Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Kamis, 19 September 2019 11:16
Upika Pangean, Kuansing Dirikan Posko Kesehatan Korban Asap

Kamis, 19 September 2019 11:09
Berduaan dengan Istri Orang, Presdir PT KLK di Dumai Digerebek dan Dibawa Warga ke Polisi

Kamis, 19 September 2019 11:05
Anggota DPRD Bengkalis Berharap Korporasi Bakar Lahan Ditindak Tegas

Kamis, 19 September 2019 10:55
Dijenguk Anggota DPRD Bengkalis, Ortu Bayi Jantung Bengkak Berharap Bisa Cepat Berobat ke Jakarta

Kamis, 19 September 2019 08:57
Prihatin Kabut Asap, FAM Kuansing Bentang Poster dan Bagi Masker

Kamis, 19 September 2019 08:33
Warga Diminta Waspada 5 Penyakit Terdampak Kabut Asap

Kamis, 19 September 2019 08:06
Udara Tidak Sehat, BMKG Rilis Peringatan Dini Bahaya Asap Karlahut

Kamis, 19 September 2019 07:59
Bupati Kuansing Tinjau Upaya Pemadaman Karlahut

Rabu, 18 September 2019 23:30
‎Sekda Rohul Tinjau Alat Penyebrangan Flying Fox di Tambusai yang Viral di Medsos, Begini Katanya

Rabu, 18 September 2019 23:28
PKK Rambah Samo Juara Umum Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Rohul 2019

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 11 Maret 2019 14:55
107 Ribu Ton Komoditas Pertanian Riau Dilepas Ekspor Karantina Pertanian Riau

Dipimpin langsung oleh Gubernur Riau, Syamsuar, Karantina Pertanian Riau lepas Ekspor 107 ribu ton Komoditas Pertanian Riau. Komoditas tersebut diperkirakan mencapai Rp627 miliar.

Riauterkini - PEKANBARU - Beragam komoditas pertanian di Riau, Senin (11/03/19) dilepas ekspor oleh Karantina Pertanian Riau. Sejumlah komoditas ini diekspor menuju beberapa negara seperti Jepang, China, Thailand, Korea Selatan, Brazil, Ukraina dan sebagainya.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian, Ali Jamil menjelaskan gelaran pelepasan ekspor ini merupakan bentuk dukungannya terhadap para petani di Riau. Ini juga bukti potensi hasil pertanian Riau yang sangat besar. " Kita gencarkan mendorong ekspor komoditas pertanian, untuk mendorong neraca perdagangan dengan ekspor non migas. Dan hal ini sesuai dengan instruksi Presiden," ujarnya.

Menurutnya, komoditas kelapa sawit beserta turunannya asal Provinsi Riau tidak diragukan lagi kualitasnya. Permintaan terhadap komoditas ini telah mendunia. Berdasarkan data yang dilansir dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian, Provinsi Riau merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan luas mencapa 2,430,51 ha dan produksi mencapai rata-rata 8.605,65 ribu ton.

Sementara, Kepala Karantina Pertanian Riau, Rina Delfi merinci beragam komoditas yang dilepas ekpor tersebut berupa cangkang sawit (Palm Kernel Shell) milik PT. JPJ berjumlah 31.200 <31200> ton dengan nilai Rp29 miliar, bungkil sawit (Palm Kernel Expeller) milik PT. IMT berjumlah 14.000 <14000> ton dengan nilai Rp20 miliar dan RBD (Refined Bleached Deodorized) Palm Kernel Oil milik PT.WNI berjumlah 11.500 <11500> ton dengan nilai setara Rp205 miliar dengan negara tujuan Jepang, China, Thailand, Korea Selatan, Brazil dan Ukraina.

Sementara melalui Wilayah Kerja Dumai, Rina menyampaikan data ekspor turunan kelapa sawit yakni Palm Kernel Meal Expeller sebanyak 7 ribu ton dengan nilai Rp 11,7 miliar. RBD palm oil sebanyak 7 ribu ton setara dengan Rp 68,5 miliar. RBD palm olein sebanyak 14,7 ribu ton setara Rp 148 miliar. RBD palm stearin sebanyak 8 ribu ton setara dengan 91,4 miliar. Palm fatty acid distillate sebanyak 1.200 ton setara 6,8 milyar dan hammermilled palm kernel meal sebanyak 11,2 ribu ton setara dengan Rp 17 miliar. Dengan negara tujuan yaitu Korea Selatan, Haiti, Turki, China dan New Zealand.

