Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 20 Agustus 2019 22:41
Gesa Pemekaran Desa Bumi Asri dan Bina Sempian,
Bupati Meranti Datangi Kemenko Kemaritiman RI


Selasa, 20 Agustus 2019 21:35
Asap Semakin Menyengat di Kampar, 1.501 Orang Terpapar ISPA Sejak Agustus 2019

Selasa, 20 Agustus 2019 21:30
RPK APP Sinar Mas Bantu Padamkan Kebakaran di Hutan Serapung, Pelalawan

Selasa, 20 Agustus 2019 18:56
Menteri Arief Yaya Genapkan Hadiah Pacu Jalur Juara 1 Jadi 100 Juta

Selasa, 20 Agustus 2019 18:22
RSUD Indrasari Inhu Tak Miliki SCF Jadi Kendala BPJS Kesehatan Lunasi Claim

Selasa, 20 Agustus 2019 18:11
Mendarat di Kuansing, Menteri Arief Yaya Disambut Wabup Kuansing

Selasa, 20 Agustus 2019 17:26
Tingkatkan Kesejahteraan, Dinsos Bengkalis akan Salurkan Bantuan 36 KUBE Produktif

Selasa, 20 Agustus 2019 16:40
Dari ‎RAT 2019, KONI Rohul Akan Sinergikan Program Kegiatan dengan Pengurus Cabor

Selasa, 20 Agustus 2019 16:33
Isi Air Baku Waduk Wonosari Bengkalis, Blok Kanal Perkebunan Sawit PT. MAS 'Dijebol'

Selasa, 20 Agustus 2019 16:29
Tim Satgas Karlahut Rohul Padamkan Api di Rambah Tengah Barat‎, Polisi Usut Pelaku

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 24 April 2019 14:02
BUMDES Batu Gajah dan PSPI Kawal Program DMPA

BUMDes Masyarakat Desa Batu Gajah, Kecamatan Tapung, Kampar mengawal Program DMPA PT PSPI Distrik Petapahan-Tapung.

Riauterkini - PEKANBARU -Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Masyarakat Desa Batu Gajah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar “mengawal Program DMPA (Desa Makmur Peduli Api) PT PSPI (Perawang Sukses Perkasa Industri) Distrik Petapahan-Tapung Kabupaten Kampar yang merupakan mitra pemasok kayu HTI (Hutan Tanaman Industri) PT Arara Abadi untuk bahan baku pabrik kertas APP-SMF (Asia Pulp & Paper-Sinar Mas Forestry) Region Riau.

Program DMPA yang dilaksanakan PT PSPI Distrik Petapahan ini diantaranya Program: Peternakan Sapi, Pertanian seperti Tanaman Jagung, Tanaman Cabe dan Perikanan seperti: pembuatan Bubu (alat penangkap ikan).

Semua program sudah terlaksana dengan baik, namun untuk saat ini yang baru menampakan hasil yang baik adalah Ternak sapi, Pertanian Cabe, Jagung, Sayur-sayuran dan Pembuatan Bubu (Alat penangkap Ikan), sementara untuk pertanian jagung, karena cuaca yang masih kurang menentu dikarenakan cuaca panas dan minimnya curah hujan masih terkendala ketersediaan air untuk lokasi tanam.

Menurut Humas PT PSPI, Junaidi, dan Abdi Gunawan, sebagai Tenaga Sarjana Pendamping yang juga dari putra Daerah Kampar didampingi Humas PT Arara Abadi-APP-SMF, Ir. Nurul Huda, MH., M,Ikom kepada media menjelaskan:” Program DMPA PT PSPI di Desa Batu Gajah sudah masuk tahun ke tiga. Awalnya kita bentuk SGD (Small Group Discution) lalu kita bentuk kelompok-kelompok Program dan Pembentukan BUMDES yang nantinya akan mengelola termasuk pendanaannya.

Adapun Program-program DMPA yang kita laksanakan yaitu: Peternakan Sapi, Bidang Pertanian seperti Tanaman Jagung, Tanaman Cabe dan Perikanan seperti pembuatan Bubu (alat penangkap ikan). Semua program sudah terlaksana dengan baik, namun untuk saat ini yang baru menampakan hasil yang baik adalah Ternak sapi, Cabe serta Pembuatan Bubu alat penangkap ikan. Untuk pertanian jagung, dan sayuran karena cuaca dan curah hujan yang masih kurang menentu seperti cuaca panas masih terkendala ketersediaan air.

Program ini kita laksanakan dalam rangka memberikan pemahaman dan penyadaran kepada masyarakat disekitar areal konsesi perusahaan didalam meningkat perekonomian dan pembukaan serta pemanfaatan lahan tidak harus melakukan pembakaran untuk membersihkan lahan milik mereka.

Selain program DMPA, PT PSPI juga melaksanakan Program Community Development dan Corporate Social Responsibility berupa bantuan untuk memperbaiki Madrasyah yang kondisinya cukup memprihatinkan” Demikian Junaidi meyampaikan.

