Untitled Document
Rabu, 27 Zulhijjah 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Rabu, 22 Oktober 2014 08:23
BRK Salurkan Beasiswa Bagi 75 Mahasiswa UPP Rohul

Rabu, 22 Oktober 2014 06:43
Polisi Tangkap 2 Tersanka Pencuri Komponen Alat Berat PT IKPP

Selasa, 21 Oktober 2014 23:18
Porprov VIII Riau,
Kontingen Bengkalis Masih Unggul Boyong Medali Emas


Selasa, 21 Oktober 2014 23:18
BPBD Dumai Gelar Pelatihan Penanggulangan Korban Bencana

Selasa, 21 Oktober 2014 23:08
Listrik di Duri Padam Akibat Gerimis dan Angin Ringan

Selasa, 21 Oktober 2014 23:04
40 Kaum Hawa di Bengkalis Dibekali Pelatihan Mengolah Kain-kain Bekas

Selasa, 21 Oktober 2014 23:01
Golkar Tak Kekurangan Kader Isi Posisi Wagubri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 26 Oktober 2010 15:14
Harga Getah Karet Meroket, TBS Sawit Naik Tipis

Kenaikan harga getah karet terus berlanjut. Pekan ini harganya kembali mencetak rekor tertinggi. Sementara harga TBS kelapa sawit naik tipis.

Riauterkini-PEKANBARU- Untuk kesekian kalinya terjadi kenaikan cukup signifikan atas harga getah karet di Riau. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Riau, sejak kemarin, kembali terjadi kenaikan Rp 1.000 perkilogram untuk getah karet berkadar lebih dari 95 persen sampai pintu pabrik. Jika pekan lalu Rp 29.000, pekan ini menjadi Rp 30.000 perkilogram.

Menurut Sekretaris Gamkindo Riau Nur Hamlin, harga karet Rp 30.000 perkilogram merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. "Belum pernah terjadi harga getah setinggi itu selama ini," ujarnya saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Selasa (26/10/10).

Kenaikan juga dialami harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Meskipun untuk pekan ini kenaikannya sangat tipis, hanya Rp 1,27 perkilogramnya.

"Pekan ini harga TBS kelapa sawit kembali naik, meskipun tidak besar," ujar Ferry HC, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Riau kepada wartawan usai rapat di kantornya, Selasa (26/10/10).

Dijelaskan Ferry, kenaikan tipis tersebut dipengaruhi kenaikan dua komponen penting penentu harga TBS kelapa sawit, yakni kernel dan CPO. Pekan ini CPO di pasar dunia dihargai Rp 7.694,72 perkilogram, sementara kernel Rp 5.199,70 perkilogram.

Lebih lanjut Ferry merincikan, untuk harga TBS, tanaman sawit yang berusia 3 tahun, pada pekan lalu Rp 1.224,55 menjadi Rp 1.225,53 perkilogram. Kemudian umur 4 tahun semula Rp 1.367,71 naik jadi Rp 1.368,68 perkilogram, umur 5 tahun dari Rp 1.463,66 menjadi Rp 1.464,65 perkilogram. Untuk TBS dari tanaman umur 6 tahun semula Rp 1.506,47, kini harganya Rp 1.507,61 perkilogram.

Kemudian, untuk umur 7 tahun pekan lalu Rp 1.564,04 menjadi Rp 1.565,19 perkilogram, umur 8 tahun dari Rp 1.612,79 terdongkrak jadi Rp 1.613,97 perkilogram, umur 9 tahun Rp 1.664,43 menjadi Rp 1.665,72 perkilogram, dan terakhir untuk umur 10 tahun ke atas dari Rp 1.710,96 menjadi Rp 1.712,23 perkilogram.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- BRK Salurkan Beasiswa Bagi 75 Mahasiswa UPP Rohul
- Harga TBS Kelapa Sawit Kembali Mengalami Penurunan
- Tambang Batubara di Rohul Terkendala Jalan dan Harga
- Badan Publik yang Tertutup Dapat Dipidana
- Kembangkan Usaha, PD Pembangunan Pekanbaru Akan Kelola SPBU
- Lebih 50 Persen UMKM Riau Belum Tersentuh Perbankan
- Bank Riau Kepri Kembali Gelar UMKM Award 2014


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.235.83
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com