Untitled Document
Rabu, 10 Sya'ban 1434 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 18 Juni 2013 21:15
Kabut Asap,
Warga Bengkalis Mulai Resah Terserang Penyakit


Selasa, 18 Juni 2013 21:03
Pamerkan di Giant, Mobil Proton Sediakan Banyak Hadiah Menarik

Selasa, 18 Juni 2013 20:51
Kwalitas Udara di Pekanbaru dalam Kondisi Sedang

Selasa, 18 Juni 2013 20:48
Sempena HUT Bhayangkara ke 67,
Polres Inhu Gelar Donor Darah


Selasa, 18 Juni 2013 20:43
Nyabu, Pengusaha Konveksi dan DVD Diringkus Polres Bengkalis

Selasa, 18 Juni 2013 20:31
Merasa Profesi ’Dilecehkan’,
Puluhan Perawat Protes Manajemen RSUD Bengkalis


Selasa, 18 Juni 2013 20:17
Dewan Minta Pemko Tertibkan Parkir di Taman Kota



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 22 Juni 2012 19:31
Lagi, Riau Air Minta Suntikan Dana Rp5 Milliar

Maskapai kebanggaan Riau, yaitu Riau Air kembali meminta suntikan dana sebesar Rp5 miliar.

Riauterkini-PEKANBARU- PT Riau Air kembali meminta suntikan dana sebesar Rp5 miliar. Dana itu, konon, diperlukan untuk biaya administrasi untuk menghidupkan kembali maskapai kebanggaan masyarakat Riau tersebut.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Riau, Irhas Irfan usai hearing dengan Komisi B DPRD Riau kepada wartawan, Jumat (22/6/12), membenarkan hal itu. Dikatakan, dalam hearing tadi, pihaknya meminta tambahan anggaran untuk menghidupkan RAL sebesar Rp 5 Miliar kepada Komisi B DPRD Riau untuk disahkan DPRD Riau.

Hearing dengan Komisi B tadi kami mengajukan anggaran untuk biaya administrasi untuk menghidupkan RAL ini,” tuturnya.

Menurut Irhas, mengatakan bahwa sampai saat ini sudah ada perusahaan yang ingin menghidupkan Riau Air ini. “Termasuk PIR (Perusahaan BUMD, red) dan perusahaan BUMD lainnya,” katanya.

Irhas Irfan pun mengatakan bahwa Riau Air ini boleh dihidupkan oleh siapa saja. “Selain perusahaan BUMD, kami welcome dengan para investor atau pihak ketiga tapi untuk investor atau pihak ketiga inilah yang belum ada sampai saat ini,” terangnya.

Sementara itu, Komisi B DPRD Riau menegaskan tidak akan menyepakati jika Riau Air (RAL) masih dikelola oleh perusahaan di bawah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang sebelumnya karena perusahaan BUMD inilah yang menyebabkan RAL sampai saat ini mengalami masa kevakuman.

“Itu sama saja mencampakkan batu ke Lubuk, di mana batu itu langsung hilang dan tidak tampak lagi atau seperti bertukarnya Cigak dengan Baruak,” terang Ramli FE, Wakil Ketua Komisi B DPRD Riau kepada wartawan.

Hal ini, menurut Ramli FE tidak terlepas dari pengalaman pengelolaan RAL oleh perusahaan BUMD. Selama ini, perusahaan itu hanya menghabiskan anggaran daerah saja tanpa melihatkan kemajuan yang signifikan.

“Makanya kami pun dari Komisi B tidak menyetujui jika RAL ini dikelola oleh perusahaan BUMD karena kami tidak ingin kejadian serupa akan terulang kembali,” tegas Ramli FE.

Lagipun, imbuhnya, pihaknya tidak akan menambah anggaran lagi untuk memperbaiki RAL ini. “Yang akan kami tambah itu, seperti biaya administrasi, pembuatan Bisnis Plan dan lainnya tapi untuk biaya di luar itu, kami tidak akan anggarkan,” tukasnya.*** (ary)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
lima milyar
cukup apa segitu utk hidupkan lagi yg sdh mati?

rakyat jelata
oTak indonesia = duit kalau setara dengan pelayanan sih gk papa ....

investigasi
Riau air minta suntikan dana yg di sampaikan oleh irhas, dasar penjilat Dan peliharaan rusli ni orang, bisa but bisnis plan Dan evaluasi proyek ngak pak irhasnya, kalo jadi Toanya rusli mundur ajalah dari Biro tuh. %@!* Kali dikau, laporan keuangan hasil audite saja blom keluar, Janji rusli Dan sekda saja penuh muslihat, kajati Dan kapolda sudah makan proyek jadi tak akan tersentuh itu kasus RAL. Utk direksi Dan karyawan RAL yg memiliki data bisa kirim ke KPK atau scan Dan kirim ke kami via email transparansimasyarakatriau@yahoo.com kami akan membantu agar maling uang negara bisa diseret ke meja hijau

Dokter Hewan
Riau Air ini sakit seperti %@!* gila gitu, Jadi saya rekomedasi untuk suntik rabies saja....

lung kantan
suaiii, kalau utk biaya administrasi dan bisnis plant kan hanya proyek kertas sajo, kojonyo mudah dan susah meng auditnyo dan bisa di bagi2 duik nyo. Usah cito lai.

to
kiloan aja pesawat riau air tu, seperti besi sisa mtq. Tak ada juga manfaat riau air tu dowh bagi masyarakat riau.

Atan songket
apo lagi maenkan la proyek tu...kan bisa masuk kantong walau tak banyak


Berita lainnya..........
- VW Polo, Mobil Mungil dengan Tampilan Sproty
- 200 Ribu Pelanggan PLN Riau Gunakan Meteran Isi Ulang
- Hyundai All New Santa Fe Generasi Ketiga Hadir di Pekanbaru
- Ikuti RUPS, Bupati Kampar Puas Daerahnya Terima Deviden BRK Rp 22,4 Miliar
- RBS dan Yamaha Taja Kontes Burung Berkicau di Bagansiapiapi
- Hambat Impor Bawang,
MPPMS Dumai Minta Permentan 43/ 2012 Direvisi

- Dumai Berkembang Menjadi Kawasan Industri dan Perdagangan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.16.108.167
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com