Home > Covid19 >>
Berita Terhangat..
Selasa, 28 September 2021 07:55
Sembuh 7, Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Bertambah 1 Orang

Senin, 27 September 2021 21:27
Kemeriahan MTQ ke - II, Ini Harapan Lurah Duri Timur

Senin, 27 September 2021 20:52
Bank Riau Kepri Masuk 10 Terbaik se Indonesia dalam Mendukung Program Perumahan Pemerintahan Jokowi

Senin, 27 September 2021 19:39
Pemprov Gratiskan Rapid Antigen Untuk Pelamar CPNS

Senin, 27 September 2021 17:09
Bupati Kuansing Resmikan Pasar Pokan Selasa Desa Teluk Pauh

Senin, 27 September 2021 17:07
Bawa Kabur Sepeda Motor Warga Riau, Pria Asal Sibuhuan Ditangkap Polisi Rohul

Senin, 27 September 2021 15:58
Tekan Kecelakaan di Tol Permai, PT HK Pasang 20 Rumble Strip dan 15 Lampu Flip Flop

Senin, 27 September 2021 15:33
Empat Poin Penting Putusan Rapimwil PPP Riau

Senin, 27 September 2021 13:12
Wako Paisal Lantik Indra Gunawan Sebagai Sekda Kota Dumai

Senin, 27 September 2021 11:37
Bupati Kuansing Kembali Ingatkan Prokes Diperketat Saat Sekolah PTM


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 30 Juli 2021 13:58
Tak Sesuai Ekspektasi, DPRD Minta DLHK Tinjau Ulang Kesepakatan Kontrak Sampah

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), mengatakan 70 persen sampah di Pekanbaru dikelola secara ilegal, dan hanya 30 persen sampah yang mampu dikelola oleh pihak swasta yakni PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah.

RIAUTERKINI. PEKANBARU- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), mengatakan 70 persen sampah di Pekanbaru dikelola secara ilegal, dan hanya 30 persen sampah yang mampu dikelola oleh pihak swasta yakni PT Godang Tua Jaya dan PT Samhana Indah.

Hal ini mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kota Pekanbaru, sebagai leading sector DLHK diminta mengkaji ulang kontrak yang sudah disepakati, dan melakukan evaluasi.

‘’Tentu ini tidak sesuai dengan ekspaktasi, DLHK harus melakukan kajian kontrak terhadap dua perusahaan sebaai operator sampah Pekanbaru,’’ kata Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Robin Eduar kepada wartawan. .

Disebutkan, pengelolaan sampah yang mampu di kelola oleh pihak ketiga hanya 30 persen dari dua zonasi yang diserahkan, sementara 70 persen di swakelola secara mandiri oleh masyarakat tempatan.

"Jelas ini sudah menghambur-hamburkan uang daerah. Kita minta DLHK tanggungjawab. Dari awal kita tidak setuju kalau pengelolaan sampah ini dikelola oleh swasta," kata politisi PDIP ini.

Ditegaskan Robi, sejak lelang pengelolaan sampah, kalangan legislatif terutama Komisi IV yang membidangi tidak menyetujui sampah dikelola oleh swasta dan meminta dikelola secara swakelola dengan dikendalikan oleh Lurah dan Camat dan melibatkan masyarakat tempatan.

‘’Ini jelas akan jauh lebih menguntungkan Pemko ketimbang diswastakan, terbukti dari apa yang disampaikan oleh DLHK sendiri,‘’ ujarnya.

Menurutnya, kalau dikelola secara swadaya, Pemko Pekanbaru tidak akan rugi uang sampai begitu banyak seperti sekarang ini. Kalau sampah ini hanya dikelola 30 persen oleh swasta, ini sudah tak beres. ‘’Untuk apa kita anggarkan begitu besar, sementara tidak mampu memenuhi harapan masyarakat," tegasnya.

Oleh karena itu, Robin meminta agar kontrak kerjasama pengelolaan sampah di Pekanbaru ditinjau ulang. Sebab, pelaksanaan harus sesuai dengan nilai kontrak yang telah disepakati. .

