Home > Advertorial >>
Berita Terhangat..
Rabu, 21 Oktober 2020 16:32
Secara Virtual, Agung Toyota Luncurkan New Kijang Innova dan New Fortuner

Rabu, 21 Oktober 2020 16:24
Hari Ini, 11 Penambahan Pasien Positif Corona di Kuansing

Rabu, 21 Oktober 2020 16:05
Diresmikan Pjs Bupati Rohul,
Ponpes Daarul Quran Darussalam Punya Green House Agrowisata Organik Dibantu BI


Rabu, 21 Oktober 2020 16:03
Talkshow Riauter Channel,
Cegah Libur Panjang jadi Klaster Penyeberan Corona


Rabu, 21 Oktober 2020 15:57
Buronan Kasus Korupsi Asal Maluku Ditangkap Jaksa di Pekanbaru.

Rabu, 21 Oktober 2020 14:44
Dampak Covid-19, Program Pembangunan Jalan Desa di Rohul Kena Pangkas

Rabu, 21 Oktober 2020 13:39
Edar Sabu, Seorang Kakek Ditangkap Polres Pelalawan

Rabu, 21 Oktober 2020 12:59
Distanak Pekanbaru Punya Strategi Hadapi Rawan Pangan Saat Pandemi Corona

Rabu, 21 Oktober 2020 12:54
Dandim 0314 Inhil Bagi Sembako untuk Korban Kebakaran di Tembilahan Hulu

Rabu, 21 Oktober 2020 12:45
Pendemi Covid 19, Warga Pekanbaru Sulap Halaman Rumah Jadi Kebun Bunga dan Buah-buahan

Rabu, 21 Oktober 2020 12:35
Damsir Ali, Tokoh Pendiri Kabupaten Rokan Hulu Meninggal Dunia

Rabu, 21 Oktober 2020 10:51
7 Ton Perhektar, Panen Raya Padi di Teberau Panjang, Kuansing

Rabu, 21 Oktober 2020 10:38
Kapolres Inhil Beri Penghargaan pada 12 Personil Berprestasi

Rabu, 21 Oktober 2020 10:25
Kampanye Dialogis di Duri, Istri Eks Wabup Bengkalis Paparkan Program AMAN

Rabu, 21 Oktober 2020 09:52
Operasi Microsleep, Pengendara Tol Permai Mengantuk Diberi Kopi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 14 Oktober 2020 20:37
Manfaatkan Satelit untuk Lindungi Gajah Sumatra1,
PT CPI Serahkan Bantuan GPS Collar dan Camera Trap

Kini, pergerakan gajah sumatera di sejumlah kantong habitatnya, dapat dipantau secara real time. PT CPI memberikan bantuan berupa tiga GPS Collar kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau.

Jakarta-riauterkini– Pergerakan kelompok-kelompok gajah di kantong habitat Balai Raja, Giam Siak Kecil, dan Petapahan di Provinsi Riau bakal dapat dipantau secara real time. Langkah progresif ini menyusul bantuan sistem navigasi berbasis satelit berupa tiga GPS Collar yang diserahkan PT. Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Dengan mengalungkan alat tersebut, pergerakan kawanan gajah dapat dipantau melalui satelit sehingga potensi konflik dengan manusia dapat dimitigasi secara dini.

Serah terima bantuan GPS Collar tersebut dilakukan oleh Sr. VP Corporate Affairs PT CPI Wahyu Budiarto kepada Kepala BBKSDA Riau Suharyono melalui sebuah acara semivirtual yang digelar di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta, Selasa (13/10). Acara tersebut juga disaksikan oleh Dirjen Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ir. Wiratno, M.Sc, Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE) Ir. Asep Sugiharta, M.Sc, dan Senior Manager Pertanahan SKK Migas Farida. Selain tiga GPS Collar, juga diserahkan bantuan alat kegiatan konservasi lainnya berupa 18 camera trap.

”Terobosan ini diharapkan mampu mengurangi kerentanan hidup Gajah Sumatra dan satwa liar lainnya akibat konflik maupun perburuan manusia,” ujar Wahyu Budiarto. Bantuan peralatan ini merupakan bagian dari kerja sama multipihak antara KLHK, PT CPI, dan Perkumpulan Gajah Indonesia (PGI) dalam upaya penyelamatan Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus). ”Kerja sama penyelamatan Gajah Sumatra ini selaras dengan salah satu nilai perusahaan kami, yakni Melindungi Manusia dan Lingkungan,” lanjut Wahyu Budiarto.

