Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 22 April 2019 21:52
SU, Sosok Wakil Bupati Inhil Yang Komunikatif dan Merakyat

Senin, 22 April 2019 21:27
Pemkab Kampar Pemegang Saham Ketiga di Bank Riaukepri, Ini Kata Bupati Kampar pada RUPS

Senin, 22 April 2019 20:08
Berasal dari Internal, OJK Serahkan Dua Nama Calon Direksi BRK ke Pemprov Riau

Senin, 22 April 2019 20:03
Bupati Inhil Pantau Pelaksanaan UNBK Jenjang SMP

Senin, 22 April 2019 18:29
Didukung Kepala Daerah dan Sejumlah Tokoh Berpengaruh, Jokowi-Ma'aruf Amin Kalah di Kuansing

Senin, 22 April 2019 18:20
Anggota KPPS Desa Kumantan Meninggal Dunia, KPU Kampar Sampaikan Belasungkawa

Senin, 22 April 2019 18:05
Palsukan Dokumen, Dua Tahanan Narkoba di Inhu Kabur dari Hotel

Senin, 22 April 2019 16:32
11.751 Pelajar SMP di Bengkalis Ikuti UN 2019

Senin, 22 April 2019 16:28
Sekda Rohul Tinjau Pelaksanaan UNBK 2019 di MTsN 3 Rohul dan SMPN 1 Rambah

Senin, 22 April 2019 16:24
Hadiri Perpisahan SMAN 1 Telukkuantan,
Ketua DPRD Kuansing Pesankan Para Siswa untuk Terus Berjuang


 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 29 April 2014 16:34
Diluncurkan RiREC dan Biomass Ecergy Clearing House,
Biomassa Riau Bakal Jadi Sumber Listrik Terbesar di Sumatra


Potensi biomassa di Riau mulai diolah secara ekonomis. Jika optimal, bisa menjadi sumber energy listrik terbesar di Sumatera.

Riauterkini-PEKANBARU-Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs. H. Zulher MS, menyatakan bahwa Riau bakal menjadi sumber lumbung bioenergi listrik terbesar se-sumatra. Bahkan diperkirakan dapat menjual energi listrik ke pulau jawa atau negara tetangga.

Hal itu ditegaskannya pada saat pembukaan peluncuran Riau Research Energy Centre (RiREC) dan Biomass Energy Clearing House, Hotel Grand Central Pekanbaru, Selasa (29/4).

Hadir pada acara tersebut Prof. DR. hm. Nazir Karim, Rektor UIN Suska, Agus Saptono, Deputi Direktur Bioenergi dan Energi Terbarukan Kemen ESDM, Indira Nurtanti, Pewakilan Kedutaan Finlandia, Nasrullah Salim, Koordinator EEP Indonesia, Kunaifi, Kepala Energy Research (Enreach) UIN Suska Riau dan tamu yang lainnya.

Menurut Zulher hal itu didukung sumber bahan baku limbah cair dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Provinsi Riau yang luar biasa besarnya. Riau yang saat ini memiliki kebun kelapa sawit yaitu 2,3 juta hektar dari 8 juta hektar secara nasional. Dari 2,3 juta hektar lahan kelapa sawit tersebut akan diolah oleh 146 PKS dengan kapasitas total sebesar 6.137 ton TBS/jam yang akan menghasilkan produksi CPO 20,8 juta ton. Dari proses produksi TBS hingga 6.137 ton TBS/jam makan dapat dihasilkan listrik sekitar 906 MW dari serat dan cangkang dan sekitar 112 MW dari limbah cair (biogas). Jika ditotalkan keseluruhannya maka industri kelapa sawit di Riau dapat menghasilkan 1.018 MW.

Angka-angka ini menunjukkan bukti betapa pentingnya kontribusi provinsi riau dalam pengembangan energi terbarukan nantinya. Untuk itu kata Zulher, bukan tidak mungkin nantinya Riau dapat menjadi penyumbang energi listrik terbesar di Sumatra.

“Bandingkan kemampuan PLTA Koto Panjang yang hanya mampu memproduksi listrik sebesar 115 MW yang dapat mengaliri listrik di Riau dan Sumbar. Apalagi kalau sumber bahan baku dari industri kelapa sawit ini dapat menghasilkan 1.018 MW nantinya. Maka Riau dapat mengekspor listrik hingga ke luar negeri,”vpapar Zulher.

