Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Kamis, 19 September 2019 17:13
Disebut karena Asap,
Ahli Forensik Dilibatkan untuk Pastikan Sebab Meninggal Pejabat BPKAD


Kamis, 19 September 2019 16:57
KPU Bengkalis Berharap Kepastian Turunnya Anggaran Sebelum Oktober

Kamis, 19 September 2019 16:50
Terus Bertambah, Polda Riau Tetapkan 56 Tersangka Karhutla

Kamis, 19 September 2019 16:16
DPP Golkar Restui Ferryandi sebagai Pimpinan DPRD Inhil

Kamis, 19 September 2019 15:58
Kehadiran Camat Mandau, Ringankan Beban Bayi Penderita Kelainan Pembuluh Darah

Kamis, 19 September 2019 15:55
Tolak Bantuan DKI, Kepala BPBD Riau Disebut tak Cerminkan Budaya Melayu

Kamis, 19 September 2019 15:09
DPMPTSP Siap Bantu Masyarakat Urus IMB Rumah Sederhana

Kamis, 19 September 2019 14:42
Peduli Korban Asap, Teratak Literasi Sediakan Buku Bacaan

Kamis, 19 September 2019 14:39
Diskes Riau Investigasi Bayi Meninggal Diduga Karena Terpapar Asap

Kamis, 19 September 2019 13:11
Kades Sako Pangean Ditangkap Tim Tipikor Polres Kuansing Tadi Malam

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 31 Januari 2019 11:40
Pemkab Kuansing Diminta Kurangi Seremoni dan Serius Upayakan Dongkrak Harga Getah Karet

Kondisi ekonomi masyarakat lesu, Pemkab Kuansing harus batasi seremoni. Diminta lebih serius upayakan kenaikan harga getah karet.

Raiuterkini - TELUKKUANTAN - Pengamat Ekonomi Riau, Trian Zulhadi, menyarankan kepada pemerintah daerah untuk lebih fokus memebenahi masalah ekonomi masyarakat dari pada acara serimonial.

Salah satu upaya yang mesti dilakukan, menurut ekonom ini, mencarikan solusi bagaimana bisa mengangkat harga komiditi karet di level petani.

"Seperti saya sebutkan sebelumnya, harga karet petani kita tak bisa bersaing, karena kualitas yang kurang baik. Sementara karet dunia tetap stabil, nah disini lah diperlukan peran pemerintah daerah," ujar Trian, Kamis (31/1/201) pagi kepada riauter.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu menopang untuk mangatasi masalah ini, dengan mebentuk kelompok petani dikalangan bawah, seperti membuat koperasi untuk menampung hasil komidti karet.

Sehingga kata dia, harga jual karet petani akan bisa bersaing. Tidak hanya itu, ia juga menyarankan kepada pemerintah untuk mendirikan BUMD dan bekerjasama dengan pabrik-pabrik karet. Serta memberikan subsidi pupuk kepada para petani.

Kemudian memberikan pelatihan kepada para petani di Pusat pendidikan karet di Palembang, sehingga nantinya menurut Trian, petani karet sudah meiliki ilmu tentang bagaimana menyadap karet yang baik serta cara yang tepat membudidayakan tanaman karet ini.

"Nah, dengan adanya BUMD tempat penopang hasil karet petani dari pemerintah ini dan subsidi tentu petani bisa terbantu. Dan dengan ilmu yang dimiliki petani maka kualitas karet dilevel petani juga bisa bersaing," ungkanya.

Jika menurutnya, harga karet sudah berada dilevel 10 ribu hingga 15 ribu, maka pasar akan bergerak, dan bisa menghidupkan ekonomi makro secara menyeluruh, karena mayoritas masyarakat Kuansing bermata pencarian dibidang komiditi karet ini.

Sedangkan melalui sektor UMKM, pertama sekali, yang harus digerakkan dulu menurut Trian, dimulai dari pasar yang ada di kota Kabupaten, karena pusat regional pasar berasal dari induk pasar sebuah daerah, dan itu yang dinamakan UMKM kata ekonom Riau ini, sehingga nantinya akan menyebar ke daerah-daerah di Kuansing.

"Jadi aspirasi yang disampaikan di APBD mesti dimayoritaskan untuk UMKM ini, dengan meyediakan barang, karena sektor ini perlu dirangsang, sehingga pertumbuhan UMKM akan bergerak secara meyebar," pungkasnya.** (Jok)

Loading...


Berita lainnya..........
- DPMPTSP Siap Bantu Masyarakat Urus IMB Rumah Sederhana
- Perluasan MPP Pekanbaru Terus Digesa
- Ketua APEGTI Riau Minta Pemerintah Bentuk Tim Monitoring Gula Rafinasi
- Kabut Asap Tebal, Kesyahbandaran Bengkalis Terbitkan Edaran Waspadai Aktivitas di Laut
- Disnakbun Rohul dan Tim Gabungan Sidak 4 TPH di Kecamatan Rambah, Ini Hasilnya
- Pelaku UMKM di Bengkalis Masih Minim Pelatihan Memadai
- Tingkatkan TPT Nasional,
Multi Stakeholder Sepakat Optimalkan Penggunaan Bahan Baku Tekstil Dalam Negeri

- Untuk Pertama Kalinya,
Dokumen Rekam Medis RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Dimusnahkan

- Kamar Dagang Amerika Serikat Siap Majukan Industri Ekonomi Kreatif di Riau
- PGN Targetkan Akhir 2019 Jaringan Gas Rumah Tangga Terpasang di Dumai
- Kembangkan Ekonomi Kreatif, Gubri Teken MoU dengan ICCN
- Di Pameran IPA ke-43,
Kevin Lyon Jelaskan Perkembangan Chevron 95 Tahun di Indonesia ke Menteri ESDM

- Alat Berat Warga Asing Dituding Putuskan Akses Jalan Masyarakat di Pulau Rupat
- Gubri Dapat Kehormatan Presentasi Soal Ekonomi Kreatif di ICCF Ternate
- Kadis PMPTSP Riau Sebut Semua Galian C di Riau Diduga Ilegal
- Walikota Resmikan Konter BJB di Kantor Bapenda Pekanbaru
- Agustus, Riau Alami Inflasi Sebesar 0,22 Persen
- UPT KPH Tasik Besar Serkap DLHK Riau Pamerkan Produk Binaan dan Mitra di Riau Expo.2019
- BRCN Diharapkan Jadi Solusi bagi UMKM dalam Berkreasi
- Gubri Syamsuar Kukuhkan Badan Riau Creative Netework


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com