Home > Covid19 >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 September 2021 21:27
Kemeriahan MTQ ke - II, Ini Harapan Lurah Duri Timur

Senin, 27 September 2021 20:52
Bank Riau Kepri Masuk 10 Terbaik se Indonesia dalam Mendukung Program Perumahan Pemerintahan Jokowi

Senin, 27 September 2021 19:39
Pemprov Gratiskan Rapid Antigen Untuk Pelamar CPNS

Senin, 27 September 2021 17:09
Bupati Kuansing Resmikan Pasar Pokan Selasa Desa Teluk Pauh

Senin, 27 September 2021 17:07
Bawa Kabur Sepeda Motor Warga Riau, Pria Asal Sibuhuan Ditangkap Polisi Rohul

Senin, 27 September 2021 15:58
Tekan Kecelakaan di Tol Permai, PT HK Pasang 20 Rumble Strip dan 15 Lampu Flip Flop

Senin, 27 September 2021 15:33
Empat Poin Penting Putusan Rapimwil PPP Riau

Senin, 27 September 2021 13:12
Wako Paisal Lantik Indra Gunawan Sebagai Sekda Kota Dumai

Senin, 27 September 2021 11:37
Bupati Kuansing Kembali Ingatkan Prokes Diperketat Saat Sekolah PTM

Senin, 27 September 2021 11:00
Disdik Pekanbaru Targetkan 80 Persen Pelajar Di Pekanbaru Tuntas Divaksin


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 24 Juli 2021 20:57
Sedang Pandemi, Panitia Kurban Masjid Ikhlas Sukajadi Pekanbaru Terapkan Prokes Covid-19 dan Aturan Baru

Proses pemotongan hewan kurban di Masjid Ikhlas, Sukajadi, Pekanbaru, berjalan lancar. Berhubung sedang pandemi, panitia menerapkan sejumlah aturan baru agar virus itu tidak terus berkembang.

PEKANBARU-RIAUTERKINI-Seperti Idul Adha tahun-tahun sebelumnya, Masjid Ikhlas Sukajadi, Pekanbaru tahun ini kembali memotong hewan kurban, Selasa (20/7/21) lalu.

"Tahun ini ada 30 ekor sapi yang kami sembelih, alhamdulillah," kata salah seorang panitia, Abdul. Selain sapi, juga ada beberapa ekor kambing.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini panitia menerapkan sejumlah aturan baru agar virus Corona tidak semakin berkembang. Selain menyiapkan masker, air cuci tangan, panitia juga tak henti-henti mengingatkan warga untuk tetap menjaga jarak satu sama lain dan tidak berkerumun.


Dapur Umum Dipindahkan
Di masjid itupun, panitia mengubah peraturan yang selama bertahun-tahun diterapkan, yaitu, panitia bagian dapur (kaum ibu dari masing-masing RT) tidak lagi memasak hidangan makan siang untuk panitia di sekitar masjid.

Keramaian dan kemeriahan acara masak-memasak daging kurban untuk makan siang itu, dialihkan ke masing-masing RT. Setiap RT hanya diizinkan mempekerjakan lima orang dan kebagian masakan yang berbeda.

"Misalnya, RT 01 memasak aneka sayur, RT 02 gulai kambing dan RT 03 memasak camilan dan seterusnya," kata Mawar, Ketua RT 01.

Ia dan tim kecilnya bekerja menyiapkan makanan sesuai kesepakatan lalu mengantarkannya ke masjid. Hal serupa dilakukan oleh tim di RT lainnya. Mereka datang secara bergantian. Selama proses memasakpun para ibu ini tetap diingatkan dan terus untuk mengenakan masker dengan disiplin.

"Maklumlah, kami ini dah tua-tua, rentan," kata salah seorang nenek yang datang didampingi putrinya. Sewaktu-waktu saat sang ibu lupa, ia cepat mengingatkan agar posisi maskernya diperbaiki.

"Percuma pakai masker kalau hidung masih terbuka, makanya pakai maskernya harus benar," kata sang anak.

Kewaspadaan warga terhadap penyebaran Virus Corona di sekitar wilayah itu memang cukup tinggi, karena sudah beberapa orang jamaah masjid itu yang meninggal karena positif Covid-19. Demikian pula seruan untuk mengikuti vaksin, mereka ikuti dengan patuh.

Walaupun diakui kemeriahan masak memasak ini berkurang dibandingkan tahun-tahun lalu yang penuh canda tawa, namun mereka sepakat, hal itu lebih baik daripada mereka harus menderita penyakit itu.

"Ya iyalah kurang seru, karena beberapa teman yang tahun kemarin ikut memasak bersama kami, sekarang sudah tidak ada. Tapi apa boleh buat, begini kondisinya sekarang. Kita patuhi saja. Disuruh pakai masker, ya pakai masker, karena itu untuk diri kita sendiri juga," kata ibu lainnya.

"Kita sedih dan merasa kehilangan. Semoga virus ini cepat berlalu, sehingga anak-anak bisa balik ke masjid dan sekolah lagi seperti sedia kala," kata Yanti, salah seorang warga sekaligus jamaah Masjid Ikhlas.(yan)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Loading...


Berita Covid19 lainnya..........
- Bupati Kuansing Kembali Ingatkan Prokes Diperketat Saat Sekolah PTM
- Disdik Pekanbaru Targetkan 80 Persen Pelajar Di Pekanbaru Tuntas Divaksin
- Vaksinasi Kompak Relawan Peduli Covid-19 Bengkalis Sasar 1.266 Warga
- Sembuh 1, Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Bertambah 4 Orang
- Kasus Melandai, Masyarakat Bengkalis Diingatkan Jangan Lengah
- Walikota: Pekanbaru Mendekati Indikator PPKM Level 1
- Kadiskes Pekanbaru: Tinggal 7 Kelurahan Zona Merah di Pekanbaru
- Sembuh 9, Pasien Positif Covid-19 Kuansing Bertambah 3 Orang
- Cegah Penukaran COVID-19, DWP Kota Pekanbaru Gelar Vaksinasi Massal di Gedung Maharatu
- Berjalan Sebulan, PTM Inhu Masih Aman dari Covid-19
- Meski Diundur, GAPKI Riau Komitmen Dukung Program Vaksinasi Sektor Perkebunan
- Sembuh 2, Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Bertambah 5 Orang
- PT NSK Bersama Kodim 0301 Bukit Barisan Gelar Vaksin Masal
- Sembuh 7, Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Bertambah 10 Orang
- Terapkan Prokes dengan Ketat, Pelatihan Public Speaking IMM PK Hisyam Berlangsung Sukses
- Tim Yustisi Covid-19 Inhil SIdang di Tempat 3 Pelanggar Prokes
- Disupport Mabes Polri dan Polda Riau, UMRI Kembali Gelar Vaksinasi untuk 4.000 Peserta
- Warga Binaan Lapas Pekanbaru Diberi Vaksin Dosis Kedua
- Bupati Kuansing Tinjau Sekolah Tatap Muka di Muaro Sentajo
- Disdag Bengkalis Bina dan Latih UMKM Menghadapi Pandemi Covid-19


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com