Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 Oktober 2019 21:42
Wagub Harap Lima Tahun Tercapai 100 Desa Mandiri di Riau

Selasa, 22 Oktober 2019 20:25
Hadirkan Penampilan 120 Musisi, Bono Jazz Festival 2019 Semarakkan HUT ke 14 Mal SKA

Selasa, 22 Oktober 2019 19:55
Tiang Listrik Bertumbangan di Desa Gambut Mutiara,
Manajer PLN Pangkalan Kerinci Sebut Itu Proyek Kantor Pusat Pekanbaru


Selasa, 22 Oktober 2019 19:41
Tahun Ini Bengkalis Dijatah 83 Formasi CPNS

Selasa, 22 Oktober 2019 17:51
Calon Dirut dan Dewan Pengawas Perusda Rokan Hulu Jaya Segera Diumumkan

Selasa, 22 Oktober 2019 17:22
Wabup Kuansing Sumbang Rp 10 Juta untuk Jalur Desa Pulau Godang Kari

Selasa, 22 Oktober 2019 16:49
Lepas Tim Hoki Putri Rohul‎ Ikuti Pra PON di Jakarta, Bupati Sukiman Berharap Tim Lolos Seleksi

Selasa, 22 Oktober 2019 16:01
Ketua Pimpin Paripurna Pengesahan Alat Kelengkapan DPRD Riau

Selasa, 22 Oktober 2019 15:35
Ini Tanggapan Sekda Terkait Jumlah Penduduk Miskin di Rohul Tertinggi di Riau

Selasa, 22 Oktober 2019 15:07
Bupati Kuansing Apresiasi Aparat Jaga Keamanan Kondusif Selama Pelantikan Presiden

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 22 Juni 2019 13:48
Harga Sawit di Bawah 1000 Petani di Kuansing Menjerit

Petani sawit di Kuansing kini mengalami kondisi tersulit karena turun drastisnya harga komoditi itu.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Kalangan petani sawit di Kuansing, kembali merasakan kondisi tersulit akibat harga sawit yang merosot, dimana harga perkilonya hanya berada di bawah angka 1000 rupiah.

"Pengepul membeli ke kita hanya 750 rupiah per kilonya, harga ini jauh dari harapan," ujar Uhar, salah seorang petani sawit, Sabtu (22/6/2019) kepada riauterkini.com.

Sebelumnya, kata Uhar harganya masih mending karena per kilonya bisa mencapai 1200 dibeli pengepul kepada petani.

Menurutnya, harga sawit tidak pernah stabil. Kalaupun naik itu tidak bertahan lama dan selalu turun naik, harga yang ada saat ini katanya sangat menyulitkan bagi petani.

"Kalau sawit hanya sekitar 1 Ha itu sudah habis untuk biaya pupuk, belum lagi biaya panen jika mengupah pada orang lain," gerutuh Uhar.

Uhar berharap, pihak pemerintah bisa mencarikan solusi lain disaat harga sawit anjlok, setidaknya kata dia ada badan usaha milik daerah ataupun Koperasi yang bisa mengatasi persoalan ini.

"Langkah ini, menurut saya perlu dilakukan pemerintah, karena mayoritas masyarakat kita bertani, saya rasa itu nantinya akan bisa membantu petani," harapnya.

Ia mencontohkan di daerah lain, disaat harga sawit anjlok petaninya masih bisa bernafas lega, karena harga bisa stabil, kalaupun harga dunia turun dampaknya ke petani tidak seberapa.

"Kalau harganya turun berdampaknya pada petani tidak terlalu signifikan, pokoknya di bawa la sedikit dari harga biasa. Contoh biasa per kilo 1300, jika harga turun masih diatas 1000 rupiah antara 1050 atau 1075,". sebutnya.* (Jok)

Loading...


Berita lainnya..........
- Sekdakab Meranti Buka Pelatihan Ekonomi Kreatif Disparpora
- KPw BI Riau Resmikan BI Corner di PCR
- Bersama TNI, Satlantas Polres Bengkalis Laksanakan Testimoni Jelang Pelantikan Presiden
- Kadin Pekanbaru Bawa Pengembangan Industri Ekonomi Kreatif ke Rapimnas
- GenBI-KPw BI Riau Gelar Talkshow How To Be a Vlogger
- Dukung Program Jargas ESDM, PGN Selesaikan 8.150 Sambungan Jaringan Gas Rumah Tangga di Probolinggo dan Pasuruan*
- Pelatihannya Digelar RAPP, Sistem Pertanian Terpadu Bantu Petani Efisien dalam Bercocok Tanam
- Melalui Rakor, DKP Rohul Susun ‎Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan
- BI Corner di Puswil Soeman HS Diresmikan
- Sampena Rapimko, Kadin Pekanbaru Gelar Seminar Ekonomi Kreatif
- BI-Walikota Pekanbaru Serahkan Kartu Madani dan KIA
- BI Kpw Riau Resmikan BI Corner Di SMA Dharma Yuda
- Kampung Berseri Astra, Bupati Inhil Optimis Bantu Peningkatan Ekonomi Petani Kelapa
- DAK Fisik untuk Riau Tahun Ini Berpotensi Gagal Salur
- Tersedia Door Prize dan Uang Kaget, BRI Ajak Ramaikan Panen Hadiah Simpedes di Ukui
- BI Gelar Diseminasi Perkembangan Riau Terkini dan Prospek ke Depan
- BPS Catat NTP Naik, Petani Riau Defisit
- Ekonomi Lesu, Exim Riau Turun
- KTNA Riau di Kuansing, Bupati Mursini Banggakan Potensi Pertanian Daerahnya
- Perpres no 55 tahun 2019, BI: Tahun Depan Roadmapnya


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com