Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 31 Mei 2016 10:38
4 Juni, Digelar Seminar dan Workshop Budidaya Kurma Tropis di Pekanbaru

Selasa, 31 Mei 2016 10:32
Pleno Penetapan Jago Golkar di Pikada Pekanbaru Dinilai Singkirkan Kader Sendiri

Selasa, 31 Mei 2016 10:28
Hanyut Kemarin, Bocah di Kuansing Ditemukan Tewas

Selasa, 31 Mei 2016 10:22
Rohil Gelar Audisi Bujang Dara 26 Juni 2016

Selasa, 31 Mei 2016 07:16
Tersedia Rp7,3 Miliar Biaya Kunker DPRD Riau ke Luar Negeri di APBD 2016

Senin, 30 Mei 2016 20:53
‎Siaga Darurat Karlahut Diperpanjang Hingga Empat Bulan ke Depan

Senin, 30 Mei 2016 20:00
Pelayanan Perizinan Terbaik Nasional, Bupati Siak Terima Piala dan Piagam



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 26 Oktober 2010 15:14
Harga Getah Karet Meroket, TBS Sawit Naik Tipis

Kenaikan harga getah karet terus berlanjut. Pekan ini harganya kembali mencetak rekor tertinggi. Sementara harga TBS kelapa sawit naik tipis.

Riauterkini-PEKANBARU- Untuk kesekian kalinya terjadi kenaikan cukup signifikan atas harga getah karet di Riau. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Riau, sejak kemarin, kembali terjadi kenaikan Rp 1.000 perkilogram untuk getah karet berkadar lebih dari 95 persen sampai pintu pabrik. Jika pekan lalu Rp 29.000, pekan ini menjadi Rp 30.000 perkilogram.

Menurut Sekretaris Gamkindo Riau Nur Hamlin, harga karet Rp 30.000 perkilogram merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. "Belum pernah terjadi harga getah setinggi itu selama ini," ujarnya saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Selasa (26/10/10).

Kenaikan juga dialami harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Meskipun untuk pekan ini kenaikannya sangat tipis, hanya Rp 1,27 perkilogramnya.

"Pekan ini harga TBS kelapa sawit kembali naik, meskipun tidak besar," ujar Ferry HC, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Riau kepada wartawan usai rapat di kantornya, Selasa (26/10/10).

Dijelaskan Ferry, kenaikan tipis tersebut dipengaruhi kenaikan dua komponen penting penentu harga TBS kelapa sawit, yakni kernel dan CPO. Pekan ini CPO di pasar dunia dihargai Rp 7.694,72 perkilogram, sementara kernel Rp 5.199,70 perkilogram.

Lebih lanjut Ferry merincikan, untuk harga TBS, tanaman sawit yang berusia 3 tahun, pada pekan lalu Rp 1.224,55 menjadi Rp 1.225,53 perkilogram. Kemudian umur 4 tahun semula Rp 1.367,71 naik jadi Rp 1.368,68 perkilogram, umur 5 tahun dari Rp 1.463,66 menjadi Rp 1.464,65 perkilogram. Untuk TBS dari tanaman umur 6 tahun semula Rp 1.506,47, kini harganya Rp 1.507,61 perkilogram.

Kemudian, untuk umur 7 tahun pekan lalu Rp 1.564,04 menjadi Rp 1.565,19 perkilogram, umur 8 tahun dari Rp 1.612,79 terdongkrak jadi Rp 1.613,97 perkilogram, umur 9 tahun Rp 1.664,43 menjadi Rp 1.665,72 perkilogram, dan terakhir untuk umur 10 tahun ke atas dari Rp 1.710,96 menjadi Rp 1.712,23 perkilogram.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Mudik Lebaran, Organda Siapkan 46 Ribu Bus
- Disperindag Pekanbaru Minta Konsumen Waspadai Daging Oplosan
- Paspi Luncurkan Buku Mitos Vs Fakta Industri Minyak Sawit Indonesia
- Jelang Ramadhan, Disperindag Pekanbaru OP Gula Selama Dua Pekan
- OP Gula, Harga di Pekanbaru Kembali Normal
- 10 Hektar Hutan Kota di Rohul Jadi Taman Rekreasi Keluarga
- Dilalui Jalur SUTT, PLN Berikan Warga Kompensasi


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.162.57.225
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com