Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 19 April 2019 20:57
Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau


Jum’at, 19 April 2019 20:41
Dari Tokyo ke Pekanbaru, UNIQLO Membuka Toko Pertama di Living World

Jum’at, 19 April 2019 16:31
Empat ABK Kapal BG Maju Tewas Terjebak di Bunker

Jum’at, 19 April 2019 16:06
Tentang PSU/PSL, KPU Belum Terima Rekomendasi Resmi

Jum’at, 19 April 2019 14:46
Bawa Sabu 20 Gram, Pengunjung Rutan Sialang Bungkuk Diamankan Petugas Rutan

Jum’at, 19 April 2019 12:45
Viral di Medsos Suara Prabowo Hilang 100,
KPU Dumai Akui Salah dan Minta Maaf


Jum’at, 19 April 2019 11:30
Bupati Kuansing Serahkan Dana Hibah untuk Ponpes di Gunung Toar

Jum’at, 19 April 2019 08:00
Bawaslu Riau Rekomendasikan 98 TPS Gelar PSL dan PSU

Kamis, 18 April 2019 18:59
Hari Warisan Dunia, Disbud Riau Beri Lestarikan Cagar Budaya

Kamis, 18 April 2019 17:29
Melalui Teleconference, Bupati Kampar Laporkan Pemilu di Kampar Aman dan Lancar

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 30 Januari 2019 21:58
Kondisi Ekonomi Kuansing Merosot Akibat Anjloknya Karet

Kondisi ekonomi masyarakat Kuansing merosot dari hari ke hari. Akibat harga karet yang tak kunjung naik.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Kondisi ekonomi Kuansing, kian hari kondisinya kian memprihatinkan. Hal ini akibat dampak dari harga karet yang tak kunjung naik di level petani Kuansing.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka meurut pengamat eonomi Riau, asal Kuansing, Trian Zulhadi, akan berakibat buruk terhadap perekonomian daerah.

Menurut, ekonom Riau, yang sebentar lagi meraih gelar doktor di UNPAD ini, ia menjelaskan, murahnya harga karet dilevel petani saat ini, karena rendahnya kualitas karet itu sendiri, sedangkan harga karet dunia sebenarnya menurut dia relatif stabil.

Salah satu jalan yang ekonomis dan efisien untuk megangkat harga karet ini, menurutnya, diperlukan peran pemerintah daerah melakukan pembinaan kepada petani dengan menurunkan Petugas Peyuluh Pertanian (PPL) agar kualitas karet dikalangan petani bisa terjaga.

"Da disarankan kepada petani karet ini, untuk membuat kelompok tani agar ada tawar menawar harga terhadap para pedagang pengumpul sampai ke industri karetnya," kata Trian.

Atau pun menurutnya, solusi lain, pemerintah daerah menyampakan proposal kepada pemerintah pusat untuk dibangunkan laboratorium pengujian kualitas karet seperti di Palembang. Dimana sebelum karet dijual ke pabrik terlebih dahulu dilakukan pengujian lab.

"Kalau langkah ini dilakukan pemerintah daerah, saya yakin harga karet akan kembali ke level 10.000 dan 15.000 per kg," ujar Trian.

Kemudian ia berpendapat masalah kebijakan pemerintah untuk mengubah ke tanaman lain, dengan tujuan meningkatkan pendapatan petani dan itu menurutnya, harus menguba pola pikir petani, itu kata Trian tidak mudah.

"Untuk saat ini yang bisa kita lakukan, menyarankan kepada petani karet, mebuat kebun sampingan, seperti sayur sayuran dan kacang kacang atau istilah lainya tumpang sarih dan hasilnya juga bisa dijual dipasar," saranya.

Sedangkan, untuk membuat industri hilir usaha UMKM dari komoditi karet, menurutnya, memerlukan investasi yang lumayan besar dan tidak mungkin dilakukan saat ini. Karena prosesnya kata Trian, cukup lama.** (Jok)

Loading...


Berita lainnya..........
- Dua Klub ToastmasterPresident Distinguished Club
- Suara Petani Sawit Indonesia, Suara Pemenang
- Proyek Turap di Danau Tajwid Langgam Retak-retak
- Siap Laksanakan Replanting Generasi II, KUD Wana Bhakti Kuansing Sukses Gelar RAT
- Dua Nasabah Ukui dan Pangkalankerinci Dapat Mobil Undian Simpedes BRI
- Pengundian Panen Hadiah Simpedes‎, Nasabah Unit BRI Tanjung Medan Rohul Dapat Honda B-RV
- Riau Rangking 3 Destinasi Wisata Halal di Indonesia
- Hari ini, Gubri Teken MoU Wisata Halal
- PT Pelindo 1 dan Tanjung Beruas Port Malaysia Sepakat Operasikan Roro Tahun Depan
- Roadshow 6 Kota, FIF Group Grebeg Pekanbaru
- Sosialisasi Dampak Pemancangan Tiang, Warga dan PT HKI Capai Kata Sepakat
- Pertama di Provinsi Riau,
102 Operator, Mekanik dan Sopir Dinas PUPR Rohul Ikuti Uji Kompetensi Operator Alat Berat

- RPD Kuansing Siap Mengudara Secara Permanen
- ‎Peringati HUT ke-53,
BRK Pasirpangaraian Bagi Paket Sembako dan Buka Rekening Gratis

- Triwulan Pertama 2019, Jumlah Penumpang di Terminal BRPS Pekanbaru Melonjak 
- Maret 2019, Riau Alami Inflasi 0,11 Persen
- Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Inhu Raih Penghargaan Kehumasan dan CSR
- Dialog Sempena Hari Teater Dunia 2019, APINDO Sebut Pentingnya Sinergi Seluruh Komponen
- Buka Musrenbang 2020, Gubri Heran IPM Naik Tapi Pertumbuhan Ekonomi Rendah
- Gulat ME Manurung Nahkodai DPP Apkasindo


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com