Home > Covid19 >>
Berita Terhangat..
Rabu, 5 Mei 2021 22:23
Tekan Angka Laka dengan Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 5 Mei 2021 20:04
Dukung Satgas RAFI 2021, PGN Pastikan Keamanan Infrastruktur dan Layanan Gas Bumi

Rabu, 5 Mei 2021 20:03
ASN Pemprov Diberi Waktu Memarkirkan Kendaraan Dinasnya Hingga Pukul 21.00

Rabu, 5 Mei 2021 20:01
Resmi, Budi Santoso Jabat Ketua Fraksi Golkar DPRD Inhu

Rabu, 5 Mei 2021 19:32
Bupati Bengkalis dan Kapolres Tanam Cabai Merah

Rabu, 5 Mei 2021 18:00
Antisipasi Kekosongan, DPRD Inhu Minta Pj Bupati Segera Tunjuk Pj Kades

Rabu, 5 Mei 2021 17:53
DPRD Pekanbaru Minta Walikota Evaluasi Kadiskes

Rabu, 5 Mei 2021 17:42
Kapolres Inhil Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 Bagi Lansia

Rabu, 5 Mei 2021 17:02
Puluhan Warga Terjaring Penegakan Hukum Prokes

Rabu, 5 Mei 2021 16:31
Alhamdulillah, Baznas Bengkalis Salurkan Zakat Konsumtif Rp360 Juta untuk 1.200 Mustahik


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 3 Mei 2021 20:27
Gubri Minta Bupati Walikota Bayarkan Insentif Ribuan Tenaga Medis

Ribuan tenaga medis sudah empat bulan belum terima insentif. Gubri minta kepala daerah segera menganggarkannya.

Riauterkini - PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar minta bupati, walikota di Riau bayarkan ribuan insentif tenaga medis dan non medis di masing-masing rumah sakit atau pelayanan kesehatan kabupaten kota.

Pasalnya, hingga saat ini para pahlawan di masa pandemi Covid-19 ini sudah empat bulan menerima insentif. Para kepala daerah yang ada di kabupaten kota segera merespon.

"Tolong bapak (bupati/walikota) menyediakan insentif tenaga medis yang bekerja di masing-masing rumah sakit dari APBD bapak," pinta Gubri saat rapat koordinasi penanganan Covid-19 dengan Forkopimda Riau bersama Bupati/Walikota se-Riau secara vitual di Gedung Daerah Riau, Senin (3/5/21).

Gubri mengatakan, pemerintah provinsi juga akan membayarkan insentif tenaga medis melalui APBD Riau untuk empat bulan dalam pekan ini.

"Kami di provinsi Insya Allah dalam minggu ini akan kami bayar insentif tenaga medis. Empat bulan yang harus kita bayar. Termasuk tenaga relawan yang dibayar dari uang ini (APBD)," ujarnya.

Gubri menyatakan, memang seyogyanya, insentif tenaga medis ini dibayar Kementerian Kesehatan, namun karena ada keterlambatan maka perlu dicarikan solusi, agar tenaga medis yang bekerja di rumah sakit ini bisa semangat.

"Apalagi kita tahu saudara-saudara kita umat Islam akan merayakan Idul Fitri, tentu mereka butuh dukungan-dukungan insentif. Kalau dukungan insentif ini kita berikan ada semangat tenaga medis menangani pasien Covid-19 lebih maksimal. Dan kita perlu motivasi mereka agar tetap menjaga kesehatan," harapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, tahun ini insentif tenaga kesehatan (Nakes) di rumah sakit dialokasikan melalui APBD.

Insentif Nakes yang dibayar melalui APBD, sebut Mimi Nazir, hanya khusus untuk rumah sakit pemerintah daerah.

"Seperti Nakes di RSUD Arifin Achmad, RSJ Tampan dan RSUD Petala Bumi itu insentifnya dari APBD Riau. Kemudian untuk RSUD kabupaten/kota juga bersumber dari APBD masing-masing," ungkapnya.

"Sedangkan kalau ntuk rumah sakit swasta, pengajuan insentif nakesnya tetap ke pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan," tambahnya.

Meskipun ada peralihan sumber dana untuk insentif tenaga kesehatan tersebut, Mimi menyatakan besaran insentif yang diterima para tenaga kesehatan tetap sama.

"Besarannya tetap sama, yaitu dihitung berdasarkan beban kerja. Semua yang berhubungan langsung dengan penanganan pasien positif Covid-19 dapat insentif, seperti dokter, perawat, hingga supir ambulans," sebutnya.

Lebih lanjut Mimi menyatakan, memang insentif tenaga kesehatan untuk tahun 2020 ada yang belum dibayarkan. Namun informasi yang diterima pihaknya, dana untuk insentif tahun 2020 sudah tersedia di pusat.

"Sudah ada anggaran disiapkan pemerintah pusat untuk insentif tenaga kesehatan tahun 2020 lalu. Jadi kita tunggu kapan dibayar," ujarnya.***(mok)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Loading...


Berita Covid19 lainnya..........
- Kapolres Inhil Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 Bagi Lansia
- Cegah Wabah Corona, Kapolres Meranti Himbau Warga Patuh tak Mudik
- Seorang Pegawai Diduga Terpapar Covid-19, Pegawai Dinas PUPR Rohul Jalani Swab VCR
- Susul Kapten, Empat ABK Kapal India Positif Covid-19
- Lima Kecamatan Zona Merah, Plh Bupati dan Kapolres Rohul Sosialisasi di Pasar Modern
- Mulai Besok, Pelanggar Prokes di Inhu Dikenakan Sanksi Kurungan
- Bupati Inhil Awasi Langsung 57 Pelanggar Prokes Bersih Makam
- Putus Rantai Covid-19, Gugus Tugas Meranti Lakukan Penyemprotan Disinfektan Skala Besar
- Ngeri! Sehari 7 Warga Bengkalis Meninggal Dunia Terpapar Covid-19
- Gubri Minta Bupati Walikota Bayarkan Insentif Ribuan Tenaga Medis
- Tak Beri Contoh Prokes, Aktivis Keluhkan Keseriusan RSUD Mandau Hadapi Corona
- Sholat Id Untuk Zona Orange dan Merah di Rumah Saja
- Hendak Muat CPO di EUP Dumai, Kapten Kapal Asal India Positif Covid-19
- Antisipasi Covid-19, Satpol PP Inhu Lakukan Penyekatan Diperbatasan
- Antisipasi Covid 19, Bupati Inhil Anjurkan Protkes Saat Bukber
- Sehari 55 Orang Terpapar, Awal Mei Kasus Covid-19 di Bengkalis Meroket
- Tekan Covid 19, Tim Yustisi Covid 19 Inhil Razia Skala Besar di Tembilahan
- 15 Pasien Covid-19 Meninggal Hari Ini, Gubri Doakan dan Ucapkan Keprihatinan
- Tim Satgas Covid 19 Inhil Perketat Gaklin Prokes
- Kasus Positif Meningkat, Ruang ICU Perawatan Pasien Covid-19 di Riau Penuh, Kecuali Non Ventilator


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com