Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 23 Juli 2019 18:02
Disinggung Soal Pokir, Anggota DPRD Pelalawan Junaidi Purba Marah-marah 

Selasa, 23 Juli 2019 17:29
Diguyur Hujan Lebat, Karla di Pulau Rupat Dilaporkan Padam

Selasa, 23 Juli 2019 17:10
"Anak Kami Bisa Bekerja Pak"
Masyarakat Sangat Menyayangkan Jika AKN Bengkalis Ditutup


Selasa, 23 Juli 2019 16:31
Lebarkan Sayap, The Daily Wash Laundromat Kembali Buka Dua Cabang di Pekanbaru

Selasa, 23 Juli 2019 16:26
Hasil Pleno Penetapan KPU, Ini 45 Nama Calon Anggota DPRD Rohul yang akan Dilantik

Selasa, 23 Juli 2019 16:21
Tertembak Saat Grebek Buron Pecatan Polisi, Bripka Lius Bakal Diganjar Penghargaan

Selasa, 23 Juli 2019 16:17
KPPBC Dumai Tangkap 2 Pelaku Penyelundupan Narkotika dari Malaysia

Selasa, 23 Juli 2019 15:48
Ada Granat, Berikut Barang Bukti Pengrebekan Bandar Sabu di Pekanbaru

Selasa, 23 Juli 2019 15:44
Dalam 4 Jam, 10 Pelaku Pengedar Narkoba Ditangkap Polres Inhu

Selasa, 23 Juli 2019 15:36
Mahasiswa Kukerta UR di Desa Ranah Sungkai Ini Berhasil Membuat Pestisida dari Daun Sirih

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Juni 2019 13:40
Bina Lingkungan Pertamina Dumai dan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

Kelompok Tani Bukit Mekar berharap bantuan dari program bina lingkungan yang diberikan PT Pertamina RU II Dumai tidak hanya sekedar menyangga, tetapi mampu menopang perekonomian mereka.

DALAM Mencukupi kebutuhan pangan yang terus meningkat, tantangan yang dihadapi pada masa yang akan datang tidak hanya terbatas pada upaya peningkatan produksi tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan.

Tantangan ini bisa dijawab dengan memanfaatkan lahan yang belum dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian produktif. Kondisi lahan ini biasanya terbuka atau telah ditutupi tumbuh-tumbuhan yang tidak produktif seperti alang-alang dan semak belukar.

Untuk mendongkrak laju peningkatan produksi pangan dan ekonomi masyarakat, khususnya untuk semua komoditas strategis, harus diupayakannya pemanfaatan lahan tidur. Lahan tidur merupakan lahan pertanian yang sudah tidak digunakan selama lebih dari dua tahun.

Berangkat dari kondisi ini, terobosan demi terobosan baru telah berhasil diraih dari kolaborasi antara Pertamina dan masyarakat yang tergabung di Kelompok Tani Bukit Mekar, Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan selama beberapa tahun bekalangan ini.

Kolaborasi antara Pertamina Refinery Unit II Dumai dan masyarakat itu telah sukses menggarap lahan tidur seluas 15 hektar untuk bercocok tanam dan budidaya ikan. Secara otomatis keberhasilan itu dapat meng mengangkat perekonomian masyarakat setempat.

General Manager PT Pertamina (Persero) RU II Dumai, Nandang Kurnaedi mengatakan kepada media bahwa program ini merupakan tindak lanjut program TJSL yang dimulai tahun 2016 dan menggandeng Kelompok Tani Binaan Pertamina RU II, Bukit Mekar dengan memanfaatkan lahan milik Pertamina RU II Dumai.

"Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pertamina terus berupaya dalam ikut mendukung upaya pemerintah dalam memberdayakan masyarakat melalui program TJSL Pertamina RU II dengan meresmikan program yang merupakan sarana untuk mengakomodasi minat warga khususnya Kelurahan Bukit Datuk dalam bercocok tanam dan budidaya ikan memanfaatkan lahan seluas 15 hektar," katanya.

