Home > Covid19 >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 25 September 2021 13:48
Kasus Melandai, Masyarakat Bengkalis Diingatkan Jangan Lengah

Sabtu, 25 September 2021 09:37
Dinas PUPR Riau Diminta Segera Perbaiki Jembatan Sungai Mesjid Dumai

Sabtu, 25 September 2021 09:31
Polda Riau Lepas Pasukan BKO Papua

Sabtu, 25 September 2021 08:57
Walikota: Pekanbaru Mendekati Indikator PPKM Level 1

Sabtu, 25 September 2021 08:51
Kadiskes Pekanbaru: Tinggal 7 Kelurahan Zona Merah di Pekanbaru

Sabtu, 25 September 2021 08:48
Sembuh 9, Pasien Positif Covid-19 Kuansing Bertambah 3 Orang

Sabtu, 25 September 2021 07:37
Jumat Barokah, Jamaah Dhuafa Masjid Ikhlas LBT Dapat Paket Sembako

Sabtu, 25 September 2021 07:31
Cegah Penukaran COVID-19, DWP Kota Pekanbaru Gelar Vaksinasi Massal di Gedung Maharatu

Sabtu, 25 September 2021 07:24
Hari Tani, BPP Bantan Salurkan Ratusan Benih dan Sayuran ke Masyarakat

Jum’at, 24 September 2021 20:46
Aliansi Peduli Lingkungan Nagan Raya Aceh akan Adopsi Penanganan Gambut Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 2 Agustus 2021 19:46
Meski Pandemi, Program Pekanbaru Charity Berbagi Manfaat Kurban Tetap Melampaui Target

Seperti tahun sebelumnya, Pekanbaru Charity kembali mengadakan Program Berbagi Manfaat Kurban bagi Penghafal Alquran hingga ke pelosok. Dengan tetap menjalankan Protokol Kesehatan Covid-19, semua target yang telah ditetapkan, berhasil dilewati.

RIAUTERKINI-PEKANBARU-Sukacita seluruh relawan Pekanbaru Charity seolah tak terungkapkan pasca program besar mereka berupa Berbagi Manfaat Kurban bagi Penghafal Alquran yang digelar sempena Perayaan Hari Raya Idul Adha lalu, berjalan lancar.

"Penuh rasa syukur dan haru kami ingin melaporkan bahwa kegiatan Berbagi Manfaat Kurban bagi 1000 Penghapal Quran Hingga Pelosok yang kami adakan dalam menyambut Idul Adha 1442H ini telah diberikan kesuksesan oleh Allah," kata Founder Pekanbaru Charity Lexie Wahyuni, Senin (02/08/21).

Dijelaskannya, awalnya mereka hanya berharap mendapat bantuan 200kg daging kurban, namun kemudian malah mendapat amanah lebih dari 400kg daging.

"Yang awalnya kami rencanakan hanya menyewa satu freezer, akhirnya jadi 2 freezer, besar dan sedang," terusnya.

Awalnya mereka juga hanya menganggarkan dana Rp6-7 juta untuk bumbu, packing, sewa-sewa, delivery dan operasional lainnya, Allah izinkan menerima bantuan tunai sekira Rp12 jutaan.

Mereka juga berniat membuat seribu paket daging kurban siap santap, namun Allah izinkan komunitas ini membagikan paket tersebut sekurangnya kepada 1200 penghapal Quran dan total 2600 penerima manfaat.

"Termasuk saudara kita yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) beserta keluarganya, petugas kebersihan, relawan dan yang membutuhkan lainnya.

Demikian pula rencana menyiapkan tiga hewan kurban dari para sahabat dan relawan, meningkat menjadi sembilan ekor hewan kurban berupa domba.

Gerilya Daging
Dua pekan sebelum Hari Raya Idul Adha, para relawan Pekanbaru Charity telah menghubungi sejumlah masjid dan musala untuk mengajukan proposal kegiatan ini.

"Jadi, dalam program ini kami mengetuk hati para dermawan yang mendapatkan jatah daging kurban yang mungkin berlebih, untuk membagikannya dengan anak-anak penghafal Alquran di pelosok-pelosok Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, khususnya yang berbatasan dengan Pekanbaru," terang Lexie.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, Lexie mengetahui banyak peserta kurban yang mendapatkan kelebihan daging dan tak tahu harus dibagikan kepada siapa.

