Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Rabu, 12 Mei 2021 08:28
FKIJK Riau Laksanakan Vaksin Covid-19

Rabu, 12 Mei 2021 08:12
Jelang Idul Fitri, DPW IKA UII Jogja Wilayah Riau Berbagi Sembako

Selasa, 11 Mei 2021 22:24
Berkah Ramadhan, Pengurus Kopertim Kecamatan Tambusai Buka Puasa Bersama

Selasa, 11 Mei 2021 20:47
Serentak, Delapan Pj Kades Dilantik Camat Seberida Inhu

Selasa, 11 Mei 2021 19:03
Jelang Idul Fitri, PGN Pastikan Progres Pembangunan Proyek Infrastruktur Gas Bumi Sesuai Jadwal

Selasa, 11 Mei 2021 17:13
Polsek Pangkalan Lesung Imbau Soal Prokes di Pasar

Selasa, 11 Mei 2021 17:05
Operasi Polsek Ukui dan Tim Yustisi Sasar Pusat Keramaian

Selasa, 11 Mei 2021 16:59
Tzu Chi dan PT PSPI–APP Sinar Mas Region Riau Berbagi di Bulan Ramadhan

Selasa, 11 Mei 2021 16:58
Polsek Bunut Pastikan Masyarakat Terapkan Prokes Saat Beraktivitas

Selasa, 11 Mei 2021 16:36
Polsek Kuala Kampar Kembali Gelar PPKM

Selasa, 11 Mei 2021 14:09
Mobil Dinas Pemkab Rohul tidak Dikumpul, Tapi tak Boleh Dipakai Mudik Lebaran 2021

Selasa, 11 Mei 2021 13:25
Polsek Pangkalan Kuras Sosialisasikan Bahaya Karhutla

Selasa, 11 Mei 2021 10:25
Cegah Penularan Covid-19, Semua Pelaku Usaha di PekanbaruTutup Tiga Hari Selama Idul Fitri

Selasa, 11 Mei 2021 09:41
Pengakuan Keluarga, Ustaz Zulkarnain Kelelahan Usai Safari Ramadhan di Kuansing

Senin, 10 Mei 2021 23:41
Polres Rohul Siapkan Mudik Virtual Lebaran Gratis Bagi Masyarakat di Polsek Terdekat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 1 September 2020 06:49
Program OVOC RAPP Bantu Petani Limau Kampar Kiri Berkembang di Tengah Corona

Petani Limau di Kampar Kiri mensyukuri adanya Program OVOC PT RAPP. Mereka tetap bisa berkembang di masa Pendemi Corona.

Riauterkini-KAMPAR - Sekitar tahun 1980-an, Desa Teluk Paman Timur di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau telah menjadi sentra produksi jeruk. Limau Manis Kampar atau Limau Manis Kuok, begitu buah ini dikenal, sangat mudah ditemui di sejumlah ruas jalan lintas Kabupaten Kampar. Disebut Limau Manis karena rasanya yang manis meskipun kulitnya masih hijau.

Namun sayangnya, produksi buah kaya vitamin C ini sempat lesu akibat diserang penyakit Huanglongbing atau CVPD dan busuk akar. Kemudian sejak akhir tahun 2008, para petani setempat memulai kembali bertani jeruk dan ingin mengembalikan kejayaannya.

Salah satunya Lilit Leo Ardy (44) warga Desa Teluk Paman Timur, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Awalnya ia hanya memiliki lahan setengah hektar untuk berladang. Seiring banyaknya permintaan dan keuntungan yang diperolehnya dari bertani jeruk, ia saat ini memiliki lahan seluas 1,5 hektar.

Pemerintah Kabupaten Kampar sangat mendukung program budidaya Jeruk dan bertekad mengembalikan Kabupaten sebagai sentra produksi jeruk. Dukungan pun mengalir bagi para petani agar keberadaan buah ini tetap ada dan semakin berkembang. 

Lilik mengatakan pemerintah membantu bibit agar bisa dibudidayakan agar Desa Teluk Paman Timur dapat menjadi sentra jeruk. Keberadaan Limau Manis Kampar semakin dikenal. Namun tantangan baru pun kembali menerpa.

Adanya pandemi COVID-19 membuat petani sedikit kesulitan, mulai dari transportasi dan harganya yang mahal. Namun Lilit dan petani lainnya tak kehabisan akal untuk tetap bertahan. Ia memilih media sosial sebagai alat pemasaran. Beruntung, di saat pandemi ini, permintaan Limau Manis masih banyak dari masyarakat.

