Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 Juli 2019 05:37
Gesa Perda CSR Perusahaan, Pansus DPRD Bengkalis Konsultasi ke BKPM Jakarta

Sabtu, 20 Juli 2019 19:43
Kebakaran Ludeskan 11 Rumah Warga Tembilahan Hulu

Sabtu, 20 Juli 2019 18:01
Diikuti 11 Tim, Menpora U - 12 Cup Bengkalis Resmi Bergulir

Sabtu, 20 Juli 2019 16:33
Minta Tolong Didoakan JCH, Sukiman Akhirnya Mengakui Bakal Maju di Pilkada Rohul 2020

Sabtu, 20 Juli 2019 15:22
Pansus DPRD Bengkalis Bahas Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan Bersama Kemendikbud RI

Sabtu, 20 Juli 2019 15:07
Tim Tuan Rumah PODSI Kampar Indonesia Melaju ke Final KIDBF 2019

Sabtu, 20 Juli 2019 15:01
Sekdaprov Riau: Festival Banjar Bisa Jadi Contoh bagi Riau

Sabtu, 20 Juli 2019 13:52
‎Bupati Minta Doa Bisa Mencalonkan Diri di Pilkada 2020,
JCH Rohul Dilepas ke Pekanbaru dari Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian‎


Sabtu, 20 Juli 2019 13:46
Hindari Tabrakan, Satu Truk Terguling di Kuansing

Sabtu, 20 Juli 2019 13:07
Saldo Mendadak Kosong, Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah tak Hilang

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Juni 2019 11:39
APKASINDO Pelalawan Sayangkan PT MUP Tolak Beli TBS Masyarakat

PT MUP menolak membeli TBS sawit masyarakat. Langkah tersebut disesalkan APKASINDO Pelalawan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) kabupaten Pelalawan angkat bicara. Hal tersebut menyusul penolakan pembelian Tandan Buah Sawit (TBS) masyarakat desa Gondai dan Penarikan kecamatan Langgam yang dilakukan mendadak oleh PT Mitra Unggulan Kelapa (MUP).

"Penolakan pembelian TBS secara mendadak yang dilakukan PT MUP, sangat kita sayangkan. Kondisi ini tentu berdampak buruk bagi perekomian masyarakat setempat," terang ketua APKASINDO kabupaten Pelalawan, Jufri, SE, Selasa (25/6/19).

Penolakan pembelian TBS dari luar khususnya, buah masyarakat kata Jufri tentu berbenturan dengan perjanjian awal ketika beroperasinya, sebuah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) disebuah daerah.

"Kan dari awal itu, sudah ada perjanjian sebagai satu syarat pendirian PKS, beberapa persen harus ketersediaan TBS dari luar baik itu melalui pola kemitraan," terang Jufri.

Ia menilai, penolakan pembelian TBS dari luar yang dilakukan PT MUP saat ini, akal-akalan semata. "Kita dapat info, saat ini TBS dari kebun inti dia, sedang banjir, paska liburan lebaran," kata dia seraya meminta manajemen PT MUP untuk menampung pembelian TBS masyarakat.

Sebelumnya, masyarakat desa Gondai dan Penarikan kecamatan Langgam dibuat tak tenang oleh sikap manajemen PT Mitra Unggulan Perkasa (MUP). Pasalnya, saat ini grup perusahaan Asian Agri tersebut tidak lagi mau membeli Tandan Buah Segar (TBS) dari luar.

Padahal, keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT MUP ini, beroperasi di desa Penarikan. Akibat dari kejadian ini, membikin TBS milik masyarakat terlantar dan membusuk dan tidak tahu mau dijual kemana.

"Sebelumnya, tak ada masalah, tapi tiba-tiba akhir-akhir ini manajemen PT MUP tidak mau membeli buah sawit dari luar, termasuk TBS berasal dari kebun masyarakat di desa Gondai dan Penarikan," terang Yendrianto, tokoh pemuda desa Gondai kecamatan Gondai, Selasa (25/6/19).

Imbas dari kebijakan ini, kata Yendrianto, membuat masyarakat menderita. Ekonomi masyarakat saat ini sebutnya, terancam.

"Banyak buah masyarakat terlantar dan busuk, padahal ini salah satu mata pencarian masyakarakat untuk membiayai kebutuhan," bebernya.

Apalagi sambungnya, sehabis lebaran tahun ini kebutuhan masyarakat meningkat, ditambah lagi pada saat bersamaan disambut dengan dengan tahun ajaran baru sekolah. Biaya kebutuhan hidup kian meningkat.

"Bayangkan, betapa menderitanya, masyarakat lantaran sawit mereka tidak bisa dijual," tandasnya.

Ditempat terpisah Humas PT MUP Taufik menyebutkan penyebab penolakan, pembelian TBS dari luar, lantaran mesin PKS mereka saat ini dalam kondisi rusak.

"Infonya, mesin PKS kita kondisi rusak, jadi berimbas kepada penumpukan TBS, untuk lengkapnya, infonya saya telpon dulu orang pabrik," kata Taufik seraya berjanji beberapa jam kemudian bakal merilis resmi terkait masalah penolakan pembelian TBS ini.***(feb)

Loading...


Berita lainnya..........
- Saldo Mendadak Kosong, Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah tak Hilang
- Saldo Mendadak Rp 0, Sejumlah Nasabah di Pekanbaru Geruduk Bank Mandiri
- Di PHK, Dua Pekerja di Bengkalis 'Ngadu' ke Disnaker
- BUMD Pelalawan Bungakan Dana Penyertaan Modal TA 2017 Senilai Rp6,1 Miliar
- Sektor Migas Beri Andil Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,3 Persen
- Pemkab Kuansing Goda Wisatawan Bukit Tinggi Saksikan Pacu Jalur 2019
- Maksimalkan Usaha, 72 Pengelola KUBE di Bengkalis Ikuti Bimbingan Manajemen
- Beri Layanan Terbaik, Bengkel AHASS Kembali Raih SQ Award
- Tiket Pesawat Naik, Juga Picu Meningkatnya Warga Mengurus Paspor di Imigrasi Bengkalis
- Penjelasan Disnakbu Rohul Soal Anjloknya Harga Sawit
- Asisten I Ditunjuk Jadi Ketua Pansel Dirut BRK
- Semester I 2019, RFB Bukukan Pertumbuhan Kinerja
- Cabe Mahal di Kuansing karena Petani Masuki Masa Paceklik
- Dengan Antrean Online, MPP Berikan Kemudahan Pengurusan Paspor
- Tempati Pasar Modern Telukkuantan, Pedagang Gelar Syukuran
- Kuartal I 2019, Pertumbuhan Ekonomi Riau Meningkat
- Mahalnya Harga Cabe Bikin Pusing Ibu-ibu di Kuansing
- Tingkat Kreativitas IRT, DKP Pekanbaru Gelar Lomba Cipta Menu Non Beras
- Terpicu Tipisnya Stok, Harga Cabe dan Ayam Merangkak Naik
- Kelengkapan Fasilitas Hampir Tuntas, Pengoperasian Pasar Modern Telukkuantan Besok


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com