Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Mei 2019 07:19
Bupati Kampar Lantik 11 Pejabat Eselon II

Jum’at, 24 Mei 2019 22:02
Imigrasi Bengkalis Santuni Anak Panti Asuhan

Jum’at, 24 Mei 2019 21:49
Pemkab Bengkalis Ingatkan Seluruh Perusahaan Segera Bayarkan THR

Jum’at, 24 Mei 2019 21:41
Buka Puasa Bersama Ramadhan, PT EDI Rohul Salurkan Bantuan dan Berbagi dengan Kaum Dhuafa

Jum’at, 24 Mei 2019 21:38
Safari Ramadan 1440 H, Wagubri Shalat Tarawih dan Serahkan Bantuan di Mesjid Agung Al Huda Tembilahan

Jum’at, 24 Mei 2019 20:15
Serunya Midnight Sale di Mal SKA, Diskon Melimpah Sampai 70 Persen

Jum’at, 24 Mei 2019 19:29
Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau

Jum’at, 24 Mei 2019 19:15
Buka Bersama Pengurus, Apindo Gandeng ACI NUS Gelar Survey Daya Saing Usaha 2019

Jum’at, 24 Mei 2019 19:11
Kutuk Tindakan Represif, HMI Pekanbaru Minta Kapolri Dicopot

Jum’at, 24 Mei 2019 17:24
Berbagi Berkah Ramadan, Alumni Unri RAPP Santuni Anak Yatim

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 11 Maret 2019 14:55
107 Ribu Ton Komoditas Pertanian Riau Dilepas Ekspor Karantina Pertanian Riau

Dipimpin langsung oleh Gubernur Riau, Syamsuar, Karantina Pertanian Riau lepas Ekspor 107 ribu ton Komoditas Pertanian Riau. Komoditas tersebut diperkirakan mencapai Rp627 miliar.

Riauterkini - PEKANBARU - Beragam komoditas pertanian di Riau, Senin (11/03/19) dilepas ekspor oleh Karantina Pertanian Riau. Sejumlah komoditas ini diekspor menuju beberapa negara seperti Jepang, China, Thailand, Korea Selatan, Brazil, Ukraina dan sebagainya.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian, Ali Jamil menjelaskan gelaran pelepasan ekspor ini merupakan bentuk dukungannya terhadap para petani di Riau. Ini juga bukti potensi hasil pertanian Riau yang sangat besar. " Kita gencarkan mendorong ekspor komoditas pertanian, untuk mendorong neraca perdagangan dengan ekspor non migas. Dan hal ini sesuai dengan instruksi Presiden," ujarnya.

Menurutnya, komoditas kelapa sawit beserta turunannya asal Provinsi Riau tidak diragukan lagi kualitasnya. Permintaan terhadap komoditas ini telah mendunia. Berdasarkan data yang dilansir dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian, Provinsi Riau merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan luas mencapa 2,430,51 ha dan produksi mencapai rata-rata 8.605,65 ribu ton.

Sementara, Kepala Karantina Pertanian Riau, Rina Delfi merinci beragam komoditas yang dilepas ekpor tersebut berupa cangkang sawit (Palm Kernel Shell) milik PT. JPJ berjumlah 31.200 <31200> ton dengan nilai Rp29 miliar, bungkil sawit (Palm Kernel Expeller) milik PT. IMT berjumlah 14.000 <14000> ton dengan nilai Rp20 miliar dan RBD (Refined Bleached Deodorized) Palm Kernel Oil milik PT.WNI berjumlah 11.500 <11500> ton dengan nilai setara Rp205 miliar dengan negara tujuan Jepang, China, Thailand, Korea Selatan, Brazil dan Ukraina.

Sementara melalui Wilayah Kerja Dumai, Rina menyampaikan data ekspor turunan kelapa sawit yakni Palm Kernel Meal Expeller sebanyak 7 ribu ton dengan nilai Rp 11,7 miliar. RBD palm oil sebanyak 7 ribu ton setara dengan Rp 68,5 miliar. RBD palm olein sebanyak 14,7 ribu ton setara Rp 148 miliar. RBD palm stearin sebanyak 8 ribu ton setara dengan 91,4 miliar. Palm fatty acid distillate sebanyak 1.200 ton setara 6,8 milyar dan hammermilled palm kernel meal sebanyak 11,2 ribu ton setara dengan Rp 17 miliar. Dengan negara tujuan yaitu Korea Selatan, Haiti, Turki, China dan New Zealand.

