Untitled Document
Selasa, 1 Rabiul Awwal 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 23 Desember 2014 07:05
Sidang Karhutla PT NSP di Bengkalis Langsung Dipantau KY dan Tim UKP4

Selasa, 23 Desember 2014 07:03
'Duet Maut' Charly-Irwan Nasir Goyang Ribuan Warga di Puncak HUT ke-6 Meranti

Selasa, 23 Desember 2014 06:57
Terkapar Sakit Akibat Lakalantas,, Anggota DPRD Inhu tak Dapat Asuransi

Senin, 22 Desember 2014 22:20
DPO Ilog Rohil Ditangkap di Painan, Sumbar

Senin, 22 Desember 2014 22:13
Operasi Pekat 2014,
Polres Inhu Tangkap Pemilik 2 Kg Ganja


Senin, 22 Desember 2014 21:11
Sempena Hari Ibu 2015,
Pengibaran Bendera di Rohil Dilakukan Polwan


Senin, 22 Desember 2014 21:07
4 Sekolah Siak Terima Penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 26 Oktober 2010 15:14
Harga Getah Karet Meroket, TBS Sawit Naik Tipis

Kenaikan harga getah karet terus berlanjut. Pekan ini harganya kembali mencetak rekor tertinggi. Sementara harga TBS kelapa sawit naik tipis.

Riauterkini-PEKANBARU- Untuk kesekian kalinya terjadi kenaikan cukup signifikan atas harga getah karet di Riau. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Riau, sejak kemarin, kembali terjadi kenaikan Rp 1.000 perkilogram untuk getah karet berkadar lebih dari 95 persen sampai pintu pabrik. Jika pekan lalu Rp 29.000, pekan ini menjadi Rp 30.000 perkilogram.

Menurut Sekretaris Gamkindo Riau Nur Hamlin, harga karet Rp 30.000 perkilogram merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. "Belum pernah terjadi harga getah setinggi itu selama ini," ujarnya saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Selasa (26/10/10).

Kenaikan juga dialami harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Meskipun untuk pekan ini kenaikannya sangat tipis, hanya Rp 1,27 perkilogramnya.

"Pekan ini harga TBS kelapa sawit kembali naik, meskipun tidak besar," ujar Ferry HC, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Riau kepada wartawan usai rapat di kantornya, Selasa (26/10/10).

Dijelaskan Ferry, kenaikan tipis tersebut dipengaruhi kenaikan dua komponen penting penentu harga TBS kelapa sawit, yakni kernel dan CPO. Pekan ini CPO di pasar dunia dihargai Rp 7.694,72 perkilogram, sementara kernel Rp 5.199,70 perkilogram.

Lebih lanjut Ferry merincikan, untuk harga TBS, tanaman sawit yang berusia 3 tahun, pada pekan lalu Rp 1.224,55 menjadi Rp 1.225,53 perkilogram. Kemudian umur 4 tahun semula Rp 1.367,71 naik jadi Rp 1.368,68 perkilogram, umur 5 tahun dari Rp 1.463,66 menjadi Rp 1.464,65 perkilogram. Untuk TBS dari tanaman umur 6 tahun semula Rp 1.506,47, kini harganya Rp 1.507,61 perkilogram.

Kemudian, untuk umur 7 tahun pekan lalu Rp 1.564,04 menjadi Rp 1.565,19 perkilogram, umur 8 tahun dari Rp 1.612,79 terdongkrak jadi Rp 1.613,97 perkilogram, umur 9 tahun Rp 1.664,43 menjadi Rp 1.665,72 perkilogram, dan terakhir untuk umur 10 tahun ke atas dari Rp 1.710,96 menjadi Rp 1.712,23 perkilogram.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Benarkah Indonesia Kaya Minyak?
- Banyak Perusahaan Dumai Nunggak Iuran BPJS-TK
- Harga Getah Anjlok, Petani Karet Kuansing 'Iri' Kemakmuran Petani Sawit
- Persiapan Pengoperasian PDAM Unit Rupat, Bengkalis Terus Digesa
- Pemko Dumai Serius Kembangkan Wisata Kuliner
- BBM Bersubsidi Tepat Sasaran,
Pertamina Laksanakan Kartu Survei

- 2015, Pertumbuhan Ekonomi Riau Diprdiksi Melambat
- Warga Batu Panjang, Rupat Segera Nikmati Air Bersih PDAM


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.89.176
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com