Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Maret 2019 21:10
Bupati Bengkalis Buka Turnamen Sepakbola Antar Pelajar di Duri

Sabtu, 23 Maret 2019 20:31
PJC Pekanbaru Semangati Wartawan Bengkalis Untuk Sajikan Berita Yang Santun dan Menarik

Sabtu, 23 Maret 2019 15:02
UKW PWI Riau 2019 Berjalan Sukses

Sabtu, 23 Maret 2019 14:57
2019, DAK Fisik dan ADD Kuansing Meningkat

Sabtu, 23 Maret 2019 11:10
Ternyata Asri Auzar Sudah Minta DPRD Riau Ganti Waka Dedet

Sabtu, 23 Maret 2019 06:52
Tinggal Pakaian di Badan, Rumah Warga Kubu Babussalam Rohil Terbakar

Jum’at, 22 Maret 2019 21:50
‎Buka MTQ XIX Kecamatan Rambah, Sekda Rohul Mengajak Masyarakat Bumikan Alqur'an

Jum’at, 22 Maret 2019 19:05
Program 100 Hari Kerja, Bupati Inhil Hadiri Pembukaan Operasi Katarak Gratis di RSUD Puri Husada

Jum’at, 22 Maret 2019 18:27
Gubri Resmikan Masjid Al Anshor, Wakaf Mantan Bupati Siak Arwis AS

Jum’at, 22 Maret 2019 17:35
Bengkalis Komit Tingkatkan Kapabilitas dan Kapasitas APIP

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 11 Maret 2019 14:55
107 Ribu Ton Komoditas Pertanian Riau Dilepas Ekspor Karantina Pertanian Riau

Dipimpin langsung oleh Gubernur Riau, Syamsuar, Karantina Pertanian Riau lepas Ekspor 107 ribu ton Komoditas Pertanian Riau. Komoditas tersebut diperkirakan mencapai Rp627 miliar.

Riauterkini - PEKANBARU - Beragam komoditas pertanian di Riau, Senin (11/03/19) dilepas ekspor oleh Karantina Pertanian Riau. Sejumlah komoditas ini diekspor menuju beberapa negara seperti Jepang, China, Thailand, Korea Selatan, Brazil, Ukraina dan sebagainya.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian, Ali Jamil menjelaskan gelaran pelepasan ekspor ini merupakan bentuk dukungannya terhadap para petani di Riau. Ini juga bukti potensi hasil pertanian Riau yang sangat besar. " Kita gencarkan mendorong ekspor komoditas pertanian, untuk mendorong neraca perdagangan dengan ekspor non migas. Dan hal ini sesuai dengan instruksi Presiden," ujarnya.

Menurutnya, komoditas kelapa sawit beserta turunannya asal Provinsi Riau tidak diragukan lagi kualitasnya. Permintaan terhadap komoditas ini telah mendunia. Berdasarkan data yang dilansir dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian, Provinsi Riau merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan luas mencapa 2,430,51 ha dan produksi mencapai rata-rata 8.605,65 ribu ton.

Sementara, Kepala Karantina Pertanian Riau, Rina Delfi merinci beragam komoditas yang dilepas ekpor tersebut berupa cangkang sawit (Palm Kernel Shell) milik PT. JPJ berjumlah 31.200 <31200> ton dengan nilai Rp29 miliar, bungkil sawit (Palm Kernel Expeller) milik PT. IMT berjumlah 14.000 <14000> ton dengan nilai Rp20 miliar dan RBD (Refined Bleached Deodorized) Palm Kernel Oil milik PT.WNI berjumlah 11.500 <11500> ton dengan nilai setara Rp205 miliar dengan negara tujuan Jepang, China, Thailand, Korea Selatan, Brazil dan Ukraina.

Sementara melalui Wilayah Kerja Dumai, Rina menyampaikan data ekspor turunan kelapa sawit yakni Palm Kernel Meal Expeller sebanyak 7 ribu ton dengan nilai Rp 11,7 miliar. RBD palm oil sebanyak 7 ribu ton setara dengan Rp 68,5 miliar. RBD palm olein sebanyak 14,7 ribu ton setara Rp 148 miliar. RBD palm stearin sebanyak 8 ribu ton setara dengan 91,4 miliar. Palm fatty acid distillate sebanyak 1.200 ton setara 6,8 milyar dan hammermilled palm kernel meal sebanyak 11,2 ribu ton setara dengan Rp 17 miliar. Dengan negara tujuan yaitu Korea Selatan, Haiti, Turki, China dan New Zealand.

