Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 24 Mei 2019 19:29
Mahasiswa UR Taja Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa di SMA Negeri Pintar Provinsi Riau

Jum’at, 24 Mei 2019 19:15
Buka Bersama Pengurus, Apindo Gandeng ACI NUS Gelar Survey Daya Saing Usaha 2019

Jum’at, 24 Mei 2019 19:11
Kutuk Tindakan Represif, HMI Pekanbaru Minta Kapolri Dicopot

Jum’at, 24 Mei 2019 17:24
Berbagi Berkah Ramadan, Alumni Unri RAPP Santuni Anak Yatim

Jum’at, 24 Mei 2019 17:08
Tanggapi Pendemo, Waka DPRD Riau Janji Akan Sampaikan Tuntutan Hingga ke Pusat

Jum’at, 24 Mei 2019 17:05
Cegah Barang Haram Masuk, Dermaga BSL Bengkalis Bakal Dipasang X-Ray

Jum’at, 24 Mei 2019 16:35
Terkesan Sengaja Dibiarkan Terbengkalai,
Warga Meskom, Bengkalis Pertanyakan Lampu Jalan Setahun Tak Nyala


Jum’at, 24 Mei 2019 16:21
Protes Kecurangan Pemilu, Pendemo Kepung DPRD Riau

Jum’at, 24 Mei 2019 15:44
Perbup Sudah Diteken Bupati,
Pemkab Rohul Alokasikan Rp25 Miliar untuk THR ASN dan 45 Anggota DPRD


Jum’at, 24 Mei 2019 15:40
‎Begini Cara Lapas Kelas IIB Pasirpangaraian Membina Warga Binaan di Bulan Suci Ramadhan

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 April 2019 14:02
BUMDES Batu Gajah dan PSPI Kawal Program DMPA

BUMDes Masyarakat Desa Batu Gajah, Kecamatan Tapung, Kampar mengawal Program DMPA PT PSPI Distrik Petapahan-Tapung.

Riauterkini - PEKANBARU -Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Masyarakat Desa Batu Gajah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar “mengawal Program DMPA (Desa Makmur Peduli Api) PT PSPI (Perawang Sukses Perkasa Industri) Distrik Petapahan-Tapung Kabupaten Kampar yang merupakan mitra pemasok kayu HTI (Hutan Tanaman Industri) PT Arara Abadi untuk bahan baku pabrik kertas APP-SMF (Asia Pulp & Paper-Sinar Mas Forestry) Region Riau.

Program DMPA yang dilaksanakan PT PSPI Distrik Petapahan ini diantaranya Program: Peternakan Sapi, Pertanian seperti Tanaman Jagung, Tanaman Cabe dan Perikanan seperti: pembuatan Bubu (alat penangkap ikan).

Semua program sudah terlaksana dengan baik, namun untuk saat ini yang baru menampakan hasil yang baik adalah Ternak sapi, Pertanian Cabe, Jagung, Sayur-sayuran dan Pembuatan Bubu (Alat penangkap Ikan), sementara untuk pertanian jagung, karena cuaca yang masih kurang menentu dikarenakan cuaca panas dan minimnya curah hujan masih terkendala ketersediaan air untuk lokasi tanam.

Menurut Humas PT PSPI, Junaidi, dan Abdi Gunawan, sebagai Tenaga Sarjana Pendamping yang juga dari putra Daerah Kampar didampingi Humas PT Arara Abadi-APP-SMF, Ir. Nurul Huda, MH., M,Ikom kepada media menjelaskan:” Program DMPA PT PSPI di Desa Batu Gajah sudah masuk tahun ke tiga. Awalnya kita bentuk SGD (Small Group Discution) lalu kita bentuk kelompok-kelompok Program dan Pembentukan BUMDES yang nantinya akan mengelola termasuk pendanaannya.

Adapun Program-program DMPA yang kita laksanakan yaitu: Peternakan Sapi, Bidang Pertanian seperti Tanaman Jagung, Tanaman Cabe dan Perikanan seperti pembuatan Bubu (alat penangkap ikan). Semua program sudah terlaksana dengan baik, namun untuk saat ini yang baru menampakan hasil yang baik adalah Ternak sapi, Cabe serta Pembuatan Bubu alat penangkap ikan. Untuk pertanian jagung, dan sayuran karena cuaca dan curah hujan yang masih kurang menentu seperti cuaca panas masih terkendala ketersediaan air.

Program ini kita laksanakan dalam rangka memberikan pemahaman dan penyadaran kepada masyarakat disekitar areal konsesi perusahaan didalam meningkat perekonomian dan pembukaan serta pemanfaatan lahan tidak harus melakukan pembakaran untuk membersihkan lahan milik mereka.

Selain program DMPA, PT PSPI juga melaksanakan Program Community Development dan Corporate Social Responsibility berupa bantuan untuk memperbaiki Madrasyah yang kondisinya cukup memprihatinkan” Demikian Junaidi meyampaikan.

