|
|
|
Jum’at, 6 Juli 2012 15:22 Dewan Dapati Tiga Pesawat RAL jadi Bankai
Di tengah ketidakjelasan masa depannya, satu fakta pahit lagi tentang PT Riau Air Lines (RAL) terungkap. Anggota DPRD Riau mendapati tiga pesawatnya sudah jadi bangkai.
Riauterkini-PEKANBARU- Tiga buah Pesawat Riau Air Lines (RAL) yang menjadi
kebanggaan masyarakat Riau selama ini yang sekarang berada di Landasan Halim
Perdanakusumah, Jakarta, kini hanya tinggal bangkai Pesawatnya saja.
Hal ini dikatakan Ramli FE, salah seorang anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau
usai melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke DPRD Provinsi Jakarta di ruang Komisi B
DPRD Riau, Jum'at (6/7/12).
“Jadi ceritanya begini, kemarin sebelum pulang dari kunker ke DPRD Provinsi Jakarta
kami menyempatkan diri untuk melihat kondisi langsung dari Pesawat RAL ini, yang
kata Direktur RAL sendiri menyatakan ke kami bahwa dari 3 buah Pesawat yang ada, 1
Pesawat tidak bisa beroperasi dan 2 lagi katanya siap untuk operasi,” kata Ramli FE.
Lanjut Ramli FE, “Makanya kami ingin memastikan kebenaran hal itu, ternyata setelah
kami cek ke situ, hasilnya bahwa 3 buah Pesawat RAL yang kita punya itu ternyata
satu pun tidak bisa dipakai lagi artinya hanya tinggal bangkainya saja,” ungkap
Ramli FE.
“Ada yang mesinnya tidak ada, baling-balingnya pun tidak ada dan masih banyak
kerusakan lainnya, jadi jika ke tiga Pesawat itu diperbaiki maka lebih baik membeli
Pesawat baru, hal itu karena kondisinya yang sangat parah sekali,” jelas Wakil Ketua
Komisi B ini.
Ramli FE pun berharap kepada para investor yang berniat menghidupkan RAL ini agar
nantinya bisa menyelesaikan ini. “Itu sangat kita harapkan dan kami juga tidak akan
membantu penambahan anggaran lagi untuk RAL ini kecuali untuk hal-hal lainnya,
seperti biaya administrasi untuk menghidupkan RAL ini,”kata Ketua DPW PBR Riau ini.
“Kita pun berharap Pesawat yang telah menjadi bangkai ini bisa di audit oleh BPK
atau BPKP Riau secepatnya,” tutup Ramli FE. *** (ary)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
el es em sepertinya tak lama lagi direksi ral akan kembali bekerja ddengan semangat, karena "tim auditor" akan segera masuk. dan sepertinya sudah tidak ada alasan lagi BPK, BPKP bahkan KPK turun tangan untuk menyelidiki kasus Riau Airlines. Jangan kita harap dewan untuk audit investigasi, karena sudah terlambat. foto dan berita bangkai sudah keburu terekspos. Jadi, para direksi riau airlines, jajaran komisaris, termasuk anggota dewan dan riau 1, siap-siap..... siap-siap.....
preman tuak kalau pesawat jadi bangkai diributkan sementara tubuh manusia yang sudah jadi bangkai dibiarkan tunggu dulu polisi datang , nah sekarang pesawat ral sudah jadi bangkai kok repot panggil aja polisi lakukan visum apa penyebabnya apakah dihajar atau dijarah itu tugasnya polisi masyarakat hanya melaporkan wartawan memberitakan .
kan ada UU tentang perseroan terbatas.... minta aja direksi dan komisarisnya tanggung %@!*b sesuai UU perseroan, kan masalah yg ada jadi tanggung renteng direksi dan komisarisnya yg gajinya aduhai itu. Sekarang gantilah kerugian RAL itu bersama-sama. Kalau diserahkan pada org2 yg tak ahlinya, inilah jadinya. Direksi tdk maksimal, dewan komisaris tak ngerti dunia bisnis penerbangan, asal nak ngasih gaji besar aja..... tangan mencincang bahu memikul, wai.... Itu lah mestinya sebab Fizan tu tak layak jadi Dirut Bank Riau Kepri tapi gimana lah.... saudara bini muda bos pula...!!
pilot RAL harus dikelola oleh profesional dan investor yg serius yg sdh teruji di bidangnya,jgn seperti selama ini...amburadul....kalau diserahkan bukan pada ahlinya....hancuuuuuuur....