Sementara di tempat lain, ada keluarga yang tidak mendapatkan kupon daging karena berbagai alasan. "Bisa jadi ibu bapaknya baru pindah, belum terdata, tidak punya kartu keluarga dan lain sebagainya. Kami bersimpati dengan mereka. Karena itulah, kami mengumpulkan data tentang kelompok ini, termasuk para santri penghafal Alquran di sejumlah rumah tahfidz yang banyak tersebar di daerah-daerah pinggiran."

Selain itu, mereka juga mendata para dermawan yang bersedia daging kurbannya dimanfaatkan untuk program ini. Termasuk masjid-masjid dan kantor-kantor yang menyelenggarakan pemotongan hewan kurban.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur, ada masjid di daerah Pandau ini yang menyumbangkan 25 kupon daging kurban. Ini sungguh menggembirakan kami. Bahkan Bapak Gubernur Riau Syamsuar pun turut menyumbang 30 kupon. Subhanallah."

Dari hari ke hari menjelang Hari-H, konfirmasi bantuan terus berdatangan. Ada yang menyumbangkan dana untuk operasional dan tidak sedikit pula orang yang menyumbangkan jatah daging kurbannya.

Selagi memikirkan pengelolaan daging yang akan berdatangan, belum termasuk daging domba yang akan mereka potong, Lexie juga harus memikirkan relawan yang akan mengerjakan ini semua. Sudah pasti di hari raya itu, relawan yang pada umumnya berusia belasan dan masih duduk di bangku SMP dan SMA, akan berkumpul di rumah dulu, apalagi angka penularan covid masih terus bertambah.

Untungnya, di saat-saat genting itu, bantuan datang dari tempat yang tak disangka-sangka, yaitu dari Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Pekanbaru. Mereka mengirimkan 12 orang mahasiswa KKN yang akan tinggal di kantor Pekanbaru Charity dan tentu saja siap digunakan tenaga dan pikirannya untuk menjalankan program-program komunitas itu.

Bagaimana dengan Prokes?
Tak ingin menimbulkan masalah baru dengan ramainya relawan yang bekerja di kantornya, Pekanbaru Charity menerapkan Protokol Kesehatan dengan ketat.

"Oh ya, itu tetap. Kami tetap menjaga jarak, pakai masker atau faceshield, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir dan tidak berkerumun. Apalagi sudah ada relawan kami yang harus isoman beserta keluarganya. Maka kami memang harus berhati-hati sekali," tegasnya.

Setiap kali relawan meninggalkan kantor untuk menjemput daging ke masjid, musala, kantor atau rumah pribadi donatur, ia tak lupa mengingatkan mereka untuk mengenakan masker dengan baik dan tetap menjaga jarak dengan lawan bicara. Begitu pula saat kembali, mereka diharuskan mencuci tangan dulu sebelum masuk kantor.

"Pokoknya semua yang dianjurkan pemerintah, kami jalankan dengan semampunya. Cukup sudah yang sakit dan meninggal karena pandemi ini, kita yang sehat harus menjaga diri karena kesehatan itu mahal harganya," katanya.

Melampaui Target
Sebagian besar daging kurban itu diolah menjadi rendang, dendeng dan sop. Butuh waktu lebih kurang sepekan untuk mengolah daging itu dan mendistribusikannya. Pasalnya, selain daging kurban dari para donatur yang masuk sejak Hari-H dan H+2, masih ada sembilan ekor domba lagi milik Pekanbaru Charity yang dipotong pada H+3.

Setelah matang, dibungkus dengan rapi lalu secara bertahap daging itu dibagikan kepada para murid rumah tahfidz yang telah mereka data.

Tak hanya itu, karena berlimpahnya daging, Pekanbaru Charity juga dapat berbagi dengan kaum dhuafa, anak yatim, keluarga-keluarga yang sedang menjalani isoman dan mereka yang membutuhkan lainnya.

Sejumlah penerima manfaat dari kegiatan ini, seperti Citra dan Dea, dua anak yatim yang mendapatkan seporsi kari kambing, mengucapkan terima kasih kepada Pekanbaru Charity. Mereka tidak menyangka akan mendapatkan paket itu, bahkan sudah siap disantap.

"Alhamdulillah, terima kasih Pekanbaru Charity," kata mereka.

Sementara Mawar, salah seorang Ketua RT yang sejumlah warganya menerima paket makanan ini, juga mengaku sangat mengapresiasi program Pekanbaru Charity.

"Program ini sangat unik menurut saya, karena menjangkau warga di pelosok yang mungkin tidak mendapatkan porsi daging seperti kita di kota ini," katanya.

