Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 17 Juni 2019 14:25
Januari-Juni, 229 Orang Terjangkit DBD di Pekanbaru

Senin, 17 Juni 2019 14:12
Fraksi Demokrat dan PAN Kritik Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Riau 2018

Senin, 17 Juni 2019 12:57
Pererat Silaturahmi, PT BSP Halal Bihalal Bersama StakeHolders

Senin, 17 Juni 2019 12:02
Pilkada 2020, KPU Bengkalis Usulkan Rp50 Miliar

Senin, 17 Juni 2019 11:55
Tiket Pesawat Mahal, Gubri Wacanakan ke Jakarta via Malaysia

Senin, 17 Juni 2019 09:20
Nunggak Pajak, 61 Mobdin Pemprov Riau Tetap Dikandangkan

Senin, 17 Juni 2019 07:36
Terdapat 34 Titik Kerusakan Jalan dari Rantau Berangin Sampai Batas Kampar-Rohul

Senin, 17 Juni 2019 06:48
Sepekan Menghilang, Remaja KHS Kuansing Ditemukan Selamat

Ahad, 16 Juni 2019 23:22
Isu Mutasi dan Rotasi Jajaran Pemkab Inhil, Bupati: Itu Hal yang Biasa, Tunggu Saja

Ahad, 16 Juni 2019 23:14
Milad Ke - 54 Inhil, Wakil Bupati Melepas Peserta Funbike

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Maret 2019 08:31
Kebun Kurma KKI di Tepi PLTA Kotopanjang, Kampar Mulai Berbuah

Para petani KKI kini sumringah. Kebun kurma mereka di tepi PLTA Kotopanjang, Kampar mulai berbuah.

Riauterkini-RANAH SUNGKAI - Ratusan masyarakat yang menghadiri panen perdana buah kurma di Kawasan Kurma Indonesia (KKI) di Desa Ranah Sungkai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau berbondong-bondong menyaksikan Bupati Kampar yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar ketika memetik buah kurma yang perdana dipanen, Ahad (24/3/2019).

Mulai berbuahnya tanaman kurma ini semakin membuat pihak PT KKI semakin bersemangat mematahkan mitos bahwa kurma tidak bisa berbuah di tanah Indonesia.

Selain panen perdana, panitia juga menggelar kegiatan penanaman bibit yang baru dan peresmian brand pariwisata di kawasan seluas 500 hektare yang berdampingan dengan Danau PLTA Koto Panjang ini.

Selain dihadiri Bupati yang diwakili Kadis Parbud Kampar, juga dihadiri sejumlah pihak diantaranya Camat XIII Koto Kampar Rahmat Fajri, Kapolsek XIII Koto Kampar AKB Budi S, Danramil Batubersurat, Ketua PWI Kampar Akhir Yani, Ketua IWO Riau Midas Aditya, konsultan PT KKI dari Thailand, sejumlah kepala desa dan Lurah, alim ulama, ninik mamak dan tokoh masyarakat.

Pada kesempatan ini Bupati didampingi Direktur KKI Syafrizal,SE dan tamu undangan memetik buah kurma dari batangnya dan langsung mencicipi.

Di kawasan nan indah dan sejuk ini, Direktur PT KKI Syafrizal, SE di hadapan Bupati Kampar dan ratusan undangan dan masyarakat menyampaikan bahwa pembangunan kebun kurma di Desa Ranah Sungkai ini mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Perusahaan juga memberdayakan tenaga kerja lokal atau tenaga tempatkan dimana saat ini tercatat ada 25 orang tenaga harian lepas dan 18 orang karyawan tetap. Dalam pembangunan dan perawatan kebun, KKI juga dibantu tenaga ahli dari Thailand. Sebagian karyawan KKI juga telah belajar ke Thailand bagaimana menanam dan merawat tanaman ini.

Syafrizal menambahkan, areal yang sudah dibersihkan (land clearing) di kawasan ini seluas 194 hektare dari total 500 hektare dengan umlah kapling sebanyak 3.579 kapling yang sudah dimiliki masyarakat Indonesia bahkan sebagian dari luar negeri seperti dari negara Singapura. Selain di Riau, KKI telah mendapatkan kepercayaan tidak hanya dari masyarakat Riau namun juga telah mengembangkan sayap hingga di 10 provinsi.

"Penanamannya bertahap karena bibit yang didatangkan KL-1 dan barhee dari lab Inggris," ujar Syafrizal.

Pada kesempatan ini ia meminta dukungan dari pemerintah daerah karena brand kurma di Riau saat ini berada di Kabupaten Kampar. "Di sini kita wujudkan mimpi kita. Misi perusahaan adalah menghilangkan mitos bahwa kurma di Indonesia tak mau berbuah," tegas entreprenuer muda yang enerjik ini.