Selain bisa menjadi sumber energy terbarukan, biomassa yang bersumber kepada limbah cair dan pada PKS ini selama ini turut menjadi penilaian dunia tentang industri perkelapasawitan di Indonesia tidak ramah lingkunangan. Tentu dengan dijadikan sebagai bahan baku industri energi terbarukan, maka dia mengharapkan issue ini dapat dihilangkan.

“Dengan hilangnya issue yang tidak sedap tentang industri kelapa sawit yang tidak ramah lingkungan ke depannya, maka diharapkan harga CPO dan TBS bisa lebih tinggi,” harap Zulher. Untuk itu dia berharap, adanya RiREC dan Biomass Energy Clearing Housenya dapat menjadi pendorong kegiatan pengolahan industri energy dan energy terbarukan di Provinsi Riau yang ramah lingkungan.

Kegiatan peluncuran RiREC dan Biomass Energy Clearing House itu sendiri berkat inisiasi Dinas Perkebunan Provinsi Riau, EEP Indonesia dan Kemenlu Finlandia dan juga Enreach UIN Suska. pengembangan energy terbarukan berbahan bio massa di Riau. Negara Finlandia, menurutnya selama ini concern terhadap perubahan iklim dan perbaikan lingkungan. Sebagai bukti keikutsertaan mereka terhadap perbaikan lingkungan di Indonesia dan juga mengembangkan industri energi baru dan terbarukan maka maka Negara Finlandia menggelontorkan anggaran untuk penelitian dan pengembangan energy terbarukan hingga 4 juta poundsterling.

Rektor UIN Suska, Prof. DR. HM Nazir menyatakan bahwa UIN Suska ingin berperan penting dalam issu perubahan iklim dan pengembangan energi baru dan terbarukan. “Selama ini, sektor ekonomi selalu menjadi panglima dalam kehidupan, sehingga sektor sosial dan lingkungan selalu terabaikan. Untuk itu UIN Suska Riau ingin berperan lebih dalam perbaikan lingkungan,”ucap Nazir.***(dok)

Loading...


Berita lainnya..........
- Atur Keberadaan Pasar Ramadhan, DPPP Akan Surati Camat dan Lurah
- Tertibkan PKL Jalan Teratai, DPPP Pekanbaru Butuh Bantuan
- Dua Klub ToastmasterPresident Distinguished Club
- Suara Petani Sawit Indonesia, Suara Pemenang
- Proyek Turap di Danau Tajwid Langgam Retak-retak
- Siap Laksanakan Replanting Generasi II, KUD Wana Bhakti Kuansing Sukses Gelar RAT
- Dua Nasabah Ukui dan Pangkalankerinci Dapat Mobil Undian Simpedes BRI
- Pengundian Panen Hadiah Simpedes‎, Nasabah Unit BRI Tanjung Medan Rohul Dapat Honda B-RV
- Riau Rangking 3 Destinasi Wisata Halal di Indonesia
- Hari ini, Gubri Teken MoU Wisata Halal
- PT Pelindo 1 dan Tanjung Beruas Port Malaysia Sepakat Operasikan Roro Tahun Depan
- Roadshow 6 Kota, FIF Group Grebeg Pekanbaru
- Sosialisasi Dampak Pemancangan Tiang, Warga dan PT HKI Capai Kata Sepakat
- Pertama di Provinsi Riau,
102 Operator, Mekanik dan Sopir Dinas PUPR Rohul Ikuti Uji Kompetensi Operator Alat Berat

- RPD Kuansing Siap Mengudara Secara Permanen
- ‎Peringati HUT ke-53,
BRK Pasirpangaraian Bagi Paket Sembako dan Buka Rekening Gratis

- Triwulan Pertama 2019, Jumlah Penumpang di Terminal BRPS Pekanbaru Melonjak 
- Maret 2019, Riau Alami Inflasi 0,11 Persen
- Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Inhu Raih Penghargaan Kehumasan dan CSR
- Dialog Sempena Hari Teater Dunia 2019, APINDO Sebut Pentingnya Sinergi Seluruh Komponen


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com