Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 28 Juli 2016 22:05
Antisipasi Radikalisme Beragama, FKUB Kuansing Gelar Dialog

Kamis, 28 Juli 2016 22:00
Wadir Lajnah Jamiyyah Asia Tenggara Kunjungi Pompes Al-Utsaimin, Kampar

Kamis, 28 Juli 2016 20:25
Komisi A DPRD Riau Sayangkan Alasan Pemerintah Pusat Tunda Penerimaan PNS

Kamis, 28 Juli 2016 20:22
200-an Pensiunan BRK Hadiri Halal Bi Halal di Menara Dang Merdu

Kamis, 28 Juli 2016 20:16
Bangun Kebun dalam Hutan Lindung, Wabup Kuansing Digugat di PN Rengat

Kamis, 28 Juli 2016 20:11
Belum Deadline, ,
DPRD Riau Tak Bisa Gelar Paripurna Pengesahan Tata Cara Pengelolaan BUMD


Kamis, 28 Juli 2016 19:17
Status Siaga Darurat Karhutla Diperpanjang, Tim FERT PT RAPP Selalu Siaga



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 26 Oktober 2010 15:14
Harga Getah Karet Meroket, TBS Sawit Naik Tipis

Kenaikan harga getah karet terus berlanjut. Pekan ini harganya kembali mencetak rekor tertinggi. Sementara harga TBS kelapa sawit naik tipis.

Riauterkini-PEKANBARU- Untuk kesekian kalinya terjadi kenaikan cukup signifikan atas harga getah karet di Riau. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Riau, sejak kemarin, kembali terjadi kenaikan Rp 1.000 perkilogram untuk getah karet berkadar lebih dari 95 persen sampai pintu pabrik. Jika pekan lalu Rp 29.000, pekan ini menjadi Rp 30.000 perkilogram.

Menurut Sekretaris Gamkindo Riau Nur Hamlin, harga karet Rp 30.000 perkilogram merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. "Belum pernah terjadi harga getah setinggi itu selama ini," ujarnya saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Selasa (26/10/10).

Kenaikan juga dialami harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Meskipun untuk pekan ini kenaikannya sangat tipis, hanya Rp 1,27 perkilogramnya.

"Pekan ini harga TBS kelapa sawit kembali naik, meskipun tidak besar," ujar Ferry HC, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Riau kepada wartawan usai rapat di kantornya, Selasa (26/10/10).

Dijelaskan Ferry, kenaikan tipis tersebut dipengaruhi kenaikan dua komponen penting penentu harga TBS kelapa sawit, yakni kernel dan CPO. Pekan ini CPO di pasar dunia dihargai Rp 7.694,72 perkilogram, sementara kernel Rp 5.199,70 perkilogram.

Lebih lanjut Ferry merincikan, untuk harga TBS, tanaman sawit yang berusia 3 tahun, pada pekan lalu Rp 1.224,55 menjadi Rp 1.225,53 perkilogram. Kemudian umur 4 tahun semula Rp 1.367,71 naik jadi Rp 1.368,68 perkilogram, umur 5 tahun dari Rp 1.463,66 menjadi Rp 1.464,65 perkilogram. Untuk TBS dari tanaman umur 6 tahun semula Rp 1.506,47, kini harganya Rp 1.507,61 perkilogram.

Kemudian, untuk umur 7 tahun pekan lalu Rp 1.564,04 menjadi Rp 1.565,19 perkilogram, umur 8 tahun dari Rp 1.612,79 terdongkrak jadi Rp 1.613,97 perkilogram, umur 9 tahun Rp 1.664,43 menjadi Rp 1.665,72 perkilogram, dan terakhir untuk umur 10 tahun ke atas dari Rp 1.710,96 menjadi Rp 1.712,23 perkilogram.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Fieldtrip, Wartawan-OJK Kunjungi Laku Pandai Binaan BRI
- Kadispas Pekanbaru: Seluruh Pedagang Jalan Harus Pindah ke Pasar Higienis
- Citilink Jadikan Pekanbaru Pusat Rute Sumatera
- Dua Kontraktor Besar Bersaing Dapat Proyek Pasar Induk Pemko Pekanbaru
- Konsultasi BPKP Riau, Dispenda Pekanbaru segera Godok SOP Penarikan Pajak
- BPS Rilis Data Kemiskinan di Pedesaan Riau Kian Memburuk
- Petani di Bengkalis Resah Harga Getah Karet Semakin Turun


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.179.85
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com