Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 Juli 2019 19:06
Jelang Subuh, Sebuah Mobil dan Sepeda Motor Terbakar Misterius di Lintas Duri - Dumai

Ahad, 21 Juli 2019 19:02
Gubernur Buka Liga Berjenjang U-16 Menpora 2019 Seri Provinsi Riau di Rohul

Ahad, 21 Juli 2019 18:59
Bupati Rohul Dukung Budaya Melayu Riau Menjadi Muatan Lokal Wajib‎ di Sekolah

Ahad, 21 Juli 2019 17:31
Hancurkan Galaxi Hitam 6 Gol Tanpa Balas, Galaxi Merah Wakili Bengkalis di Menpora Cup U -12 2019 

Ahad, 21 Juli 2019 17:07
Muscab Perdana, Aiptu KH Siregar Nahkodai IOF Bengkalis

Ahad, 21 Juli 2019 15:44
65 Peserta Festival Layang-layang Meriahkan Hari Adhiyaksa

Ahad, 21 Juli 2019 15:41
24 Sekolah di Bengkalis Ikuti Seleksi Adiwiyata Lingkungan

Ahad, 21 Juli 2019 12:59
Pemkab Gandeng IKKS Pekanbaru Diskusikan Masalah Kekinian Kuansing

Ahad, 21 Juli 2019 10:40
Seminar Sejarah Melayu Tua Minanga Kanwa Sempena KIDBF Buka Wawasan Masyarakat Kampar

Ahad, 21 Juli 2019 09:24
Kebakaran Lahan di Rupat Meluas, Pemadaman Dibantu Alat Berat dan Helikopter

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Juli 2019 09:43
Mahalnya Harga Cabe Bikin Pusing Ibu-ibu di Kuansing

Para ibu rumah tangga di Kuansing dibikin pusing harga cabe. Dibeli mahal, tak dibeli, keluarga protes makanan hambar tanpa rasa pedas.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Mahalnya harga Cabe rawit dan cabe merah dikeluhkan Ibu Rumah Tangga di Kuansing.

"Tak sebanding jika dibadingkan dengan harga sawit. Satu kapling lahan sawit saja masih jauh kalah dengan 1 Ha kebun cabe," gerutu Sri, Rabu (10/7/2019) pagi, di Telukkuantan.

Menurut Sri, untuk cabe merah harga perkilonya tembus diangka 100 ribu, sedangkan cabe rawit harga perkilonya mencapai 60 ribu rupiah.

Jika dibandingkan harga sawit menurutnya sangat tidak seimbang, karena harga sawit perkilonya saat ini dikalangan petani hanya berkisar 950 rupiah." Bahkan ada juga dibawa itu," ujar Sri.

Dibandingkan sebelumnya, harga cabe ini kata dia memang cukup mahal dihargai oleh para pedang.

"Biasanya, terjadi peningkatan harga ini karena terbatasnya persediaan dikalangan petani. Atau karena terputusnya akses. Namun, akses kan tak ada kendala, bisa jadi disebabkan persediaan yang terbatas," sebutnya.

Kadis Kopindag Kuansing, Azhar Ali ketika dikonfirmasi terkait mahalnya harga cabe ini, belum bisa meberikan keterangan, karena sedang mengikuti upacara bersama.

"Nanti lah, sekarang lagi sedang mengikuti upacara. Ini kita tanya dulu ke petugas di lapangan," tukasnya.* (Jok)

Loading...


Berita lainnya..........
- Saldo Mendadak Kosong, Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah tak Hilang
- Saldo Mendadak Rp 0, Sejumlah Nasabah di Pekanbaru Geruduk Bank Mandiri
- Di PHK, Dua Pekerja di Bengkalis 'Ngadu' ke Disnaker
- BUMD Pelalawan Bungakan Dana Penyertaan Modal TA 2017 Senilai Rp6,1 Miliar
- Sektor Migas Beri Andil Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,3 Persen
- Pemkab Kuansing Goda Wisatawan Bukit Tinggi Saksikan Pacu Jalur 2019
- Maksimalkan Usaha, 72 Pengelola KUBE di Bengkalis Ikuti Bimbingan Manajemen
- Beri Layanan Terbaik, Bengkel AHASS Kembali Raih SQ Award
- Tiket Pesawat Naik, Juga Picu Meningkatnya Warga Mengurus Paspor di Imigrasi Bengkalis
- Penjelasan Disnakbu Rohul Soal Anjloknya Harga Sawit
- Asisten I Ditunjuk Jadi Ketua Pansel Dirut BRK
- Semester I 2019, RFB Bukukan Pertumbuhan Kinerja
- Cabe Mahal di Kuansing karena Petani Masuki Masa Paceklik
- Dengan Antrean Online, MPP Berikan Kemudahan Pengurusan Paspor
- Tempati Pasar Modern Telukkuantan, Pedagang Gelar Syukuran
- Kuartal I 2019, Pertumbuhan Ekonomi Riau Meningkat
- Mahalnya Harga Cabe Bikin Pusing Ibu-ibu di Kuansing
- Tingkat Kreativitas IRT, DKP Pekanbaru Gelar Lomba Cipta Menu Non Beras
- Terpicu Tipisnya Stok, Harga Cabe dan Ayam Merangkak Naik
- Kelengkapan Fasilitas Hampir Tuntas, Pengoperasian Pasar Modern Telukkuantan Besok


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com