Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 12 Desember 2019 21:32
14 Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Bengkalis Ikuti Tes Kompetensi

Kamis, 12 Desember 2019 21:29
Empat Warga Medan Diduga Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan

Kamis, 12 Desember 2019 21:27
PUPR, TP4D dan Inspektorat Tinjau Hasil Pekerjaan Proyek di Pulau Bengkalis

Kamis, 12 Desember 2019 21:20
10 Ekor Sapi Warga Pelalawan Digasak Kawanan Maling Bersenpi

Kamis, 12 Desember 2019 21:07
Ketua DPRD Kuansing Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kenegerian Siberakun dan Benai

Kamis, 12 Desember 2019 20:58
Demo di Mabes Polri,
Massa AMPUN Tuntut Tangkap dan Adili Muhammad, Terduga Aktor Intelektual Korupsi Rp2,6 M PDAM Inhil


Kamis, 12 Desember 2019 07:47
Lantik Kades Terpilih, Bupati Kuansing Berpesan Agar Menjaga Kepercayaan Masyarakat

Kamis, 12 Desember 2019 07:41
Seorang PNS di Bengkalis Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

Kamis, 12 Desember 2019 07:36
Sejak Dilantik, Ketua Komisi III DPRD Kuansing Komit Peduli Rakyat

Kamis, 12 Desember 2019 07:27
Jejak Harimau Kian Banyak Muncul di Ujung Jalan Riau


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 Juli 2019 16:18
Tiga Buron, Dua Copet Spesialis Angkot di Pekanbaru Dibekuk Polisi

Aparat Polsek Bukitraya, Pekanbaru membekuk dua spesialis copet di angkutan kota. Tiga lagi masih diburu.

Riauterkini-PEKANBARU-Bermodalkan angkutan kota (angkot) yang digunakan untuk mengantar jemput penumpang, Tomi Lembang Putra dan Arif Putra justru menyalahgunakan transportasi darat tersebut untuk mencopet harta sejumlah penumpangnya. Untuk menjalankan aksi copet itu, kedua tersangka juga dibantu oleh 3 rekannya yang kini masih menjadi buronan polisi, yakni De, Ce dan Un.

Menurut Kapolsek Bukit Raya, Kompol Bainar, komplotan tersangka memiliki peran yang berbeda-beda. Tersangka Tomi Lembang sendiri berperan sebagai supir, Arif membantu supir, sedangkan 3 rekannya yang DPO ada yang berperan sebagai kenek angkot serta berperan sebagai penumpang. Sasarannya tak lain adalah penumpang lain yang berada di dalam angkot tersebut.

"Komplotan mereka ini ada 5 orang, 2 sudah kita tangkap dan 3 orang lagi masih DPO. Modusnya, mereka narik angkot mencari penumpang, kemudian setelah dapat penumpang, ditengah perjalanan angkot mereka pura-pura kempes ban. Lalu saat itulah satu persatu dari mereka mulai menjalankan perannya masing-masing," ujarnya ketika ekpose tersangka dan barang bukti, Senin (15/07/19) siang.

Komplotan copet spesialis angkot itu sendiri, terungkap saat tersangka dan rekan-rekannya tertangkap tangan mencopet korbannya, Apriyan Santoso (25) pada Selasa, (09/07/19) sore pekan lalu. Kala itu, korban yang sedang menumpangi angkot tersangka di Jalan Tuanku Tambusai diberitahukan oleh kenek angkot Un, bahwa angkot tersebut kempes ban dan harus berhenti. Korban sendiri duduk dibangku penumpang ditengah-tengah dua rekan tersangka lain yang berpura-pura sebagai penumpang, De dan Ce.

Ketika angkot sudah berhenti, komplotan copet itupun mulai menjalankan perannya. Beruntung upaya mereka kepergok oleh korban karena melihat dompetnya jatuh di lantai angkot. Korban juga sempat membuka dompet miliknya itu, tapi begitu dompet dibuka ternyata uangnya sudah tidak lagi.

"Jadi korban memergoki ulah para tersangka, lalu berteriak sehingga memancing kedatangan warga. Tersangka Tomi dan Arif tertangkap oleh warga saat itu juga. Sementara 3 orang lagi berhasil melarikan diri," gumamnya.

Masih kata Bainar, dalam melakukan aksi pencopetan, komplotan tersangka sudah terbilang sering. Lokasinya adalah penumpang di sepanjang Jalan Tuanku Tambusai - Jalan HR Soebrantas.

"Pengakuan tersangka sering, tapi dia tak ingat lagi berapa kali (mencopet). Kita juga mengimbau masyarakat agar berhati-hati jika menaiki angkot di sekitar Jalan Nangka (Tuanku Tambusai) dan Panam (Jalan HR Soebrantas), karena lokasi sasaran mereka mencari penumpang di daerah tersebut. Untuk kedua tersangka, kita jerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara," tutupnya.***(gas)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Empat Warga Medan Diduga Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan
- 10 Ekor Sapi Warga Pelalawan Digasak Kawanan Maling Bersenpi
- Demo di Mabes Polri,
Massa AMPUN Tuntut Tangkap dan Adili Muhammad, Terduga Aktor Intelektual Korupsi Rp2,6 M PDAM Inhil

- Seorang PNS di Bengkalis Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi
- Perkara Korupsi Dana Hibah Tahap II, Mantan Purek UIR Segera Disidang
- Kecelakaan Kerja, Seorang Karyawan IKPP Tewas Terpotong-potong
- Polisi Tangkap Seorang Petani Bakar Lahan di Bengkalis
- Wakili Dishub Kuansing Hendri Wahyudi Ikuti Diklat PPNS LLAJ di Bogor
- Dagangkan Orang Ribuan Ringgit, Perempuan Asal Medan Diringkus Polsek Bengkalis
- Peringati HAKI 2019 Kejari Pelalawan Gelar Pidato Tingkat SMA Sederajat
- Petugas Tangkap Lima Pelaku Diduga Terlibat Penyelundupan Orang di Pulau Rupat, Bengkalis
- Miliki Pistol dan Peluru, Boiman Ditangkap Polres Rohul
- Hilang Kendali, Pemotor di Duri Tewas Tertabrak Truk
- Tim Gabungan Gakkum LHK dan POLRI Bekuk Pelaku Perburuan Harimau Sumatera di Riau
- Tuding Banyak Kejanggalan ke Penyidik, Pengacara Begal Payudara di Duri Layangkan ProtesĀ 
- Penyidik KPK Geledah Kantor DPMPTSP Dumai
- Terbukti Tak Bayar Utang Rp2,874 M,
Mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis Divonis 2 Tahun dan 2 Bulan Penjara

- Berkas Lengkap, Dua Tersangka Korupsi Kredit Fiktif BRK Pelalawan Dilimpahkan ke Jaksa
- Pembangunan Box Culvert Jalan Seminai Inhu Telan Korban Jiwa
- Tertelungkup Memegang Kawat, Buruh Bangunan di Pekanbaru Tewas Kesetrum


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com