Dijelaskannya, program pemberdayaan yang dilakukan Pertamina dengan menggandeng Kelompok Tani Binaan Bukit Mekar ini telah dijalankan sejak 2016. Tiap tahunnya Pertamina merumuskan pula tema program yang berbeda-beda sebagai upaya memperkaya pengetahuan para anggota kelompok di bidang pertanian dan perikanan.

"Program ini diawali dengan tema zero waste farming dengan bentuk kegiatan bercocok tanam yang dilanjutkan dengan pemanfaatan limbah pertanian menjadi kompos menggunakan dekomposter," jelas Nandang kepada riauterkinicom, Selasa (18/6/2019).

Pada tahun kedua, lanjut Nandang, Pertamina RU II dan Kelompok Tani Bukit Mekar mulai mengembangkan program pertanian yang terintegrasi dengan perikanan melalui budidaya ikan lele. Aspek integrasi terletak pada sumber air penyiraman tani yang diambil dari kolam ikan lele.

"Program kami tidak berhenti di situ saja, pada tahun 2018 lalu mulai diimplementasikan teknik pertanian semi modern dengan penyiraman menggunakan sprinkler dan juga pertanian hidroponik," jelas Nandang.

Pada setiap program TJSL yang dijalankan, kata dia, Pertamina telah merumuskan roadmap dengan harapan program dapat memberikan manfaat dan peningkatan perekonomian yang optimal bagi masyarakat.

"Di tahun 2019 ini, program yang kami jalankan bersama dengan Kelompok Tani Bukit Mekar adalah pembentukan Kampung Eduwisata Pertanian Hortikultura dan Perikanan Terpadu. Semoga program ini bisa berkembang lebih maju lagi," harap Nandang.

Selain itu Nandang menceritakan, lokasi kedepannya akan menjadi lokasi eduwisata. Sembari menunggu rampungnya kawasan Eduwisata, masyarakat umum dapat mulai datang ke kawasan ini untuk menyalurkan hobi memancing yang tentunya dapat meningkatkan pendapatan kelompok tani melalui biaya memancing dan belanja di kantin yang dikelola kelompok.

“Kami apresiasi semangat anggota kelompok dalam mensukseskan program ini. Harapannya, setelah nanti diresmikan Kawasan Eduwisata ini dapat menjadi alternatif kegiatan positif masyarakat khususnya pelajar dan keluarga," tambah Nandan, yang telah meresmikan kolam pancing di Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan.

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Bukit Mekar, Nasib saat dikonfirmasi secara terpisah menyatakan ide pembuatan kolam pancing ini sendiri merupakan hasil diskusi alot dengan Pertamina dan kelompok tani mengingat masih minimnya lokasi wisata pancing yang terdapat di Kota Dumai.

"Kami saat ini memanfaatkan kolam berukuran 15 M x 35 M dengan kedalaman 1.5 M. Kami meyakini akan banyak penggiat kegiatan pancing yang akan tertarik hadir untuk memancing Nila, Patin atau Gurame di kolam yang dikelola kelompok yang memiliki anggota 15 orang ini," kata Nasib.

Dengan adanya program Bina Lingkungan yang digulirkan Pertamina Dumai, kata Nasib, secara otomatis ikut meningkatkan perekonomian masyarakat di Kelompok Tani Bukit Mekar. "Kami bisa dapat uang tambahan untuk keperluan sehari-hari. Bahkan kolam ikan lele pernah waktu itu panen sampai 200 kilo," kata Nasib.

Komitmen Pertamina

Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina berkomitmen untuk senantiasa memprioritaskan keseimbangan dan kelestarian alam, lingkungan dan masyarakat. Dengan menyejahterakan manusia, alam, dan lingkungan, maka Pertamina akan mampu mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Pertamina menetapkan beberapa inisiatif strategis sebagai wujud komitmennya meliputi, pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan (melalui pendidikan perubahan perilaku, pola pikir, serta pelatihan keterampilan dan kesehatan). Berwawasan pelestarian lingkungan dan terkait strategi bisnis.

Dilaksanakan secara tuntas (termasuk penyediaan prasarana, perubahan pola pikir, perilaku, tata nilai, dan membekali dengan pengetahuan/keterampilan). Pertamina mengelola kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang mencakup program Corporate Social Responsibility (CSR), program Bina Lingkungan (BL) dan Program Kemitraan (PK).

