|
|
|
Kamis, 28 Juni 2012 18:32 Rencana Pembangunan PLTU Biomassa, Perusda Rohul Jaya Jajaki Bahan Baku dari 29 PKS
Terkait rencana pembangunan PLTU Biomassa, saat ini Perusda Rohul Jaya tengah menjajaki pasokan bahan bakarnya dari 29 PKS yang ada.
Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Biomassa berkapasitas 10 Mega Watt, kerjasama dengan dua perusahaan Korea Selatan, Perusahaan Daerah Rokan Hulu Jaya akan bekerjasama dengan 29 pabrik kelapa sawit di wilayahnya untuk memenuhi bahan bakar tandan kosong (Tangkos).
Kepala Perusda Rohul Jaya, Nasrul Hadi, mengaku penjajakan perlu dilakukan untuk mengetahui PKS mana yang bersedia diajak kerjasama untuk memenuhi kebutuhan Tangkos, sebagai bahan bakar PLTU Biomassa di Desa Tanjung Belit, Kecamatan Rambah, 2014 mendatang.
Pada ekspos dengan investor di Seoul Korsel beberapa waktu lalu, disepakti bahan baku Tangkos kelapa sawit sudah mencukupi dari tiga PKS di Rohul, yakni 45 ton per jam, sementara di kawasan Rohul sendiri ada 29 PKS, dan seluruhnya akan diajak kerjasama.
PLTU Biomassa berbahan baku Tangos, kata Nasrul tidak berdampak terhadap pencemaran udara, sebab sistem operasi pembangkit tidak berasap, sama halnya dengan sistem pembakaran boiler PKS.
“Untuk bahan baku Tangkos dari PKS, akan disusun Perbup nya (Peraturan Bupati), sehingga PKS di Rohul ikut membantu mensuplay Tangkosnya melalui Perusda sekitar 25 persen. Itu membuktikan ada peran serta PKS dalam mengatasi krisis listrik,” jelas nasrul kepada riauterkini.com di Pasirpangaraian, Kamis (28/6/12).
Selain melakukan kerjasama dengan seluruh PKS, Perusda Rohul Jaya juga akan melakukan kerjasama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). “Sebelum MoU, kita telah diskusi dengan PLN Wilayah Riau di Pekanbaru. Mereka siap membeli arus listrik dari PLTU Biomassa,” ungkapnya.
Untuk pembangunan PLTU Biomassa Tanjung Belit, dua perusahaan raksasa Korsel, SK Energy Co.Ltd, dan Beautiful Environemental Contruction (BEC) Co.Ltd, telah nyatakan siap menanamkan investasinya senilai Rp200 miliar lebih.***(zal)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
herman. h semoga berjalan lancar, agar krisis listrik d rohul bisa teratasi. amin.
HIMAROHU Mana omong besar kalian dulu... Pabrik Biodiesel kapasitas 30 ton per hari di Desa Tali Kumain, Tambusai, Rohul. Pabrik ini satu-satunya se-Indonesia, kata %@!* Drs H Achmad MSi kepada Riau Pos, Jumat (23/1/2009)
Berapa Milyar APBD Rohul terbuang sia-sia. sementara infrastruktur jalan antar kecamatan di rohul hancur. Ini adalagi proyek yg diprediksi akan bernasib sama... OMONG BESAR BUPATI %@!* dg Diektur Perusda yg Penjilat NASRUL HADI... TAIK KUCING lah Kalian.. Tak ada rasa malu, dasar muka badak, semoga KPK cepat membuka kedok koruptor seperti kalian..
|
|