Di masjid Ikhlas tempatnya shalat, setiap Idul Adha memotong sedikitnya 30 ekor sapi. Dengan jumlah warga yang tidak terlalu banyak, dapat dibayangkan seperti apa kualitas paket daging yang diterima warganya.

Bandingkan dengan warga di daerah pinggiran, yang mungkin hanya memotong satu atau dua ekor sapi dan harus dibagi dengan sekian kepala keluarga.

Menyadari kenyataan itu, Mawar mengambil inisiatif untuk turut serta dalam program yang dijalankan Pekanbaru Charity. Setelah semua warga RT-nya yang telah didata mendapatkan kupon daging kurban, ia menyisihkan enam kupon untuk diserahkan kepada komunitas ini.

Hal serupa dilakukan pula oleh pengurus Masjid Al Falah, Sukajadi, tak jauh dari Masjid Ikhlas. Seperti tahun sebelumnya, tahun inipun mereka menyumbangkan 10 kupon daging untuk komunitas ini.

Akhirnya, kerja keras itu berakhir dengan bahagia, karena target awal mereka semua terlampaui.

"Meskipun demikian, kami dari Pekanbaru Charity tetap memohon maaf sedalam-dalamnya apabila ada pelayanam kami yang kurang berkenan. Sekaligus kami mendoakan agar Kawan-kawan charity semua senantiasa diberi kesehatan lahir bathin sama Allah, dilapangkan hati dan rejeki, dijaga dari mara bahaya dan mendapatkan hidup yang barokah, aamiin," kata Lexie.

"Tak lupa kamipun berterima kasih sebesar-besarnya kepada banyak pihak dan masyarakat, yaitu Dompet Dhuafa Riau, Sahabat Cinta Umat, Rumah Yatim, Darut Tauhid Peduli, EOA Gold Pusat, Muslimah Millionaire, British Propolis, Dinas Ligkungan Hidup dan Kehutanan Riau, KKN DR-Plus UIN SUSKA Riau, Masjid Darussalam Pandau, Masjid Syuhada, Masjid Ittihadul Ummah, Masjid Al-ikhlas, Masjid Al Falah, Masjid-masjid lain yang ikut berpartisipasi, Rumah Tahfidz Aldo Salam, Kawan-kawan charity yang tersebar di Riau dan Indonesia dan semua pihak lainnya yang sangat besar perannya dalam kegiatan ini yang tak dapat disebutkan satu-persatu. Jazakumullah Khoir," tutupnya. ***(fitri mayani)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Loading...


Berita Covid19 lainnya..........
- Kasus Melandai, Masyarakat Bengkalis Diingatkan Jangan Lengah
- Walikota: Pekanbaru Mendekati Indikator PPKM Level 1
- Kadiskes Pekanbaru: Tinggal 7 Kelurahan Zona Merah di Pekanbaru
- Sembuh 9, Pasien Positif Covid-19 Kuansing Bertambah 3 Orang
- Cegah Penukaran COVID-19, DWP Kota Pekanbaru Gelar Vaksinasi Massal di Gedung Maharatu
- Berjalan Sebulan, PTM Inhu Masih Aman dari Covid-19
- Meski Diundur, GAPKI Riau Komitmen Dukung Program Vaksinasi Sektor Perkebunan
- Sembuh 2, Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Bertambah 5 Orang
- PT NSK Bersama Kodim 0301 Bukit Barisan Gelar Vaksin Masal
- Sembuh 7, Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Bertambah 10 Orang
- Terapkan Prokes dengan Ketat, Pelatihan Public Speaking IMM PK Hisyam Berlangsung Sukses
- Tim Yustisi Covid-19 Inhil SIdang di Tempat 3 Pelanggar Prokes
- Disupport Mabes Polri dan Polda Riau, UMRI Kembali Gelar Vaksinasi untuk 4.000 Peserta
- Warga Binaan Lapas Pekanbaru Diberi Vaksin Dosis Kedua
- Bupati Kuansing Tinjau Sekolah Tatap Muka di Muaro Sentajo
- Disdag Bengkalis Bina dan Latih UMKM Menghadapi Pandemi Covid-19
- Tinjau Proses Belajar Tatap Muka, Bupati Kuansing Tekankan Patuhi Prokes
- Sembuh 6, Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Bertambah 5  Orang
- PT IIS Kebun Ukui Dukung Kelompok Ternak, di Tengah Pandemi
- Waka Polres Bengkalis Lepas Tim Edukasi Prokes Covid-19 dan Tertib Lalin


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com