"Total ekspor produk pertanian yang telah dilakukan tindakan pemeriksaan dan pengawasan Karantina Pertanian Riau adalah sebesar 107 ribu ton atau senilai Rp 627 miliar," terangnya.

Selain itu, ada juga nenas sirup di wilayah kerja Sungai Guntung sebanyak 41 ton setara dengan Rp341 juta tujuan Amerika Serikat dan Cina. Ekspor kelapa bulat di wilayah kerja Sungai Guntung, Tembilahan dan Selatpanjang dengan total 2,3 ton setara dengan Rp 4,5 miliar tujuan Malaysia. Kelapa parut sebanyak 298 ton setara dengan Rp2,9 miliar, santan kelapa 838 ton setara dengan Rp 20 miliar tujuan Malaysia, China, Mesir, Amerika Serikat dan Eropa.

Kemudian kayu karet olahan milik PT. RW sebanyak 75 ribu m3 setara dengan Rp 423 juta tujuan Vietnam.

Berdasarkan data lalulintas produk pertanian di Karantina Pertanian Riau, di tahun 2018, jumlah ekspor kelapa bulat dan turunan mencapai 450 ribu ton setara dengan Rp 3,3 triliun. Sedangkan untuk produk olahan karet pada tahun 2018 mencapai setara 5,6 ribu meter kubik dengan Rp48 miliar .

Sementara berdasarkan data lalu lintas ekspor kelapa sawit beserta turunannya, Rina mengatakan pada tahun 2018 telah mencapai 3 juta ton lebih setara dengan Rp 35 triliyun.

Sementara, Gubernur Riau, H. Syamsuar menyampaikan apresiasinya atas kinerja Karantina Pertanian Riau yang telah mengawal komoditas unggulan daerahnya ke manca negara. "Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan utama di Provinsi Riau dan mempunyai peran penting bagi subsektor perkebunan dalam meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat. Pengolahan industri kelapa sawit juga mendorong ekspor turunan kelapa sawit sehingga menghasilkan devisa bagi negara, pungkas Gubernur.***(rul)

Loading...


Berita lainnya..........
- Apresiasi Keberadaan PT RAPP, Bupati Siak Ajak Warganya Dukung Keberadaan Investasi
- Tak Miliki IMB dan Sertifikat Halal, RM Saoenk Kito Pekanbaru Disegel
- Dukung Petani Sawit Berkelanjutan,
Asian Agri Bagikan Premi Penjualan Minyak Sawit Bersertifikasi

- Apindo Harapkan 3 Hal pada Gubri Baru
- Apkasindo Kutuk Larangan Penggunaan Minyak Sawit di Uni Eropa
- Sambut HUT Ke-21 Kementerian BUMN,
Pertamina Gelar Pangan dan Solar Non Subsidi Harga Khusus

- Apindo Riau: Kenaikan UMSP Migas 2019 Sebesar 3 Persen
- Bupati Kuansing Imbau Wajib Pajak Lapor SPT Melalui e-Filing
- 14.950 Paket Sembako Seharga Rp3,4 Miliar akan Dijual ke Masyarakat Bengkalis
- Ribuan Hektar Lahan PT BAG di Rohul Diduga Dikuasai Tengkulak Selama 16 Tahun
- Dari 149, Baru 14 Paket Selesai Lelang
- Bank Riau Kepri Dikunjungi Bank Banten Untuk Studi Banding Pajak Online
- Besok, Jembatan Sultan Abdul Jalil Diuji Coba Buka Dua Jam
- Tanindo Riau Siap Dampingi Program Prioritas Gubernur Riau
- Diterima Gubri, Investor Jepang Tertarik Kelola Cangkang Sawit
- Kerja Sama SKK MIgas dan PT CPI,
Peserta WFD Terima Sertifikasi BNSP

- Balai Pengujian KIR Kuansing Segera Beroperasi
- Kadispora Riau Dukung Gala Karya 2019 Zona Riau
- Pasca Kericuhan, BNI KCU Dumai Tetap Berjalan Normal
- Pekan Ini, Pertamina Kembali Pasok SPBBE Pasir Putih


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com