Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 11 Juli 2020 14:19
Gubri Syamsuar Launching jualBuy.com, Startup Asli Lokal Riau

Sabtu, 11 Juli 2020 09:03
Abrasi Masih Ancaman Serius Pulau Bengkalis

Sabtu, 11 Juli 2020 09:03
Penipu Modus BIN Gadungan Ditangkap Polda Riau

Jum’at, 10 Juli 2020 20:57
Jelang Pilkada, Tim Bawaslu RI Bahas Tangani Sengketa di Bawaslu Bengkalis

Jum’at, 10 Juli 2020 20:13
Peduli Covid - 19, PDAM TD Duri Bagikan Puluhan Westafel Darurat ke Rumah Ibadah

Jum’at, 10 Juli 2020 18:24
Polresta Pekanbaru Ringkus Duet Pengedar Narkoba Bersenjata Api

Jum’at, 10 Juli 2020 18:21
Serap Aspirasi Warga, Mira Roza Reses Didampingi Abi Bahrun di Duri

Jum’at, 10 Juli 2020 18:17
Diterjang Longsor, 8 Rumah di Seberang Tembilahan, Inhil Ambruk ke Sungai Indragiri

Jum’at, 10 Juli 2020 16:38
Masyarakat Bengkalis Diimbau Waspadai Cuaca Panas Ekstrem Juli-Agustus

Jum’at, 10 Juli 2020 16:15
MUI Bengkalis Safari Dakwah ke Daerah Minim Sentuhan Keagamaan di Rupat

Jum’at, 10 Juli 2020 15:31
Gubri Sebut Aplikasi Mata Bansos Solusi Penyaluran Bantuan

Jum’at, 10 Juli 2020 15:18
Waka DPRD Pekanbaru Puji Respon Cepat Dishub Atasi LPJ Padam

Jum’at, 10 Juli 2020 14:38
Pijar Melayu Taja BERPIJAR Penerapan New Normal

Jum’at, 10 Juli 2020 14:10
Gubri Ingin BPKP Kawal Kinerja Pemprov Riau

Jum’at, 10 Juli 2020 13:52
Bupati Bersama Kapolres Inhil Resmikan Kampung Tangguh Nusantara



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 20 Pebruari 2020 20:10
Gubri Hadiri Rakornas Investasi 2020 di Jakarta

Gubri Hadiri Rakornas Investasi 2020 di Jakarta yang ditaja BKPM RI. Indonesia peringkat 73 dunia negara investasi.

Riauterkini-PEKANBARU-Pertumbuhan ekonomi di suatu negara sangat ditentukan oleh investasi. Semakin besar investasi, semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi. Hal itu tetmaktub dalam Rakornas Investasi 2020 yang ditaja BKPM RI Kamis (20/2/20).

Hadir para menteri, para gubernur, termasuk Gubernur Riau H Syamsuar dan para bupati/walikota se-Indonesia.

"Semua negara berkutat bagaimana menumbuhkan investasi. Kalau arus modal masuk, peredaran uang makin banyak, pertumbuhan ekonomi makin meningkat," kata Presiden Jokowi saat menyampaikan sambutan pada Rakornas Investasi 2020 yang ditaja BKPM RI di Jakarta sebelum bertolak ke Pekanbaru.

Presiden menyebut bahwa APBN dan APBD hanya berpengaruh sekitar 23 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. 77 persen justru ditentukan oleh dunia swasta.

"Begitu pentingnya peran swasta," tegas Presiden lagi.

Oleh sebab itu, Presiden meminta agar seluruh pihak, terutama para kepala daerah agar memberikan kemudahan bagi pihak swasta dalam berinvestasi.

"Kalau mereka ngurus izin, tolong dipermudah. Kalau bisa para bupati/walikota jemput bola kasih izin untuk pengusaha-pengusaha kecil, kayak warung-warung kecil itu," katanya lagi.

Karena kalau mereka dapat izin, maka akses mendapatkan modal ke perbankan akan lebih mudah. "Kalau tak dapat izin mana bisa," katanya.

Presiden menginstruksikan agar kemudahan berinvestasi di Indonesia terus membaik. Saat ini Indonesia masih berada di peringkat 73. Di Asia, Indonesia masih kalah dengan Thailand, Malaysia, apalagi Singapura.

"Kita hanya menang dari Laos dan Kamboja. Saya minta Indonesia harus di bawah 40. 73 itu nanggung," katanya lagi.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menginstruksikan seluruh kepala daerah agar tidak menempatkan APBD di bank. Kalau APBD tidak dilaksanakan alias hanya disimpan di bank, tentu saja ekonomi masyarakat tidak tumbuh.

Tahun lalu, sebut Presiden, pada Oktober-November besar APBD seluruh Indonesia yang tersimpan di bank alias idle sebesar Rp220 triliun.

Bahkan hingga Desember masih tersimpan sebesar Rp110 triliun.

"Mungut pajak itu sulit. Sudah dikasih uang oleh Kemenkeu, malah tidak dimanfaatkan. Padahal kalau uang itu dimanfaatkan, maka akan berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi," jelas Presiden.

Eiau Minim Silpa

Usai acara, menanggapi pernyataan Presiden tersebut, Gubri Syamsuar menyebut bahwa untuk APBD Provinsi Riau pada Tahun Anggaran 2019, minim silpa.

"Kalau Riau kecil," katanya.

Gubri menambahkan bahwa banyaknya APBD mengendap di bank pada akhir tahun antara lain karena biasanya pembayaran proyek/pekerjaan itu dalam jumlah besar memang di akhir tahun.

Biasanya proyek baru tuntas pelaksanaannya di akhir tahun. Sehingga pada bulan Oktober-November masih banyak APBD yang tersimpan di bank.

Gubri bertekad bahwa untuk Riau pelaksanaan APBD akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.*(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Singapura Miliki Nilai Investasi PMA Terbesar di Riau
- Gubri Umumkan Status Siaga Darurat Karhutla Hingga 31 Oktober
- SAKIP Pemprov Riau 2019 Nilai B, Gubri Harapkan Terus Lakukan Perbaikan
- DPRD Kampar Gelar Paripurna Istimewa HUT ke 70 Kabupaten
- Usai Ikuti Program VOTED Tajaan PT CPI,
Rangga: Kini Saya Tak Lagi Bebani Orang Tua

- Keuletan Warga Sakai Menjadi Mandiri
- Program Kemitraan PT CPI dengan Universitas di Riau,
Dosen Unri ke Jepang, Mahasiswa UIR ke Korea Selatan, Jepang dan Vietnam

- Saat Mitra Bicara Cara Kerja PT CPI
- Wakil Kepala SKK Migas Kunjungi Operasi PT CPI di Dumai
- Arahan Bupati Yopi Bikin Pelayanan Administrasi Kependudukan Inhu Kian Optimal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com