Dirjen KSDAE Wiratno mengharapkan kerja sama multipihak ini dapat menjadi model konservasi Gajah Sumatra di daerah lainnya. Upaya konservasi seperti ini harus menjadi gerakan bersama, tidak hanya dilakukan oleh pemerintah. “Bantuan GPS Collar dan camera trap ini adalah bentuk kepedulian dari berbagai pihak termasuk private sector (sektor swasta, Red.) tentang keselamatan satwa liar kebanggaan kita. Saya mengucapkan terima kasih kepada BBKSDA Riau dan tim bersama mitra-mitra dan berharap kita dapat memonitor pergerakan gajah secara langsung,” tutur Wiratno dalam arahannya.

Nota Kesepahaman di antara para pihak ditandatangani pada Februari 2020 lalu. Di samping pemasangan GPS Collar dan camera trap, kerja sama tersebut juga mencakup pemantauan populasi dan pembinaan habitat khususnya di Hutan Talang yang berada di area yang dikelola oleh PT CPI.

“Kantong habitat gajah di Balai Raja, Giam Siak Kecil, dan Petapahan adalah kantong habitat yang penting karena memiliki jumlah gajah yang banyak dan pergerakannya yang cukup jauh. Kita mengetahui tingkat konflik gajah dengan manusia di lanskap Balai Raja sangat tinggi. Diharapkan dengan pemasangan GPS Collar ini dapat membantu untuk menangani konflik tersebut dengan lebih baik,” papar Ketua PGI Donny Gunaryadi.

Kegiatan pemasangan ketiga GPS Collar tersebut direncanakan pada akhir Oktober 2020. GPS Collar akan dikalungkan di leher gajah dewasa dominan di kelompoknya. Pergerakan kelompok gajah akan terpantau setiap harinya. Data pergerakan gajah, selain digunakan sebagai alat deteksi dini, juga dapat dianalisis sebagai dasar perencanaan konservasi gajah di masa mendatang.

Untuk camera trap, sebagian dipasang di area perlintasan gajah dan sebagian lainnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung program pelestarian satwa-satwa liar di Riau, seperti harimau, macan dahan, beruang, dan lain-lain. Sebagai pelaksana program, PGI juga menggandeng Rimba Satwa Foundation (RSF) sebagai mitra konservasi di tingkat lokal. Tim patroli gabungan RSF dan BBKSDA Riau secara rutin melakukan penyisiran area jelajah gajah dari ancaman kematian langsung seperti jerat, pagar listrik, racun, dan perburuan.

Kelompok gajah yang menjadi prioritas saat ini adalah kelompok Balai Raja dan Petapahan. Populasi kelompok Balai Raja diperkirakan 25 ekor di mana sebagian lainnya berada di Giam Siak Kecil.

Di kawasan Balai Raja, habitat gajah dengan tutupan hutan yang memadai hanya tersisa 200 hektar di Hutan Talang yang dikelola oleh PT CPI. Pembinaan habitat di Hutan Talang akan dijalankan melalui pembersihan gulma dan pembuatan blok mineral untuk meminimalisasi intensitas konflik di kebun masyarakat.

Kawanan gajah tersebut juga sering melintasi perumahan karyawan PT CPI di Duri. Namun, karena perlintasan gajah di perumahan itu terpelihara dengan baik, konflik dengan para penghuni dapat dihindari. Karyawan PT CPI juga telah dibekali pemahaman tentang apa yang harus dilakukan ketika berjumpa dengan kawanan satwa yang dilindungi tersebut.

Sementara itu, kelompok Petapahan diperkirakan 11 ekor yang menjelajah area Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas dan Taman Hutan Rakyat Sultan Syarif Hasim (Tahura SSH).

Penyelamatan Gajah Sumatra ini merupakan bagian dari program investasi sosial PT CPI di bidang lingkungan. Program-program lainnya di antaranya Program Bank Sampah di Pekanbaru, Bengkalis, dan Siak bekerja sama dengan Universitas Lancang Kuning; konservasi mangrove bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN); serta Program Desa Peduli Gambut di Siak dan Rokan Hilir bekerja sama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG).***(adv)

Loading...


Berita lainnya..........
- Pemprov Riau Gesa Progres APBD 2020
- Jokowi: Tol Pekanbaru-Dumai Akhir April Tuntas
- Gubri Hadiri Rakornas Investasi 2020 di Jakarta
- Disambut Gubri, Presiden Jokowi Tiba di Pekanbaru
- Tahun Ini Anggaran Dana Desa Meningkat
- Bahas Masalah Infrastruktur, Gubri Gelar Pertemuan dengan Komisi V DPR RI
- Singapura Miliki Nilai Investasi PMA Terbesar di Riau
- Gubri Umumkan Status Siaga Darurat Karhutla Hingga 31 Oktober
- SAKIP Pemprov Riau 2019 Nilai B, Gubri Harapkan Terus Lakukan Perbaikan
- DPRD Kampar Gelar Paripurna Istimewa HUT ke 70 Kabupaten


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com