Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Senin, 3 Agustus 2020 21:25
Jelang Diresmikan Jokowi, 248 Titik CCTV Dipasang Dijalan Tol Permai

Senin, 3 Agustus 2020 20:45
Sri Barat Diyakini Berpotensi Sapu Bersih Dukungan Swing Voters di Pilkada Bengkalis

Senin, 3 Agustus 2020 20:21
Pilkada 2020, PWI Bengkalis Terbuka dengan Seluruh Kandidat

Senin, 3 Agustus 2020 19:38
Demokrasi di Riau Kategori Level Sedang

Senin, 3 Agustus 2020 19:11
Bertambah 50, Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Terbanyak dari Rohil

Senin, 3 Agustus 2020 18:19
Bapenda Pekanbaru Sembelih 9 Ekor Hewan Kurban

Senin, 3 Agustus 2020 17:31
21 Warga Positif Covid 19, Polilklinik Rawat Jalan RSUD Rohil Tutup Sementara

Senin, 3 Agustus 2020 17:03
Pengunduran Diri Kepsek SMPN Ditolak Pemkab Inhu

Senin, 3 Agustus 2020 16:18
Nostalgia Pewarta, Bagus Santoso Sambangi PWI Bengkalis

Senin, 3 Agustus 2020 15:35
Distan Bengkalis Berkurban Tiga Sapi dan Dua Kambing

Senin, 3 Agustus 2020 14:24
Peras 64 Kepala SMPN se-Inhu, 5 Jaksa dan 1 Pegawai TU Diusulkan Sanksi Berat

Senin, 3 Agustus 2020 14:19
Dinas PUPRKPP Riau Perbaiki Portal Jembatan Letton yang Nyaris Tumbag

Senin, 3 Agustus 2020 14:16
Belum Diumumkan Sebagai Kakan Kemenag, Hasil Tracking MR Ada Warga Pelalawan Tertular Corona

Senin, 3 Agustus 2020 14:08
Anggota DPRD Pekanbaru Kritik Wacana Sanksi Denda Warga Tak Pakai Masker

Senin, 3 Agustus 2020 13:23
Bunuh Gajah, Dua Ditangkap dan Seorang Diburu Polres Inhu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 7 Juli 2020 06:41
Tinjau Kondisi Masyarakat, Bupati Yopi Kunjungi Desa Marjinal

Bupati Inhu Yopi Arianto menembus pedalam wilayahnya menggunakan motor trail. Mengunjungi masyarakat desa marjinal.

Riauterkini-RENGAT-Guna mengetahui kondisi masyarakat seutuhnya, Bupati Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Yopi Arianto secara langsung terjun ke lapangan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan masyarakat, baik infrastruktur maupun sarana publik lainya.

Dengan menunggangi motor trail bupati energik ini mengunjungi desa marjinal yang dihuni mayoritas masyarakat suku Talang Mamak yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT). Desa tersebut bernama Dusun Datai, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, dusun tersebut merupakan daerah terpencil yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jambi.

Untuk mencapai lokasi pedesaan tersebut, Bupati Yopi harus menempuh perjalanan selama kurang lebih lima jam, dimana akses jalan menuju Dusun Datai sangatlah ekstrim, dengan kondisi jalan yang kecil, berkelok-kelok dan naik turun yang cukup curam, hingga membuat Bupati Inhu dua kali terjatuh dari sepeda motornya.

Kondisi jalan yang ekstrim dan cukup melelahkan tersebut tidak menyurutkan langkah Bupati Yopi untuk bertemu secara langsung dengan masyarakat Suku Talang Mamak di Dusun Datai, Desa Rantau Langsat. Momen kedatangan Bupati Yopi menjadi sejarah bagi warga Datai, sebab Bupati Yopi adalah bupati kedua yang menginjakkan kaki di dusun Datai, setelah sebelumnya Bupati Inhu periode tahun 1989 -1999 Ruchiyat Saefudin menjadi bupati Inhu yang pertama kali menginjakan kaki di desa marjinal tersebut.

"Perjalanan saya mengasyikan, dan saya gembira setibanya di sini melihat warga sehat-sehat semua," ujar Bupati Yopi saat melihat kegembiraan warga yang menyambut kehadirannya.

Dalam kunjungan yang dilakukan dengan menggunakan sepeda motor trail tersebut, dimanfaatkan Bupati Yopi beserta rombongan untuk melihat secara langsung kondisi warga Desa Datai dengan berkeliling dari rumah ke rumah. Sekaligus berbincang dengan warga tentang kebutuhan dan persoalan yang dihadapi.

