Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 25 Juni 2019 21:14
10 Tahun Tanpa ADD, 14 Desa di Rohil Segera Diberi Kode Registrasi

Selasa, 25 Juni 2019 21:11
Aliansi Suporter PSPS Usulkan Perombakan Manajemen

Selasa, 25 Juni 2019 21:06
PPDB Kembali Terapkan Sistem Zonasi, Masyarakat Mandau Harap Harap Cemas

Selasa, 25 Juni 2019 21:01
Mesin PKS Alami Kendala Teknis, Sebabkan PT MUP tak Terima TBS Masyarakat

Selasa, 25 Juni 2019 20:58
Pelayanan Hemodialisa di RSUD Rohul Akan Dibuka Juli 2019

Selasa, 25 Juni 2019 20:14
Melawan Arus, Dua Motor "BALAGO" Hebat di Kuansing

Selasa, 25 Juni 2019 18:54
Miliki Shabu Setengah Milliar Lebih, Seorang Pengengguran di BS, Bengkalis 'Dicokok' Polisi

Selasa, 25 Juni 2019 18:24
Kawanan Gajah Rusak Tanaman Warga Cerenti, Kuansing

Selasa, 25 Juni 2019 16:33
Cuci Uang Narkoba,
Bandar di Bengkalis Ini Dituntut 5 Tahun Penjara


Selasa, 25 Juni 2019 16:30
Hingga Akhir Juni,
Smartfren Berikan Bonus Minyak Goreng untuk Pengisian Minimal Rp50 Ribu


 

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 3 Juni 2019 16:50
Terkendala Penyeberangan,
Warga Bengkalis Keluhkan Sulitnya Peroleh Tabung Gas Melon


Warga Pulau Bengkalis mengeluhkan sulitnya memperoleh tabung gas 3 kilogram sejak dua hari lalu. Ada yang terpaksa kembali menggunakan kayu bakar.

Riauterkini-BENGKALIS- Warga berdomisili khusus di Pulau Bengkalis mengeluhkan sulitnya memperoleh tabung gas 3 kilogram (Kg) atau tabung gas melon sejak dua hari lalu.

Padahal sebelumnya Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis sudah memastikan, adanya penambahan khusus untuk kuota di daerah ini.

"Iye sudah dua hari ini nak cari gas 3 kilo susah, alasan pedagang habis dan belum masuk-masuk," ungkap Seri (30), warga Bengkalis kepada wartawan, Senin (3/6/19) siang.

Bahkan bagi warga yang sehari-hari memasak menggunakan tabung gas melon itu, sempat menjadi pemandangan di daerah ini terpaksa keliling 'menggendong' tabung kosong untuk ditukar yang isi.

"Sekarang lagi sibuk-sibuk sambut lebaran, kalau macam ini kan susah juga. Terpaksa pakai kayu bakar untuk memasak," tambah Nursiah, warga Bengkalis lainnya.

Sementara itu, Kepala Disdagperin Kabupaten Bengkalis melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan, M. Jepri ketika dikonfirmasi menegaskan, seharusnya masyarakat Pulau Bengkalis tidak kesulitan memperoleh tabung gas elpiji khusus 3 Kg itu, karena sudah ada penambahan pasokan dari Pertamina sebesar 10 persen termasuk bahan bakar minyak (BBM).

"Untuk kouta BBM dan elpiji sebenarnya cukup karena Pertamina telah menambahkan kouta sebesar 10 persen. Terkait langkanya gas elpiji khusus 3 Kg dikarenakan ada kendala di transportasi laut. Untuk lebih jelas silakan tanya ke pihak terkait," sebutnya ketika dihubungi riauterkini.com, Senin (3/6/19).

Jepri berharap, angkutan khusus kebutuhan pokok ke Pulau Bengkalis seharusnya tidak terjadi kendala karena mempertimbangkan kepentingan masyarakat dalam rangka menyambut Lebaran Idul Fitri 1440 H/2019 M.