"Total ekspor produk pertanian yang telah dilakukan tindakan pemeriksaan dan pengawasan Karantina Pertanian Riau adalah sebesar 107 ribu ton atau senilai Rp 627 miliar," terangnya.

Selain itu, ada juga nenas sirup di wilayah kerja Sungai Guntung sebanyak 41 ton setara dengan Rp341 juta tujuan Amerika Serikat dan Cina. Ekspor kelapa bulat di wilayah kerja Sungai Guntung, Tembilahan dan Selatpanjang dengan total 2,3 ton setara dengan Rp 4,5 miliar tujuan Malaysia. Kelapa parut sebanyak 298 ton setara dengan Rp2,9 miliar, santan kelapa 838 ton setara dengan Rp 20 miliar tujuan Malaysia, China, Mesir, Amerika Serikat dan Eropa.

Kemudian kayu karet olahan milik PT. RW sebanyak 75 ribu m3 setara dengan Rp 423 juta tujuan Vietnam.

Berdasarkan data lalulintas produk pertanian di Karantina Pertanian Riau, di tahun 2018, jumlah ekspor kelapa bulat dan turunan mencapai 450 ribu ton setara dengan Rp 3,3 triliun. Sedangkan untuk produk olahan karet pada tahun 2018 mencapai setara 5,6 ribu meter kubik dengan Rp48 miliar .

Sementara berdasarkan data lalu lintas ekspor kelapa sawit beserta turunannya, Rina mengatakan pada tahun 2018 telah mencapai 3 juta ton lebih setara dengan Rp 35 triliyun.

Sementara, Gubernur Riau, H. Syamsuar menyampaikan apresiasinya atas kinerja Karantina Pertanian Riau yang telah mengawal komoditas unggulan daerahnya ke manca negara. "Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan utama di Provinsi Riau dan mempunyai peran penting bagi subsektor perkebunan dalam meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat. Pengolahan industri kelapa sawit juga mendorong ekspor turunan kelapa sawit sehingga menghasilkan devisa bagi negara, pungkas Gubernur.***(rul)

Loading...


Berita lainnya..........
- Cegah Barang Haram Masuk, Dermaga BSL Bengkalis Bakal Dipasang X-Ray
- Dinas PU-PR Pelalawan Segera Lelang 67 Paket Proyek
- Halal dan Berkualitas,
Bulog Siapkan 2 Ton Daging untuk Lebaran Masyarakat Bengkalis

- Antrean Panjang Sulit Dihindari,
Lebaran, Penyeberangan Air Putih-Selari Bengkalis Dilayani 5 Armada

- Bank Riau Kepri Pasirpangaraian Mulai Layani Penukaran Uang Baru untuk Idul Fitri
- Bupati Kuansing Tinjau Operasi Pasar
- Selama Ramadan, 147 Pengusaha Restoran di Pekanbaru Urus Izin RM Non Muslim
- Disnaker: Jelang Lebaran Akan Buka Posko Pengaduan THR
- Disparbud Rohul Tata Obyek Wisata Jelang Musim Liburan Idul Fitri 2019
- BUP di Bengkalis Tak Kunjung Dibentuk, ini Penyebabnya
- Lebaran Tahun Ini, 1.641.909 Pekerja di Riau Terima THR
- PLN Pasirpangaraian Lakukan Pemadaman Selama Tiga Hari, Ini Alasannya
- Mayoritas Koperasi Sekolah di Bengkalis Tanpa Badan Hukum
- Dianggap Membingungkan,
Ternyata Ini Maksud Tujuan Promosi Rabbani Berhadiah Umroh

- Mulai Bisa Ditukar, BI Siapkan Rp5 Triliuan Recehan Lebaran
- Selain Salurkan Paket Sembako,
Alfamart Berikan Pelatihan Pengolahan Sampah Bagi Puluhan IRT di Pelalawan

- Koperasi Tuah Negeri Gelar Riau Ramadhan Fair 2019
- Disperindag Riau Buka Pasar Murah Antisipasi Lonjakan Harga Sembako
- PDAM Bantan, Bengkalis Incar Potensi Ratusan Pelanggan Baru
- Flight Banyak Cancel, Lost Potential SSK II Capai Rp 12 Miliar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com