"Kalau mereka hanya mengangkut 30 persen saja, dibayarkan juga dengan jumlah persentase yang mereka angkut itu. Ini uang rakyat, harus dipertanggungjawabkan. Jangan pekerjaan hanya 30 persen yang dibayar 100 persen, ini tentu menjadi masalah nanti,’’ ungkapnya.

Terhadap persoalan ini, disebutkan Robin, sudah terjadi sejak Maret, vendor sampah belum mampu menunjukkan kinerja yang baik untuk pengelolaan sampah Pekanbaru. ‘’Keluhan masyarakat banyak, sampah masih ada dimana-mana dan merusak wajah kota Pekanbaru,’’ ujarnya.

Untuk itu dia juga menyarankan, supaya dua perusahaan pengelola sampah harus mampu merangkul pengangkut mandiri yang selama ini dianggap sebagai penghalang untuk dapat memenuhi kuota sampahnya. ‘’Harus mampu merangkul pengelola mandiri itu, ajak Kerjasama. Jika tidak mampu tentu sikap tegas dari DLHK lagi mengambil kebijakan,’’ tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala DLHK Marzuki saat dikonfirmasi mengatakan,untuk dua wilayah yang di pihak ketigakan itu Zona I dilakukan oleh PT Godang Tua Jaya. Dan Zona 2 PT Samhana Indah. Dari tidak capainya ekspaktasi pengangkutan sampah in, pihaknya membayarkan seberapa jumlah sampah yang tertimbang saja.

‘’Jadi saat ini memang, tidak dari anggaran yang ada itu dibayarkan ke vendor sampah itu, akan tetapi dibayarkan dengan jumlah yang tertimbang di TPA saja. Tentu ini yang rugi vendor itu sendiri,’’ ungkap Marzuki.

Oleh karena itu, untuk agar dapat memenuhi ekspaktasi pihaknya juga mendorong supaya vendor ini dapat membangun komunikasi dengan pengangkut mandiri itu agar dapat masuk ke sumber sampah yang selama ini dikelola mandiri.

‘’Kami sudah mendorong untuk adanya kerjasama antara vendor dengan pengangkut sampah secara mandiri itu,’’ harapnya.***(Parlementaria)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Loading...


Berita Covid19 lainnya..........
- Sembuh 7, Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Bertambah 1 Orang
- Bupati Kuansing Kembali Ingatkan Prokes Diperketat Saat Sekolah PTM
- Disdik Pekanbaru Targetkan 80 Persen Pelajar Di Pekanbaru Tuntas Divaksin
- Vaksinasi Kompak Relawan Peduli Covid-19 Bengkalis Sasar 1.266 Warga
- Sembuh 1, Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Bertambah 4 Orang
- Kasus Melandai, Masyarakat Bengkalis Diingatkan Jangan Lengah
- Walikota: Pekanbaru Mendekati Indikator PPKM Level 1
- Kadiskes Pekanbaru: Tinggal 7 Kelurahan Zona Merah di Pekanbaru
- Sembuh 9, Pasien Positif Covid-19 Kuansing Bertambah 3 Orang
- Cegah Penukaran COVID-19, DWP Kota Pekanbaru Gelar Vaksinasi Massal di Gedung Maharatu
- Berjalan Sebulan, PTM Inhu Masih Aman dari Covid-19
- Meski Diundur, GAPKI Riau Komitmen Dukung Program Vaksinasi Sektor Perkebunan
- Sembuh 2, Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Bertambah 5 Orang
- PT NSK Bersama Kodim 0301 Bukit Barisan Gelar Vaksin Masal
- Sembuh 7, Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Bertambah 10 Orang
- Terapkan Prokes dengan Ketat, Pelatihan Public Speaking IMM PK Hisyam Berlangsung Sukses
- Tim Yustisi Covid-19 Inhil SIdang di Tempat 3 Pelanggar Prokes
- Disupport Mabes Polri dan Polda Riau, UMRI Kembali Gelar Vaksinasi untuk 4.000 Peserta
- Warga Binaan Lapas Pekanbaru Diberi Vaksin Dosis Kedua
- Bupati Kuansing Tinjau Sekolah Tatap Muka di Muaro Sentajo


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com