Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 24 September 2019 15:39
PS RAPP Siap Rebut Piala Galakarya 2019

Selasa, 24 September 2019 14:01
‎Ribuan Masyarakat Rohul Sholat Istisqa di Masjid Agung Pasirpangaraian

Selasa, 24 September 2019 13:25
Korupsi Dana Cetak Sawah di Pelalaawan,
Dua Terdakwa Divonis 2 Tahun dan 1 Tahun 4 Bulan Penjara


Selasa, 24 September 2019 13:05
DPRD Kuansing Tetapkan Pimpinan Dewan dan Ketua Fraksi

Selasa, 24 September 2019 12:58
Diperiksa Bareskrim Lusa, Bupati Pelalawan Saksi Kasus Karlahut PT Adei

Selasa, 24 September 2019 11:25
APINDO Riau: Pajak Bukan Solusi Emergensi Exit Keuangan Daerah

Selasa, 24 September 2019 10:48
Menurut Wakilnya, Wako Pekanbaru Tertahan di Jakarta Sepulang dari Kanada

Selasa, 24 September 2019 10:42
‎DPP Golkar Tunjuk Nono Patria Pratama Sebagai Calon Pimpinan DPRD Rohul 2019-2024

Selasa, 24 September 2019 08:43
Wako Pekanbaru Absen Sholat Istisqa Bersama Gubri di Masjid Raya An Nur

Selasa, 24 September 2019 08:37
Sudah Diguyur Hujan, Kualitas Udara di Riau Masih Tidak Sehat

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Juli 2019 15:30
Cabe Mahal di Kuansing karena Petani Masuki Masa Paceklik

Mahalnya harga cabe merah di Kuansing, hingga mencapai 100 ribu perkilo nya disebabkan petani saat ini tengah mengalami masa paceklik.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Mahalnya harga cabe merah di Kuansing, hingga mencapai 100 ribu perkilo nya disebabkan petani saat ini tengah mengalami masa paceklik.

"Setelah kita tanya ke petugas di lapangan ternyata kalangan petani sedang mengalami masa paceklik, maka harga cabe jadi mahal," ujar Kadis Kopindag Kuansing, Azhar Ali, Rabu (10/7/2019) sore kepada riauterkini.com.

Diterangkan Azhar, memang saat ini harga cabe lebih mahal dari biasanya, baik cabe merah maupun cabe rawit. Untuk cabe merah harganya kata Azhar berkisar diangka 80 ribu rupiah. Sedangkan cabe rawit berkisar anatara 50-60 ribuan.

"Bukan 100 ribu perkilonya, tapi berkisar diangka 80 ribu rupiah. Dibanding sebelumnya memang agak mahal, kondisi ini memang karena paceklik tadi," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mahalnya harga Cabe rawit dan cabe merah ini dikeluhkan Ibu Rumah Tangga di Kuansing.

"Tak sebanding jika dibadingkan dengan harga sawit. Satu kapling lahan sawit saja masih jauh kalah dengan 1 Ha kebun cabe," sebutnya berkeluhkesa.

Menurut Sri, untuk cabe merah harga perkilonya tembus diangka 100 ribu, sedangkan cabe rawit harga perkilonya mencapai 60 ribu rupiah.

Jika dibandingkan harga sawit menurutnya sangat tidak seimbang, karena harga sawit perkilonya saat ini dikalangan petani hanya berkisar 950 rupiah." Bahkan ada juga dibawa itu," ujar Sri.

Dibandingkan sebelumnya, harga cabe ini kata dia memang cukup mahal dihargai oleh para pedang.

"Biasanya, terjadi peningkatan harga ini karena terbatasnya persediaan dikalangan petani. Atau karena terputusnya akses. Namun, akses kan tak ada kendala, bisa jadi disebabkan persediaan yang terbatas," cetusnya.* (Jok)

Loading...


Berita lainnya..........
- APINDO Riau: Pajak Bukan Solusi Emergensi Exit Keuangan Daerah
- DPMPTSP Siap Bantu Masyarakat Urus IMB Rumah Sederhana
- Perluasan MPP Pekanbaru Terus Digesa
- Ketua APEGTI Riau Minta Pemerintah Bentuk Tim Monitoring Gula Rafinasi
- Kabut Asap Tebal, Kesyahbandaran Bengkalis Terbitkan Edaran Waspadai Aktivitas di Laut
- Disnakbun Rohul dan Tim Gabungan Sidak 4 TPH di Kecamatan Rambah, Ini Hasilnya
- Pelaku UMKM di Bengkalis Masih Minim Pelatihan Memadai
- Tingkatkan TPT Nasional,
Multi Stakeholder Sepakat Optimalkan Penggunaan Bahan Baku Tekstil Dalam Negeri

- Untuk Pertama Kalinya,
Dokumen Rekam Medis RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Dimusnahkan

- Kamar Dagang Amerika Serikat Siap Majukan Industri Ekonomi Kreatif di Riau
- PGN Targetkan Akhir 2019 Jaringan Gas Rumah Tangga Terpasang di Dumai
- Kembangkan Ekonomi Kreatif, Gubri Teken MoU dengan ICCN
- Di Pameran IPA ke-43,
Kevin Lyon Jelaskan Perkembangan Chevron 95 Tahun di Indonesia ke Menteri ESDM

- Alat Berat Warga Asing Dituding Putuskan Akses Jalan Masyarakat di Pulau Rupat
- Gubri Dapat Kehormatan Presentasi Soal Ekonomi Kreatif di ICCF Ternate
- Kadis PMPTSP Riau Sebut Semua Galian C di Riau Diduga Ilegal
- Walikota Resmikan Konter BJB di Kantor Bapenda Pekanbaru
- Agustus, Riau Alami Inflasi Sebesar 0,22 Persen
- UPT KPH Tasik Besar Serkap DLHK Riau Pamerkan Produk Binaan dan Mitra di Riau Expo.2019
- BRCN Diharapkan Jadi Solusi bagi UMKM dalam Berkreasi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com