Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 18 September 2019 23:30
‎Sekda Rohul Tinjau Alat Penyebrangan Flying Fox di Tambusai yang Viral di Medsos, Begini Katanya

Rabu, 18 September 2019 23:28
PKK Rambah Samo Juara Umum Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Rohul 2019

Rabu, 18 September 2019 21:53
Melalui ‎RAT Luar Biasa,
Daman Huri Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Kopsa Perkasa Timur, Rohul


Rabu, 18 September 2019 21:00
Blusukan ke Gang Sempit dan Curam, Lurah Duri Timur Dengarkan Keluhan Warganya

Rabu, 18 September 2019 19:28
Derita Kelainan Pembuluh Darah, Bayi Warga Duri Timur Butuh Uluran Tangan Donatur

Rabu, 18 September 2019 16:57
KSKP Tembilahan Dirikan Posko Kesehatan dan Bagi-bagi Masker

Rabu, 18 September 2019 16:48
Perluasan MPP Pekanbaru Terus Digesa

Rabu, 18 September 2019 15:18
PT RAPP Gelar Pelatihan Guru SD se-Riau

Rabu, 18 September 2019 15:15
Tersangka TPPU, Terpidana Narkoba Praperadilankan Polres Bengkalis

Rabu, 18 September 2019 14:57
Rumput Taman di DPRD Riau Menguning, Rekanan Bungkam

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 6 September 2019 17:12
Tingkatkan TPT Nasional,
Multi Stakeholder Sepakat Optimalkan Penggunaan Bahan Baku Tekstil Dalam Negeri


Demi meningkatkan kinerja Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional, sederet multi stakeholder di Riau, pemerintah pusat, para pelaku usaha, asosiasi dan pelaku industri fashion sepakat untuk saling mendukung optimalisasi penggunaan bahan baku tekstil dalam negeri.

Riauterkini-PANGKALAN KERINCI-Demi meningkatkan kinerja Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional, sederet multi stakeholder di Riau, pemerintah pusat, para pelaku usaha, asosiasi dan pelaku industri fashion sepakat untuk saling mendukung optimalisasi penggunaan bahan baku tekstil dalam negeri. Kesepakatan itupun ditandai dengan penandatanganan bersama oleh masing-masing perwakilan stakeholder dalam forum bertema "Upaya Mengoptimalkan Pemakaian Bahan Baku Dalam Negeri untuk Produk TPT Indonesia", di Hotel Unigraha, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Jumat (06/09/19).

Sederet multi stakeholder yang melakukan penandatanganan kesepakatan tersebut diantaranya yakni Sekjen Kementerian Perindustrian Indonesia, Achmad Sigit Dwiwahjono, Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat, Sekjen Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) Redma Gita, Direktur Asia Pacific Rayon (APR) Basrie Kamba serta perwakilan desainer Indonesia dari Fashion Chambers, Yufie Safitri Sobari.

Sekjen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Achmad Sigit Dwiwahjono menjelaskan, untuk mewujudkan kesepakatan tersebut, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kinerja tekstil Indonesia dengan melaksanakan beberapa kebijakan dan regulasi serta mendorong peningkatan investasi di bidang tekstil. Apalagi dengan adanya APR sebagai perusahaan pionir yang mengembangkan industri tekstil, dia menilai struktur industri tekstil di Tanah Air sudah cukup kuat untuk bersaing di pasar dunia.

"Perkembangan di semester 2 tahun 2019 ini juga cukup memuaskan dan mengalami pertumbuhan sampai 20 persen. Ini bisa membuktikan kalau potensi industri tekstil kita cukup besar dan hasil ekspor juga terbuka lebar. Asalkan kita bisa sama-sama saling support dari sektor hulu, tengah dan hilir," ujarnya disela kegiatan forum tersebut.

Selain itu, untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi ketergantungan impor, pemerintah pun mendorong para pelaku usaha memanfaatkan penggunaan bahan baku dalam negeri untuk industri tekstil, seperti serat rayon sebagai alternatif bahan baku selain kapas dan polyester.

