Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 21 Oktober 2019 07:16
Tunggangi Trail, Bupati Kuansing Pimpin Parade Kebangsaan dan Merah Putih

Ahad, 20 Oktober 2019 18:00
DPRD Desak Pemkab Bengkalis Sampaikan RAPBD 2020

Ahad, 20 Oktober 2019 17:15
Gelar Konferensi IV, Ini Nama-Nama Calon Ketua PWI Rohil

Ahad, 20 Oktober 2019 17:12
Terkesan Diskriminasi,
Kalangan di Bengkalis Kecewa Beasiswa Pemprov Riau Abaikan PT di Pesisir


Ahad, 20 Oktober 2019 13:41
Bupati Kuansing Lepas Peserta Jelajah Alam Kota Jalur 6

Ahad, 20 Oktober 2019 12:47
Dihadiri Ratusan Kader Baru, DPD PKS Bengkalis Gelar TO

Ahad, 20 Oktober 2019 11:12
Setelah Dilaporkan, Rektor UIN Suska Bakal Hadapi Gelombang Protes Mahasiswanya Pekan Ini

Ahad, 20 Oktober 2019 11:07
Bupati Kuansing Hadiri Apel Pengamanan Jelang Pelantikan Presiden

Ahad, 20 Oktober 2019 09:25
Terjatuh dari Rakit Penyeberangan di Pulau Kijang, Mahasiswi UNISI Ditemukan Tewas

Sabtu, 19 Oktober 2019 19:50
Tingkatkan Ekonomi,
Ratusan Petani di Bengkalis Belajar Budi Daya Labu Madu Hana


 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 3 Juni 2019 16:50
Terkendala Penyeberangan,
Warga Bengkalis Keluhkan Sulitnya Peroleh Tabung Gas Melon


Warga Pulau Bengkalis mengeluhkan sulitnya memperoleh tabung gas 3 kilogram sejak dua hari lalu. Ada yang terpaksa kembali menggunakan kayu bakar.

Riauterkini-BENGKALIS- Warga berdomisili khusus di Pulau Bengkalis mengeluhkan sulitnya memperoleh tabung gas 3 kilogram (Kg) atau tabung gas melon sejak dua hari lalu.

Padahal sebelumnya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis sudah memastikan, adanya penambahan khusus untuk kuota di daerah ini.

"Iye sudah dua hari ini nak cari gas 3 kilo susah, alasan pedagang habis dan belum masuk-masuk," ungkap Seri (30), warga Bengkalis kepada wartawan, Senin (3/6/19) siang.

Bahkan bagi warga yang sehari-hari memasak menggunakan tabung gas melon itu, sempat menjadi pemandangan di daerah ini terpaksa keliling 'menggendong' tabung kosong untuk ditukar yang isi.

"Sekarang lagi sibuk-sibuk sambut lebaran, kalau macam ini kan susah juga. Terpaksa pakai kayu bakar untuk memasak," tambah Nursiah, warga Bengkalis lainnya.

Sementara itu, Kepala Disdagperin Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan, M. Jepri ketika dikonfirmasi menegaskan, seharusnya masyarakat Pulau Bengkalis tidak kesulitan memperoleh tabung gas elpiji khusus 3 Kg itu, karena sudah ada penambahan pasokan dari Pertamina sebesar 10 persen termasuk bahan bakar minyak (BBM).

"Untuk kouta BBM dan elpiji sebenarnya cukup karena Pertamina telah menambahkan kouta sebesar 10 persen. Terkait langkanya gas elpiji khusus 3 Kg dikarenakan ada kendala di transportasi laut. Untuk lebih jelas silakan tanya ke pihak terkait," sebutnya ketika dihubungi riauterkini.com, Senin (3/6/19).

Jepri berharap, angkutan khusus kebutuhan pokok ke Pulau Bengkalis seharusnya tidak terjadi kendala karena mempertimbangkan kepentingan masyarakat dalam rangka menyambut Lebaran Idul Fitri 1440 H/2019 M.

