Home > Covid19 >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Januari 2021 11:04
Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo Positif Covid-19

Jum’at, 22 Januari 2021 21:13
Rangkaian HPN, 10 Desa Direncanakan Terima PWI Inhil Award 2021

Jum’at, 22 Januari 2021 20:29
BB Chip Judi High Domino Hilang, Polres Meranti Indentifikasi Pelaku

Jum’at, 22 Januari 2021 19:33
1 Sembuh, Penambahan Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Tidak Ada

Jum’at, 22 Januari 2021 19:27
Jumlah Pasien Sembuh Lebih Banyak Dibanding Terkonfirmasi

Jum’at, 22 Januari 2021 17:35
Pemkab Inhil Terima Bantuan CSR PT. Bank Riau Kepri

Jum’at, 22 Januari 2021 17:22
1 Dasawarsa, Penduduk Riau Nambah 855.720 Jiwa

Jum’at, 22 Januari 2021 16:30
Polda Riau Pertimbangkan Panggil Wako Firdaus Dalam Kasus Sampah

Jum’at, 22 Januari 2021 16:24
Wagub Ingin PKS Sejalan Wujudkan Riau Lebih Baik

Jum’at, 22 Januari 2021 14:02
Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan Terpilih


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 24 Nopember 2020 11:37
Lewat SPM, Investor dan Transaksi Beli Saham di Galeri Investasi UIN Suska Riau Meningkat

Pasar modal di awal Pandemi Covid-19, terasa imbasnya. Hal itu pun dirasakan oleh komunitas investor muda kampus galeri investasi UIN Suska Riau.



Riauterkini - PEKANBARU - Pasar modal di awal pandemi Covid-19, terasa imbasnya. Hal itu pun dirasakan oleh komunitas investor muda kampus galeri investasi Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau.

Menurut PIC galeri invetasi UIN Suska Riau, Harzian, Selasa (24/11/2020), awal pandemi transaksi pembelian saham di pasar modal, mengalami penurunan parah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dari level 6.300 turun paling dalam ke level 3900.

“Menggambarkan penurunan transaksi, lebih banyak jual dari pada yang membeli,” ungkap Harzian.

Harzian menuturkan, berdasarkan pengamatan yang ia lakukan, di masa new normal, IHSG mulai membaik ke level 5.500 pada bulan November 2020 ini. Naik sekitar 10 persen dibanding awal pandemi Covid-19.

“Ini terhitung lumayan,” ujarnya.

Menurutnya, membaiknya kondisi pasar modal di akhir tahun ini tidak terlepas dari berbagai sebab. Mulai dari isu sudah ditemukannya vaksin, hingga pemilihan presiden AS.

“Selama Trump memimpin, pasar saham gak terlalu berkembang. Apalagi pasar saham Indonesia ngikut pasar saham Indonesia. Saya melihatnya seperti itu,” katanya.

Sedikit ada perubahan upaya yang dilakukan galeri investasi UIN Suska Riau untuk meningkatkan literasi pasar modal dan saham di masa pandemi covid-19. Ini ditujukan agar generasi muda, khususnya anggota galeri investasi UIN Suksa Riau makin melek dan tetap optimis di masa pendemi Covid-19.

Harzian mengatakan, untuk menarik generasi muda ikut andil di pasar modal di masa pandemi, giat Sekolah Pasar Modal (SPM) makin sering dilakukan oleh komunitas kampusnya.

SPM digelar secara virtual menggunakan bergabagi media.

“Agustus kita mulai lagi, tapi baru 3 sampai 4 kali. Nah, Oktober paling padat sampai 5 kali. Kita kenalkan bagaimana pasar modal dan manggaet investor baru. Meski kita lakukan secara daring, antusiasnya sangat tinggi, khususnya di generasi muda,” paparnya.

Harzian menambahkan, hasil dari kegiatan SPM menunjukkan pertumbuhan yang cukup positif terhadap jumlah investor dan transaksi pembelian saham di galeri investasi UIN Suska Riau.

“Setiap kali SPM dilakukan selalu ada penambahan investor baru. Bahkan sampai saat ini 70 orang yang masih menunggu proses pembuatan akun,” jelasnya.

Pihak terkait seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) Riau, juga memberi dukungan penuh untuk pertumbuhan pasar modal di Riau.

Harzian mengaku, di setiap SPM galeri investasi UIN Suska Riau, pihak BEI selalu memberikan fasilitas. Satu di antaranya yakni support pemateri.

Di lain hal ditambahkannya, Indonesia dengan penduduk sebanyak 250 juta, baru 1 persen menyumbang generasi muda untuk terjun berinvestasi ke pasar modal.

Ini artinya masih perlu edukasi berkelanjutan, agar tercipta investor muda baru yang siap besar di masa depan.

“Kami dari galeri investasi UIN akan terus mendukung dalam memberikan literasi soal pasar modal ke generasi muda khususnya di kampus. Penting kita pahami, ikut pasar modal, dan kita beli saham suatu perusahaan besar, itu artinya kita secara tak langsung menjadi bagian dari pemilik perusahaan itu,” tuturnya.

“Terus juga dari segi hasil kalau kita serius, kita punya kesempatan untuk dapat profit yang tinggi. Jadi itulah positifnya pasar modal atau saham ini dibanding investasi jenis lain,” terang Harzian.*(arl)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Loading...


Berita Covid19 lainnya..........
- Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo Positif Covid-19
- 1 Sembuh, Penambahan Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Tidak Ada
- Jumlah Pasien Sembuh Lebih Banyak Dibanding Terkonfirmasi
- Wagub Ingin PKS Sejalan Wujudkan Riau Lebih Baik
- Update Covid-19, Positif 137, Sembuh 96
- 10 Sembuh, Pasien Covid-19 di Kuansing Bertambah 4 Orang
- Bertambah 123, Ini Sebaran Kasus Covid-19 di Riau
- 4 Sembuh, Pasien Covid - 19 di Kuansing Bertambah 1 Orang
- Satlantas Polres Rohul Rutin Beri Penerangan Prokes Covid-19 dan Berlalulintas
- Update Covid-19, Positif 167, Sembuh 141, Meninggal 4
- Hari ini Penambahan Pasien Covid - 19 Kuansing Nihil
- Rutan Terima 101 Tahanan Baru dari Polda dan 4 Polsek
- Belajar Tatap Muka 3 Jam Sehari di Kuansing Dievaluasi Setelah 2 Bulan Berjalan
- Bertambah 88, Sebaran Kasus Covid-19 Terbanyak Pekanbaru
- Bertambah 188, Total Kasus Covid-19 di Riau Capai 27.337 Orang
- Sembuh 3, Pasien Covid-19 di Kuansing Bertambah 4 Orang
- Sembuh 1, Pasien Covid - 19 di Kuansing Bertambah 5 Orang
- Update Covid-19, Positif 96, Sembuh 166, Meninggal 5
- 4 Sembuh, Pasien Covid-19 di Kuansing Bertambah 8 Orang
- Bertambah 170, Total Kasus Covid-19 di Riau Tembus 27 Ribu Lebih


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com