Melalui kesepakatan bersama itu pula, Sigit berharap investasi yang dilakukan pada industri rayon dapat mendorong peningkatan kinerja produk TPT berorientasi ekspor sehingga Indonesia semakin dekat untuk merealisasikan target dalam ‘Making Indonesia 4.0’. Masih kata Sigit, Kemenperin pun telah mencatat kinerja ekspor industri TPT nasional dalam kurun tiga tahun terakhir terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2016 silam, berada di angka USD 11,87 miliar. Kemudian setahun berikutnya naik lagi diangkaUSD 12,59 miliar dan di 2018 dengan nilai USD 13,27 miliar.

"Mayoritas produk ekspor adalah pakaian jadi dengan persentase 63,1 persen. Lalu disusul benang, serat dan kain. Di 2019 ini, target ekspor kita USD 15 miliar. Jika impor bisa dikendalikan dan daya saing dalam negeri diperkuat, maka upaya itu sangat tepat dalam mewujudkan industri TPT nasional masuk ke jajaran lima besar dunia pada tahun 2030 mendatang," ungkapnya.

Sementara di lokasi yang sama, Asia Pacific Rayon (APR) sebagai salah satu pelaku usaha yang ikut hadir pada penandatangan kesepakatan tersebut menilai viscose rayon bisa menjadi motor baru bagi tekstil Indonesia di pasar dunia.

"Dengan berbagai keunggulan seperti berbahan baku dari bumi Indonesia, biodegradable, harga yang bersaing, rayon bisa menjadi alternatif sekaligus masa depan bahan baku tekstil Indonesia," kata Direktur APR, Basrie Kamba.

Hal senada dikemukakan juga oleh Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat. Ade melihat viscose rayon yang memiliki sifat alami dan mudah terurai akan sangat membantu dalam meningkatkan nilai ekspor industri TPT di Tanah Air.

Loading...


Berita lainnya..........
- Perluasan MPP Pekanbaru Terus Digesa
- Ketua APEGTI Riau Minta Pemerintah Bentuk Tim Monitoring Gula Rafinasi
- Kabut Asap Tebal, Kesyahbandaran Bengkalis Terbitkan Edaran Waspadai Aktivitas di Laut
- Disnakbun Rohul dan Tim Gabungan Sidak 4 TPH di Kecamatan Rambah, Ini Hasilnya
- Pelaku UMKM di Bengkalis Masih Minim Pelatihan Memadai
- Tingkatkan TPT Nasional,
Multi Stakeholder Sepakat Optimalkan Penggunaan Bahan Baku Tekstil Dalam Negeri

- Untuk Pertama Kalinya,
Dokumen Rekam Medis RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Dimusnahkan

- Kamar Dagang Amerika Serikat Siap Majukan Industri Ekonomi Kreatif di Riau
- PGN Targetkan Akhir 2019 Jaringan Gas Rumah Tangga Terpasang di Dumai
- Kembangkan Ekonomi Kreatif, Gubri Teken MoU dengan ICCN
- Di Pameran IPA ke-43,
Kevin Lyon Jelaskan Perkembangan Chevron 95 Tahun di Indonesia ke Menteri ESDM

- Alat Berat Warga Asing Dituding Putuskan Akses Jalan Masyarakat di Pulau Rupat
- Gubri Dapat Kehormatan Presentasi Soal Ekonomi Kreatif di ICCF Ternate
- Kadis PMPTSP Riau Sebut Semua Galian C di Riau Diduga Ilegal
- Walikota Resmikan Konter BJB di Kantor Bapenda Pekanbaru
- Agustus, Riau Alami Inflasi Sebesar 0,22 Persen
- UPT KPH Tasik Besar Serkap DLHK Riau Pamerkan Produk Binaan dan Mitra di Riau Expo.2019
- BRCN Diharapkan Jadi Solusi bagi UMKM dalam Berkreasi
- Gubri Syamsuar Kukuhkan Badan Riau Creative Netework
- Subkon Tol Pekanbaru-Dumai Kembali Dituding tak Bayarkan Puluhan Juta Hak Pekerja


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com