Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 3 Juli 2020 17:03
Tracing dari Ibu, Ayah dan Anak di Kuansing Positif Covid-19

Jum’at, 3 Juli 2020 16:59
Beri Bantuan Perlengkapan Bagi MPA, Bupati Inhil Apresiasi 2 Grup Perusahaan

Jum’at, 3 Juli 2020 16:54
Desak KPK Periksa Bapak Pembangunan Bengkalis, HMPP Riau Gelar Aksi di Polda Riau

Jum’at, 3 Juli 2020 16:52
CATAR, Aplikasi Transportasi Antar Jemput Makanan Karya Anak Muda Bengkalis

Jum’at, 3 Juli 2020 15:49
Peringatan Bagi Direksi, BUMD Kinerja Rendah Siap-siap Diganti

Jum’at, 3 Juli 2020 13:55
Dibangunkan Jalan, Warga Desa Api-api, Bengkalis Sampaikan Ucapan Terima Kasih ke TMMD

Jum’at, 3 Juli 2020 13:43
Jumat Berkah, Srikandi Masuri Tebar Ratusan Nasi Kotak di Duri

Jum’at, 3 Juli 2020 13:10
Dimakamkan di TPM, Prajurit TNI Warga Pekanbaru Gugur dalam Tugas PBB di Kongo

Jum’at, 3 Juli 2020 11:08
BPDPKS Kucurkan Puluhan Miliar untuk Replanting Kebun Sawit Petani Mitra Asian Agri

Jum’at, 3 Juli 2020 10:36
Pemadaman Dikerahkan 3 Helikopter, Lahan Gambut di Pulau Rupat Terbakar


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 21 April 2019 14:47
Terkait Kematian Andri Arisko,
5 Personel Polres Kuansing Diperiksa Propam Polda Riau


Propam Polda Riau memeriksa lima anggota Satreskrim Polres Kuansing terkait kematian warga Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah. Ia tewas dengan banyak luka lebam di wajahnya pasca ditangkap polisi.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - 5 Anggota Satreskrim Polres Kuansing, sejak Jum'at lalu sudah menjalani pemeriksaan terkait kematian Andri Arisko, warga Desa Jake Kecamatan Kuatan Tengah, Kuansing.

Demikian disampaikan Kapolres Kuansing, AKBP Muhammad Mustafah, Sik saat meggelar jumpa pers dengan sejumlah wartawan di Mapolres Kuansing, Ahad (21/4/2019) siang.

"Sejak Jum'at lalu, telah dilakukan pemeriksaan oleh Propam Polda Riau, terhadap 5 Personil reskrim. Pemeriksaan ini murni ditangani pihak Polda, maka untuk keterangan penyidikan ini tak bisa kita jelaskan," ungkapnya.

Selain 5 personil reskrim yang diperiksa Propam, pemeriksaan juga dilakukan terhadap 8 Anggota Shabara yang ikut mem-back up usai personel reskrim melakukan penangkapan terhadap korban Andri Arisko.

"Total personel diperiksa ini 13 orang, yang 8 orang personel anggota Shabara. Mereka ini dihubungi pihak reskrim minta bantuan setelah dilakukan penangkapan," jelas M. Mustofah.

Pemeriksaan terhadap 13 orang personel ini, kata M. Mustofah tetap dilakukan di Polres Kuansing, bahkan penyidikan menurutnya, sampai dijalani hingga pagi sejak malam harinya.

Menurut Muhammad Mustofah, jika nanti personelnya ini terbukti melakukan pelanggaran kode etik penangkapan dan disiplin tugas maka akan diberikan sanksi seberat-beratnya.

"Kalau terbukti kita akan berikan sanksi tegas, bahkan sampai pemecatan. Kita tidak main-main untuk kasus ini, maka Propam Polda langsung diturunkan," kata M. Mustofah.

Sementara itu, terhadap pihak keluarga. pihak Polres kata M. Mustofah, sudah menjalin komunikasi terkait tragedi ini, bahkan sejak prosesi pemakaman Polres turut andil memberikan bantuan dan dukungan.

"Nanti malam di rumah duka akan mendoa, pihak keluarga telah kita hubungi, kita akan datang. Bahkan untuk anak korban kita akan membantu," jelas M. Mustofah.

Untuk diketahui, melalui pemberitaan sebelumnya, Andri Arisko warga Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing ditangkap di kebun plasma KKPA divisi Jake oleh anggota resrkrim Polres Kuansing, Jumat (19/42019) sore. Andri ditangkap karena ada laporan warga. Sementara Pelapor ini diketahui sudah kabur sejak peristiwa ini.

Banyak yang heran dan kaget atas kematian Andri, karena meninggal dengan cara tak wajar. Sebab pada muka Andri ditemukan banyak luka memar, diduga mengalami tindak kekerasan oleh oknum polisi yang menjemputnya.** (Jok)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Saat Jabat Anggota Dewan, Bupati Bengkalis Disebut Terima Suap Ketuk Palu APBD
- Ketua DPRD Riau Disebut Terima Uang Ketok Palu
- Dua Bandar Narkoba Ditangkap di Pelalawan
- Istri Dikaitkan dengan Kasusnya, Kuasa Hukum Amril Mukminin Sebut Sangat Politis
- Polres Bengkalis Musnahkan 13,5 Kg Ganja
- Pengacara Sebut Makmur Aan tak Terkait Suap Amril Mukminin
- Bandar Sabu, Bos Berumur 60 Tahun Diringkus Polres Bengkalis
- Mandor PT Mup, Pelalawan Dibunuh Anggotanya
- Viralkan Hoaks RSUD Duri di Medsos, Netizen Wanita Minta Maaf
- Diduga Pengedar Ganja 1 Kg, Honorer dan Lima Pelaku Diringkus Timsus Polres Bengkalis
- Telantarkan Bayi Berusia Dua Hari, Remaja 17 Tahun Ditangkap Polresta Pekanbaru
- Kecewa Putusan Bebas Tiga Nelayan Asing, Mahasiswa Bantan Geruduk PN Bengkalis
- Rokok Tanpa Cukai Beredar Luas di Duri
- Demo di DPRD Riau, Ratusan Massa Aliansi Masyarakat Riau Menolak RUU HIP
- Sidang Dugaan Korupsi Bupati Bengkalis, Kuasa Hukum Minta Jangan Dipolitisir
- Kuasai 645,3 Ha Kawasan TNTN, KUD Tani Bahagia Bisa Diseret ke Ranah Hukum
- Dua Petak Rumah di Duri Terbakar
- Sidang Online Perdana, Bupati Nonaktif Bengkalis Didakwa Terima Suap Proyek Miliaran Rupiah
- Setelah Divonis Bebas, Nelayan Malaysia Kembali Ditahan Polres Bengkalis Karena Miliki Sabu
- Vonis Bebas Tangkap Ikan di Perairan NKRI,
Nelayan di Bengkalis Mengaku Kecewa



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com