Untitled Document
Ahad, 7 Rajab 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Ahad, 26 April 2015 11:36
Pemkab Inhil Segera Usulkan Kawasan Danau Mablu jadi Tahura

Ahad, 26 April 2015 11:34
Bupati Bengkalis Buka Lomba Senam Lansia Hari Kartini di Duri

Ahad, 26 April 2015 09:39
Empat Pejudi Dadu Diringkus Aparat Polsek Bangko, Rohil

Ahad, 26 April 2015 09:38
Warga Kampar Rusak 4 Motor dan Bakar Pos Jaga PTPN V di Kabun

Ahad, 26 April 2015 09:36
Anggota DPRD Riau Siswadja Mulayadi Tinjau Pemakaman Budha yang Dirusak

Ahad, 26 April 2015 09:33
Dirambah, Bupati Inhil Tinjau Kawasan Hutan Pulau Basu

Sabtu, 25 April 2015 20:52
119 Mahasiswa STIE Bangkinang Diwisuda



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 26 Oktober 2010 15:14
Harga Getah Karet Meroket, TBS Sawit Naik Tipis

Kenaikan harga getah karet terus berlanjut. Pekan ini harganya kembali mencetak rekor tertinggi. Sementara harga TBS kelapa sawit naik tipis.

Riauterkini-PEKANBARU- Untuk kesekian kalinya terjadi kenaikan cukup signifikan atas harga getah karet di Riau. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Riau, sejak kemarin, kembali terjadi kenaikan Rp 1.000 perkilogram untuk getah karet berkadar lebih dari 95 persen sampai pintu pabrik. Jika pekan lalu Rp 29.000, pekan ini menjadi Rp 30.000 perkilogram.

Menurut Sekretaris Gamkindo Riau Nur Hamlin, harga karet Rp 30.000 perkilogram merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. "Belum pernah terjadi harga getah setinggi itu selama ini," ujarnya saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Selasa (26/10/10).

Kenaikan juga dialami harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Meskipun untuk pekan ini kenaikannya sangat tipis, hanya Rp 1,27 perkilogramnya.

"Pekan ini harga TBS kelapa sawit kembali naik, meskipun tidak besar," ujar Ferry HC, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Riau kepada wartawan usai rapat di kantornya, Selasa (26/10/10).

Dijelaskan Ferry, kenaikan tipis tersebut dipengaruhi kenaikan dua komponen penting penentu harga TBS kelapa sawit, yakni kernel dan CPO. Pekan ini CPO di pasar dunia dihargai Rp 7.694,72 perkilogram, sementara kernel Rp 5.199,70 perkilogram.

Lebih lanjut Ferry merincikan, untuk harga TBS, tanaman sawit yang berusia 3 tahun, pada pekan lalu Rp 1.224,55 menjadi Rp 1.225,53 perkilogram. Kemudian umur 4 tahun semula Rp 1.367,71 naik jadi Rp 1.368,68 perkilogram, umur 5 tahun dari Rp 1.463,66 menjadi Rp 1.464,65 perkilogram. Untuk TBS dari tanaman umur 6 tahun semula Rp 1.506,47, kini harganya Rp 1.507,61 perkilogram.

Kemudian, untuk umur 7 tahun pekan lalu Rp 1.564,04 menjadi Rp 1.565,19 perkilogram, umur 8 tahun dari Rp 1.612,79 terdongkrak jadi Rp 1.613,97 perkilogram, umur 9 tahun Rp 1.664,43 menjadi Rp 1.665,72 perkilogram, dan terakhir untuk umur 10 tahun ke atas dari Rp 1.710,96 menjadi Rp 1.712,23 perkilogram.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Dewan Dapil Pekanbaru Ragu Pengelolaan Pasar Cik Puan Diserahkan ke Pihak Ketiga
- ‎Pemko Wacanakan Penambahan 50 Izin Ritel Alfamart dan Indomaret
- Komisi C DPRD Riau Apresiasi Direktur dan Komut BRK Terpilih
- Kadin Riau Minta PP Gambut Untuk Izin Baru
- RUPS-LB di Batam,
Pemkab Meranti Usulkan Kedai Desa Bank RiauKepri

- ‎Sejumlah Kalangan di Bengkalis Dukung DPRD "Rebut Kembali" DBH ke Pusat
- Bupati Bengkalis Ikuti RUPS LB Bank RiauKepri di Batam


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.204.243.45
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com