Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 16 Juli 2019 13:16
Modal Dua Ribu Rupiah, Penganguran di Pekanbaru Culik dan Gauli Siswi SD

Selasa, 16 Juli 2019 13:10
Inspektorat Kerahkan 14 Auditor Periksa Khusus BUMD Pelalawan

Selasa, 16 Juli 2019 13:07
Lambat Digunakan, DAK Riau 2019 Rp1,8 Triliun Terancam Hangus

Selasa, 16 Juli 2019 11:33
Total 140 Kios Pasar Sungai Salak, Inhil Ludes Terbakar

Selasa, 16 Juli 2019 11:14
Gantikan Indra Pomi, Kadis Dalduk KB Ditunjuk jadi Plt Kadiskes Pekanbaru

Selasa, 16 Juli 2019 10:41
Ketua DPRD Kuansing Puji Aparat Kompak Layani Masyarakat

Selasa, 16 Juli 2019 09:16
Dua Terdakwa Korupsi Sarpras Dispora Riau Dituntut 7,5 Tahun dan 5,5 Tahun Penjara.

Selasa, 16 Juli 2019 08:48
Gondol Tropi Bupati Kampar, SMK Kehutanan Juarai Junggle Track Road to HKAN 2019

Selasa, 16 Juli 2019 08:45
Pantau Kinerja Petugas Kampung KB, Disdalduk KB Pekanbaru Launcing Website SRA

Selasa, 16 Juli 2019 08:35
Puluhan Kios Pasar Sungai Salak, Inhil Ludes Terbakar

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 11 Juli 2019 12:53
Penjelasan Disnakbu Rohul Soal Anjloknya Harga Sawit

Para petani kelapa sawit menjerit karena harga tandan buah segar anjlok. Disnakbun memberi penjelasan.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Petani kelapa sawit di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengeluhkan‎ anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit beberapa bulan terakhir.

Anjloknya harga TBS kelapa sawit yang membuat petani kebun pribadi mengeluh tersebut, Dinas Perternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Rokan Hulu angkat bicara.

Plt Kepala Disnakbun Kabupaten Rokan Hulu Ir. H. Sri Hardono MM, mengungkapkan berdasarkan penetapan harga sawit ditetapkan Tim Penetapan Harga TBS kelapa sawit Provinsi Riau, untuk periode 10 Juli-16 Juli 2019, penurunan harga TBS kelapa sawit tidak terlalu signifikan, sekira Rp 32,41/ kilogram (kg) untuk sawit umur 10-20 tahun.

Menurut Hardono, harga ditetapkan tim provinsi seharusnya menjadi standar harga pembelian TBS kelapa sawit di seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang ada di Provinsi Riau.

Meski sesuai penetapan tim provinsi harga TBS sawit tidak anjlok signifikan, namun fakta di lapangan petani sawit kebun pribadi di Kabupaten Rokan Hulu mengungkapkan, harga jual TBS sawit‎ ke toke atau pengepul berkisar Rp500 sampai Rp720 per kg.‎

Hardono mengaku harga TBS sawit berkisar Rp500 sampai Rp720 per kg pada umumnya dialami petani status kebun pribadi, bukan petani yang telah bekerjasama atau bermitra dengan perusahaan.

Hardono mengungkapkan ada tiga faktor yang mempengaruhi anjloknya harga TBS sawit kebun pribadi, salah satunya adalah masih rendahnya rendemin TBS sawit, karena perawatan yang belum sesuai standar.

‎Selanjutnya, petani juga harus mengeluarkan biaya lansir. Karena lokasi kebun yang jauh, sehingga petani menjual TBS sawit ke pengepul, dan tentunya harga di bawah harga PKS.

"Karena panjangnya alur distribusi ini yang menyebabkan biaya yang dikeluarkan petani untuk menjual ke pabrik semakin besar, sehingga berdampak terhadap harga jual TBS sawit mereka," jelas Hardono, Kamis (11//7/2019).

Hardono menyarankan petani sawit kebun pribadi segera mengurus Surat Tanda Daftar perkebunan (STDP) mereka, sehingga TBS sawit bisa dijual ke PKS langsung, dan PKS tidak bisa menekan harga.

Selain itu, Hardono mengaku secara global harga TBS sawit memang mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena anjloknya harga crude palm oil (CPO), khusunya CPO dari Indonesia.

Ada beberapa penyebab anjloknya harga CPO dari Indonesia, salah satunya banyaknya perusahaan, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu yang belum memiliki Sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO), sebagai standarisasi tata kelola sawit berkelanjutan.‎

ISPO ini, sambung Hardono, telah diatur tata kelola usaha perkebunan sawit yang menjamin produksi dan tetap mengedepankan aspek-aspek lingkungan, seperti tidak berada di kawasan hutan, pembukaan lahan yang ramah lingkungan serta tidak dilakukan dengan cara membakar, dan lain sebagainya.

Menurutnya lagi, konsumen di luar negeri bisa dikatakan kritis. Mereka kerap menanyakan legalitas CPO, dan bila tidak legal mereka enggan membelinya.

"Nah ISPO ini semacam bukti, tapi faktanya di Rokan Hulu saja baru beberapa perusahaan yang punya ISPO. Dan yang tak punya ISPO, mereka menjual CPO ke perushaaan yang telah punya ISPO dengan harga murah. Ujung-ujungnya perusahaan yang tak punya ISPO ini tekan harga TBS," pungkas Kadisnakbun Rokan Hulu, Sri hardono.***(zal)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pemkab Kuansing Goda Wisatawan Bukit Tinggi Saksikan Pacu Jalur 2019
- Maksimalkan Usaha, 72 Pengelola KUBE di Bengkalis Ikuti Bimbingan Manajemen
- Beri Layanan Terbaik, Bengkel AHASS Kembali Raih SQ Award
- Tiket Pesawat Naik, Juga Picu Meningkatnya Warga Mengurus Paspor di Imigrasi Bengkalis
- Penjelasan Disnakbu Rohul Soal Anjloknya Harga Sawit
- Asisten I Ditunjuk Jadi Ketua Pansel Dirut BRK
- Semester I 2019, RFB Bukukan Pertumbuhan Kinerja
- Cabe Mahal di Kuansing karena Petani Masuki Masa Paceklik
- Dengan Antrean Online, MPP Berikan Kemudahan Pengurusan Paspor
- Tempati Pasar Modern Telukkuantan, Pedagang Gelar Syukuran
- Kuartal I 2019, Pertumbuhan Ekonomi Riau Meningkat
- Mahalnya Harga Cabe Bikin Pusing Ibu-ibu di Kuansing
- Tingkat Kreativitas IRT, DKP Pekanbaru Gelar Lomba Cipta Menu Non Beras
- Terpicu Tipisnya Stok, Harga Cabe dan Ayam Merangkak Naik
- Kelengkapan Fasilitas Hampir Tuntas, Pengoperasian Pasar Modern Telukkuantan Besok
- Penerimaan Calon Dirut dan Dewan Pengawas Perusda Rohul Jaya Diperpanjang
- Besok, DPP Apkasindo Periode 2019-2024 Dikukuhkan
- H-2, Pasar Modern Talukkuantan Siap Tampung Pedagang
- FIFGROUP Grebeg Pekanbaru, Roadshow di Dua Pasar Tradisional
- PT Rifan Financindo Berjangka Gelar Pelatihan untuk Wartawan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com