Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 3 Juni 2020 00:12
Komitmen Bangun Lingkungan, Lurah Duri Timur dan Perangkatnya Ngeteh Telur Bareng

Selasa, 2 Juni 2020 19:42
Sidang Gugatan Perdata Warga Tingkok Vs PT Hutahaean, ini Kata Penasehat Hukum Penggugat

Selasa, 2 Juni 2020 18:45
Geger, ABG Pingsan di Taman BSL Bengkalis

Selasa, 2 Juni 2020 17:30
Sebelum Masuk Mal Ska, Petugas Cek Suhu Badan Wagubri

Selasa, 2 Juni 2020 16:13
Tangkap Tangan Kanan, BNNP Riau Buru Ws Pemilik Satu Kilogram Sabu di Wilayah Rohil

Selasa, 2 Juni 2020 16:09
Sekwan Pelalawan Pensiun, Bupati Tunjuk Pelaksana Tugas

Selasa, 2 Juni 2020 16:06
Bupati Kuansing Sampaikan Pidato Pengantar LKPJ 2019 di Sidang Paripurna

Selasa, 2 Juni 2020 16:05
Tersangka Cuci Uang Rp700-an Juta Hasil Jual Beli Narkoba di Bengkalis Dilimpahkan ke Jaksa

Selasa, 2 Juni 2020 15:27
Kompol John Firdaus Resmi Menjabat Kabag Ops Polres Rohul

Selasa, 2 Juni 2020 14:58
Batal Berangkat, Muhibbah Travel Imbau Jamaah Tetap Bersabar


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Mei 2019 10:37
Sebulan, Perkembangan Kasus Warga Jake Tewas Diduga Dianaiaya Polisi Belun Jelas

Kematian warga Jake, Kuansing yang diduga akibat dianaiaya sejumlah polisi sudah sebulan, namun kasusnya belum jelas.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Hingga kini kepastian hukum kematian Andri Arisko, warga Jake Kecamatan Kuantan Tengah, belum jelas, sehingga menimbulkan spekulasi beragam dan penanganannya terkesan lamban.

Padahal Kasus kematian Andri Arisko, ini sudah hampir berjalan satu bulan, sejak ia ditangkap, namun belum ada titik terangnya.

Andri Arisko, korban dugaan salah tangkap ini, diduga mengalami penganiayaan oknum pihak kepolisian ketika dilakukan pengaman terhadap dirinya, hingga menyebabkan ia meregang nyawa.

Ia diamankan, atas dugaan laporan pencurian buah kelapa sawit, padahal dirinya hanya merupakan penyedia jasa angkutan TBS, ketika itu diminta untuk mengangkut buah yang siap panen.

Sementara pelapor sejak kejadian telah kabur dan tidak tau kabarnya, apakah ada tindakan yang dilakukan terhadapnya, info ini juga tak jelas dan masih kabur.

Pelapor ini, dari dirangkuman yang berhasil riauterkini.comkumpulkan, merupakan pengurus KUD lama, yang kisruh dengan pengurus baru. Sementara Andri Arisko, ketika itu diminta datang oleh pengurus baru.

Sehingga atas kekisruhan ini, Andri Arisko, selaku penyedia jasa angkutan menjadi korban. Dari informasi diterima sebelumnya, saat korban ditangkap ia tidak lagi di mobil mebawa buah kelapa sawit.

Diketahui ketika itu, ia usai memarkir mobil dibarak, keesokan hari rencananya, ia baru akan membawa ke pabrik, karena hari saat itu sudah senja. Pada saat pulang ia dicegat bersama mertuanya, sementara mertuanya ini bisa kabur.

Sedangkan Andri Arisko, diamankan saat itu ia diduga mengalami penganiyaan dari poto yang beredar di medsos, tubuhnya terlihat memar-memar, terutama bagian muka dan mata bengkak.

Mertua Andri yang sempat kabur, melaporkan kejadian ini kepada warga, oleh warga ketika mobil yang diduga membawa korban sempat dihadang dan dilempari warga hingga mengalami pecah kaca. Namun keberadaan korban saat itu belum diketahui.

Hingga akhirnya warga menyusul ke Polres Kuansing, menanyai keberdaan korban, pihak kepolisian ketika itu mengatakan bahwa korban dalam kondisi baik, karena terus didesak tantang keberadaan korban akhir polisi menanyakan korban di dalam mobil.

Ketika ditemui di dalam mobil ini, korban didapati sudah dalam kondisi lemas, lalu dibawa ke RSUD. Sempat menjalani perawatan, namun akhirnya korban meninggal dunia, hingga kasus ini bergulir sampai ke ranah hukum dan belum ada kepastiannya sejak kejadian berlangsung.

Kapolres Kuansing, AKBP Muhammad Mustofah, Sik ketika dikonfirmasi Selasa (14/5/2019) kemarin, mengatakan kasus ini masih proses penyidikan pihak Polda.

"Sedang dalam proses penyidikan Polda, Anggota dalam pengawasan di polda. Perkembangannya masih dalam proses, kami di Polres juga menunggu hasilnya," jelas Kaolres.

Melalui keterangan jumpa pers bersama media sebelumnya, Kapolres mengatakan jumlah personil yang diperiksa ini sebanyak 13 orang.

5 personil dari Satreskrim yang melakukan penangkapan dan 8 personil dari Shabara yang ikut mem back up, karena pihak reskrim minta bantu.*** (Jok

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Sidang Gugatan Perdata Warga Tingkok Vs PT Hutahaean, ini Kata Penasehat Hukum Penggugat
- Geger, ABG Pingsan di Taman BSL Bengkalis
- Tangkap Tangan Kanan, BNNP Riau Buru Ws Pemilik Satu Kilogram Sabu di Wilayah Rohil
- Tersangka Cuci Uang Rp700-an Juta Hasil Jual Beli Narkoba di Bengkalis Dilimpahkan ke Jaksa
- Kompol John Firdaus Resmi Menjabat Kabag Ops Polres Rohul
- Demi Berjudi, Dua Petani di Bengkalis Diduga Nekat Maling Motor
- Dua Unit Rumah di Pinggir, Bengkalis Ludes Dilalap Api
- Pencuri Honda Vario di Rambah Hilir Diciduk Polisi Rohul di Kepenuhan Hulu
- Pelaku Curas di Rambah Hilir Ditangkap Polisi Rohul di Padang Lawas
- Terkena Peluru Nyasar, Seorang Warga Rohil Tewas
- Melawan Usai Mencuri Puluhan Kursi Gereja, Pria di Pekanbaru Ini Ditembak Polisi
- Digunjingi di Medsos Terpergok Mesum di Hotel, Seorang Petinggi Indah Kiat Ngaku Hanya Antar Makanan
- Kasus Bongku, Ketua PN Bengkalis Meminta Seluruh Pihak Hormati Putusan Hakim
- Aksi Saat PSBB, Empat Warga Bengkalis Dihukum Denda Rp500 Ribu
- Gelapkan Pajak, Wakil Kuasa Direktur CV ABM Divonis 1,5 Tahun Penjara
- Gelar Aksi Saat PSBB, Empat Warga Bengkalis Terancam Empat Bulan Penjara
- Polres Rohil Bekuk komplotan Curas dan Sindikat Narkoba
- Tubuh Menghitam, Seorang Pemulung di Pekanbaru Ditemukan Membusuk di Kolong Jembatan
- Polres Dumai Proses Hukum Dua Pelaku Melawan Petugas Covid-19
- Polda Riau Sita 1.477 Lembar Kayu Ilegal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com