Pertamina mengelola kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang mencakup program Corporate Social Responsibility (CSR), program Bina Lingkungan (BL) dan Program Kemitraan (PK).

Tujuan strategis program CSR Pertamina adalah meningkatkan reputasi dan kredibilitas Pertamina melalui kegiatan TJSL yang terintegrasi dengan strategi bisnis. Untuk mewujudkan tujuan ini, Pertamina mengimplementasikan strategi-strategi besar, seperti:

Saling memberi manfaat (fair shared value), Berkelanjutan, Prioritas wilayah operasi dan daerah terkena dampak, Pengembangan energi hijau sebagai tanggung jawab terhadap dampak operasi, Sosialisasi dan publikasi yang efektif, Pertamina memfokuskan pelaksanaan CSR guna mendukung pencapaian PROPER dengan mengedepankan aspek lingkungan, baik alam dan masyarakat sesuai persyaratan yang ditetapkan oleh Dewan PROPER (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia).

Komitmen Pertamina dalam melaksanakan TJSL diwujudkan dalam berbagai kegiatan CSR yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, manajemen bencana, maupun bantuan khusus. Realisasi kegiatan dilaksanakan oleh seluruhunit kerja fungsi CSR Pertamina, baik di kantor pusat, unitoperasi, maupun anak perusahaan. Beberapa kegiatan khususnya di bidang pendidikan dilakukan bersama dengan Pertamina Foundation.

Di bawah payung tema “Pertamina Sobat Bumi”, Pertamina mengimplementasikan program CSRuntuk tujuan people, planet, and profit (3P). Tujuan ini menjadi fokus Pertamina dalam menjalankan operasinya, di mana produk-produk yang dikembangkan dan jasa yang diberikan peduli terhadap kelestarian lingkungan khususnya bumi untuk kepentingan dan masa depan generasi yang akan datang. CSR Pertamina berfokus pada empat isu yang menjadi pilarnya yaitu: Pertamina Cerdas - Pertamina Sehati - Pertamina Hijau - Pertamina Berdikari.***(SUHADI)

Loading...


Berita lainnya..........
- Lebarkan Sayap, The Daily Wash Laundromat Kembali Buka Dua Cabang di Pekanbaru
- Bersama Kadin, Danamart Sosialisasikan Modal Kerja
- 6 PKS di Rohul Belum Serahkan Peta Spasial Lengkap ke Disnakbun
- ‎Ditelisik Kejari dan Diperiksa Khusus Inspektorat Pelalawan, Ada Apa dengan BUMD Tuah Sekata?
- Saldo Mendadak Kosong, Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah tak Hilang
- Saldo Mendadak Rp 0, Sejumlah Nasabah di Pekanbaru Geruduk Bank Mandiri
- Di PHK, Dua Pekerja di Bengkalis 'Ngadu' ke Disnaker
- BUMD Pelalawan Bungakan Dana Penyertaan Modal TA 2017 Senilai Rp6,1 Miliar
- Sektor Migas Beri Andil Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,3 Persen
- Pemkab Kuansing Goda Wisatawan Bukit Tinggi Saksikan Pacu Jalur 2019
- Maksimalkan Usaha, 72 Pengelola KUBE di Bengkalis Ikuti Bimbingan Manajemen
- Beri Layanan Terbaik, Bengkel AHASS Kembali Raih SQ Award
- Tiket Pesawat Naik, Juga Picu Meningkatnya Warga Mengurus Paspor di Imigrasi Bengkalis
- Penjelasan Disnakbu Rohul Soal Anjloknya Harga Sawit
- Asisten I Ditunjuk Jadi Ketua Pansel Dirut BRK
- Semester I 2019, RFB Bukukan Pertumbuhan Kinerja
- Cabe Mahal di Kuansing karena Petani Masuki Masa Paceklik
- Dengan Antrean Online, MPP Berikan Kemudahan Pengurusan Paspor
- Tempati Pasar Modern Telukkuantan, Pedagang Gelar Syukuran
- Kuartal I 2019, Pertumbuhan Ekonomi Riau Meningkat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com