Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 8 Agustus 2020 11:23
Simpan di Celana Dalam, Polisi Ringkus Jaringan Pengedar Sabu di Pinggir

Sabtu, 8 Agustus 2020 10:54
Kebakaran Gudang Besi Tua Kejutkan Warga Duri yang Terlelap

Sabtu, 8 Agustus 2020 09:45
Juni 2020, Ekspor Mihas dan Nonmigas Riau Naik

Sabtu, 8 Agustus 2020 08:35
Sempena HUT ke-63 Riau, AMSI Taja Webinar Merayu APBN

Jum’at, 7 Agustus 2020 18:36
Jajakan Rokok Ilegal Sebanyak 76.780 Batang, ZD di Ringkus DJBC Riau

Jum’at, 7 Agustus 2020 16:25
Dewan Pekanbaru Minta Rumah Sakit Tidak Mendiiskriminasikan Pasien BPJS

Jum’at, 7 Agustus 2020 15:00
Jutaan Rupiah Disita, Polisi Ringkus Pengedar dan Kurir Sabu di Mandau

Jum’at, 7 Agustus 2020 14:26
Harga TBS Dibeli Mahal, Disbun Riau Anjurkan Petani Swadaya Gabung Petani Mitra

Jum’at, 7 Agustus 2020 14:22
Tengku Azmun dan Marwan Ibrahim Perkuat HT Hadapi Pilkada Pelalawan

Jum’at, 7 Agustus 2020 13:53
Operasi Patuh 2020, Satlantas Bengkalis Tilang 194 Pelanggaran

Jum’at, 7 Agustus 2020 11:23
Provokator Warga Kuansing Tolak Eksekusi Lahan Ditangkap Polisi

Jum’at, 7 Agustus 2020 11:16
Kadis PUPR Sebut Jalan Sekitaran Agus Salim Bakal Dioverlay

Jum’at, 7 Agustus 2020 10:11
Petakan Abrasi, Anggota DPR RI Fraksi PKS Tinjau Abrasi di Inhu dan Kuansing

Jum’at, 7 Agustus 2020 07:59
Poros Baru Pilkada Bengkalis 2020, Normansyah - Ridwan Yazid Maju untuk Menang

Jum’at, 7 Agustus 2020 07:57
Terbukti Sindikat Sabu 19 Kg, Pengendali dan Tukang Antar Dihukum Mati PN Bengkalis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 11 April 2019 20:47
Riau Rangking Tiga Destinasi Wisata Halal di Indonesia Versi Muslim Travel Indeks

Destinasi wisata Riau mendapat ranking tiga sebagai wisata halal di Versi Muslim Travel Indeks. Sedangkan rangking pertama diraih NTB dan rangking berikutnya Aceh.

Riauterkini - PEKANBARU - Provinsi Riau meraih rangking ketiga destinasi wisata halal di Indonesia versi Muslim Travel Indeks (MTI). Sedangkan rangking pertama diraih NTB dan rangking berikutnya Aceh.

Atas prestasi tersebut, Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, Selasa (9/4/2019), di Hotel Bidakara, menyerahkan piala dan piagam kepada masing daerah. Untuk Riau piala dan piagam tersebut diterima Gubernur Riau, Syamsuar.

Ketua tim percepatan perkembangan pariwisata halal Anang Sutono dalam sambutannya mengatakan, penilaian rangking ini adalah rangkaian dari kegiatan Wonderful Indonesia Halal Tourism Meeting an Conference Kementerian Pariwisata RI.

"Adanya penilaian destinasi wisata halal ini untuk memberi semangat pada pengembangan pariwisata halal di Indonesia," ungkap Anang.

Anang juga mengatakan bahwa semangat Provinsi Riau dalam pengembangan wisata halal ini sangat luar biasa. Tahun 2018 lalu Riau berada pada rangking tujuh , sekarang berada pada rangking tiga.

"Semangat Riau juga terlihat pada pemimpinnya yang lengkap datang pada kegiatan ini. Selamat kepada Gubernur Riau, Pak Syamsuar," kata Anang.

Sementara itu Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mengharapkan sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa terbesar pertama di Indonesia. Apalagi pariwisata adalah industri paling mudah untuk percepatan dan menciptakan lapangan kerja.

"Di Bogor PAD terbesarnya berasal dari sektor pariwisata. Bahkan di sejumlah daerah di Indonesia ini perekonomiannya meningkat karena pendapatan dari sektor pariwisata," ucap Arief.

Duduk di peringkat ketiga destinasi wisata halal membuat Gubernur Riau Syamsuar bersemangat. Ia mengatakan, prestasi ini merupakan upaya keras dari berbagai elemen masyarakat.

"Riau optimis kunjungan wisatawan mancanegara juga meningkat. Efeknya jelas pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Riau," imbuh Syamsuar.

Riau Teken MoU Pariwisata Halal

Untuk mengembangkan sektor pariwisata halal, Gubernur Riau Syamsuar meneken Memorandum of Understanding (MoU). Hal ini dilakukan agar dapat mewujudkan Indonesia sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia. Bertujuan sebagai landasan dalam pengembangan Pariwisata Halal di Provinsi Riau.

Syamsuar meneken MoU dengan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Ni Wayan Giri Adnyani. MoU ini menjadikan Riau sebagai destinasi prioritas wisata halal di Indonesia.

Penandatanganan MoU disaksikan langsung Menteri Pariwisata Indonesia, Arief Yahya, Selasa (9/4) di Hotel Bidakara, Jakarta. Selain Riau, 11 kota di Indonesia ikut juga menandatangani destinasi prioritas pariwisata halal.