Salah satu masyarakat Desa Batu Gajah, Sukidi (71 thn) yang selama ini selain menjadi petani sawit juga mendapatkan Program DMPA PT PSPIuntuk jadi peternak sapi yang merupakan bantuan dari perusahaan PT PSPI.

Ketika ditemui media menyampaikan: ”Saya mendapatkan program DMPA berupa bantuan sapi dari PSPI ini secara bergulir sudah 2 tahun lebih ini, awalnya saya mendapat satu ekor sapi, saat ini sapi saya sudah menjadi tiga ekor, dan yang satu ekor nanti akan digulirkan kepada anggota lainnya sesuai dengan saran dan penilaian dari ketua kelompok nantinya, dan untuk pakan (makanan) sapi selama ini, seperti rumput setidak mendapat kendala (hambatan) yang berarti, saya dapat dengan mudah mendapatkan rumput-rumput pada kawasan Tanaman PSPI karena di tempat lain tidak ada. Kotoran sapi juga saya manfaatkan untuk pupuk bagi perkebunan sawit meskipun tidak luas. Saya ikut dan merupakan bagian dari anggota kelompok peternakan sapi Desa Batu Gajah yang merupakan Program DMPA PT PSPI.” demikian Sukidi menyampaikan.

Sementara itu Ketua kelompok Peternak Sapi Desa Batu Gajah, Wagio (57 thn) kepada media menambahkan:”Program DMPA PSPI yang berupa Peternakan Sapi ini dimulai pada akhir tahun 2016 menjelang awal tahun 2017 lalu, awalnya kelompok ini terbentuk dari hasil SGD (Small Group Discution) yang dihadiri oleh Aparat Desa Batu Gajah dan dari PSPI.

Ada beberapa kelompok program yang dihasilkan pada saat tersebut, seperti Kelompok Pertanian, Perikanan dan salah satunya adalah kelompok peternakan sapi yang kebetulan saya dipercaya sebagai Ketua kelompok. Awalnya kelompok peternakan sapi ini mendapatkan bantuan sebanyak enam ekor sapi yang dibagikan kepada 6 orang masyarakat sebagai kelompok peternak sapi yang telah kita nilai atas kemauan dan kemampuannya menjadi peternak sapi, dan jika sapi tersebut jika sudah melahirkan akan digulirkan kepada anggota lainnya.

Saat ini Anggota Peternak sapi sudah menjadi 12 orang dengan total jumlah sapi keseluruhannya sudah menjadi 22 ekor, dan rata-rata masing-masing setiap anggota sudah punya dua ekor sapi, dan berdasarkan perhitungan perkembangan kami, waktu perkembangan cukup tepat, harapan saya sebagai ketua kelompok, masyarakat sangat terbantu dengan program ini, jika ada bantuan sapi lagi dari perusahaan agar bantuan tersebut diberikan kepada yang tepat”. Demikian Wagio menyampaikan.(rls)

Loading...


Berita lainnya..........
- Tingkatkan Kesejahteraan, Dinsos Bengkalis akan Salurkan Bantuan 36 KUBE Produktif
- BI Riau Launching QRIS
- FIFGroup Grebeg Pekanbaru Tebar Promo di Perumahan Permata Bukit Raya
- KIP Riau Minta Reklame di Pekanbaru Diaudit
- Terbentuk Pengurus Inti Forum BUMDes se-Kabupaten Kampar
- Sempena HUT ke 74 RI, Mal SKA Pekanbaru Gelar Event Akbar Fashion Carnival 2019
- Trauma Bencana Asap.2015, Asperindo Riau Minta Penanganan Karlahut Optimal
- Sebabkan Kesemrawutan, Tim Gabungan Tertibkan PKL di Pasar Duri, Bengkalis
- Penerima Program Peremajaan Kelapa Sawit,
Disnakbun Rohul Beri Bimtek Aplikasi Online Empat KUD Ini

- Sambut HUT RI, Gojek Gelar Kirab Merajut Nusantara dengan Logo Baru
- Gandeng PT Dipo Internasional Pahala Otomotif, MMKSI Hadirkan Fasilitas Bodi & Cat
- Pemeliharaan Kubikel 20 kV, PLN Duri Kembali Lakukan Pemadaman Bergilir
- Penyalaan Bergilir Berlanjut,
Mesin Pembangkit Listrik di Bengkalis Masih dalam Perbaikan

- Pasca Pelayanan Viral di Medsos, Disdukcapil Rohul Lakukan Pembenahan
- Triwulan II 2019, Ekonomi Riau Tumbuh 2,80 persen
- Wagubri Dukung Kerajinan Bambu dari Desa Sialang Jaya‎ Rohul
- Bapenda Pekanbaru Buka Posko Pembayaran PBB di Kompleks Citra Land
- AHM Kuatkan Skill Instruktur Safety Riding Honda untuk Masyarakat
- Juli 2019, Riau Inflas 0,79 Persen
- 300 Mitra Binaan PT RAPP Siap Bangun Pelalawan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com