Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 20 April 2019 19:14
Hilang Sebulan Seorang Kakek di Inhu Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Sabtu, 20 April 2019 18:17
Dua Tahanan Narkoba di Inhu Melarikan Diri

Sabtu, 20 April 2019 16:43
Gebyar Undian Service ke AHASS, Service Honda, Dapet Honda

Sabtu, 20 April 2019 16:42
PKS Riau Panen Kursi di Tiga Parlemen

Sabtu, 20 April 2019 14:21
DPC Partai Demokrat Dumai Dikabarkan Dapat 5 Kursi Legislatif

Sabtu, 20 April 2019 08:50
Bupati Inhil : RA Kartini Pioner Pejuang Kaum Perempuan

Sabtu, 20 April 2019 07:10
Bawaslu Riau Resmi Rokemendasikan 112 TPS PSU dan PSL

Jum’at, 19 April 2019 20:57
Catatan Rahman Rahim,
Riau Hijau, Solusi Permasalahan Lingkungan di Riau


Jum’at, 19 April 2019 20:41
Dari Tokyo ke Pekanbaru, UNIQLO Membuka Toko Pertama di Living World

Jum’at, 19 April 2019 16:31
Empat ABK Kapal BG Maju Tewas Terjebak di Bunker

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 18 Maret 2019 16:35
Ribuan Hektar Lahan PT BAG di Rohul Diduga Dikuasai Tengkulak Selama 16 Tahun

Dirut PT. Budiarti Adi Guna (BAG), Rosidin Daud M. Dolok Saribu SH, mengaku lahan perkebunan milik perusahaannya di Desa Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) telah dikuasai sejumlah tengkulak.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Direktur Utama (Dirut) PT. Budiarti Adi Guna (BAG), Rosidin Daud M. Dolok Saribu SH, mengaku lahan perkebunan milik perusahaannya di Desa Bangun Jaya Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) telah dikuasai sejumlah tengkulak.

Rosidin mengungkapkan lahan perkebunan kelapa sawit dengan luas sekira 2.017 hektar, sudah dikuasai sejumlah tengkulak 16 tahun terakhir, termasuk telah dikuasai oleh salah seorang istri pemilik perusahaan perkebunan yang ada di Kabupaten Rokan Hulu.

"Sampai saat ini, PT. ‎BAG yang bermitra dengan masyarakat transmigrasi tidak bisa memanennya, karena sudah dikuasai tengkulak," ungkap Rosidin, didampingi Pengurus Team Operasional Penyelamatan Aset Negara Republik Indonesia (TOPAN RI) DPD Rokan Hulu‎ kepada wartawan di Pasirpangaraian.

Rosidin mengungkapkan lahan perkebunan kelapa sawit sekira 2.017 hektar, pada tahun 1996 masih bagian dari PT. Merangkai Artha Nusantara (MAN). Dan sekira tahun 2002 atau 2005‎, suami istri selaku pemilik PT. MAN, yakni Barmansyah dengan Budiarti bercerai.

Setelah bercerai,‎ dan terjalinnya perjanjian pembagian harga gono gini antara suami istri pada 31 Juli 2014, kemudian beberapa tahun kemudian, Barmansyah dan Budiarti masing-masing membuat perusahaan‎.

Barmansyah membuat perusahaan PT. Sawit Mas Riau (SMR), mengomandoi atau memenej empat desa di Kecamatan Tambusai Utara dengan luas lahan perkebunan sekira 2.500 hektar.

‎Sedangkan Budiarti sendiri membuat perusahaan bernama PT. Budiarti Adi Guna (BAG), memenej satu desa, dengan luas lahan sekira 2.017 hektar.‎ Setelah PT. BAG terbentuk, manajemen menunjuk Imron sebagai Manager, dan Suparman ditunjuk sebagai Humas perusahaan.

"Jadi karena luasnya kebun maka dibentuk 15 kelompok untuk menguasai lahan masyarakat transmigrasi ini,"‎ ujarnya.

Rosidin mengakui keseluruhan izin PT. BAG telah diberikan oleh Gubernur Riau (Gubri). Keseluruhan luas lahan sesuai Nomor 525/EK/3159, tanggal 28 Desember 1998 perihal persetujuan izin pembangunan perkebunan melalui program anak angkat, bapak angkat melalui program pola kemitraan KKPA.

Dalam pasal 3, ungkap Rosidin, disebutkan baik PT. SMR atau PT. BAG tidak membeli tanah milik masyarakat transmigrasi. Perusahaan juga harus ikut membantu mengawasi petani plasma agar lahan yang ada tidak diperjualbelikan oleh pihak ketiga.

‎Pada 4 Novemper 2014, terjadi peralihan Dirut PT BAG dari Budiarti kepada Rosidin Daud M. Dolok Saribu SH. Dan sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan pembelian saham sekira 50 persen dibagi kepada tiga orang telah menjadi jajaran direksi yang sah, sesuai akta notaris, dan dikukuhkan atasnama Menteri Hukum dan HAM pada 2 Desember 2014.