Salah satu masyarakat Desa Batu Gajah, Sukidi (71 thn) yang selama ini selain menjadi petani sawit juga mendapatkan Program DMPA PT PSPIuntuk jadi peternak sapi yang merupakan bantuan dari perusahaan PT PSPI.

Ketika ditemui media menyampaikan: ”Saya mendapatkan program DMPA berupa bantuan sapi dari PSPI ini secara bergulir sudah 2 tahun lebih ini, awalnya saya mendapat satu ekor sapi, saat ini sapi saya sudah menjadi tiga ekor, dan yang satu ekor nanti akan digulirkan kepada anggota lainnya sesuai dengan saran dan penilaian dari ketua kelompok nantinya, dan untuk pakan (makanan) sapi selama ini, seperti rumput setidak mendapat kendala (hambatan) yang berarti, saya dapat dengan mudah mendapatkan rumput-rumput pada kawasan Tanaman PSPI karena di tempat lain tidak ada. Kotoran sapi juga saya manfaatkan untuk pupuk bagi perkebunan sawit meskipun tidak luas. Saya ikut dan merupakan bagian dari anggota kelompok peternakan sapi Desa Batu Gajah yang merupakan Program DMPA PT PSPI.” demikian Sukidi menyampaikan.

Sementara itu Ketua kelompok Peternak Sapi Desa Batu Gajah, Wagio (57 thn) kepada media menambahkan:”Program DMPA PSPI yang berupa Peternakan Sapi ini dimulai pada akhir tahun 2016 menjelang awal tahun 2017 lalu, awalnya kelompok ini terbentuk dari hasil SGD (Small Group Discution) yang dihadiri oleh Aparat Desa Batu Gajah dan dari PSPI.

Ada beberapa kelompok program yang dihasilkan pada saat tersebut, seperti Kelompok Pertanian, Perikanan dan salah satunya adalah kelompok peternakan sapi yang kebetulan saya dipercaya sebagai Ketua kelompok. Awalnya kelompok peternakan sapi ini mendapatkan bantuan sebanyak enam ekor sapi yang dibagikan kepada 6 orang masyarakat sebagai kelompok peternak sapi yang telah kita nilai atas kemauan dan kemampuannya menjadi peternak sapi, dan jika sapi tersebut jika sudah melahirkan akan digulirkan kepada anggota lainnya.

Saat ini Anggota Peternak sapi sudah menjadi 12 orang dengan total jumlah sapi keseluruhannya sudah menjadi 22 ekor, dan rata-rata masing-masing setiap anggota sudah punya dua ekor sapi, dan berdasarkan perhitungan perkembangan kami, waktu perkembangan cukup tepat, harapan saya sebagai ketua kelompok, masyarakat sangat terbantu dengan program ini, jika ada bantuan sapi lagi dari perusahaan agar bantuan tersebut diberikan kepada yang tepat”. Demikian Wagio menyampaikan.(rls)

Loading...


Berita lainnya..........
- Cegah Barang Haram Masuk, Dermaga BSL Bengkalis Bakal Dipasang X-Ray
- Dinas PU-PR Pelalawan Segera Lelang 67 Paket Proyek
- Halal dan Berkualitas,
Bulog Siapkan 2 Ton Daging untuk Lebaran Masyarakat Bengkalis

- Antrean Panjang Sulit Dihindari,
Lebaran, Penyeberangan Air Putih-Selari Bengkalis Dilayani 5 Armada

- Bank Riau Kepri Pasirpangaraian Mulai Layani Penukaran Uang Baru untuk Idul Fitri
- Bupati Kuansing Tinjau Operasi Pasar
- Selama Ramadan, 147 Pengusaha Restoran di Pekanbaru Urus Izin RM Non Muslim
- Disnaker: Jelang Lebaran Akan Buka Posko Pengaduan THR
- Disparbud Rohul Tata Obyek Wisata Jelang Musim Liburan Idul Fitri 2019
- BUP di Bengkalis Tak Kunjung Dibentuk, ini Penyebabnya
- Lebaran Tahun Ini, 1.641.909 Pekerja di Riau Terima THR
- PLN Pasirpangaraian Lakukan Pemadaman Selama Tiga Hari, Ini Alasannya
- Mayoritas Koperasi Sekolah di Bengkalis Tanpa Badan Hukum
- Dianggap Membingungkan,
Ternyata Ini Maksud Tujuan Promosi Rabbani Berhadiah Umroh

- Mulai Bisa Ditukar, BI Siapkan Rp5 Triliuan Recehan Lebaran
- Selain Salurkan Paket Sembako,
Alfamart Berikan Pelatihan Pengolahan Sampah Bagi Puluhan IRT di Pelalawan

- Koperasi Tuah Negeri Gelar Riau Ramadhan Fair 2019
- Disperindag Riau Buka Pasar Murah Antisipasi Lonjakan Harga Sembako
- PDAM Bantan, Bengkalis Incar Potensi Ratusan Pelanggan Baru
- Flight Banyak Cancel, Lost Potential SSK II Capai Rp 12 Miliar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com