Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 17 Nopember 2019 20:28
Polda Riau Bekuk Tiga Tersangka Ilegal Tapping

Ahad, 17 Nopember 2019 20:25
Jalan Poros Kota Duri Rusak, Pemkab Bengkalis Terkesan Tutup Mata

Ahad, 17 Nopember 2019 20:04
Pra PON di Jakarta, Pencak Silat Bengkalis Sumbang 1 Medali Emas

Ahad, 17 Nopember 2019 18:49
Bupati Kuansing Serahkan Bantuan Boat Penangkap Ikan Kepada Nelayan

Ahad, 17 Nopember 2019 16:35
Ketua DPRD Riau Terima Kunjungan GP Ansor Bengkalis

Ahad, 17 Nopember 2019 16:31
Anggota DPRD Kuansing, Asal Kuantan Mudik Buka Pasar Seni di Lubuk Jambi

Ahad, 17 Nopember 2019 16:23
Peninggalan Era Kejayaan Minyak yang Membentuk Riau

Ahad, 17 Nopember 2019 15:56
Bupati Tetapkan Festival.Danau Sungai Soriak Masuk COE Kuansing

Ahad, 17 Nopember 2019 14:50
"Becak Laut" Pengedar Barang Haram, Pria Paruh Baya dan Dua Pelaku Ditangkap Polres Bengkalis

Ahad, 17 Nopember 2019 11:15
Ketua DPRD Kuansing Hadiiri Maulid Nabi di Seberang Pantai

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Juli 2019 15:13
Mesum dengan Gadis di Bawah Umur,
Pelajar SMK di Bengkalis Divonis Setahun Penjara


Seorang pelajar SMK di Bengkalis divonis hukuman setahun 11 bulan 15 hari penjara plus pelatihan kerja di Dinas Sosial selama sebulan. Ia dinyatakan bersalah telah berbuat asusila dengan gadis di bawah umur.

Riauterkini-BENGKALIS- Dua pelajar di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, masing AD (17) pelajar SMK kelas 3 dan NA (13), masih bersekolah dasar (SD) kelas 5 divonis hukuman berbeda oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis atas kasus pencabulan terhadap seorang remaja perempuan berumur 16 tahun.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Bengkalis, Iwan Roy Charles, SH, didampingi JPU Eriza Susila, SH mengatakan, bahwa kedua anak yang sama-sama dibawah umur tersebut dihukum berbeda pada sidang putusan yang digelar Kamis (4/7/19) kemarin.

Dijelaskan Eriza, terdakwa NA merupakan pelajar SD itu divonis dengan tindakan dikembalikan kepada orang tuanya sesuai rekomendasi dari Badan Pemasyarakatan (Bapas). Sedangkan terdakwa AD, pelajar SMK dihukum dengan penjara 1 tahun 11 bulan 15 hari dan pelatihan kerja di Dinas Sosial (Dinsos) selama 1 bulan. Sementara itu, tuntutan JPU dengan terhadap terhadap terdakwa khususnya AD, selama kurungan 2 tahun penjara dan pelatihan kerja 3 bulan.

ôKedua pelaku anak di bawah umur tersebut, setelah mendengarkan vonis dari majelis langsung menerima tanpa melakukan banding," imbuh Eriza.

Diberitakan sebelumnya, diduga bertindak asusila terhadap seorang gadis berumur 16 tahun, dua remaja ini terpaksa harus berurusan dengan aparat penegak hukum.

Berkas sebagai tersangka dan barang bukti kedua remaja ini sudah dinyatakan lengkap (P21) dan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis atau sudah tahap dua, pada Senin (17/6/19) lalu.

Kasus melibatkan anak di bawah umur ini, terungkap pada Jum'at (1/3/19) lalu sekitar pukul 15.00 WIB. Dua orang saksi Feb dan Fan yang sedang melintas di perkebunan kelapa sawit, Jalan Ahmad Yani, Desa Sejangat, Kecamatan Bukit Batu, mendengar suara orang di dalam semak-semak.

Kemudian mendekati suara tersebut dan menegur, dari arah semak itu muncul remaja perempuan (korban) NNS (16).

Lalu, warga menanyakan tujuan korban di semak-semak. Dan pada saat itu NNS mengatakan, telah disetubuhi oleh terdakwa.

Memperoleh keterangan itu, kemudian korban dihantarkan saksi ke rumah keluarganya. Keluarga korban yang tidak diterima, kemudian melaporkannya ke Polsek Bukit Batu.

Sementara itu, AD yang sempat berhasil ditemui mengaku sangat menyesal. Tindakan persetubuhan yang dituduhkan terhadap dirinya itu bukan atas kemauannya sendiri, akan tetapi, terpengaruh oleh ajakan korban NNS.

"Pak saya menyesal, perbuatan itu dilakukan karena diajak oleh korban bukan semata-mata kemauan saya sendiri," ucapnya.

Akibat perbuatan asusila itu, kedua remaja ini dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) Jo ayat (2) atau Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35/2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU Nomor 11/2012 tentang Sistem Peradilan Anak.***(dik)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Polda Riau Bekuk Tiga Tersangka Ilegal Tapping
- "Becak Laut" Pengedar Barang Haram, Pria Paruh Baya dan Dua Pelaku Ditangkap Polres Bengkalis
- Beli Barang Haram, Cewek 26 Tahun di Bengkalis Ini Dijebloskan ke Penjara
- Miliki 6 Paket Sabu, Seorang Warga Lirik Inhu Ditangkap Polisi
- Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Barang Haram Sabu, Pil "Kerang" dan Ganja
- Mandi di Waduk PT Kojo, Siswa SMA di Mandau Tewas Tenggelam
- Baru Transaksi di Gubuk, Dua Pengedar Sabu di PT Ekadura Ditangkap Satres Narkoba Polres Rohul
- Gerebek Rumah Pengedar di Desa Bonai, Polisi Rohul Sita 4 Paket Sabu dan 430 Butir Ekstasi
- Prapid Tersangka Sabu di Rupat, Hakim Menangkan Polres Bengkalis
- Tukang Antar Barang Haram, Pria Pengangguran di Bengkalis Ditangkap Polisi
- Diduga Edar Sabu 1 Kg, Pecatan dan Oknum Anggota Polres Bengkalis Diancam Penjara Seumur Hidup
- Terbukti Korupsi Kredit Fiktif BRK Rohul, Mantan Kacab dan Tiga Pegawai Divonis Berbeda
- Dapat "Barang" di Kampung Dalam, Satpam Queen Club Pekanbaru Tertangkap Jualan Ekstasi
- Kampak Tetangga Hingga Tewas, Warga Rohil Ditangkap Polsek Pujud
- Polisi Ungkap Penyelundupan 560 Ponsel Senilai Rp3,362 M di Bengkalis
- Polres dan BC Bengkalis Ringkus Lima Pelaku Pengedar 10 Kg Sabu-sabu
- Jajaran Polres Pelalawan Berhasil Tangkap Pelaku Ranmor
- Kejari Pelalawan Eksekusi Terpidana Pelecehan Seksual
- Diduga Alami Pecah Pembuluh Darah, Buruh di Rohil Ditemukan Tewas
- Dituding Gelapkan Mobil, Oknum Polisi Polda Riau Disidang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com