Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 25 Juni 2021 16:16
Latma TNI-AU dan Amerika di Lanud Rsn Resmi Ditutup

Jum’at, 25 Juni 2021 16:07
Berita dan Video,
Rudi Arif Chevron Buka UKW Angkatan XVII PWI Riau


Jum’at, 25 Juni 2021 16:01
Korupsi Dana PMB-RW, Jaksa Tuntut Mantan Camat Tenayan Raya 5,5 Tahun Penjara

Jum’at, 25 Juni 2021 15:27
Manjakan Selera Kuliner Masyarakat, Awan Family Cafe & Resto Hadir di Duri, Bengkalis

Jum’at, 25 Juni 2021 15:24
Polres Inhil Amankan Pelaku Pembakaran Lahan Sungai Intan

Jum’at, 25 Juni 2021 15:10
Polsek Teluk Meranti Kawal Program Vaksinasi

Jum’at, 25 Juni 2021 15:05
Cegah Kriminalitas, Polsek Pangkalan Kerinci Tingkatkan Patroli

Jum’at, 25 Juni 2021 14:54
Penuhi Prokes, Vaksinasi Massal Polres Bengkalis Dipindahkan ke GOR

Jum’at, 25 Juni 2021 14:54
Polsek Kuala Kampar Bangun Pos Pantau di Pelabuhan Penyalai

Jum’at, 25 Juni 2021 14:39
Polsek Langgam Cek Program Ketahanan Pangan


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 21 April 2019 14:47
Terkait Kematian Andri Arisko,
5 Personel Polres Kuansing Diperiksa Propam Polda Riau


Propam Polda Riau memeriksa lima anggota Satreskrim Polres Kuansing terkait kematian warga Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah. Ia tewas dengan banyak luka lebam di wajahnya pasca ditangkap polisi.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - 5 Anggota Satreskrim Polres Kuansing, sejak Jum'at lalu sudah menjalani pemeriksaan terkait kematian Andri Arisko, warga Desa Jake Kecamatan Kuatan Tengah, Kuansing.

Demikian disampaikan Kapolres Kuansing, AKBP Muhammad Mustafah, Sik saat meggelar jumpa pers dengan sejumlah wartawan di Mapolres Kuansing, Ahad (21/4/2019) siang.

"Sejak Jum'at lalu, telah dilakukan pemeriksaan oleh Propam Polda Riau, terhadap 5 Personil reskrim. Pemeriksaan ini murni ditangani pihak Polda, maka untuk keterangan penyidikan ini tak bisa kita jelaskan," ungkapnya.

Selain 5 personil reskrim yang diperiksa Propam, pemeriksaan juga dilakukan terhadap 8 Anggota Shabara yang ikut mem-back up usai personel reskrim melakukan penangkapan terhadap korban Andri Arisko.

"Total personel diperiksa ini 13 orang, yang 8 orang personel anggota Shabara. Mereka ini dihubungi pihak reskrim minta bantuan setelah dilakukan penangkapan," jelas M. Mustofah.

Pemeriksaan terhadap 13 orang personel ini, kata M. Mustofah tetap dilakukan di Polres Kuansing, bahkan penyidikan menurutnya, sampai dijalani hingga pagi sejak malam harinya.

Menurut Muhammad Mustofah, jika nanti personelnya ini terbukti melakukan pelanggaran kode etik penangkapan dan disiplin tugas maka akan diberikan sanksi seberat-beratnya.

"Kalau terbukti kita akan berikan sanksi tegas, bahkan sampai pemecatan. Kita tidak main-main untuk kasus ini, maka Propam Polda langsung diturunkan," kata M. Mustofah.

Sementara itu, terhadap pihak keluarga. pihak Polres kata M. Mustofah, sudah menjalin komunikasi terkait tragedi ini, bahkan sejak prosesi pemakaman Polres turut andil memberikan bantuan dan dukungan.

"Nanti malam di rumah duka akan mendoa, pihak keluarga telah kita hubungi, kita akan datang. Bahkan untuk anak korban kita akan membantu," jelas M. Mustofah.

Untuk diketahui, melalui pemberitaan sebelumnya, Andri Arisko warga Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing ditangkap di kebun plasma KKPA divisi Jake oleh anggota resrkrim Polres Kuansing, Jumat (19/42019) sore. Andri ditangkap karena ada laporan warga. Sementara Pelapor ini diketahui sudah kabur sejak peristiwa ini.

Banyak yang heran dan kaget atas kematian Andri, karena meninggal dengan cara tak wajar. Sebab pada muka Andri ditemukan banyak luka memar, diduga mengalami tindak kekerasan oleh oknum polisi yang menjemputnya.** (Jok)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi Dana PMB-RW, Jaksa Tuntut Mantan Camat Tenayan Raya 5,5 Tahun Penjara
- Polres Inhil Amankan Pelaku Pembakaran Lahan Sungai Intan
- Bobol Rekening Nasabah Rp3,2 Miliar, Polda Riau Bekuk Pegawai BJB Pekanbaru
- Berkas Lengkap, Laporan Dugaan Pemerasan Kajari Kuansing Segera Dikirim ke Kejagung
- Kasus Bocah 12 Tahun Tewas Mengenaskan di Bengkalis Masih Misteri
- Pemilik PT. ANN Terjerat Korupsi Proyek MY Peningkatan Jalan Lingkar Bengkalis Diadili
- Seorang Oknum Personil Polres Pelalawan Tersangka Pembunuh Janda
- Dua Penambang Emas Ilegal Diamankan Polsek Singingi, Kuansing
- Dituduh Peras Bupati, Kejari Kuansing dan Staf Diperiksa Kejati Riau
- Cemburu Buta, Suami Bunuh Istri Tengah Hamil 7 Bulan di Kampar
- Tertangkap, Pembunuh dan Pengubur Wanita Hamil di Garuda Sakti Ternyata Suami Korban
- Buruh Harian Ditemukan Tewas di Perkebunan Sawit
- Lapas Bengkalis Fasilitasi dan Kerja Sama Berantas Narkoba Libatkan WBP
- Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 19 Kilogram Sabu Asal Malaysia
- Tindak-lanjuti Laporan, Bupati Kuansing Penuhi Panggilan Kejati Riau
- PTUN Perintahkan Menag Kembalikan Akhmad Mujahidin sebagai Rektor UIN Suska
- Pencuri Pipa Besi Chevron Ditangkap di Rohil
- Bersama Suami, "Ratu Narkoba" Jalani Rehabilitasi di Lido Jabar
- BC Bengkalis Sita 28.200 Batang Rokok Tanpa Cukai
- Komplotan Maling Pecah Kaca Mobil di Pelalawan Diringkus Polda Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com