Untitled Document
Kamis, 31 Ramadhan 1431 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 9 September 2010 04:04
Empat Penakik Karet di Rohul Korban Serangan Beruang

Rabu, 8 September 2010 18:05
Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar

Rabu, 8 September 2010 18:03
Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan

Rabu, 8 September 2010 17:42
Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan

Rabu, 8 September 2010 16:01
PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir

Rabu, 8 September 2010 15:57
11 Langsung Bebas,
280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran


Rabu, 8 September 2010 14:19
Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya,
Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Pebruari 2010 11:31
Kaltim Belajar dari Riau Tetapkan Harga TBS

Prestasi pengembangan sektor perkebunan di Riau diakui daerah lain. Terbukti Provinsi Kalimantan Timur sengaja datang untuk belajar menetapkan harga TBS.

Riauterkini-PEKANBARU- Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ingin menimba ilmu dari Provinsi Riau dalam mengembangkan industri perkebunan kelapa sawit, khususnya dalam membuat sistem penetapan harga tandan buah segar (TBS). Riau dipilih karena merupakan provinsi terbesar potensi perkebunan kelapa sawinya, dengan 2,1 juta hektar.

“Kami ingin mendapat banyak ilmu dari Riau untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit, terutama bagaimana membuat sistem penentuan harga TBS,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Kaltim M Nurdin kepada riauterkini usai melakukan pertemuan dengan Dinas Perkebunan Riau yang dipimpin Kadis M Yafiz di Ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Selasa (9/2/10).

Dipaparkan Nurdin, di Kaltim saat ini penetuan harga TBS baru dilakukan sebulan sekali. Sementara di Riau sudah dilakukan berkala setiap pekan. Selain itu, jika di Kaltim penetapan harga TBS hanya mengacu pada keputusan PTPN XIII, maka di Riau sudah mengacu pada harga TBS 6 perusahaan perkebunan besar.

Lebih lanjut Nurdin mengatakan, Riau tak sekedar lebih maju dalam penetapan harga TBS, tetapi juga karena Riau telah memiliki industri hilir kepala sawit. “Kami juga ingin belajar dari Riau, bagaimana caranya menumbuhkan industri hilir kepala sawit,” tuturnya.

Sebagai data tambahan, Nurdin menjelaskan, bahwa saat ini luas kebun kelapa sawit di Kaltim baru 580 ribu hektar. Sementara potensi yang masih tersedia seluas 1,2 juta hektar.

Selain mendapat paparan, Kepala Dinas Perkebunan Riau M Yafiz juga akan membawa delegasi Kaltim yang berjumlah 39 orang ke Dumai, untuk meninjau PT. Bumi Kapur Reksa, industri hilir kelapa sawit yang ada di kota pelabuhan tersebut.***(mad)




Berita lainnya..........
- PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir
- Telkomsel Berangkatkan 5.600 Pemudik
- Harga Karet Mengungat, TBS Sawit Melemah
- Cukupi BBM untuk Lebaran,
APMS di Bengkalis Diminta Buka Sampai Malam

- Walikota Resmikan Beroperasinya 25 Unit Riau Taksi
- Inhil Dibanjiri Daging dari Kepulauan Riau
- Jelang Lebaran, Warga Bengkalis Serbu Toko Emas


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 38.107.191.89
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com