Untitled Document
Senin, 27 Zulqaidah 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Ahad, 21 September 2014 22:51
Presiden DMDI Malaysia Resmikan Pusat Pembinaan Muallaf di Bengkalis

Ahad, 21 September 2014 22:48
Aparat Diminta Sidik Pengadaan Laptop dan Komputer DPRD Pekanbaru

Ahad, 21 September 2014 22:44
Diharap jadi Lokomotif Bisnis,
Wakil Gubernur Buka Riau Expo 2014


Ahad, 21 September 2014 20:23
Pertama di Riau STAI Bengkalis Resmi Berstatus Negeri

Ahad, 21 September 2014 20:18
Wawako Dumai Berikan Bantuan Korban Angin Puting Beliung

Ahad, 21 September 2014 20:11
Harhubnas 2014, Dishub Dumai Gerak Jalan Santai Berhadiah

Ahad, 21 September 2014 20:08
Rusak 4 Rumah, Angin Puting Beliung Bikin Warga Dumai Trauma



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 26 Oktober 2010 15:14
Harga Getah Karet Meroket, TBS Sawit Naik Tipis

Kenaikan harga getah karet terus berlanjut. Pekan ini harganya kembali mencetak rekor tertinggi. Sementara harga TBS kelapa sawit naik tipis.

Riauterkini-PEKANBARU- Untuk kesekian kalinya terjadi kenaikan cukup signifikan atas harga getah karet di Riau. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Riau, sejak kemarin, kembali terjadi kenaikan Rp 1.000 perkilogram untuk getah karet berkadar lebih dari 95 persen sampai pintu pabrik. Jika pekan lalu Rp 29.000, pekan ini menjadi Rp 30.000 perkilogram.

Menurut Sekretaris Gamkindo Riau Nur Hamlin, harga karet Rp 30.000 perkilogram merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. "Belum pernah terjadi harga getah setinggi itu selama ini," ujarnya saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Selasa (26/10/10).

Kenaikan juga dialami harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Meskipun untuk pekan ini kenaikannya sangat tipis, hanya Rp 1,27 perkilogramnya.

"Pekan ini harga TBS kelapa sawit kembali naik, meskipun tidak besar," ujar Ferry HC, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Riau kepada wartawan usai rapat di kantornya, Selasa (26/10/10).

Dijelaskan Ferry, kenaikan tipis tersebut dipengaruhi kenaikan dua komponen penting penentu harga TBS kelapa sawit, yakni kernel dan CPO. Pekan ini CPO di pasar dunia dihargai Rp 7.694,72 perkilogram, sementara kernel Rp 5.199,70 perkilogram.

Lebih lanjut Ferry merincikan, untuk harga TBS, tanaman sawit yang berusia 3 tahun, pada pekan lalu Rp 1.224,55 menjadi Rp 1.225,53 perkilogram. Kemudian umur 4 tahun semula Rp 1.367,71 naik jadi Rp 1.368,68 perkilogram, umur 5 tahun dari Rp 1.463,66 menjadi Rp 1.464,65 perkilogram. Untuk TBS dari tanaman umur 6 tahun semula Rp 1.506,47, kini harganya Rp 1.507,61 perkilogram.

Kemudian, untuk umur 7 tahun pekan lalu Rp 1.564,04 menjadi Rp 1.565,19 perkilogram, umur 8 tahun dari Rp 1.612,79 terdongkrak jadi Rp 1.613,97 perkilogram, umur 9 tahun Rp 1.664,43 menjadi Rp 1.665,72 perkilogram, dan terakhir untuk umur 10 tahun ke atas dari Rp 1.710,96 menjadi Rp 1.712,23 perkilogram.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Banyak Usaha di Kecamatan Rambah, Rohul Tak Kantongi Izin Usaha
- Per-September, Royalti Ekpor Timah Meranti Capai Rp 2,5 Miliar
- Tingkatkan Pelayanan,
Klinik Abdullah Qoyum Pekanbaru Sediakan Ambulans Udara

- Warga Minta PT. RSI Rohul Tak Pilih Kasih Tetapkan Harga Sawit
- LPG 3 Kg Mulai Langka di Duri
- Banyak Pelaku Usaha Tempat Hiburan di Pekanbaru Langgar Aturan
- Mulai Besok, Peserta Riau Expo 2014 Dipersilahkan Masukkan Barang


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.93.1
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com