"Kita berharap agar pengangkutan BBM dan elpiji harus mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar. Sehingga masyarakat khususnya di Pulau Bengkalis bisa tenang dan terciptanya suasana yang kondusif," harapnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis dikonfirmasi melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bengkalis, Fauzi menjelaskan bahwa angkutan penyeberangan khusus BBM dan elpiji ke Pulau Bengkalis diakuinya terkendala oleh jadwal dan kapasitas armada angkutan.

Untuk hari ini, Senin (3/6/19) angkutan BBM dan elpiji yang akan diseberangkan ke Pulau Bengkalis sudah menunggu di dermaga Sei. Selari (Pakning) hingga mencapai 38 unit truk. Jadi untuk sekali angkut khusus BBM dan elpiji hanya bisa diangkut sebagian tidak bisa seluruhnya.

"Untuk hari ini yakni pagi tadi sudah diangkut sebanyak 20 unit truk BBM 15 dan elpiji 5 unit. Dan tersisa 14 unit truk BBM dan elpiji masih menunggu di Sei. Selari (Pakning) jadi rencananya akan diangkut pada trip terakhir malam ini. Jadi malam ini ada penambahan trip khusus untuk angkutan BBM dan elpiji," terangnya.

Angkutan khusus BBM dan elpiji ditambahkan pria yang akrab disapa Ojie ini, tergantung kondisi di lapangan kalau misalnya sekurang-kurangnya ada belasan unit truk BBM atau elpiji baru bisa diseberangkan.

"Biasanya sehari hanya 1 trip jadwalnya. Kami juga sudah antisipasi jika kondisi ada penambahan maka khusus BBM dan elpiji diangkut pada trip terakhir," imbuhnya.***(dik)

Loading...


Berita lainnya..........
- KPw BI Riau Resmikan BI Corner di PCR
- Bersama TNI, Satlantas Polres Bengkalis Laksanakan Testimoni Jelang Pelantikan Presiden
- Kadin Pekanbaru Bawa Pengembangan Industri Ekonomi Kreatif ke Rapimnas
- GenBI-KPw BI Riau Gelar Talkshow How To Be a Vlogger
- Dukung Program Jargas ESDM, PGN Selesaikan 8.150 Sambungan Jaringan Gas Rumah Tangga di Probolinggo dan Pasuruan*
- Pelatihannya Digelar RAPP, Sistem Pertanian Terpadu Bantu Petani Efisien dalam Bercocok Tanam
- Melalui Rakor, DKP Rohul Susun ‎Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan
- BI Corner di Puswil Soeman HS Diresmikan
- Sampena Rapimko, Kadin Pekanbaru Gelar Seminar Ekonomi Kreatif
- BI-Walikota Pekanbaru Serahkan Kartu Madani dan KIA
- BI Kpw Riau Resmikan BI Corner Di SMA Dharma Yuda
- Kampung Berseri Astra, Bupati Inhil Optimis Bantu Peningkatan Ekonomi Petani Kelapa
- DAK Fisik untuk Riau Tahun Ini Berpotensi Gagal Salur
- Tersedia Door Prize dan Uang Kaget, BRI Ajak Ramaikan Panen Hadiah Simpedes di Ukui
- BI Gelar Diseminasi Perkembangan Riau Terkini dan Prospek ke Depan
- BPS Catat NTP Naik, Petani Riau Defisit
- Ekonomi Lesu, Exim Riau Turun
- KTNA Riau di Kuansing, Bupati Mursini Banggakan Potensi Pertanian Daerahnya
- Perpres no 55 tahun 2019, BI: Tahun Depan Roadmapnya
- Capacity Building BI-Wartawan Riau, Diskusikan Dampak Pertumbuhan Ekonomi Dunia yang Melambat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com