Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 Oktober 2021 16:07
Angkut Kayu Hutan Lindung, Cukong Diamankan Polres Bengkalis

Kamis, 21 Oktober 2021 14:47
Gubernur dan Wagub Tebar 6 Ribu Benih Ikan Patin Rohul

Kamis, 21 Oktober 2021 12:54
Suap Pengesahan APBD, KPK Panggil Sejumlah Saksi untuk Tersangka Annas Makmun

Kamis, 21 Oktober 2021 12:46
25-26 Oktober, PP BMR dan Bank Riau Kepri Siapkan 1.000 Vaksinasi untuk Masyarakat Umum

Kamis, 21 Oktober 2021 12:39
Legalitas Tanah Timbun di Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai Dipertanyakan

Kamis, 21 Oktober 2021 10:27
BC Bengkalis Dorong Pelaku UMKM Tembus Pasar Ekspor

Kamis, 21 Oktober 2021 07:00
Pasien Positif Covid - 19 Kuansing Nihil dan Sembuh 1

Kamis, 21 Oktober 2021 06:58
Maulid Nabi Muhammad, Bupati Inhu Ajak Jadikan Teladan Melayani Masyarakat

Rabu, 20 Oktober 2021 22:03
Pemkab Inhu Kembali Terima 25.000 Dosis Vaksin Covid-19

Rabu, 20 Oktober 2021 20:01
Akses Tertutup, Crane PT Adhy Karya Amblas di Jalan Payung Sekaki


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Mei 2019 15:44
Akibat Saling Ejek, Angga Tewas Ditangan Temannya Sendiri

Angga yang sebelumnya diberitakan menjadi korban salah sasaran tawuran antara remaja, ternyata memang target 4 pelaku yang merupakan temannya sendiri. Perselisihan mereka bermula dari saling ejek di media sosial FB.

Riauterkini - PEKANBARU - Angga (18) yang sebelumnya diberitakan menjadi korban salah sasaran tawuran antara remaja pada Kamis (09/05/19) dini hari, ternyata memang target 4 pelaku yang merupakan temannya sendiri. Perselisihan mereka bermula dari saling ejek di media sosial FB.

Dijelaskan Kepala Sub Direktorat Krimum III Polda Riau, AKBP Mohammad Kholid dalam gelaran konfrensi pers pada Kamis (09/05/19) mengatakan antara korban yakni Angga dan empat orang pelaku yang kini telah dicokok oleh Tim Pegassus dari Sub-direktorat III Reserse Kriminal Umum adalah teman satu geng yang diketahui bernama Warlex.

"Mereka ribut dan saling ejek di Facebook. Untuk tersangka sendiri yakni berinisial MK (15), RG (16), YV (16) dan KI alias Oji (18)," terangnya.

Dari keempat pelaku ini, polisi menyita dua buah celurit panjang (egrek) dan sebuah parang panjang yang diduga digunakan menghabisi korban. "Mereka mengeroyok dan membacok korban. Akibat itu korban meninggal dunia," paparnya.

Perkara ini sendiri diceritakan Kholid terjadi di kawasan Sidomulyo Barat tepatnya di jalan Soekarno-Hatta didekat Perbengkelan Sukajaya, Tampan.

Dimana sebelum terjadi pengeroyokan korban bersama rekannya Rahmad Aidio tengah berada di kedai tempat rekannya itu berada. Tidak lama, korban berjalan menuju pelaku yang telah menunggu dengan bersenjatakan celurit dan parang tersebut. Mengetahui para pelaku memegang senjata tajam, korban lantas melarikan diri namun naas para pelaku berhasil mengeroyok dan menyabetkan senjata tajam tersebut di bagian punggung Angga.

Sementara, Rahmad berhasil selamat dengan bersembunyi disemak-semak yang tak jauh dari TKP. Sementara, Angga telah terkapar di pinggir jalan dengan bersimbah darah. Setelah pelaku pergi, Rahmad kemudian menghampiri korban dan membawanya ke rumah sakit Eka Hospital menggunakan mobil pengguna jalan.

Namun, nyawa Angga tak terselamatkan meski sudah mendapat perawatan dari rumah sakit tersebut.

"Total pelaku ada lima orang, seorang lagi berinisial S masih kita buru (DPO). Mereka ini putus sekolah," terangnya.

Akibat kejadian ini terjerat dengan Pasal berlapis yakni Pasal 338 jo Pasal 170 Jo Pasal 351 ayat 4 Kitab Udang-Undang Hukum Pidana.***(rul)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Angkut Kayu Hutan Lindung, Cukong Diamankan Polres Bengkalis
- Suap Pengesahan APBD, KPK Panggil Sejumlah Saksi untuk Tersangka Annas Makmun
- Legalitas Tanah Timbun di Kilang Pertamina Internasional RU II Dumai Dipertanyakan
- Pemerintah Imbau Korban Pinjol Illegal tak Usah Bayar
- Polres Bengkalis Sita 150 Kilogram Sabu
- Usai Jalani Pemeriksaan di Polda Riau, Bupati Kuansing Andi Putra Diboyong KPK ke Jakarta
- Korupsi Proyek Multiyear Bengkalis,
Pasutri Pemilik PT ANN Dihukum 4 Tahun dan 2 Tahun Penjara

- KPK Segel Ruang Kerja Bupati dan Tata Ruang di Dinas PUPR Kuansing
- Tersangka Korupsi, Mantan Kades dan bendahara Desa Ditahan Polres Meranti
- Termasuk Bupati Kuansing, KPK OTT 8 Orang Terkait Izin Perkebunan
- 10 Bulan, PN Bengkalis Tangani 719 Perkara Pidana
- Berita dan Video,
Tim KPK Geledah Kantor dan Rumah Bupati Kuansing

- KPK Membenarkan Bupati Kuansing Kena OTT
- Kabarnya, Bupati Kuansing Terjaring OTT KPK
- KPK Dikabarkan Tangkap Pejabat dan Pengusaha di Kuansing
- Korupsi Dana Belanja Langsung, Mantan Pejabat Kantor Kecamatan Kandis Dituntut 5,5 Tahun Penjara
- Kasus Pelemparan Kepala Anjing Dirumah Pejabat Kejati Riau,
Seorang Mantan Anggota Dewan Divonis 9 Bulan

- Hilang Satu Malam, Korban Tenggelam di Inhu Ditemukan
- Polda Riau Gulung Praktek Judi Online, 59 Tersangka Diciduk
- Dilaporkan Oknum Anggota DPRD Pekanbaru, Dua Warga Tersangka Penganiayaan Dipulangkan Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com