"Total ekspor produk pertanian yang telah dilakukan tindakan pemeriksaan dan pengawasan Karantina Pertanian Riau adalah sebesar 107 ribu ton atau senilai Rp 627 miliar," terangnya.

Selain itu, ada juga nenas sirup di wilayah kerja Sungai Guntung sebanyak 41 ton setara dengan Rp341 juta tujuan Amerika Serikat dan Cina. Ekspor kelapa bulat di wilayah kerja Sungai Guntung, Tembilahan dan Selatpanjang dengan total 2,3 ton setara dengan Rp 4,5 miliar tujuan Malaysia. Kelapa parut sebanyak 298 ton setara dengan Rp2,9 miliar, santan kelapa 838 ton setara dengan Rp 20 miliar tujuan Malaysia, China, Mesir, Amerika Serikat dan Eropa.

Kemudian kayu karet olahan milik PT. RW sebanyak 75 ribu m3 setara dengan Rp 423 juta tujuan Vietnam.

Berdasarkan data lalulintas produk pertanian di Karantina Pertanian Riau, di tahun 2018, jumlah ekspor kelapa bulat dan turunan mencapai 450 ribu ton setara dengan Rp 3,3 triliun. Sedangkan untuk produk olahan karet pada tahun 2018 mencapai setara 5,6 ribu meter kubik dengan Rp48 miliar .

Sementara berdasarkan data lalu lintas ekspor kelapa sawit beserta turunannya, Rina mengatakan pada tahun 2018 telah mencapai 3 juta ton lebih setara dengan Rp 35 triliyun.

Sementara, Gubernur Riau, H. Syamsuar menyampaikan apresiasinya atas kinerja Karantina Pertanian Riau yang telah mengawal komoditas unggulan daerahnya ke manca negara. "Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan utama di Provinsi Riau dan mempunyai peran penting bagi subsektor perkebunan dalam meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat. Pengolahan industri kelapa sawit juga mendorong ekspor turunan kelapa sawit sehingga menghasilkan devisa bagi negara, pungkas Gubernur.***(rul)

Loading...


Berita lainnya..........
- Perluasan MPP Pekanbaru Terus Digesa
- Ketua APEGTI Riau Minta Pemerintah Bentuk Tim Monitoring Gula Rafinasi
- Kabut Asap Tebal, Kesyahbandaran Bengkalis Terbitkan Edaran Waspadai Aktivitas di Laut
- Disnakbun Rohul dan Tim Gabungan Sidak 4 TPH di Kecamatan Rambah, Ini Hasilnya
- Pelaku UMKM di Bengkalis Masih Minim Pelatihan Memadai
- Tingkatkan TPT Nasional,
Multi Stakeholder Sepakat Optimalkan Penggunaan Bahan Baku Tekstil Dalam Negeri

- Untuk Pertama Kalinya,
Dokumen Rekam Medis RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Dimusnahkan

- Kamar Dagang Amerika Serikat Siap Majukan Industri Ekonomi Kreatif di Riau
- PGN Targetkan Akhir 2019 Jaringan Gas Rumah Tangga Terpasang di Dumai
- Kembangkan Ekonomi Kreatif, Gubri Teken MoU dengan ICCN
- Di Pameran IPA ke-43,
Kevin Lyon Jelaskan Perkembangan Chevron 95 Tahun di Indonesia ke Menteri ESDM

- Alat Berat Warga Asing Dituding Putuskan Akses Jalan Masyarakat di Pulau Rupat
- Gubri Dapat Kehormatan Presentasi Soal Ekonomi Kreatif di ICCF Ternate
- Kadis PMPTSP Riau Sebut Semua Galian C di Riau Diduga Ilegal
- Walikota Resmikan Konter BJB di Kantor Bapenda Pekanbaru
- Agustus, Riau Alami Inflasi Sebesar 0,22 Persen
- UPT KPH Tasik Besar Serkap DLHK Riau Pamerkan Produk Binaan dan Mitra di Riau Expo.2019
- BRCN Diharapkan Jadi Solusi bagi UMKM dalam Berkreasi
- Gubri Syamsuar Kukuhkan Badan Riau Creative Netework
- Subkon Tol Pekanbaru-Dumai Kembali Dituding tak Bayarkan Puluhan Juta Hak Pekerja


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com