Berita Terhangat.. |
Jum’at, 24 Mei 2013 19:36 Dibuka Ketua KONI Rohul, 630 Karatedo Ikut Kejurda FORKI Riau ke-7 di Pasirpangaraian
Jum’at, 24 Mei 2013 19:34 Prihatin, KPU tak Diundang Paripurna Pelantikan 5 PAW DPRD Riau
Jum’at, 24 Mei 2013 19:32 Didukung 4 Parpol, Zainal Abidin Optimis Maju di Pilkada Inhil
Jum’at, 24 Mei 2013 17:29 RAPP Bakti Sosial Bersama Warga Desa Kuala Terusan
Jum’at, 24 Mei 2013 17:12 Dua Pengedar Sabu Melawan Saat Ditangkap Aparat
Jum’at, 24 Mei 2013 17:09 Jago Demokrat di Pilgubri Diharap Tuntas Awal Pekan
Jum’at, 24 Mei 2013 16:47 Pemko Programkan Pasar Higinis
|
|
|
|
Senin, 2 Juli 2012 19:46 Ratusan Ribu Burung Serang Persawahan Padi di Rohul
Ratusan ribu hama burung menyerang tanaman padi milik petani di Desa Rambah Tengah Hulu, Rohul. Para petani khawatir gagal panen besar, dua pekan mendatang.
Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Diperkirakan ratusan ribu burung dua pekan terakhir menyerang tanaman padi milik petani di Desa Rambah Tengah Hulu (RTH), Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu. Akibat hama itu, petani setempat mengaku pesimis bisa panen besar dua pekan mendatang.
Dahlan Rambe, petani setempat, mengaku, burung kecil pemakan padi jenis burung gereja, pipit, dan lainnya, menyerang tanpa ampun tanaman padi sawah petani yang mulai menguning. Untuk mengusir hama burung, petani mesti membuat orang-orangan sawah agar panen dua pekan depan sukses.
Dia minta Pemkab Rohul memberikan solusi agar petani memperoleh hasil panen memuaskan, apalagi sebelumnya petani merasa was-was akibat kemarau panjang cukup menganggu pertumbuhan tanaman padi.
“Kami berharap ada jalan keluar dari pemerintah, sehingga kami bisa panen padi besar dan memuaskan,” harapnya kepada sejumlah wartawan, Senin (2/7/12).
Dahlan mengakui selama ini petani RTH atau Pawan dan Desa Menaming, memang menerima bantuan dari Pemkab Rohul, dari bantuan pupuk, biaya operasional panen, sampai alat-alat pertanian, tapi begitu petani masih bingung saat hama menyerang tanaman.
Petani lain, Gentar Siregar, juga minta pemerintah cepat tanggap, sehingga hama burung secepatnya bisa diminimalisir, sama halnya dengan hama yang juga menyerang di kawasan eks transmigrasi SKPA.***(zal)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|