Untitled Document
Rabu, 6 Zulhijjah 1435 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Rabu, 1 Oktober 2014 14:19
Masih Diisolasi KPK,Gubri Baru Bisa Dijenguk Hari Senin

Rabu, 1 Oktober 2014 14:16
Diwarnai Tembakan Peringatan,
Polisi Dihadang Tersangka Ekstasi dan Keluarga Saat Penangkapan


Rabu, 1 Oktober 2014 13:57
Diduga Dikurangi, Warga Duri Keluhkan Isi Tabung Gas 3 Kilogram

Rabu, 1 Oktober 2014 13:51
Bapaknya Ditangkap KPK, Anak-anak Gubri Menghilang dari Kantor

Rabu, 1 Oktober 2014 13:42
Kisruh STIE Syari’ah Bengkalis,
Pemkab Siapkan Opsi Cabut Bantuan Operasional


Rabu, 1 Oktober 2014 13:34
Terkait Laporan PT BMPJ,
Kepala Satpol PP Rohul Siap Dipanggil Polda Riau


Rabu, 1 Oktober 2014 13:27
Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan Islamic Center Rohul, Jaksa Periksa PPTK



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 26 Oktober 2010 15:14
Harga Getah Karet Meroket, TBS Sawit Naik Tipis

Kenaikan harga getah karet terus berlanjut. Pekan ini harganya kembali mencetak rekor tertinggi. Sementara harga TBS kelapa sawit naik tipis.

Riauterkini-PEKANBARU- Untuk kesekian kalinya terjadi kenaikan cukup signifikan atas harga getah karet di Riau. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Riau, sejak kemarin, kembali terjadi kenaikan Rp 1.000 perkilogram untuk getah karet berkadar lebih dari 95 persen sampai pintu pabrik. Jika pekan lalu Rp 29.000, pekan ini menjadi Rp 30.000 perkilogram.

Menurut Sekretaris Gamkindo Riau Nur Hamlin, harga karet Rp 30.000 perkilogram merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. "Belum pernah terjadi harga getah setinggi itu selama ini," ujarnya saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Selasa (26/10/10).

Kenaikan juga dialami harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Meskipun untuk pekan ini kenaikannya sangat tipis, hanya Rp 1,27 perkilogramnya.

"Pekan ini harga TBS kelapa sawit kembali naik, meskipun tidak besar," ujar Ferry HC, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Riau kepada wartawan usai rapat di kantornya, Selasa (26/10/10).

Dijelaskan Ferry, kenaikan tipis tersebut dipengaruhi kenaikan dua komponen penting penentu harga TBS kelapa sawit, yakni kernel dan CPO. Pekan ini CPO di pasar dunia dihargai Rp 7.694,72 perkilogram, sementara kernel Rp 5.199,70 perkilogram.

Lebih lanjut Ferry merincikan, untuk harga TBS, tanaman sawit yang berusia 3 tahun, pada pekan lalu Rp 1.224,55 menjadi Rp 1.225,53 perkilogram. Kemudian umur 4 tahun semula Rp 1.367,71 naik jadi Rp 1.368,68 perkilogram, umur 5 tahun dari Rp 1.463,66 menjadi Rp 1.464,65 perkilogram. Untuk TBS dari tanaman umur 6 tahun semula Rp 1.506,47, kini harganya Rp 1.507,61 perkilogram.

Kemudian, untuk umur 7 tahun pekan lalu Rp 1.564,04 menjadi Rp 1.565,19 perkilogram, umur 8 tahun dari Rp 1.612,79 terdongkrak jadi Rp 1.613,97 perkilogram, umur 9 tahun Rp 1.664,43 menjadi Rp 1.665,72 perkilogram, dan terakhir untuk umur 10 tahun ke atas dari Rp 1.710,96 menjadi Rp 1.712,23 perkilogram.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Diduga Dikurangi, Warga Duri Keluhkan Isi Tabung Gas 3 Kilogram
- Hipmi Riau Latih 40 Pelatih Pebisnis
- Diskoperindag Rohul Minta Pertamina Tambah Kuota LPG
- Sampai September, Nilai Investasi Pekanbaru 2014 Rp5,5 Triliun
- Disnaker Dumai-BPJS Ketenagakerjaan Segera Teken MoU
- Perda TKA Selamatkan Meranti dari Kerugian Puluhan Juta Perbulan
- Berpatok FOB Singapura,
Disbun Hanya Memberikan Pembinaan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.185.156
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com