Home > Covid19 >>
Berita Terhangat..
Kamis, 17 Juni 2021 20:50
Hari Ketiga, TNI-AU dan USPACAF Amerika Mulai Latihan Manuver Udara

Kamis, 17 Juni 2021 20:05
Dikabarkan 5 Korban Jiwa Dalam Kebakaran Pabrik PT Sari Dumai Oleo

Kamis, 17 Juni 2021 19:54
Update Covid-19, Positif 332. Sembuh 340, Meninggal 15

Kamis, 17 Juni 2021 19:51
Disaksikan Wagubri, BSN RI dan Unilak Teken MoU Peningkatan Standarisasi Produk

Kamis, 17 Juni 2021 18:38
Anggota Komisi IX DPR RI Saksikan Langsung Vaksinasi di Riau

Kamis, 17 Juni 2021 17:29
Dinas PUPR Rohul Rangkul Perusahaan untuk Bangun Infrastruktur Jalan dan Jembatan

Kamis, 17 Juni 2021 17:13
Polisi Awasi Prokes Warga Dipelabuhan Penyalai

Kamis, 17 Juni 2021 17:09
Disiplin Warga, Polsek Ukui Rutin Razia Prokes

Kamis, 17 Juni 2021 17:01
Polsek Pangkalan Lesung Kawal Vaksinasi Warga

Kamis, 17 Juni 2021 16:55
Polsek Bunut Minta Warga Lapor Jika Ada Pungli


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 16 Mei 2021 14:40
Tak di Tempat Saat Lonjakan Pasien Covid-19, DPRD Inhu Minta Dirut RSUD Indrasari Rengat Dievaluasi

Sejumlah kalangan meminta kinerja Dirut RSUD Indragiri Rengat dievaluasi, termasuk dari DPRD Inhu. Pasalnya, yang bersangkutan kedapatan tak berada di tempat saat lonjakan kasus Covid-19 terjadi.

Riauterkini-RENGAT-Tidak berada di tempatnya, Direktur RSUD Indrasari Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) saat terjadinya lonjakan pasien Covid-19 hingga berakibat penuhnya tempat tidur bagi pasien Covid-19 di RSUD Indrasari Rengat, mendapat sorotan berbagai pihak. Tak terkecuali dari DPRD Inhu yang meminta agar Direktur RSUD Indrasari Rengat, Inhu dievaluasi.

Penegasan agar dilakukanya evaluasi terhadap Direktur RSUD Indrasari Rengat, Inhu Sri Darmayanti disampaikan Suwardi Ritonga Wakil Ketua(Waka) II DPRD Inhu menyikapi tidak berada ditempat nya Direktur RSUD Indrasari Rengat, Inhu disaat tengah melonjak nya pasien Covid-19 hingga berakibat penuh nya tempat tidur bagi pasien Covid-19 di RSUD Indrasari Rengat, Inhu.

"Saya minta agar Direktur RSUD Indrasari Rengat ini dievaluasi, karena selain sudah adanya instruksi presiden melalui MenPan RB dan Mendagri agar tetap berada di tempat bagi para pejabat terutama pejabat medis dan disaat para perawat serta tenaga medis di RSUD Indradari Rengat yang merupakan bawahan nya tengah berjibaku menghadapi pasien Covid-19. Direktur justru pergi dan tidak berada ditempat," tegas Suwardi Ritonga Waka II DPRD Inhu kepada riauterkinicom, Ahad (16/5/21).

Selain meminta agar Direktur RSUD Indrasari Rengat dievaluasi, Waka DPRD Inhu juga menyesalkan adanya informasi terkait Pj Bupati Inhu yang memberi ijin terhadap Direktur RSUD Indrasari Rengat untuk pergi keluar daerah. Sementara masyarakat justru dipaksa tetap berada di tempat.

"Kalau memang benar informasi Pj Bupati Inhu yang memberi ijin terhadap kepergian keluar kota Direktur RSUD Indrasari Rengat tentunya ini sangat disesalkan. Selain itu saya juga menilai pemberian ijin tetsebut kurang bijak karena mengabaikan intruksi presiden melalui MenPan RB dan Mendagri," ungkapnya.

Disaat semakin melonjaknya pasien Covid-19 di Inhu seharusnya para pejabat di Inhu lebih fokus dalam upaya penanganan dan penanggulangan Covid-19, bukan malah bepergian keluar kota dengan menggunakan berbagai alasan.

"Harus nya para pejabat Inhu itu lebih fokus dalam upaya penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Inhu, apalagi saat ini tengah terjadi lonjakan pasien Covid-19 di Inhu. Bukan malah bepergian keluar kota dengan menggunakan berbagai alasan," tandasnya.

Ditambahkan Suwardi Ritonga, pihaknya saja di DPRD Inhu mematuhi instruksi yang disampaikan presiden tersebut, dengan tetap berada di tempat dan tidak melakukan perjalanan keluar kota. Karena selain mematuhi instruksi yang telah diberikan, pihak DPRD Inhu juga merasa prihatin dengan kondisi lonjakan pasien Covid-19 di Inhu.

"Selain mematuhi instruksi untuk tidak bepergian keluar kota dan harus tetap berada ditempat, kami anggota DPRD Inhu juga merasa prihatin atas lonjakan pasien Covid-19 di Inhu. Untuk itu kami sepakat untuk tetap berada ditempat agar mengurangi angka penularan dengan mematuhi protokol kesehatan," jelasnya. * (guh)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Loading...


Berita Covid19 lainnya..........
- Update Covid-19, Positif 332. Sembuh 340, Meninggal 15
- RAPP Perusahaan Pertama di Kuansing Melakukan Vaksinasi Covid-19
- Corona Mengganas, 57 Warga Inhu Meninggal Dalam Dua Bulan
- Langgar Prokes, 12 Warga Tembilahan Disdang di Tempat.
- Pandemi Covid-19, Abdul Somad Batal Hadiri Silaturrahim Pemkab Bengkalis dan Masyarakat
- Bupati Kuansing Gusar, Sejumlah Perusahaan Cuekin Undangan Bahas Covid-19
- Kasus Positif Melandai, Pasien Sembuh dari Covid-19 Meningkat Signifikan
- Tak Ada ICU Covid-19, Bupati Adil: Provinsi Harus Lebih "Peka"
- Tangani Covid-19, Bupati Kuansing Koordinasi Langsung dengan Gubernur
- Tim Satgas Tegur 30.847 Warga Bengkalis Melanggar Prokes Covid-19
- Bupati Kuansing Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid - 19 di Kuantan Mudik
- Pasien Sembuh dari Covid-19 di Riau Kembali Lebih Banyak Dibanding Kasus Baru
- 20 Warga Ukui, Pelalawan Ikuti Vaksinasi di Puksesmas
- Update Covid-19, Positif 389, Sembuh 561
- Kapolres Ungkap Lebih 2.200 Warga Rohul Terkonfirmasi Covid-19
- Tak Indahkan Prokes, Warga Penyalai Diberi Edukasi dan Teguran
- Sebanyak 48 Persen Lansia Sudah Disuntik Vaksin
- Vaksin Kembali Didistribusikan ke Rumah Sakit, DPRD Pekanbaru Sarankan Satgas Covid-19 Diperkuat
- Camat Tuah Madani: Antusias Masyarakat Tinggi Ikuti Vaksinasi
- Personil Polsubsektor Pelalawan Bersama Tim Yustisi Lakukan 3T


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com