“Saya posting di media sosial, jika ada permintaan, saya langsung antar. Jadi tidak menunggu datangnya transportasi dan permintaan, tapi saya yang menjemput bola,” tuturnya.

Ia mengaku langkah pemasaran secara daring tersebut ia ambil ketika berdiskusi dengan perwakilan dari bagian Pemberdayaan Masyarakat (Community Development) salah satu perusahaan di sekitar desanya.

Perusahaan bernama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) itu kemudian memberi pembinaan terhadap Kelompok Tani (Koptan) Air Terjun yang ia ketuai. Koptan ini sekarang berkembang cukup pesat dan sudah memiliki lahan seluas 40 hektar. 

Awalnya, Lilit mengisahkan tahun 2013, pihaknya memperoleh bantuan bibit sebanyak 700 batang termasuk pupuk dan alat pertanian. Kemudian di tahun 2017, RAPP kembali menambah bantuan bibit sebanyak 800 batang. Hal ini dikarenakan, Lilit dan 15 orang anggotanya menunjukkan perkembangan produksi limau yang kian hari semakin baik.

“Tahun 2018, tanaman kami kembali terserang penyakit, tapi RAPP tidak lepas tangan. Kami diberi pelatihan cara pengendalian hama dan penyakit tanaman Jeruk. Ini sangat membantu jadi kami terhindari dari kerugian. Tahun lalu, Alhamdulillah saya berhasil panen sebanyak 5 ton dengan keuntungan mencapai Rp 50 juta,” terangnya. 

Lilit pun bersyukur menjadi salah satu mitra bina program CD RAPP. Selain meningkatkan perekonomian keluarga, ia juga mampu menunaikan ibadah Umroh ke Mekkah.

Senada dengan Lilik, petani lainnya, Mardelis (43) juga merasakan manfaat pembinaan dari program CD RAPP. 

“Biasanya kami panen 2 kali setahun. 1 kali panen bisa 2 hingga 3 ton limau. Untuk keuntungan sendiri bisa mencapai Rp 10 hingga Rp 15 Juta,” tuturnya.

Saat ini, Mardelis memiliki lahan seluas satu hektar. Ia menanam sebanyak 350 batang Limau Manis. Namun, tidak semua batang berhasil panen karena ada hal-hal yang tidak bisa dihindari, seperti banjir dan gangguan binatang.

“Tantangannya ya itu sekarang, kadang kalau musim hujan air sungai bisa naik, kadang ada juga yang dimakan monyet,” terangnya.

Selain bantuan bibit dan pelatihan, petani juga diberi pendampingan pengolahan lahan, kesempatan studi banding dan akses untuk bertemu dengan berbagai pihak, seperti pemerintah dan pelaku usaha lainnya. Kini, mereka telah menguasai pasar jeruk di wilayah Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi dan Pelalawan. 

Manajer CD RAPP, BR Binahidra Logiardi menjelaskan program ini sebagai bentuk kolaborasi dan dukungan terhadap pemerintah dalam hal ketahanan pangan. Melalui Program One Village One Commodity (OVOC) di mana desa tersebut menjadi komoditas unggulan, RAPP membantu para petani untuk bisa meningkatkan kualitas hidup mereka dari segi ekonomi. 

Program OVOC budidaya Limau Manis Kampar ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 nomor 1, 2 dan 4. 

"Melalui program agribisnis ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperoleh hak setara mengakses sumber ekonomi, serta meningkatkan akses terhadap pendidikan," pungkasnya.*** (Cho)

Keterangan foto :
Para petani berfoto di lahan jeruk sebelum pandemi COVID-19.

Loading...


Berita lainnya..........
- Tanggulangi COVID-19, RAPP Sumbangkan APD dan Sembako
- Tinjau Kondisi Masyarakat, Bupati Yopi Kunjungi Desa Marjinal
- Bantuan SKK Migas–PT CPI,
Bor 118 Meter, Demi Air Bersih untuk Minas Timur

- Kabupaten Inhu Siap Menyongsong New Normal
- Pentingnya Air Bersih di Masa Pandemi,
Pakai Teknologi GWFS, SKK Migas-PT CPI Bangunkan Sumur bagi Warga Minas Timur

- Bupati Yopi, Jadikan Idul Fitri Momen Intropeksi Diri
- Dibawah Bupati Yopi Penanganan Covid-19 Inhu Berjalan Maksimal
- RAPP, APR, Asian Agri Serahkan Bantuan APD bagi Tenaga Kesehatan
- Dikomandoi Bupati Yopi Penanganan Covid-19 di Inhu Terus Digesa
- Antisipasi Covid-19, DPRD Riau Bagikan Handsanitizer Gratis ke Pengemudi Ojol


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com