Syamsuar berharap, setelah MoU ini ditandatangani semakin menambah angka kunjungan wisatawan manca negara ke Provinsi Riau. Ini tentunya hal ini berimbas pada peningkatkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD).

Wisata halal, papar Syamsuar, adalah pelayanan ramah muslim. Wisata halal ini mengacu pada Global Muslim Travel Indeks yang berstandar dunia.

"Alhamdulillah. Insya Allah setelah adanya wisata halal di Riau pelancong muslim bahkan non muslim tidak ada lagi masalah dengan pelayanan yang kita berikan," ungkap Syamsuar.

Peraturan Pariwisata Halal

Sebelumnya, Gubernur Riau Syamsuar menerbitkan Peraturan Gubernur tentang Pariwisata Halal. Tujuan penerbitan aturan ini adalah untuk memberikan keamanan dan kenyamanan pelayanan kepada wisatawan agar menikmati kunjungan wisata yang halal di Riau.

Pemerintah saat ini sudah menetapkan Riau sebagai destinasi pariwisata halal. Saya sudah menadatangani Peraturan Gubernur yang berkaitan dengan pariwisata halal," kata Syamsuar.

Penetapan aturan pariwisata halal tersebut dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 18 tahun 2019 yang ditandatangani oleh Gubernur Riau Syamsuar pada 5 April 2019.

Pergub Pariwisata Halal ini sebagai pedoman bagi pengelola pariwisata dalam memberikan pelayanan Pariwisata Halal kepada wisatawan. Ruang lingkupnya adalah, destinasi halal, pemasaran, Industri Pariwisata, kelembagaan, pembinaan dan pengawasan serta pembiayaan.

Dalam Pergub ini juga disebutkan fasilitas umum guna mendukung kenyamanan aktivitas kepariwisataan halal. Cakupannya adalah tempat dan perlengkapan ibadah wisatawan muslim dan fasilitas bersuci yang memenuhi standar syariah.

Dalam aturan itu juga dijelaskan, Industri pariwisata berpatokan pada prinsip-prinsip syariah sebagaimana yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Mulai dari akomodasi, biro perjalanan, hingga retoran dan Spa.

Dalam melaksanakan pengawasan Pariwisata Halal dilakukan oleh Pemerintah daerah melalui Dinas terkait yang melibatkan DSN-MUI, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, Badan Promosi Pariwisata Daerahdan berbagai stakeholder terkait lainnya. Hasil dari pembinaan dan pengawasan dilaporkan kepada Gubernur.

Berdasarkan data Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, target pertumbuhan pariwisata halal Indonesia sebesar 4 persen sejalan dengan tumbuhnya halal tourism dunia yang signifikan. Diproyeksikan besarnya pengeluaran wisatawan halal tourism mencapai US$ 24 miliar pada tahun 2023 atau tumbuh diatas 7,6 persen. Sementara pada 2017 jumlah pengeluaran wisatawan muslim dunia mencapai US$ 117 miliar.

Tanggapan Pelaku Usaha

Rencana Gubernur Riau, Syamsuar untuk mengembangkan pariwisata halal di Provinsi Riau didukung banyak pihak. Termasuk sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah khususnya di sektor bisnis kuliner di Kota Pekanbaru.

"Kami mendukung program Pak Gubernur Riau untuk pariwisata lokal dan mancanegara yang sifatnya halal. Program ini sudah kami lakukan sejak lama, ketika sudah mendapat sertifikat halal dari MUI (Majelis Ulama Islam) Riau," kata pengelola Kedai Yong Bengkalis, Wan Helya Rosa, di Pekanbaru, Selasa (9/4).

Wan Helya mengaku sudah mengurus seluruh sertifikat halal di Lembaga Pengkajian Pangan Obat dan Kosmetika (LPPOM) MUI di empat usaha kulinernya di Kota Pekanbaru. Ia berharap Pemprov Riau bisa memberikan insentif dan membantu mempromosikan pelaku usaha yang sudah mengantongi sertifikat halal.

"Empat usaha makanan itu di daerah Parit Indah, Jl. Mangga, Gobah dan katering semua sudah dapat sertifikat halal MUI. Saya berharap dengan pengembangan pariwisata halal di Riau, usaha saya bisa lebih banyak dikunjungi wisatawan. Karena sudah terjamin layanannya. Semoga kami ikut dipromosikan oleh pemerintah daerah," pungkasnya.(adv/mok)

Loading...


Berita lainnya..........
- Tahun Ini Anggaran Dana Desa Meningkat
- Bahas Masalah Infrastruktur, Gubri Gelar Pertemuan dengan Komisi V DPR RI
- Singapura Miliki Nilai Investasi PMA Terbesar di Riau
- Gubri Umumkan Status Siaga Darurat Karhutla Hingga 31 Oktober
- SAKIP Pemprov Riau 2019 Nilai B, Gubri Harapkan Terus Lakukan Perbaikan
- DPRD Kampar Gelar Paripurna Istimewa HUT ke 70 Kabupaten
- Usai Ikuti Program VOTED Tajaan PT CPI,
Rangga: Kini Saya Tak Lagi Bebani Orang Tua

- Keuletan Warga Sakai Menjadi Mandiri
- Program Kemitraan PT CPI dengan Universitas di Riau,
Dosen Unri ke Jepang, Mahasiswa UIR ke Korea Selatan, Jepang dan Vietnam

- Saat Mitra Bicara Cara Kerja PT CPI


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com