Warga Desa Datai saat berdialog dengan Bupati Inhu Yopi Arianto mengungkapkan bahwa warga menghadapi akses jalan yang sulit menuju Dusun Datai dan Desa Rantau Langsat. Hal ini dikarenakan lokasi desa yang sebagian besar berada di areal TNBT, sehingga banyak aturan yang mengikat soal pembangunan di desa tersebut.

"Kalau melihat situasi dan kondisi, tanpa dukungan pemerintah, Dusun Datai agak sulit untuk maju, karena akses jalan menjadi persoalan utama," tegas Jelita Saripudin Kepala Desa Rantau Langsat.

Pembukaan akses jalan yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga. Harapannya apabila akses jalan sudah baik, maka hasil pertanian warga bisa dengan mudah dipasarkan. Selain itu, akses jalan juga menyulitkan warga Datai untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Sebagaimana diketahui di Dusun Datai hanya ada Polindes, namun tidak memiliki tenaga kesehatan yang tetap, sehingga warga terpaksa harus berobat ke luar dusun. Namun sekali lagi, kondisi jalan yang sulit membuat warga mengurungkan niat untuk berobat ke luar.

Menyikapi keluhan warga tersebut, Bupati Inhu Yopi Arianto menegaskan semua aspirasi warga tersebut diterimanya untuk kemudian nantinya dibahas di tingkat kabupaten. Namun sesuai dengan tujuan awal kedatangannya ke Datai, Yopi berniat untuk memajukan masyarakat yang tinggal di daerah marjinal tersebut.

Niat untuk memajukan masyarakat tersebut dibuktikannya dengan memberikan bantuan beasiswa kepada salah satu anak Talang Mamak dari pedalaman TNBT yang kini sedang menempuh pendidikan kebidanan di Pekanbaru.

"Saya salut karena setelah lulus dia ingin mengabdi di kampungnya, ini sebenarnya yang saya harapkan. Karena itu, Pemda memberikan beasiswa kepada anak tersebut. Pemda Inhu juga membuka peluang beasiswa bagi anak-anak dari pedalaman TNBT untuk menggapai pendidikan yang lebih baik guna meraih cita-citanya. Doa kita bagaimana anak-anak kita berguna bagi bangsa dan agama, peluang itu tetap ada," tegasnya.

Sementara itu Fifin A Jogaswara Kepala Balai TNBT yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan dirinya tidak dapat memungkiri persoalan yang disampaikan oleh perangkat desa dan kecamatan tersebut. Terkait sulitnya akses jalan menuju dusun dan desa tersebut. Namun perbaikan jalan dimaksud juga harus sesuai aturan pelestarian taman nasional, mengingat Dusun Datai dan Desa Rantau Langsat berada di dalam kawasan TNBT.

"Kami tidak menutup mata, kami juga ingin akses yang lebih bagus, oleh karena itu, pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk perbaikan jalan tersebut. Pihaknya juga berharap agar warga turut menjaga pelestarian taman nasional, jangan sampai menebang pohon, kalau ada orang di luar yang ada niatan mohon dicegah. Mari sama-sama kita menjaga kawasan," ucapnya.

Ditambahkanya, Balai TNBT juga sudah melakukan berbagai program pembinaan masyarakat di sekitar areal TNBT, salah satunya adalah pembinaan kelompok tani budidaya lebah kelulut. Jelasnya.

Perjalanan lima jam yang cukup melelahkan menuju Dusun Datai, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, dilakukan Bupati Yopi Arianto pada Sabtu 5 Juli 2020 dengan didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Inhu, Riswidiantoro, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Syahrudin, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Nursisman, Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Daerah (KPBD) Inhu, Ergusfian, Kabag Protokoler Supandi, dan Camat Batang Gansal Elinaryon. *** (ADV Kominfo Inhu)

Loading...


Berita lainnya..........
- Tahun Ini Anggaran Dana Desa Meningkat
- Bahas Masalah Infrastruktur, Gubri Gelar Pertemuan dengan Komisi V DPR RI
- Singapura Miliki Nilai Investasi PMA Terbesar di Riau
- Gubri Umumkan Status Siaga Darurat Karhutla Hingga 31 Oktober
- SAKIP Pemprov Riau 2019 Nilai B, Gubri Harapkan Terus Lakukan Perbaikan
- DPRD Kampar Gelar Paripurna Istimewa HUT ke 70 Kabupaten
- Usai Ikuti Program VOTED Tajaan PT CPI,
Rangga: Kini Saya Tak Lagi Bebani Orang Tua

- Keuletan Warga Sakai Menjadi Mandiri
- Program Kemitraan PT CPI dengan Universitas di Riau,
Dosen Unri ke Jepang, Mahasiswa UIR ke Korea Selatan, Jepang dan Vietnam

- Saat Mitra Bicara Cara Kerja PT CPI


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com