Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 4 Juni 2020 17:51
Covid-19 di Riau, Pasien Baru Terus Nihil dan Pasien Sembuh Bertambah

Kamis, 4 Juni 2020 17:08
Smartfren Hadirkan Kartu Perdana 1ON+ Dengan Bonus Kuota Melimpah

Kamis, 4 Juni 2020 16:35
Pemkab Kuansing Optimis Pertahankan WTP

Kamis, 4 Juni 2020 16:17
Rapat Mendagri-KPU-DPR-RI, Riau Petakan Jumlah TPS

Kamis, 4 Juni 2020 14:45
Sebanyak 17.214 Orang Sudah di Rapid Test, 237 Reaktif

Kamis, 4 Juni 2020 13:53
Balita Dianggap Rewel di Pekanbaru Dibunuh Ayah Tiri

Kamis, 4 Juni 2020 13:47
Sampai Juni 2020, Polda Riau Terima 50 LP dengan 57 Tersangka Karhutla

Kamis, 4 Juni 2020 13:43
Warga Diterkam Harimau, BBKSDA Turunkan Tim ke Bengkalis

Kamis, 4 Juni 2020 13:37
Kabupaten Inhu Siap Menyongsong New Normal

Kamis, 4 Juni 2020 13:16
Kejari Bengkalis Musnahkan 13,481 Kg Sabu dan 562 Ponsel Ilegal


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Mei 2019 10:37
Sebulan, Perkembangan Kasus Warga Jake Tewas Diduga Dianaiaya Polisi Belun Jelas

Kematian warga Jake, Kuansing yang diduga akibat dianaiaya sejumlah polisi sudah sebulan, namun kasusnya belum jelas.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - Hingga kini kepastian hukum kematian Andri Arisko, warga Jake Kecamatan Kuantan Tengah, belum jelas, sehingga menimbulkan spekulasi beragam dan penanganannya terkesan lamban.

Padahal Kasus kematian Andri Arisko, ini sudah hampir berjalan satu bulan, sejak ia ditangkap, namun belum ada titik terangnya.

Andri Arisko, korban dugaan salah tangkap ini, diduga mengalami penganiayaan oknum pihak kepolisian ketika dilakukan pengaman terhadap dirinya, hingga menyebabkan ia meregang nyawa.

Ia diamankan, atas dugaan laporan pencurian buah kelapa sawit, padahal dirinya hanya merupakan penyedia jasa angkutan TBS, ketika itu diminta untuk mengangkut buah yang siap panen.

Sementara pelapor sejak kejadian telah kabur dan tidak tau kabarnya, apakah ada tindakan yang dilakukan terhadapnya, info ini juga tak jelas dan masih kabur.

Pelapor ini, dari dirangkuman yang berhasil riauterkini.comkumpulkan, merupakan pengurus KUD lama, yang kisruh dengan pengurus baru. Sementara Andri Arisko, ketika itu diminta datang oleh pengurus baru.

Sehingga atas kekisruhan ini, Andri Arisko, selaku penyedia jasa angkutan menjadi korban. Dari informasi diterima sebelumnya, saat korban ditangkap ia tidak lagi di mobil mebawa buah kelapa sawit.

Diketahui ketika itu, ia usai memarkir mobil dibarak, keesokan hari rencananya, ia baru akan membawa ke pabrik, karena hari saat itu sudah senja. Pada saat pulang ia dicegat bersama mertuanya, sementara mertuanya ini bisa kabur.

Sedangkan Andri Arisko, diamankan saat itu ia diduga mengalami penganiyaan dari poto yang beredar di medsos, tubuhnya terlihat memar-memar, terutama bagian muka dan mata bengkak.

Mertua Andri yang sempat kabur, melaporkan kejadian ini kepada warga, oleh warga ketika mobil yang diduga membawa korban sempat dihadang dan dilempari warga hingga mengalami pecah kaca. Namun keberadaan korban saat itu belum diketahui.

Hingga akhirnya warga menyusul ke Polres Kuansing, menanyai keberdaan korban, pihak kepolisian ketika itu mengatakan bahwa korban dalam kondisi baik, karena terus didesak tantang keberadaan korban akhir polisi menanyakan korban di dalam mobil.

Ketika ditemui di dalam mobil ini, korban didapati sudah dalam kondisi lemas, lalu dibawa ke RSUD. Sempat menjalani perawatan, namun akhirnya korban meninggal dunia, hingga kasus ini bergulir sampai ke ranah hukum dan belum ada kepastiannya sejak kejadian berlangsung.

Kapolres Kuansing, AKBP Muhammad Mustofah, Sik ketika dikonfirmasi Selasa (14/5/2019) kemarin, mengatakan kasus ini masih proses penyidikan pihak Polda.

"Sedang dalam proses penyidikan Polda, Anggota dalam pengawasan di polda. Perkembangannya masih dalam proses, kami di Polres juga menunggu hasilnya," jelas Kaolres.

Melalui keterangan jumpa pers bersama media sebelumnya, Kapolres mengatakan jumlah personil yang diperiksa ini sebanyak 13 orang.

5 personil dari Satreskrim yang melakukan penangkapan dan 8 personil dari Shabara yang ikut mem back up, karena pihak reskrim minta bantu.*** (Jok

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Balita Dianggap Rewel di Pekanbaru Dibunuh Ayah Tiri
- Sampai Juni 2020, Polda Riau Terima 50 LP dengan 57 Tersangka Karhutla
- Kejari Bengkalis Musnahkan 13,481 Kg Sabu dan 562 Ponsel Ilegal
- Cabuli Anak Bawah Umur, Kakek 60 Tahun di Rohul Diciduk Polisi
- Sempat Curhat Motor Mau Dijual, Siswa SMP di Rohul ini Memilih Jalan Salah
- Jaksa Tetapkan Tersangka Keempat Kredit Macet Rp1,2 Miliar PT PER
- Kabur, Dua Napi Lapas Bengkalis Kembali Berhasil Diringkus
- Ibu Pencuri 3 Tandan Sawit di PTPN V Sei Rokan Dijatuhi Hukuman Percobaan
- Lagi, Bandar Narkoba Dibekuk Tim Opsnal Polres Pelalawan
- Sidang Gugatan Perdata Warga Tingkok Vs PT Hutahaean, ini Kata Penasehat Hukum Penggugat
- Geger, ABG Pingsan di Taman BSL Bengkalis
- Tangkap Tangan Kanan, BNNP Riau Buru Ws Pemilik Satu Kilogram Sabu di Wilayah Rohil
- Tersangka Cuci Uang Rp700-an Juta Hasil Jual Beli Narkoba di Bengkalis Dilimpahkan ke Jaksa
- Kompol John Firdaus Resmi Menjabat Kabag Ops Polres Rohul
- Demi Berjudi, Dua Petani di Bengkalis Diduga Nekat Maling Motor
- Dua Unit Rumah di Pinggir, Bengkalis Ludes Dilalap Api
- Pencuri Honda Vario di Rambah Hilir Diciduk Polisi Rohul di Kepenuhan Hulu
- Pelaku Curas di Rambah Hilir Ditangkap Polisi Rohul di Padang Lawas
- Terkena Peluru Nyasar, Seorang Warga Rohil Tewas
- Melawan Usai Mencuri Puluhan Kursi Gereja, Pria di Pekanbaru Ini Ditembak Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com