Untitled Document
Rabu, 30 Ramadhan 1431 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Rabu, 8 September 2010 18:05
Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar

Rabu, 8 September 2010 18:03
Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan

Rabu, 8 September 2010 17:42
Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan

Rabu, 8 September 2010 16:01
PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir

Rabu, 8 September 2010 15:57
11 Langsung Bebas,
280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran


Rabu, 8 September 2010 14:19
Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya,
Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil


Rabu, 8 September 2010 13:34
RTB Dituding Hanya Habiskan Anggaran



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Pebruari 2010 07:39
Angkutan Barang di Bengkalis Dirugikan Timbangan Kapal Ro-Ro

Pemberlakuan timbangan pada kapal Ro-ro Air Putih (Bengkalis)-Sei. Selari (Pakning) dikeluhkan pengusaha jasa angkutan barang. Mereka terus menderita kerugian.

Riauterkini-BENGKALIS- Pengusaha jasa angkutan barang yang beroperasi di Bengkalis keluhkan penggunaan alat timbang yang berada di pelabuhan Ro-Ro Air Putih (Bengkalis) dan Pelabuhan Ro-Ro Sei. Selari (Pakning). Para jasa angkut barang tersebut menilai proses timbang dilaksanakan, tidak sesuai dengan data yang sebenarnya atau diperoleh data yang tidak valid. Seperti dikatakan Rahmat (30) salah seorang pengusaha jasa angkutan barang perbelanjaan di Bengkalis, menyebutkan hasil timbangan di dua pelabuhan penyeberangan Air Putih (Bengkalis) dan Sei. Selari (Pakning) hasilnya tidak sesuai dengan muatan barang yang diangkut.

“Mobil truk saya tidak ditimbang sekaligus, separoh-separoh atau tidak naik sekaligus diatas timbangan. Hasilnya timbangannya gimana itu? tentu saja barang bawaan saya selalu berlebih," katanya kepada Riauterkini Senin (8/2/10) di Bengkalis.

Menurut Rahmat, sampai saat ini dirinya masih meragukan keakuratan hasil timbangan yang didapat oleh petugas Dishub melalui alat timbang digital yang berada di dua pelabuhan tersebut. Jika hal ini terus terjadi para jasa angkutan bakal gulung tikar karena biaya jasa penyeberangan setelah ditimbang semakin mahal. Ironisnya, para jasa angkutan tersebut juga mengaku, selama dalam perjalanan dari Pekanbaru melewati dua timbangan justru tidak terjadi masalah dengan jumlah muatan. "Dari Pekanbaru timbangannya cocok dengan hasilnya, karena ditimbang keseluruhan bukan setengah-setengah, kepala dulu kemudian baru ekor." cetusnya.

Sebelum ada timbangan dipelabuhan Ro-ro, diakui Rahmat jumlah muatan barang yang diangkut sekitar 11-12 Ton. Jika saat ini ada ketentuan hanya boleh mengangkut barang dengan bobot 7 Ton maka selaku jasa dan pengusaha dagang di Bengkalis pastinya akan terus merugi. Bahkan aturan ini dinilai telah mencekik para pengusaha angkutan barang yang ada di Bengkalis.

”Jika seperti ini terus, usaha jasa angkutan kami bakal tercekik akibat biaya yang membengkak. Tentunya Dishub juga punya hati nurani dan kemanusian, serta toleransi dari usaha kami yang sedikit ambil untung," keluhnya.

Meskipun Dishub beralasan jika ruas jalan di Bengkalis sesuai UU Lalu Lintas (Lalin) melarang bobot muatan lebih dari 8 Ton. “Anehnya kepana dari sekarang larangan UU Lalu Lintas soal ruas Jalan di Bengkalis itu diberlakukan, sementara dulunya justru tidak diindahkan sedikitpun ada apa dengan Dishub Bengkalis.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Bengkalis, H Jonisyafrizal, saat dihubungi terkait keluhan mengatakan pemberlakuan itu sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bahkan petunjuk teknis alat timbang sudah menyatakan demikian.

Sesuai dengan aturan perundang-undangan ruas Jalan di Bengkalis hanya diperbolehkan muatan yang jumlah bobotnya tidak boleh lebih dari 8 Tons. Terkait mekanisme alat timbang semuanya sudah dijelaskan oleh petugas Dishub yang berada dilapangan. Sesuai aturan, diperbolehkan kendaraan menyeberang hanya dengan bobot 7 ton.

“Sudah sesuai dengan ketentuan, bobot itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kemudian mereka juga pasti tahu dan pernah diberi arahan pada saat mendapatkan SIM B1 dan telah diberi pemahaman berlalu lintas," tegasnya.

Diakui Jhoni, alat timbang milik Dishub itu masih memiliki kekurangan alat, dan harus diperoleh dari luar negeri. "Memang alat timbang itu masih ada yang kurang, harus dipesan ke luar negeri dulu. Sehingga ditimbang secara terpisah," akunya.***(dik)




Berita lainnya..........
- PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir
- Telkomsel Berangkatkan 5.600 Pemudik
- Harga Karet Mengungat, TBS Sawit Melemah
- Cukupi BBM untuk Lebaran,
APMS di Bengkalis Diminta Buka Sampai Malam

- Walikota Resmikan Beroperasinya 25 Unit Riau Taksi
- Inhil Dibanjiri Daging dari Kepulauan Riau
- Jelang Lebaran, Warga Bengkalis Serbu Toko Emas


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 38.107.191.86
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com