Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 24 Juni 2019 19:25
Tim Mahasiswa Unilak Juara 3 Dayung Hut Kota Pekanbaru

Senin, 24 Juni 2019 19:20
5 Pidana Pemilu Serentak 2019 di Bengkalis "Gagal" ke Pengadilan

Senin, 24 Juni 2019 19:13
4G Plus dan Senam Jantung Sehat Menyatu di Rengat

Senin, 24 Juni 2019 19:10
Faktor Umur dan Resiko Tinggi, 60 Persen Lebih JCH Bengkalis Perlu Pendampingan Alat dan Orang

Senin, 24 Juni 2019 18:26
Wagubri: PSPS Harus Berkaca Kenapa Perusahaan Enggak Beri Bantuan

Senin, 24 Juni 2019 18:05
Desak Tingkatkan Pengawasan, Ampera Datangi Kantor DPRD Bengkalis

Senin, 24 Juni 2019 17:28
Halal Bi Halal di Islamic Center,
Sekda Ajak DWP Rohul Dukung Kinerja Suami‎ Demi Pembangunan Daerah


Senin, 24 Juni 2019 17:22
KPU Kuansing Terima Draft Jadwal Pilkada Serentak 2020

Senin, 24 Juni 2019 17:14
Merga Silima Tampilkan Warisan Budaya Karo untuk Generasi Muda

Senin, 24 Juni 2019 17:06
Fakta-Fakta Terbaru Terungkap pada Sidang Pidana Pemilu Pelalawan

 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 11 Maret 2019 14:55
107 Ribu Ton Komoditas Pertanian Riau Dilepas Ekspor Karantina Pertanian Riau

Dipimpin langsung oleh Gubernur Riau, Syamsuar, Karantina Pertanian Riau lepas Ekspor 107 ribu ton Komoditas Pertanian Riau. Komoditas tersebut diperkirakan mencapai Rp627 miliar.

Riauterkini - PEKANBARU - Beragam komoditas pertanian di Riau, Senin (11/03/19) dilepas ekspor oleh Karantina Pertanian Riau. Sejumlah komoditas ini diekspor menuju beberapa negara seperti Jepang, China, Thailand, Korea Selatan, Brazil, Ukraina dan sebagainya.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian, Ali Jamil menjelaskan gelaran pelepasan ekspor ini merupakan bentuk dukungannya terhadap para petani di Riau. Ini juga bukti potensi hasil pertanian Riau yang sangat besar. " Kita gencarkan mendorong ekspor komoditas pertanian, untuk mendorong neraca perdagangan dengan ekspor non migas. Dan hal ini sesuai dengan instruksi Presiden," ujarnya.

Menurutnya, komoditas kelapa sawit beserta turunannya asal Provinsi Riau tidak diragukan lagi kualitasnya. Permintaan terhadap komoditas ini telah mendunia. Berdasarkan data yang dilansir dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian, Provinsi Riau merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan luas mencapa 2,430,51 ha dan produksi mencapai rata-rata 8.605,65 ribu ton.

Sementara, Kepala Karantina Pertanian Riau, Rina Delfi merinci beragam komoditas yang dilepas ekpor tersebut berupa cangkang sawit (Palm Kernel Shell) milik PT. JPJ berjumlah 31.200 <31200> ton dengan nilai Rp29 miliar, bungkil sawit (Palm Kernel Expeller) milik PT. IMT berjumlah 14.000 <14000> ton dengan nilai Rp20 miliar dan RBD (Refined Bleached Deodorized) Palm Kernel Oil milik PT.WNI berjumlah 11.500 <11500> ton dengan nilai setara Rp205 miliar dengan negara tujuan Jepang, China, Thailand, Korea Selatan, Brazil dan Ukraina.

Sementara melalui Wilayah Kerja Dumai, Rina menyampaikan data ekspor turunan kelapa sawit yakni Palm Kernel Meal Expeller sebanyak 7 ribu ton dengan nilai Rp 11,7 miliar. RBD palm oil sebanyak 7 ribu ton setara dengan Rp 68,5 miliar. RBD palm olein sebanyak 14,7 ribu ton setara Rp 148 miliar. RBD palm stearin sebanyak 8 ribu ton setara dengan 91,4 miliar. Palm fatty acid distillate sebanyak 1.200 ton setara 6,8 milyar dan hammermilled palm kernel meal sebanyak 11,2 ribu ton setara dengan Rp 17 miliar. Dengan negara tujuan yaitu Korea Selatan, Haiti, Turki, China dan New Zealand.