"Tanah masih berada di Desa Bangun Jaya, namun setelah didudukkan para manejemen pada tahun 2012, lalu mereka berbuat semena-mena dan menganggap itu bukan milik masyarakat plasma yang bermitra dengan PT. BAG," tegas Rosidin.

Setelah 2014, melalui RUPS, terjadi pembagian saham melalui notaris Neni Sanitra SH. Budiarti saat RUPS mengatakan bahwa seluruh sertifikat telah diserahkan ke masyarakat.

Namun setelah direktur utama yang baru dijabat Rosidin, sesuai fakta di lapangan, lahan perkebuan PT. BAG sudah berada di tangan tengkulak yang diduga pindah tangan saat direktur dijabat oleh Budiarti.

"‎Sampai saat ini PT. BAG tidak bisa mengelola lahan yang diambil alih oleh oknum tengkulak tersebut," tambahnya.

Rosidin mengatakan sesuai pengukuran lahan menggunakan GPS bersama Wakil Direktur, lahan sekira 2.017 hektar milik PT. BAG bahkan diduga ada lahan sekira 712 yang telah dikuasai oleh salah satu perusahaan di Rantau Kasai Desa Tambusai Utara.

‎Pada 2016, Rosidin kembali turun ke lapangan, berkoordinasi dengan seluruh Komisaris dan Wakil Direktur, menyurati pihak Upika, Bupati Rokan Hulu, Kepolisian, termasuk para tengkulak.

Karena tidak ada jawaban, Dirut bersama Wakil Direktur, serta 70 pekerja turun ke lapangan dengan membawa barang, termasuk ampang-ampang, namun saat itu diduga mantan Dirut Budiarti‎ menonaktifkan Rosidin sebagai Dirut.

"Masalah tersebut telah kami laporkan ke polisi, namun‎ sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya," katanya.

Tidak lama kemudian, sambung Rosidin, ada sekira 20 masyarakat, menguasakan kepada Rosidin meminta tanah mereka dikembalikan dan dimana lokasinya.

‎Bukan itu saja, tambah Rosidin, salah seorang istri dari bos perusahaan perkebunan di Kabupaten Rokan Hulu inisial TMS yang diduga bersama oknum OKP berani melakukan pemanenan di lahan PT. BAG yang telah dikuasai oknum tengkulak tersebut, dan ada 5 truk berisi TBS sawit yang keluar.

"Masalah ini juga telah kita laporkan ke polisi‎, dengan tuduhan telah memanen buah sawit‎ sekira 5 truk," tambahnya lagi.

Sementara, Sekretaris TOPAN RI DPD Rokan Hulu, Syukrial Halomoan Nasution, mengaku perkara dialami PT. BAG sedikit runyam, karena banyak yang terlibat.

Sejak organisasinya meneken nota kesepakatan dengan PT. BAG, maka ke depannya TOPAN RI DPD Rokan Hulu tentunya komitmen untuk menyelesaikan masalah ini.‎

"Kita ke depan akan perjuangkan hak-hak masyarakat yang sudah diserahkan ke PT. BAG. Kita juga akan mencari tahu siapa sebenarnya yang menggelapkan surat-surat anggota plasma tersebut," tegas Halomoan.***(zal)

Loading...


Berita lainnya..........
- Dua Klub ToastmasterPresident Distinguished Club
- Suara Petani Sawit Indonesia, Suara Pemenang
- Proyek Turap di Danau Tajwid Langgam Retak-retak
- Siap Laksanakan Replanting Generasi II, KUD Wana Bhakti Kuansing Sukses Gelar RAT
- Dua Nasabah Ukui dan Pangkalankerinci Dapat Mobil Undian Simpedes BRI
- Pengundian Panen Hadiah Simpedes‎, Nasabah Unit BRI Tanjung Medan Rohul Dapat Honda B-RV
- Riau Rangking 3 Destinasi Wisata Halal di Indonesia
- Hari ini, Gubri Teken MoU Wisata Halal
- PT Pelindo 1 dan Tanjung Beruas Port Malaysia Sepakat Operasikan Roro Tahun Depan
- Roadshow 6 Kota, FIF Group Grebeg Pekanbaru
- Sosialisasi Dampak Pemancangan Tiang, Warga dan PT HKI Capai Kata Sepakat
- Pertama di Provinsi Riau,
102 Operator, Mekanik dan Sopir Dinas PUPR Rohul Ikuti Uji Kompetensi Operator Alat Berat

- RPD Kuansing Siap Mengudara Secara Permanen
- ‎Peringati HUT ke-53,
BRK Pasirpangaraian Bagi Paket Sembako dan Buka Rekening Gratis

- Triwulan Pertama 2019, Jumlah Penumpang di Terminal BRPS Pekanbaru Melonjak 
- Maret 2019, Riau Alami Inflasi 0,11 Persen
- Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Inhu Raih Penghargaan Kehumasan dan CSR
- Dialog Sempena Hari Teater Dunia 2019, APINDO Sebut Pentingnya Sinergi Seluruh Komponen
- Buka Musrenbang 2020, Gubri Heran IPM Naik Tapi Pertumbuhan Ekonomi Rendah
- Gulat ME Manurung Nahkodai DPP Apkasindo


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com