Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 5 Juni 2020 22:12
Riau Urutan Kedua Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia

Jum’at, 5 Juni 2020 21:56
Kapolsek Bantan, Bengkalis Dimutasi

Jum’at, 5 Juni 2020 21:53
Syamsudin Uti Ditunjuk Jadi Plt Ketua Umum PW KBB Riau

Jum’at, 5 Juni 2020 21:09
Lomba Video Inovasi New Normal Tingkat Nasional, Bupati Inhil Seleksi 7 Video Terbaik

Jum’at, 5 Juni 2020 19:15
PT Ekadura Indonesia Rohul Inovasi Pelayanan Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19

Jum’at, 5 Juni 2020 18:46
Antisipasi Gas Berbahaya, Penggalian Sumur Bor di Lirik Inhu Dihentikan

Jum’at, 5 Juni 2020 18:37
Kasus Pasien Positif Covid-19 Kembali Dilaporkan Nihil, Satu Sembuh

Jum’at, 5 Juni 2020 18:24
Kapolres Rohul Edukasi Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan Menuju Fase New Normal

Jum’at, 5 Juni 2020 18:23
Suhu Badan Dicek, Gubri Apresiasi Jemaah Jalankan Protokol Kesehatan

Jum’at, 5 Juni 2020 17:10
Gubri dan BPKP Launcing Aplikasi Mata Bansos


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 21 April 2019 10:12
Diduga Tewas Dianiaya Polisi, POSPERA Tuntut Pengusutan Kematian Warga Jake, Kuansing

Seorang warga Jake, Kuansing tewas menggenaskan usai dijemput sejumlah polisi. POSPERA menuntut kasus tersebut diusut tuntas.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - DPD Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Riau menyoroti kematian Andri Arisko (28), warga Desa Jake Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi. Korban diduga meninggal secara tidak wajar akibat mengalami tindakan kekerasan oleh oknum polisi yang menjemputnya.

Menurut POSPERA, jika benar Andri meninggal akibat tindak kekerasan oleh oknum polisi, berarti telah terjadi pelanggaran hukum.

"Polisi ini penegak hukum, penegak hukum harus menunjukkan sikap dan perilaku sesuai prosedur hukum, dalam hal kasus yang menimpa Andri dan orang lain yang mengalami tindak penyiksaan oleh kepolisian ini adalah pelanggaran hukum dan pelakunya harus dihukum," kata sekretaris DPD POSPERA Riau, Khairul Ikhsan Chaniago, S.Sos kepada wartawan via telepon selulernya, Sabtu (20/4/2019) malam.

Menurut Khairul, dugaan tindak kekerasan oleh oknum polisi tersebut juga masuk kategori pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Dia mengingatkan, penegakan hukum harus sesuai prosedur sehingga tindak kekerasan kepada orang yang masih diduga sebagai pelaku kejahatan tidak terjadi dan berulang kembali.

Berdasarkan keterangan, Khairul mengaku banyak dikirimi photo muka korban kasus kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi kepada orang yang masih diduga sebagai pelaku tindak kejahatan tersebut.

"Tragis sekali, Kedepan diharamkan di Kuansing dan Riau kejadian-kejadian seperti ini terjadi lagi. Pada era reformasi ini polisi harus melakukan pendekatan preemtif dan preventif, bukan represif. Karena ada indikator-indikator yang harus dilakukan oleh polisi sebelum mengambil tindakan represif," ujarnya.

Atas kematian Andri, POSPERA pun meminta Kapolda Riau dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan perhatiannya. "Ini harus jadi perhatian Kapolri. Kalau tidak, kejadian-kejadian ini akan berulang kembali," katanya.

Perhatian Kapolri ini, menurutnya, akan sejalan dengan agenda kepolisian yang sedang mereformasi diri menuju polisi sipil yang humanis dan sesuai 11 Program Prioritas Kapolri Menuju Polri yang Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter).

Sebelumnya, Andri Arisko warga Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing ditangkap di kebun oleh orang yang diduga anggota dari Polres Kuansing pada Jumat (19/42019). Andri ditangkap karena ada laporan warga.

Banyak yang heran dan kaget atas kematian Andri, karena korban tidak sakit saat dijemput polisi. Apalagi, pada muka Andri ditemukan banyak luka memar. Banyak yang menduga Andri telah mengalami tindak kekerasan oleh oknum polisi yang menjemputnya.

Kapolres Kuansing, AKBP Muhammad Mustofah, Sik, ketika dikonfirmasi Jum'at (19/4/2019) membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Kami sedang mendalami akibat korban meninggal, biar tidak simpang siur berita di luar," ujarnya.

Menurut M. Mustofah, berdasarkan hasil pemeriksaan anggota di TKP korban luka akibat lemparan batu dari masyarakat yang swiping di jalan dekat pasar jake.

Sementara dari keterangan sumber terpercaya riauterkini.comsejumlah personil Polres yang terlibat saat penangkapan sudah diperiksa Propam Polda Riau, di Polres Kuansing. Menurutnya, Propam sudah turun ke Kuansing sejak Jum'at kemarin.** (Rls/Jok)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Diduga Rusak HPT dan Bakar Lahan,
Pengusaha Asal Rupat, Bengkalis Segera Diadili

- Korupsi Pembangunan Kantor Lurah di Inhil,
Seorang Kontraktor dan Mantan Camat Divonis 4 dan 1 Tahun Penjara

- Balita Dianggap Rewel di Pekanbaru Dibunuh Ayah Tiri
- Sampai Juni 2020, Polda Riau Terima 50 LP dengan 57 Tersangka Karhutla
- Kejari Bengkalis Musnahkan 13,481 Kg Sabu dan 562 Ponsel Ilegal
- Cabuli Anak Bawah Umur, Kakek 60 Tahun di Rohul Diciduk Polisi
- Sempat Curhat Motor Mau Dijual, Siswa SMP di Rohul ini Memilih Jalan Salah
- Jaksa Tetapkan Tersangka Keempat Kredit Macet Rp1,2 Miliar PT PER
- Kabur, Dua Napi Lapas Bengkalis Kembali Berhasil Diringkus
- Ibu Pencuri 3 Tandan Sawit di PTPN V Sei Rokan Dijatuhi Hukuman Percobaan
- Lagi, Bandar Narkoba Dibekuk Tim Opsnal Polres Pelalawan
- Sidang Gugatan Perdata Warga Tingkok Vs PT Hutahaean, ini Kata Penasehat Hukum Penggugat
- Geger, ABG Pingsan di Taman BSL Bengkalis
- Tangkap Tangan Kanan, BNNP Riau Buru Ws Pemilik Satu Kilogram Sabu di Wilayah Rohil
- Tersangka Cuci Uang Rp700-an Juta Hasil Jual Beli Narkoba di Bengkalis Dilimpahkan ke Jaksa
- Kompol John Firdaus Resmi Menjabat Kabag Ops Polres Rohul
- Demi Berjudi, Dua Petani di Bengkalis Diduga Nekat Maling Motor
- Dua Unit Rumah di Pinggir, Bengkalis Ludes Dilalap Api
- Pencuri Honda Vario di Rambah Hilir Diciduk Polisi Rohul di Kepenuhan Hulu
- Pelaku Curas di Rambah Hilir Ditangkap Polisi Rohul di Padang Lawas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com