Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Ahad, 1 Mei 2016 22:07
Bupati Jefry Hadiri HUT ke 39 Desa Baru, Kampar

Ahad, 1 Mei 2016 19:24
DPD LIRA Pekanbaru Silaturrahim ke Mapolresta Pekanbaru

Ahad, 1 Mei 2016 19:19


Ahad, 1 Mei 2016 19:17
Lestarikan Budaya Melayu,
Pembukaan MTQ Mandah, Inhil Dimeriahkan Penampilan 400 Pemain Berdah


Ahad, 1 Mei 2016 18:06
328 Petugas Lakukan Sensus Ekonomi 2016 di Inhu

Ahad, 1 Mei 2016 18:03
Honor Guru Bantu di Siak Cair Pekan Depan

Ahad, 1 Mei 2016 17:30
Tamatan MA di Rohul Diminta Tidak Menikah Dini



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 30 Agustus 2012 16:08
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Pekerja,
Operasional PKS PT FAA di Rohul Ditutup Sementara


Dinas Tenaga Kerja Rohul menutup sementara operasional PKS PT FAA. Langkah tersebut menyusul terjadinya kecelakaan kerja yang menewaskan tiga pekerja.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Operasional Pabrik Minyak Kelapa Sawit PT Fortius Agro Asia (PMKS FAA) Kabun, Rokan Hulu, ditutup sementara waktu, terkait kecelakaan kerja yang menewaskan tiga karyawannya, Jumat lalu (24/8/12).

“Operasional PMKS PT FAA Kabun ditutup sementara waktu sampai turunnya tim teknis dari Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) Riau untuk menguji kelayakan operasionalnya.”

“Jika sudah layak, baru kita izinkan kembali beroperasi. Kita sudah turun dengan Disnaker Riau, hasilnya tiga karyawan ini murni tewas karena kecelakaan kerja,” tambah Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rohul, Tengku Rafli Armein, di Pasirpangaraian, Kamis (30/8/12).

Pada uji standart Keselamatan Keamanan Kerja (K3), Disosnakertrans Rohul dan Disnaker Riau simpulkan peristiwa murni kecelakaan kerja. Menurut Tengku Rafli, kecelakaan tidak bisa dielakkan namun bisa diantisipasi. Tapi begitu, hak-hak karyawan yang menjadi korban harus diberikan kepada keluarganya.

“Terkait kecelakaan kerja dan penyebabnya, sekarang masih ditangani Polres Rohul. Rencananya, mereka akan mendatangkan tim Laboratorium Forensik dari Medan,” terangnya.

Tengku Rafli mengungkapkan penyebab kecelakaan kerja di PMKS PT FAA Jumat lalu disebabkan peralatan kerja di perusahaan telah aus karena dimakan usia, dan perlu diganti.

Pada waktu dekat, Disnaker Riau akan menurunkan peralatan kerja untuk menguji kelayakan peralatan K3 di PMKS PT FAA. Sementara, untuk pembayaran hak-hak keluarga, akan disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang tenaga kerja.

“Hak untuk keluarga, sudah diserahkan keluarga, tapi baru untuk pemakaman dan biaya duka. Sedangkan untuk gaji dan pesangon akan dihitung dulu besarannya. Diperkirakan minggu ini sudah dimasukan perusahaan untuk secepatnya diberikan kepada keluarga korban,” ujarnya.

Adanya insiden lalu, Tengku Rafli mengaku pihaknya akan lebih menggiatkan peninjauan peralatan K3 di perusahaan dan sesuai standarnya. “Kita tetap tinjau K3 setiap bulannya di lima perusahaan berbeda, sehingga tidak terjadi hal serupa. Apalagi kita pernah menerima penghargaan zero insiden dari Kementrian tenaga Kerja,” tuturnya.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- 328 Petugas Lakukan Sensus Ekonomi 2016 di Inhu
- Diskoperindag Rohul Diminta Razia Produk Kadaluarsa di Pasaran
- Walikota Dumai Minta Pelaku Perhotelan Bayar Pajak dan Patuhi Aturan
- Uang Koin Tak Laku di Rohul, Uang Kertas Pecahan Rp1.000 Langka
- Bahas Naker, Pemkab Bengkalis dan PT CPI Lakukan Pertemuan Khusus
- Gandeng Indomaret dan Nastle Carnation, Diskop Lakukan Seminar UMKM
- Triwulan I 2016,
Aset Perbankan Riau Capai Rp 84,51 Triliun



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.242.145.244
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com