Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 15 Oktober 2019 19:26
Hari Pertama, 1.648 Wajib Pajak Peroleh Penghapusan Denda PKB/BBNKB II

Selasa, 15 Oktober 2019 18:43
Indosat Ooredoo dan Facebook Luncurkan Kampanye “Internet 1O1”

Selasa, 15 Oktober 2019 16:47
34 Desa di Bengkalis Deklarasikan Stop BABS

Selasa, 15 Oktober 2019 16:02
Penanggulangan Stunting, DKPP Rohul Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan Melalui Safari Gemarikan

Selasa, 15 Oktober 2019 15:11
BI-Walikota Pekanbaru Serahkan Kartu Madani dan KIA

Selasa, 15 Oktober 2019 14:44
Ini Tanggapan Gubri Soal Kisruh Pembentukan AKD DPRD Riau

Selasa, 15 Oktober 2019 14:25
Pemuda Kunto Darussalam Menilai Khairul Zaman Layak Maju Pilkada Rohul 2020

Selasa, 15 Oktober 2019 14:12
Dihadiri Komisi IV, BI Perwakilan Riau Sediakan Pojok Baca di Bengkalis

Selasa, 15 Oktober 2019 13:18
Siap-siap Diganti, Gubri Warning OPD Lambat Bekerja

Selasa, 15 Oktober 2019 13:12
Kredit Macet, Mantan Kacab BRK Dalu-dalu Dituntut 13,5 Tahun Penjara

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 7 Oktober 2019 19:22
BPS Catat NTP Naik, Petani Riau Defisit

NPT Riau bulan September sebesar 95,39. Perubahan NTP ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 1,67 persen.

Riauterkini-PEKANBARU-Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau di bulan September sebesar 95,39. Jumlah tersebut naik sebesar 2,04 persen dibanding NTP Agustus 2019 sebesar 93,48. 

"Kenaikan NTP ini disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 1,67 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar -0,36 persen," jelas Misfaruddin.

Menurutnya, NTP September 2019 sebesar 95,39 dapat diartikan bahwa petani secara umum mengalami defisit. Defisit ini terutama terjadi pada petani sub sektor tanaman pangan (NTPP=99,51), sub sektor peternakan (NTPT=97,78), perkebunan rakyat (NTPR= 91,68).

"Sementara itu, subsektor yang mengalami surplus adalah sub sektor perikanan (NTNP=111,74) dan subsektor hortikultura (NTPH=101,02)," ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskannya, kenaikan NTP di Provinsi Riau pada bulan September 2019 terjadi hanya pada satu subsektor penyusun NTP yakni subsektor tanaman perkebunan rakyat dengan kenaikan NTP sebesar 4,35 persen.

"Sebaliknya empat subsektor penyusun NTP lainnya megalami penurunan yaitu subsektor hortikultura turun sebesar -1,10 persen, sub sektor peternakan turun sebesar -1,53 persen, subsektor tanaman pangan turun sebesar -0,19 persen, dan subsektor perikanan turun sebesar -0,17 persen," ujar Misfaruddin.

Pada September 2019, dari 10 Provinsi di Pulau Sumatera, kata Misfaruddin, ada 9 provinsi yang mengalami Kenaikan NTP dan hanya 1 Provinsi yang tidak mengalami kenaikan yaitu Provinsi Bangka Belitung.

"Dibandingkan NTP provinsi lainnya yang ada di Pulau Sumatera,Riau menduduki peringkat ke-6, di bawah Provinsi Lampung,Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Utara,dan Provinsi Sumatera Barat," pungkasnya. (H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- BI-Walikota Pekanbaru Serahkan Kartu Madani dan KIA
- BI Kpw Riau Resmikan BI Corner Di SMA Dharma Yuda
- Kampung Berseri Astra, Bupati Inhil Optimis Bantu Peningkatan Ekonomi Petani Kelapa
- DAK Fisik untuk Riau Tahun Ini Berpotensi Gagal Salur
- Tersedia Door Prize dan Uang Kaget, BRI Ajak Ramaikan Panen Hadiah Simpedes di Ukui
- BI Gelar Diseminasi Perkembangan Riau Terkini dan Prospek ke Depan
- BPS Catat NTP Naik, Petani Riau Defisit
- Ekonomi Lesu, Exim Riau Turun
- KTNA Riau di Kuansing, Bupati Mursini Banggakan Potensi Pertanian Daerahnya
- Perpres no 55 tahun 2019, BI: Tahun Depan Roadmapnya
- Capacity Building BI-Wartawan Riau, Diskusikan Dampak Pertumbuhan Ekonomi Dunia yang Melambat
- Rapat di Kemenko Maritim LAM Riau Dinilai wajar Ikut kelola Blok Rokan
- Berlangsung 6-12 Oktober, Pelalawan Expo 2019 Bakal Dihibur Nissa Sabyan
- Kemenko Maritim undang LAM Riau Bicarakan Blok Rokan
- Diawali Tanaman Bupati Kampar, Sinar Mas AF Remajakan Kebun Sawit di Kenantan
- Harga TBS Riau Turun Rp 30,55 Perkilogram
- September 2019, Riau Alami Deflasi
- Gubri Dorong Peternak Ikan di Kampar Optimalkan Peluang Ekspor Patin
- Pemkab Kuansing Serius Merinstis Industri Hilir Karet
- APINDO Riau: Pajak Bukan Solusi Emergensi Exit Keuangan Daerah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com