Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 September 2019 20:13
Lima Bakal Cabup Rohul Kembalikan Formulir Penjaringan ke PDIP, 2 Lagi Tidak Ada Kabar

Senin, 23 September 2019 20:05
Ingin Desanya Lebih Maju,
Masyarakat Bantan Sari, Bengkalis Sampaikan Aspirasi ke DPRD


Senin, 23 September 2019 19:00
Peduli Korban Kabut Asap, DPC Peradi Pekanbaru Bagikan Satu Juta Masker

Senin, 23 September 2019 18:17
Launching Keterbukaan Informasi Publik, Fitra Riau Nilai 3 Kabupaten Ini Tertutup

Senin, 23 September 2019 17:33
Bupati Rohul Keluarkan Surat Edaran Sholat Istisqo Serentak di Islamic Center Selasa Besok

Senin, 23 September 2019 17:25
Simpati Asap Karlahut, DPD PKS Rohul Buka Posko Siaga Korban Asap

Senin, 23 September 2019 16:46
Alhamdulillah, Sejumlah Wilayah di Riau Diguyur Hujan

Senin, 23 September 2019 15:17
Peduli Kabut Asap, PPMR Bengkalis Bagikan Ribuan Masker Gratis

Senin, 23 September 2019 15:13
Dua Perusahaan di Riau Ditetapkan Tersangka Karhutla

Senin, 23 September 2019 15:11
‎Asap Dampak Karlahut di Rohul Semakin Pekat, Penderita ISPA Terus Meningkat

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 21 Agustus 2019 10:08
Apindo Riau Bersama Bursa Efek Indonesia Gelar Workshop Go Public

Membuka pemahaman pentingnya Go Public bagi perusahaan, Apindo Riau menggelar workshop tentang go public.

Riauterkini-PEKANBARU-Apindo Riau bersama Bursa Efek Indonesia dan perusahaan pasar modal menggelar workshop Go Public bersama, Rabu (21/8/19). Acara diikuti pelaku usaha di Riau, OJK, PIPM dan perusahaan pasar modal di Riau.

Ketua DPD Apindo Riau, Wijatmoko Rahtrisno mengatakan bahwa Riau dengan segala potensinya, namun bukan merupakan provinsi yang tidak terdepan dalam jumlah perusahaan yang 'melantai' di bursa efek Indonesia. Menurutnya, perusahaan yang sudah masuk ke bursa efek sudah dipastikan adalah perusahaan yang besar. Atau setidaknya memiliki manajemen perusahaan yang kuat.

"Riau memiliki sekitar 3,5 juta hektar kebun sawit yang sebagian besar dikelola oleh perusahaan sawit. Jika perusahaan perusahaan tersebut melantai di bursa efek, akan dapat lebih berkembang dan berdampak pada pertumbuhan perekonomian di Riau," terangnya.

Kepala OJK Riau, Yusri mengatakan bahwa ke depan diharapkan perusahaan di Riau bersiap menghadapi perekonomian global dengan ikut melantai di bursa efek. Karena di pusat ekonomi seperi di Amerika, Eropa maupun raksasa ekonomi Asia sangat berkembang pasar modalnya.

Selama ini, tambahnya, dalam upaya pengembangan perusahaan, pelaku usaha masih menggantungkan pembiayaan pada sektor perbankan. Sebagai informasi, dalam 1 tahun, perbankan hanya bisa melakukan pembiayaan aebesar Rp 500-600 triliun untuk perusahaan di Indonesia. Sementara, kebutuhan pembiayaan terhadap dunia usaha di Indonesia mencapai Rp 1500 triliun. Masih kurang Rp 900 triliun untuk mencukupinya.

"Untuk itu, dengan go public lah jawabannya. Karena dengan perusahaan yang go publik, masalah pembiayaan tidak hanya tergantung pada perbankan. Karena siapa saja akan dapat menjadi investor pemegang saham pada perusahaan tesebut.

Kelebihan perusahaan yang sudah melantai di bursa efek akan banyak investor yang melirik. Mereka akan menganggap perusahaan yang sudah melantai di bursa efek memiliki reputasi yang baik.

Kepala PIPM Riau, Emon Sulaiman mengatakan bahwa kegiatan Workshop Go Public bersama Apindo Riau bertujuan untuk memperluas networking para peserta. Sharing bagi akselerasi perusahaan melalui penawaran umum. Upaya untuk membantu pelaku usaha di Riau memperoleh informasi pasar modal untuk mendukung kemajuan perusahaan.

649 yang tercatat di bursa efek Indonesia. Baru 1 perusahaan di Riau yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia. Padahal, tambahnya, go publik akan meningkatkan pamor dan kualitas perusahaan karena akan membantu untuk pengembangan san pembiayaan sehingga dapat mendongkrak reputasi perusahaan.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- DPMPTSP Siap Bantu Masyarakat Urus IMB Rumah Sederhana
- Perluasan MPP Pekanbaru Terus Digesa
- Ketua APEGTI Riau Minta Pemerintah Bentuk Tim Monitoring Gula Rafinasi
- Kabut Asap Tebal, Kesyahbandaran Bengkalis Terbitkan Edaran Waspadai Aktivitas di Laut
- Disnakbun Rohul dan Tim Gabungan Sidak 4 TPH di Kecamatan Rambah, Ini Hasilnya
- Pelaku UMKM di Bengkalis Masih Minim Pelatihan Memadai
- Tingkatkan TPT Nasional,
Multi Stakeholder Sepakat Optimalkan Penggunaan Bahan Baku Tekstil Dalam Negeri

- Untuk Pertama Kalinya,
Dokumen Rekam Medis RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Dimusnahkan

- Kamar Dagang Amerika Serikat Siap Majukan Industri Ekonomi Kreatif di Riau
- PGN Targetkan Akhir 2019 Jaringan Gas Rumah Tangga Terpasang di Dumai
- Kembangkan Ekonomi Kreatif, Gubri Teken MoU dengan ICCN
- Di Pameran IPA ke-43,
Kevin Lyon Jelaskan Perkembangan Chevron 95 Tahun di Indonesia ke Menteri ESDM

- Alat Berat Warga Asing Dituding Putuskan Akses Jalan Masyarakat di Pulau Rupat
- Gubri Dapat Kehormatan Presentasi Soal Ekonomi Kreatif di ICCF Ternate
- Kadis PMPTSP Riau Sebut Semua Galian C di Riau Diduga Ilegal
- Walikota Resmikan Konter BJB di Kantor Bapenda Pekanbaru
- Agustus, Riau Alami Inflasi Sebesar 0,22 Persen
- UPT KPH Tasik Besar Serkap DLHK Riau Pamerkan Produk Binaan dan Mitra di Riau Expo.2019
- BRCN Diharapkan Jadi Solusi bagi UMKM dalam Berkreasi
- Gubri Syamsuar Kukuhkan Badan Riau Creative Netework


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com