Ia menambahkan, saat ini KKI fokus bagaimana kurma ditanam. "Ada pakar yang support sehingga hasilnya kita harapkan sama dengan yang di Thailand. Ini bukan kurma gurun pasir di Arab tapi yang telah berkembang di Thailand," terang Syafrizal menjelaskan jenis kurma yang ditanam KKI.

KKI juga melibatkan konsultan berpengalaman. Selain dari Thailand juga dari Mesir. KKI menghasilkan bibit dari kultur jaringan. "Perusahaan juga sedang membuat desain pabrik. Hilirnya barhee dibuat gula," ulasnya.

Bupati yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Zulia Dharma mengapresiasi apa yang dilakukan oleh KKI. "Orang lain belum memikirkan tapi kita sudah membangun," ucap Zulia.

Dia mengaku senang karena Kawasan Kurma Indonesia di Ranah Sungkai ini punya potensi dari sisi kepariwisataan karena letaknya yang sangat strategis, menghadap Danau PLTA Koto Panjang. "Ini akan menjadi kawasan wisata halal. Baik naik dari laut maupun dari darat," beber Zulia.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat, akan dilaksanakan iven dayung internasional di Danau Rusa yang tak jauh dari kebun kurma KKI dan ini merupakan momen untuk mengenalkan KKI kepada dunia dan wilayah lain di Indonesia.

Untuk membantu perusahaan menambah pemasukan lain, Zulia Dharma menyarankan KKI untuk memanfaatkan lahannya dengan menanam tanaman tumpang sari. "Selain hasilnya juga mendukung wisatanya, jelas ini akan bisa menggaji pekerja di sini," katanya.

Senada dengan Bupati, Camat XIII Koto Kampar Rahmat Fajri memuji investasi yang dilakukan masyarakat dan perusahaan sehingga diharapkan mengurangi pengangguran khususnya di sekitar lokasi perusahaan. "Inovasi ini bisa menimbulkan semangat bahwa kurma tak hanya bisa ditanam di Arab," kata Fajri.

Ia menyarankan KKI selalu berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar. "Dua potensi wisata yang ada di areal PT KKI. Kurma jarang di Indonesia dan potensi berdekatan dengan Danau PLTA Koto Panjang. Ada wisata kebun kurma," pangkas Fajri.(man)

Loading...


Berita lainnya..........
- Tiket Pesawat Mahal, Gubri Wacanakan ke Jakarta via Malaysia
- Dekat dan Berdampak Positif Besar,
Akademisi Sarankan Pulau Bengkalis ke Pulau Padang Dibangun Jembatan

- Merujuk ke RAB,
Tim Independen UIR Rekomendasikan Bangunan DIC Gunakan Tiang Pabrikan

- Silaturahmi dengan Gubernur Riau, Apkasindo Keluhkan Harga Sawit
- Juli, Pedagang Pasar Rakyat di Pindah ke Pasar Modern Telukkuantan
- 7 Hari Lebaran,
Dermaga Air Putih Bengkalis Seberangkan 15.709 Kendaraan Roda Dua dan Empat

- Optimalkan PAD, Seluruh Parkir Tepi Jalan Umum di Pekanbaru Bakal Dilelang
- Lebaran Imigrasi TPI Bengkalis 'Diserbu' Warga Urus Paspor
- Mei, Pekanbaru Alami Inflasi 0,68 Persen
- Hari Ini, Puncak Arus Balik di SSK II Pekanbaru
- Terkendala Penyeberangan,
Warga Bengkalis Keluhkan Sulitnya Peroleh Tabung Gas Melon

- Tiga Hari Terkahir, 22 Ribu Penumpang Dilayani BRPS Pekanbaru
- Pebalap Binaan Astra Honda Raih Podium di TTC Seri 2
- Bupati Mursini Cek Pos PAM Lebaran Bersama Polres Kuansing
- Pertamina Tambah Penyaluran Elpiji di Bengkalis
- Komsumsi Meningkat 4 Persen, Pertamina Gelar Pasar Murah Elpiji
- Belum Ada Laporan Keterlambatan Bayar THR Karyawan di Kuansing
- Mudik Lebaran 2019, ASITA Prediksi Ada Ekstra Flight di SSK II
- H-7 Sampai H+7 Lebaran, BPJS Kesehatan Pastikan Masyarakat Tetap Dilayani
- Cegah Barang Haram Masuk, Dermaga BSL Bengkalis Bakal Dipasang X-Ray


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com