"Total ekspor produk pertanian yang telah dilakukan tindakan pemeriksaan dan pengawasan Karantina Pertanian Riau adalah sebesar 107 ribu ton atau senilai Rp 627 miliar," terangnya.

Selain itu, ada juga nenas sirup di wilayah kerja Sungai Guntung sebanyak 41 ton setara dengan Rp341 juta tujuan Amerika Serikat dan Cina. Ekspor kelapa bulat di wilayah kerja Sungai Guntung, Tembilahan dan Selatpanjang dengan total 2,3 ton setara dengan Rp 4,5 miliar tujuan Malaysia. Kelapa parut sebanyak 298 ton setara dengan Rp2,9 miliar, santan kelapa 838 ton setara dengan Rp 20 miliar tujuan Malaysia, China, Mesir, Amerika Serikat dan Eropa.

Kemudian kayu karet olahan milik PT. RW sebanyak 75 ribu m3 setara dengan Rp 423 juta tujuan Vietnam.

Berdasarkan data lalulintas produk pertanian di Karantina Pertanian Riau, di tahun 2018, jumlah ekspor kelapa bulat dan turunan mencapai 450 ribu ton setara dengan Rp 3,3 triliun. Sedangkan untuk produk olahan karet pada tahun 2018 mencapai setara 5,6 ribu meter kubik dengan Rp48 miliar .

Sementara berdasarkan data lalu lintas ekspor kelapa sawit beserta turunannya, Rina mengatakan pada tahun 2018 telah mencapai 3 juta ton lebih setara dengan Rp 35 triliyun.

Sementara, Gubernur Riau, H. Syamsuar menyampaikan apresiasinya atas kinerja Karantina Pertanian Riau yang telah mengawal komoditas unggulan daerahnya ke manca negara. "Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan utama di Provinsi Riau dan mempunyai peran penting bagi subsektor perkebunan dalam meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat. Pengolahan industri kelapa sawit juga mendorong ekspor turunan kelapa sawit sehingga menghasilkan devisa bagi negara, pungkas Gubernur.***(rul)



Berita lainnya..........
- Ditertibkan Satpol PP, PKL di Gerbang Perkantoran Pemkab‎ Rohul Minta Ini ke Bupati
- 20 Club Ramaikan Suzuki Saturday Night Riding di Pekanbaru
- Harga Sawit di Bawah 1000 Petani di Kuansing Menjerit
- Sejak Sepekan Terakhir, Harga Si Pedas Meroket di Bengkalis
- Pererat Sillaturahmi dengan Media,
Pertamina MOR I Sumbagut Taja Media Gathering di Bandung

- Tak Kantongi IMB, Satpol PP Pekanbaru Segel Satu Bangunan di Jalan Sudirman
- Dukcapil Bengkalis Komit Benahi Mutu Layanan
- Bina Lingkungan Pertamina Dumai dan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
- Minta Lemburan Terus, Security Chevron Mogok Jaga
- Dinas Penanaman Modal Pelalawan Tahun Ini Buka Kantor Pelayanan di Setiap Kecamatan
- Wacana Naik Pesawat ke Jakarta Via Negeri Jiran Tunggu Izin Menko Perekonomian
- Sekdakab Kuansing Tinjau Pasar Modern Sebelum Pedagang Dipindahkan
- Tiket Pesawat Mahal, Gubri Wacanakan ke Jakarta via Malaysia
- Dekat dan Berdampak Positif Besar,
Akademisi Sarankan Pulau Bengkalis ke Pulau Padang Dibangun Jembatan

- Merujuk ke RAB,
Tim Independen UIR Rekomendasikan Bangunan DIC Gunakan Tiang Pabrikan

- Silaturahmi dengan Gubernur Riau, Apkasindo Keluhkan Harga Sawit
- Juli, Pedagang Pasar Rakyat di Pindah ke Pasar Modern Telukkuantan
- 7 Hari Lebaran,
Dermaga Air Putih Bengkalis Seberangkan 15.709 Kendaraan Roda Dua dan Empat

- Optimalkan PAD, Seluruh Parkir Tepi Jalan Umum di Pekanbaru Bakal Dilelang
- Tak Hanya Candi Prambanan, Ini 5 Tempat Wisata Keluarga Asyik di Jogja


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com