"Kita berharap agar pengangkutan BBM dan elpiji harus mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar. Sehingga masyarakat khususnya di Pulau Bengkalis bisa tenang dan terciptanya suasana yang kondusif," harapnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis dikonfirmasi melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bengkalis, Fauzi menjelaskan bahwa angkutan penyeberangan khusus BBM dan elpiji ke Pulau Bengkalis diakuinya terkendala oleh jadwal dan kapasitas armada angkutan.

Untuk hari ini, Senin (3/6/19) angkutan BBM dan elpiji yang akan diseberangkan ke Pulau Bengkalis sudah menunggu di dermaga Sei. Selari (Pakning) hingga mencapai 38 unit truk. Jadi untuk sekali angkut khusus BBM dan elpiji hanya bisa diangkut sebagian tidak bisa seluruhnya.

"Untuk hari ini yakni pagi tadi sudah diangkut sebanyak 20 unit truk BBM 15 dan elpiji 5 unit. Dan tersisa 14 unit truk BBM dan elpiji masih menunggu di Sei. Selari (Pakning) jadi rencananya akan diangkut pada trip terakhir malam ini. Jadi malam ini ada penambahan trip khusus untuk angkutan BBM dan elpiji," terangnya.

Angkutan khusus BBM dan elpiji ditambahkan pria yang akrab disapa Ojie ini, tergantung kondisi di lapangan kalau misalnya sekurang-kurangnya ada belasan unit truk BBM atau elpiji baru bisa diseberangkan.

"Biasanya sehari hanya 1 trip jadwalnya. Kami juga sudah antisipasi jika kondisi ada penambahan maka khusus BBM dan elpiji diangkut pada trip terakhir," imbuhnya.***(dik)



Berita lainnya..........
- Harga Tiket Melambung, Realisasi Avtur Pertamina MOR I Menurun
- APKASINDO Pelalawan Sayangkan PT MUP Tolak Beli TBS Masyarakat
- PT MUP Mendadak Tolak Beli, TBS Sawit Warga Langgam Membusuk
- Ditertibkan Satpol PP, PKL di Gerbang Perkantoran Pemkab‎ Rohul Minta Ini ke Bupati
- 20 Club Ramaikan Suzuki Saturday Night Riding di Pekanbaru
- Harga Sawit di Bawah 1000 Petani di Kuansing Menjerit
- Sejak Sepekan Terakhir, Harga Si Pedas Meroket di Bengkalis
- Pererat Sillaturahmi dengan Media,
Pertamina MOR I Sumbagut Taja Media Gathering di Bandung

- Tak Kantongi IMB, Satpol PP Pekanbaru Segel Satu Bangunan di Jalan Sudirman
- Dukcapil Bengkalis Komit Benahi Mutu Layanan
- Bina Lingkungan Pertamina Dumai dan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
- Minta Lemburan Terus, Security Chevron Mogok Jaga
- Dinas Penanaman Modal Pelalawan Tahun Ini Buka Kantor Pelayanan di Setiap Kecamatan
- Wacana Naik Pesawat ke Jakarta Via Negeri Jiran Tunggu Izin Menko Perekonomian
- Sekdakab Kuansing Tinjau Pasar Modern Sebelum Pedagang Dipindahkan
- Tiket Pesawat Mahal, Gubri Wacanakan ke Jakarta via Malaysia
- Dekat dan Berdampak Positif Besar,
Akademisi Sarankan Pulau Bengkalis ke Pulau Padang Dibangun Jembatan

- Merujuk ke RAB,
Tim Independen UIR Rekomendasikan Bangunan DIC Gunakan Tiang Pabrikan

- Silaturahmi dengan Gubernur Riau, Apkasindo Keluhkan Harga Sawit
- Juli, Pedagang Pasar Rakyat di Pindah ke Pasar Modern Telukkuantan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com