GOMBANG PICO DITENGAH SDG BAGUS2NYA BISNIS PENERBANGAN, RAL MALAH MATI ASET RUSAK, TANGGUNG %@!*B PENGELOLA MEMANG TDK ADA, SEHARUSNYA PENGELOLA/MANAJEMEN RAL HARUS BERTANGGUNG %@!*B, ANEHNYA MANAJEMEN DAN PEMDA2 YANG MENANAM UANGNYA TDK ADA YANG BERSUARA, RAL DITINGGAL BEGITU SAJA, SAMA DENGAN ASET ALAT2 BERAT PU, JADI RONGSOKAN, DASAR MANAJEMEN TDK PUNYA TANGGUNG %@!*B DAN TDK PUNYA KEMAMPUAN, MANAJEMEN JADI2AN
dhirgantara Kan sudah pernah saya cerita Om Ahmad... Barang tu sdh belumut... Di onggok dgn bangkai pesawat lainnya.. Bisa dilihat dari pinggir jalan kalau kita jalan ke arah exs terminal haji di halim.. Jadi tinggal di foto sj, dan naikkan di rtc ini, biar semua org riau ini tau duitnya jd apa.. Tinggal dikiloin aja tuh..
mailaikat ridwan Riau,,itu. Udahh biasa...sogokk mennyooggok...rzz akan monnyet pun. Bisa di jadikan.kadiis kl bs nnyoggok ,,aapalaagi. Faizzann. Nurr..udahh. Pasti jd dirrut karenaa mauuu nyogok..kredit ritos,,,,ral..dan penahpusann hhutanngg indra adnan di baank riau..
Kallau ssaya jd kadis...saya tampar muka..rz..marah marahh wdp ..krna diaa biangg koruup
PRAMUGARI Usah lah cakap gitu,,, bangkainye kan tak busuk,,, Bawak balek k RIAU jgn d Halim tu juge,, kan lumayan 3 buah persimpangan Pasar Pagi Arengka, Hangtuah, Kubang bise kite buat TUGU PESAWAT lagi,, Monumen coy,,,
dorman udah dari tahun lalu saya sampaikan fakta itu bahwa RAL sudah dipreteli oleh kreditur mereka karena dijadikan jaminan. hebatnya DPRD tak ada yg bicara. duit masih lancar soalnya dari sekda. sekarang duit tak ngalir lagi, baru bicara dewannya
investigasi setahu saya sudah jadi kandang ayam dan sarang %@!*, itu dir keuangannya mau jadi dirut di bank riau kepri , lihat tuh semua jajaran direksi di berhentikan guna memuluskan fizan nur jadi dirut karena gub telah lobby gubernur BI, dan dir pengawasan BI
Lemak Bangkaiiiii ??? Busuk tak ??? ....
LAMR LAPORKANZ SAJA DIREKSI DAN KOMISARIS K PENEGAK HUKUM SEPERTI KEJAGUNG ATAU KPK KARENA ASSET INI DIAMBIL DARI UANG RAKYAT. PASTI SUDAH DIKORUPSI HABIS HABISAN OLEH KRONI TERTENTU DI PROVINSI ZALIM INI. RAKYAT AKAN MENUNTUT DPRD KARENA TIDAK MELAKUKAN PENGAWASAN APBD DG BAIK, APALAGI JOHAR FIRDAUS MERUPAKAN KAKI TANGAN GUBRI
RAL Malang RAL ibaratkan buah Apel MAlang, kemana pergi mesinnya?? jalan2 ya..atau bisa terbang sendiri..Jangan2 sudah jadi Apel Australia, atau Jeruk Bali..atau buah simalakama..kami tak tahu, BAGI yang tau, tolong jelaskan atau BAGI dong...:)
|
|