Untitled Document
Selasa, 7 Sya'ban 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 26 Mei 2015 18:21
Wawako Dumai Pimpin Rakor Ketahanan Pangan 2015

Selasa, 26 Mei 2015 17:57
Di Desa Lubuk Keranji, Pelalawan
SMP Laskar Pelangi, Berlantai Tanah, Berdinding Papan


Selasa, 26 Mei 2015 17:52
Banyak Kekurangan, Pemko Dumai Diragukan Terima WTN 2015

Selasa, 26 Mei 2015 17:50
Walikota Pekanbaru Hadiri RUPS dan RUPSLB PT.BSP‎

Selasa, 26 Mei 2015 17:41
Penyegaran Organisasi,
135 Pejabat Eselon III dan IV Pemko Pekanbaru Dilantik


Selasa, 26 Mei 2015 17:34
Moge dan Offroader Dumai Iringi Pelepasan AKBP Tonny Hermawan

Selasa, 26 Mei 2015 17:29
Perda Tak Kunjung Tuntas,
Upaya Tambah PAD di Bengkalis Melalui Tower Terganjal




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 26 Oktober 2010 15:14
Harga Getah Karet Meroket, TBS Sawit Naik Tipis

Kenaikan harga getah karet terus berlanjut. Pekan ini harganya kembali mencetak rekor tertinggi. Sementara harga TBS kelapa sawit naik tipis.

Riauterkini-PEKANBARU- Untuk kesekian kalinya terjadi kenaikan cukup signifikan atas harga getah karet di Riau. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Riau, sejak kemarin, kembali terjadi kenaikan Rp 1.000 perkilogram untuk getah karet berkadar lebih dari 95 persen sampai pintu pabrik. Jika pekan lalu Rp 29.000, pekan ini menjadi Rp 30.000 perkilogram.

Menurut Sekretaris Gamkindo Riau Nur Hamlin, harga karet Rp 30.000 perkilogram merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. "Belum pernah terjadi harga getah setinggi itu selama ini," ujarnya saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Selasa (26/10/10).

Kenaikan juga dialami harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Meskipun untuk pekan ini kenaikannya sangat tipis, hanya Rp 1,27 perkilogramnya.

"Pekan ini harga TBS kelapa sawit kembali naik, meskipun tidak besar," ujar Ferry HC, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Riau kepada wartawan usai rapat di kantornya, Selasa (26/10/10).

Dijelaskan Ferry, kenaikan tipis tersebut dipengaruhi kenaikan dua komponen penting penentu harga TBS kelapa sawit, yakni kernel dan CPO. Pekan ini CPO di pasar dunia dihargai Rp 7.694,72 perkilogram, sementara kernel Rp 5.199,70 perkilogram.

Lebih lanjut Ferry merincikan, untuk harga TBS, tanaman sawit yang berusia 3 tahun, pada pekan lalu Rp 1.224,55 menjadi Rp 1.225,53 perkilogram. Kemudian umur 4 tahun semula Rp 1.367,71 naik jadi Rp 1.368,68 perkilogram, umur 5 tahun dari Rp 1.463,66 menjadi Rp 1.464,65 perkilogram. Untuk TBS dari tanaman umur 6 tahun semula Rp 1.506,47, kini harganya Rp 1.507,61 perkilogram.

Kemudian, untuk umur 7 tahun pekan lalu Rp 1.564,04 menjadi Rp 1.565,19 perkilogram, umur 8 tahun dari Rp 1.612,79 terdongkrak jadi Rp 1.613,97 perkilogram, umur 9 tahun Rp 1.664,43 menjadi Rp 1.665,72 perkilogram, dan terakhir untuk umur 10 tahun ke atas dari Rp 1.710,96 menjadi Rp 1.712,23 perkilogram.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Walikota Pekanbaru Hadiri RUPS dan RUPSLB PT.BSP‎
- Program Investasi Sosial Chevron di Kabupaten Siak
- Sidak, Polisi Tidak Temukan Beras Plastik’di Pulau Bengkalis
- Percepat Pembangunan Usaha, ‎Walikota Minta BPTPM Jemput Bola
- Plt Gubri-BI Bahas 5 Barang Berefek Inflasi
- Per-April 2015, Kinerja Perbankan Riau Tumbuh
- Inflasi di Riau Dipengaruhi Empat Bahan Pokok


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.208.64
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com