Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 13 Nopember 2019 10:47
Dewan juga Sesalkan Bank Salah Input Data Gaji Guru PNS Pemkab Pelalawan

Rabu, 13 Nopember 2019 10:42
SK Sekdaprov Belum Jelas, Ahmad Syah Bakal Diperpanjang Jadi Plh

Rabu, 13 Nopember 2019 10:16
Ditetapkan, UMK Kuansing 2020 Rp3.045.450

Rabu, 13 Nopember 2019 10:12
Bupati Harris dan Forkompinda Pelalawan Hadiri Rakornas di Jakarta 

Rabu, 13 Nopember 2019 09:24
Tunaikan Janji, Anggota Dewan Bengkalis Ini Serahkan Material Bangunan ke Surau

Rabu, 13 Nopember 2019 08:23
Maksimalkan Layanan Mudah dan Cepat,
Dukcapil Bengkalis Gesa Terapkan TTE ke Seluruh Petugas UPT Kecamatan


Rabu, 13 Nopember 2019 07:20
Kemenkes RI Beri Penghargaan GP2SP kepada PT RAPP

Selasa, 12 Nopember 2019 22:11
Pasca Jalan Siak Amblas, Nagaline dan Meranti Ekspres Percepat Jadwal Keberangkatan Menuju Pekanbaru

Selasa, 12 Nopember 2019 21:20
Bupati Mursini Lepas Kontingen Batminton Kuansing ke Kejurprov di Inhu

Selasa, 12 Nopember 2019 19:53
KPA Pekanbaru dan PT. Angkasa Pura II Gelar Sosialisasi Bahaya HIV/Aids

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 16 Juni 2019 18:57
Diduga Cbuli Adik Ipar Berusia 13 Tahun,
Tukang Panen Sawit di Kepenuhan Diciduk Polisi Rohul


Seorang warga Kepenuhan, Rohil diamankan polisi. Pelaku dilaporkan telah mencabuli adik iparnya yang masih belasan tahun.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Aksi pencabulan anak di bawah umur dilakukan orang terdekat korban kembali terjadi di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Kali ini bahkan pelakunya merupakan abang ipar korban sendiri.

Diduga telah melakukan pencabulan terhadap adik iparnya inisial K, atau sebut saja Mawar yang masih berusia 13 tahun, pria berusia 33 tahun inisial DG, warga Kecamatan Kepenuhan ini harus berurusan dengan polisi setempat.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Muhammad Hasyim Risahondua SIK., M.Si, melalui Paur Humas Polres Rokan Hulu Ipda Feri Fadli SH, mengungkapkan terduga pelaku pencabulan terhadaap adik iparnya, DG, berhasil ditangkap anggota Polsek Kepenuhan‎ pada Sabtu siang (15/6/2019) sekira pukul 11.30 WIB.

Ipda Feri mengatakan DG sempat buron selama 2 bulan setelah aksinya diketahui, dan dilaporkan ke Polsek Kepenuhan. Hasil penyelidikan didapat informasi bahwa terduga pelaku tengah berada di Desa Kasang Padang Kecamatan Bonai Darussalam.

"Atas perintah Kapolsek Kepenuhan (AKP Dasril) melakukan penangkapan terhadap pelaku di sebuah rumah yang berada dalam perkebunan sawit warga," ungkap Ipda Feri, Ahad (16/6/2019).

Ipda Feri menambahkan saat akan ditangkap di sebuah rumah di Desa Kasang Padang, pelaku tidak mau membuka pintu rumah, sehingga polisi terpaksa melepaskan 2 tembakan ke udara.‎

"Akhirnya pelaku membuka pintu rumah yang dalam kondisi gelap tanpa penerangan dan langsung dibekuk," ujar Ipda Feri dan mengaku pelaku tidak melawan saat ditangkap.

Saat interogasi, terduga pelaku mengakui telah beberapa kalinya mencabuli adik iparnya. Perbuatan itu dilakukan DG saat tengah panen buah kelapa sawit.

Aksi bejad dilakukan DG terjadi pada April 2019 lalu. Saat itu korban diajak pelaku mengutip brondolan buah kelapa sawit di perkebunan sawit SP 5 Desa Kepenuhan Sei Mandian, Kecamatan Kepenuhan.

"Di sanalah pelaku melancarkan aksinya dengan menyetubuhi korban berulang kali," kata Ipda Feri.

Aksi pelaku akhirnya terbongkar, setelah‎ abang kandungnya menjemput Mawar di rumah kakaknya, dua hari pasca pencabulan. Mawar sendiri sudah sekira 3 tahun tinggal di rumah kakaknya.

Saat tinggal bersama abang kandungnya, Mawar jatuh sakit. Wajahnya terlihat pucat, sehingga dirinya sempat dibawa berobat.‎ Karena tidak tahan, akhirnya korban menceritakan kejadian yang menimpanya selama ini kepada abang kandungnya.

Korban mengaku sering disetubuhi abang iparnya di salah satu kebun sawit. Korban takut dan tidak melawan karena diancam jika menolak keinginan terduga pelaku, apalagi sampai memberitahu kelakuan bejatnya kepada orang lain.

Setelah buron sekira 2 bulan, DG diamankan di Mapolsek Kepenuhan untuk diproses lebih lanjut. Bila terbukti, pelaku terancam dijerat Undang-Undang 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dapat "Barang" di Kampung Dalam, Satpam Queen Club Pekanbaru Tertangkap Jualan Ekstasi
- Kampak Tetangga Hingga Tewas, Warga Rohil Ditangkap Polsek Pujud
- Polisi Ungkap Penyelundupan 560 Ponsel Senilai Rp3,362 M di Bengkalis
- Polres dan BC Bengkalis Ringkus Lima Pelaku Pengedar 10 Kg Sabu-sabu
- Jajaran Polres Pelalawan Berhasil Tangkap Pelaku Ranmor
- Kejari Pelalawan Eksekusi Terpidana Pelecehan Seksual
- Diduga Alami Pecah Pembuluh Darah, Buruh di Rohil Ditemukan Tewas
- Dituding Gelapkan Mobil, Oknum Polisi Polda Riau Disidang
- Utang Material Rp2,874 M, JPU Kejari Bengkalis Akan Dalami Tersangka Baru
- Bullying di Sekolah, Siswa SMP di Pekanbaru Alami Patah Hidung Dikeroyok Temannya
- Selama Operasi Zebra Muara Takus 2019‎, Polisi Rohul Tilang 1.664 Pengendara
- Tak Bayar Material Rp2,874 M, Mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis Dipenjarakan
- ‎Dua Bulan Jabatan Kapolres Rohul, 40 Tersangka Narkoba dari 30 Kasus Berhasil Ditangkap
- Polsek Rupat Dipraperadilankan,
Tim Advokasi Polres : Penangkapan Tersangka Pengedar Sabu Sudah Penuhi SOP

- PN Pasirpangaraian Eksekusi Sebidang Tanah di Rantau Kasai Tanpa Perlawanan
- Diduga Dipicu Konslet, Dua Petak Rumah Semi Permanen di Duri Terbakar
- Operasi Zebra Muara Takus 2019 , Polres Kuansing Tilang 563 Pengendara
- Kantor DPC Partai Hanura Inhu Terbakar
- Diduga Langgar HAM, Polsek Rupat, Bengkalis Digugat Tersangka Kasus Narkoba
- Ini Alasan Bupati Rohul Membawa Senjata ke Bonai Darussalam


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com