 18 Juli 2019 20:52
Sidang Lanjutan Sengketa Pileg, Rusidi Minta MK Hadirkan Bawaslu Bengkalis

Kamis, 18 Juli 2019 20:50
Berbagai Kegiatan Warnai HUT Adyaksa ke-59 Digelar Kejari Pelalawan

Kamis, 18 Juli 2019 19:47
Dua Prodi UIN Suska Riau Dapat Nilai A

Kamis, 18 Juli 2019 19:45
Selama Tiga Jam, Polisi Periksa Ketua KPU Pekanbaru Terkait Dugaan Suap Anggota DPRD

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 10 Agustus 2018 17:04
Rasionalisasi Anggaran,
7 Paket Proyek Rencana MY Pemkab Bengkalis Dialihkan ke Reguler


Tujuh paket proyek yang sebelumnya akan di-multiyears (MY), dipastikan batal. Alasanya lagi-lagi karena adanya rasionalisasi anggaran.

Riauterkini-BENGKALIS- Sebanyak 7 paket proyek sebelumnya akan di-multiyears (MY), dipastikan batal. Langkah itu setelah pembahasan final rasionalisasi APBD TA 2018 antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis. Seyogyanya proyek itu akan dianggarkan dengan tahun jamak atau MY mulai dianggarkan tahun ini, dialihkan menjadi penganggaran proyek reguler.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Indra Gunawan 'Eet' kepada wartawan, Jumat (10/8/18). Menurutnya, kebijakan dengan membatalkan MY menjadi kegiatan reguler, pria yang akrab di sapa Eet ini patut diapresiasi.

"Kita sangat apresiasi untuk menunda kegiatan MY ini. Melihat kondisi keuangan yang belum stabil. Ketujuh proyek itu tetap dilaksanakan melalui kegiatan reguler tahun ini karena kita melihat masyarakat sangat mengharapkan pembangunannya," jelas Eet.

Sambung pria yang juga hobi memancing ini, dengan ditundanya kegiatan MY, kegiatan pembangunan lainnya bisa terlaksana, termasuk menyetabilkan insentif honorer di Bengkalis.

Menurut dia kegiatan perbaikan jalan dan jembatan yang ada pada rencana MY diantaranya ada enam item dan itu akan dilaksanakan secara reguler. Begitu juga dengan pembangunan Islami Center. Sedangkan untuk besaran anggaran, tergantung pada Kerangka Umum Perubahan Anggaran (KUPA) yang akan disampaikan Pemkab ke DPRD Bengkalis.

"Formula KUPA ini lakan dibahas bersama tim Pemkab dan Banggar. Setelah pembahasan ini baru jelas final berapa anggaran pelaksanaan 7 kegiatan yang diregulerkan itu," imbuhnya.

Berikut 7 paket kegiatan MY yang sebelumnya disepakati dan untuk dibatalkan anggarannya pada APBD TA 2018, Peningkatan Jalan Ketam Putih-Sekodi, Jalan Muntai–Bantan Air, Jalan Lingkar Bukitbatu–Siakkecil, Jalan Gajah Mada, Jalan Lingkar Barat Duri, Jalan Pangkalan Nyirih–Tanjung Medang dan Pembangunan Duri Islamic Center.

Ketujuh paket proyek MY ini estimasi anggaran yang dialokasikan secara keseluruhan pada TA 2018 atau tahun pertama, sebesar Rp279 miliar lebih dari alokasi yang direncanakan hingga tahun 2021mendatang mencapai total Rp1,888 triliiun.

Di Pulau Bengkalis, meliputi kegiatan Peningkatan Jalan Ketam Putih-Sekodi Rp173,5 miliar, Peningkatan Jalan Muntai-Bantan Air Rp388 miliar.

Sedangkan di Bukitbatu-Siakkecil adalah Peningkatan Jalan Lingkar Bukitbatu-Siakkecil Rp202,58 miliar. Sementara itu di Pulau Rupat, meliputi Peningkatan Jalan Pangkalan Nyirih-Tanjung Medang Rp355,84 miliar.

Di Mandau-Pinggir, meliputi peingkatan jalan Gajah Mada Rp283,82 miliar, pembangunan jalan lingkar Barat Duri Rp153,44 miliar dan pembangunan Duri Islamic Center (DIC) Rp303,188 miliar.

Sesuai MoU yang ditandatangani alokasi anggaran per tahun untuk membiayai kegiatan proyek MY tersebut bervariasi. Yaitu, pada tahun ke-1 (2018) Rp279.068.227.450, ke-2 (2019) Rp651.160.456.008, ke-3 (2020) Rp744.183.378.194, dan tahun ke-4 (2021) sebesar Rp186.045.844.574.***(dik)

Loading...


Berita lainnya..........
- Sektor Migas Beri Andil Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,3 Persen
- Pemkab Kuansing Goda Wisatawan Bukit Tinggi Saksikan Pacu Jalur 2019
- Maksimalkan Usaha, 72 Pengelola KUBE di Bengkalis Ikuti Bimbingan Manajemen
- Beri Layanan Terbaik, Bengkel AHASS Kembali Raih SQ Award
- Tiket Pesawat Naik, Juga Picu Meningkatnya Warga Mengurus Paspor di Imigrasi Bengkalis
- Penjelasan Disnakbu Rohul Soal Anjloknya Harga Sawit
- Asisten I Ditunjuk Jadi Ketua Pansel Dirut BRK
- Semester I 2019, RFB Bukukan Pertumbuhan Kinerja
- Cabe Mahal di Kuansing karena Petani Masuki Masa Paceklik
- Dengan Antrean Online, MPP Berikan Kemudahan Pengurusan Paspor
- Tempati Pasar Modern Telukkuantan, Pedagang Gelar Syukuran
- Kuartal I 2019, Pertumbuhan Ekonomi Riau Meningkat
- Mahalnya Harga Cabe Bikin Pusing Ibu-ibu di Kuansing
- Tingkat Kreativitas IRT, DKP Pekanbaru Gelar Lomba Cipta Menu Non Beras
- Terpicu Tipisnya Stok, Harga Cabe dan Ayam Merangkak Naik
- Kelengkapan Fasilitas Hampir Tuntas, Pengoperasian Pasar Modern Telukkuantan Besok
- Penerimaan Calon Dirut dan Dewan Pengawas Perusda Rohul Jaya Diperpanjang
- Besok, DPP Apkasindo Periode 2019-2024 Dikukuhkan
- H-2, Pasar Modern Talukkuantan Siap Tampung Pedagang
- FIFGROUP Grebeg Pekanbaru, Roadshow di Dua Pasar Tradisional


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com