Home > Covid19 >>
Berita Terhangat..
Senin, 21 Juni 2021 20:05
Jenazah Almarhum Raja Rivaie Rachman Dimakamkan di TMP Kusuma Dharma Pekanbaru

Senin, 21 Juni 2021 19:40
Tindak-lanjuti Laporan, Bupati Kuansing Penuhi Panggilan Kejati Riau

Senin, 21 Juni 2021 19:23
PTUN Perintahkan Menag Kembalikan Akhmad Mujahidin sebagai Rektor UIN Suska

Senin, 21 Juni 2021 18:58
Shizuoka Ichigo, Persembahan Baru Street Boba Hadir di Duri

Senin, 21 Juni 2021 18:55
Sinergikan Program Kehumasan, KPU Riau Kunker ke KPID Riau

Senin, 21 Juni 2021 17:56
Wamentan Harvick: Panen Jagung oleh Koperasi RTBS Bentuk Ketahanan Pangan

Senin, 21 Juni 2021 17:27
Pasca Dilantik Gubri, Sukiman-Indra Gunawan Siap Melaksanakan Visi Misi

Senin, 21 Juni 2021 17:24
Pencuri Pipa Besi Chevron Ditangkap di Rohil

Senin, 21 Juni 2021 15:35
Bersama Suami, "Ratu Narkoba" Jalani Rehabilitasi di Lido Jabar

Senin, 21 Juni 2021 15:26
BC Bengkalis Sita 28.200 Batang Rokok Tanpa Cukai


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 9 Mei 2021 07:55
Diikuti Puluhan Peserta, Festival Colok di Bengkalis Ikuti Prokes Ketat

Sempat ditiadakan tahun lalu, Festival Colok di Bengkalis kali ini sangat berbeda. Tanpa pembukaan, dilakukan pembatasan pengunjung dan wajib masker.

Riauterkini-BENGKALIS- Pelaksanaan Festival Colok menyambut Lebaran Idul Fitri 1442/2021 M, dan digelar setiap malam 27 Ramadan (7 likur), Sabtu (8/5/21) tadi malam di Bengkalis berbeda dengan tahun-tahun sebelummya.

Festival untuk melestarikan tradisi tahunan di daerah ini sempat ditiadakan 2020 lalu, karena menghadapi pandemi Covid-19. Tahun ini, meskipun masih di tengah-tengah pandemi Covid-19, kegiatan festival ditaja Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Pemuda Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis tahun 2021 tetap digelar namun dengan cara yang sangat berbeda.

Kegiatan tersebut tidak dilakukan pembukaan festival secara resmi dan panitia penyelenggara hanya menyaksikan penyalaan, kemudian wajib mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 dan peserta hanya sekali atau satu malam melakukan penyalaan lampu.

Sistim perlombaan atau penilaian, masing-masing peserta membuat vidio dan dikirim ke panitia perlombaan. Dan setiap peserta wajib mengantisipasi kerumunan yang akan melihat dan mengimbau mematuhi Prokes 5M dan 3T di sekitar lokasi kegiatan.

Kendati demikian sejumlah peserta tetap antusias mengikuti festival yang menguji keterampilan dalam membentuk miniatur seperti bentuk masjid dan lain sebagainya itu. Sedikitnya terdaftar sebagai peserta sebanyak 20 kelompok.

Sementara itu, bagi masyarakat yang akan melihat dari dekat wajib mematuhi Prokes seperti di larang berkerumun dan harus memakai masker.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Kabupaten Bengkalis, Khairani menjelaskan, dengan batalnya pembukaan Festival Colok secara seremonial bukan berarti Pemkab Bengkalis tidak melakukan peninjauan dan penilaian.

"Karena masih mewabahnya Covid-19 ini, dan adanya larangan dari pemerintah pusat. Jadi Bupati Bengkalis langsung membatalkan pembukaan, karena untuk menghindari kerumunan," ungkap Khairani.

"Ada sekitar 20 peserta yang mendaftar. Dan kita dari Dinas tetap melibatkan tiga instansi untuk juri penilaian yaitu, polres Bengkalis, Kemenag dan Disbudparpora," ujarnya.

Suasana dan kondisi di sejumlah lokasi kegiatan terpantau masyarakat terlihat berbondong-bondong menyaksikan keindahan kreasi miniatur lampu colok di Bengkalis. Seperti di lokasi Lampu Colok Dusun II Desa Simpang Ayam.

Penjagaan dilakukan oleh aparat kepolisian dan pemuda desa untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung. Setiap warga yang menyaksikan wajib menggunakan masker.

Penjagaan ketat untuk mematuhi Prokes Covid-19 juga terlihat di lokasi Lampu Colok di Jalan Utama Penawa Laut, Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan. Bagi warga atau pengunjung untuk menyaksikan dari dekat diwajibkan dan harus melalui tiga titik penyekatan.

Selain penyekatan, petugas juga melakukan imbauan kepada warga untuk melihat dari dekat Lampu Colok wajib memakai masker. Penyelenggara juga memberikan masker secara gratis.***(dik)



#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Loading...


Berita Covid19 lainnya..........
- Sudah 169 Warga Bengkalis Dilaporkan Meninggal Dunia Terpapar Covid-19
- Kemenag Rohul Batasi Kegiatan Keagamaan di Zona Merah Covid-19
- Update Covid-19, Positif 332. Sembuh 340, Meninggal 15
- RAPP Perusahaan Pertama di Kuansing Melakukan Vaksinasi Covid-19
- Corona Mengganas, 57 Warga Inhu Meninggal Dalam Dua Bulan
- Langgar Prokes, 12 Warga Tembilahan Disdang di Tempat.
- Pandemi Covid-19, Abdul Somad Batal Hadiri Silaturrahim Pemkab Bengkalis dan Masyarakat
- Bupati Kuansing Gusar, Sejumlah Perusahaan Cuekin Undangan Bahas Covid-19
- Kasus Positif Melandai, Pasien Sembuh dari Covid-19 Meningkat Signifikan
- Tak Ada ICU Covid-19, Bupati Adil: Provinsi Harus Lebih "Peka"
- Tangani Covid-19, Bupati Kuansing Koordinasi Langsung dengan Gubernur
- Tim Satgas Tegur 30.847 Warga Bengkalis Melanggar Prokes Covid-19
- Bupati Kuansing Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid - 19 di Kuantan Mudik
- Pasien Sembuh dari Covid-19 di Riau Kembali Lebih Banyak Dibanding Kasus Baru
- 20 Warga Ukui, Pelalawan Ikuti Vaksinasi di Puksesmas
- Update Covid-19, Positif 389, Sembuh 561
- Kapolres Ungkap Lebih 2.200 Warga Rohul Terkonfirmasi Covid-19
- Tak Indahkan Prokes, Warga Penyalai Diberi Edukasi dan Teguran
- Sebanyak 48 Persen Lansia Sudah Disuntik Vaksin
- Vaksin Kembali Didistribusikan ke Rumah Sakit, DPRD Pekanbaru Sarankan Satgas Covid-19 Diperkuat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com