Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 7 Desember 2019 16:35
Tunaikan Aspirasi, Anggota DPRD Bengkalis Ini Haru Serahkan Ambulance di Desa Palkun

Sabtu, 7 Desember 2019 14:56
‎PT SPR Langgak Salurkan Bantuan Beasiswa ke Mahasiswa Berprestasi di Kabupaten Rohul

Sabtu, 7 Desember 2019 14:16
Balita 3 Tahun di Rohul yang Tenggelam di Sungai Rokan Ditemukan‎ Meninggal Tersangkut

Sabtu, 7 Desember 2019 13:46
Dua Korban Tanah Longsor di Desa Rokan Koto Ruang Ditemukan Meninggal Tertimbun

Sabtu, 7 Desember 2019 13:24
Temui Bupati Mursini, Ibu-ibu IKKS dari Sejumlah Provinsi Pulang Kampung

Sabtu, 7 Desember 2019 11:27
Warga Rupat, Bengkalis Digegerkan Penemuan Mayat Laki-laki Tanpa Busana

Sabtu, 7 Desember 2019 10:28
Polisi Rohil Ungkap Pelaku Maling Minyak Mentah

Sabtu, 7 Desember 2019 08:16
Belasan Wartawan Ikuti Fieldtrip Chevron Jejak Minyak Bumi di Sumbar

Jum’at, 6 Desember 2019 17:30
Dikerjakan Swakelola Bersama PT BOS, PSR Desa Bencah Kesuma Dinilai Berhasil oleh Dirjenbun dan DPR RI

Jum’at, 6 Desember 2019 17:20
Libur Natal dan Tahun Baru 2020,
Telkomsel Pastikan Perkuat Layanan Jaringan Untuk Semua Masyarakat


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 Juli 2019 17:24
Nyawa Diujung Tanduk, Bandar Narkoba 98 Kg Berharap Belas Kasihan Hakim

Pengadilan Negeri Pekanbaru kembali sidangkan perkara kepemilikan narkoba 98 kg. Syamsudin alias Syam sampaikan pembelaan dengan berharap belas kasihan hakim.

Riauterkini-PEKANBARU-Perjalanan hidup Syamsudin alias Syam, yang terjerumus kedalam lingkaran peredaran narkoba jaringan international. Dikarenakan atas desakan biaya untuk mencari anaknya yang hilang.

Dalam sidang lanjutan Senin (15/7/19) siang. Syamsudin yang dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut atas kepemilikan barang haram jenis sabu sabu dan pil ekstasi seberat 98 Kilogram, dalam pembelaan (pledoi) yang disampaikan kepada majelis hakim menuturkan, sebelum terjerumus kedalam lingkaran jaringan narkoba. Syamsudin mengaku jika dulunya dirinya adalah seorang nalayan.

Tahun 2015, anak pertamanya yang berusia 10 tahun hilang tak tahu kemana rimbanya. Kendati telah berusaha mencari. Namun sang anak tak kunjung ditemukan. Bahkan harta benda yang ia miliki juga habis terjual untuk biaya mencari anaknya.

" Karena tak ada biaya lagi untuk mencari anak tertuanya. Akhirnya saya menerima tawaran dari saudara Iwan menjemput narkoba dua rekannya Edo Ronaldi dan Idrizal Efendi dipelabuhan tikus di Batu Kundur," ungkap terdakwa melalui kuasa hukumnya Yoga SH dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Kepada majelis hakim yang dipimpin Nurul Hidayah SH. Terdakwa Syamsudin Berharap dan memohon kepada majelis untuk menjatuhkan vonis hukuman yang lebih ringan dari tuntutan jaksa.

" Memohon kepada Yang Mulia Hakim untuk tidak menjatuhkan pidana mati kepada kliennya Syamsudin, dan berharap majelis hakim untuk dapat menjatuhkan hukuman maksimal selama 20 tahun penjara," pinta terdakwa.

Atas pembelaan terdakwa tersebut, jaksa penuntut yang dimintai hakim yang menanggapinya menegaskan tetap pada tuntutannya.

" Kami selaku jaksa penuntut tetap pada tuntutan kami Yang Mulia," ucap jaksa penuntut Tengku Harli.

Selanjutnya, majelis hakim menyampaikan bahwa sidang selanjutnya yaitu agenda pembacaan amar putusan dijadwalkan pada Senin tanggal 22 Juli mendatang.

Sebelumnya, terdakwa yang merupakan warga Komplek Perumahan Indah Megah, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan Pekanbaru. Dijatuhi jaksa dengan tuntutan pidana mati. Karena terbukti secara sah melanggar Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dimana terdakwa yang ditangkap Tim Direktorat Penindakan dan Pengejaran Badan Narkotika Nasional (BNN) didepan sebuah ruko di Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan, pada tanggal 18 November 2018 lalu itu. Merupakan target pengejaran pihak BNN, setelah dinyatakan buron (DPO) selama 2 tahun. Dua rekan terdakwa yaitu, Edo Ronaldi dan Idrizal Efendi (telah divonis) mengakui jika pada tanggal 4 Agustus 2016 lalu mereka bertiga disuruh Iwan (DPO) menjemput narkoba jenis sabu sabu seberat 73,6 Kg dan pil ekstasi sebanyak 88 ribu butir seberat 24,3 Kg disebuah pelabuhan tikus di Batu Kundur, Karimun, Kepri.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Tuding Banyak Kejanggalan ke Penyidik, Pengacara Begal Payudara di Duri Layangkan Protes 
- Penyidik KPK Geledah Kantor DPMPTSP Dumai
- Terbukti Tak Bayar Utang Rp2,874 M,
Mantan Ketua DPC Gerindra Bengkalis Divonis 2 Tahun dan 2 Bulan Penjara

- Berkas Lengkap, Dua Tersangka Korupsi Kredit Fiktif BRK Pelalawan Dilimpahkan ke Jaksa
- Pembangunan Box Culvert Jalan Seminai Inhu Telan Korban Jiwa
- Tertelungkup Memegang Kawat, Buruh Bangunan di Pekanbaru Tewas Kesetrum
- Terpeleset Saat Bermain, Balita 3 Tahun di Rokan IV Koto Dilaporkan Hanyut di Sungai Rokan
- Polsek Ujung Batu Tangkap Tiga Pria Terduga Penyalahgunaan Narkoba, Seorang Lagi DPO
- Polisi Cek dan Olah TKP Ulang Karhutla di Bantan, Bengkalis
- Diduga Jadi Kurir dan Bandar Narkoba, Dua Warga Bantan, Bengkalis Diringkus Polisi
- Pesta Sabu, Empat Kurir dan Pemakai di Bantan, Bengkalis Ditangkap Polisi
- Kordinasi dengan Kejati Bali, Kejati Riau Tangkap Buronan Terpidana Korupsi Tiket Pesawat
- Sesosok Mayat Pria Ditemukan Membusuk di Jondul Baru Pekanbaru
- Tabrak Minibus, Pelajar di Bengkalis Patah Tulang
- Pengedar Hingga Bandar, Polres Pelalawan Ungkap Tiga Kasus Sabu dalam Sehari
- KPK Geledah Rumah Bupati Bengkalis, DH dan Wakil Rakyat Akok
- Pemilik Sabu 2 Kg Dituntut Jaksa 16 Tahun Penjara di PN Pelalawan
- Dugaan Korupsi Bansos Bengkalis 2012, Mantan Anggota DPRD Bengkalis Ditahan Jaksa
- Dijaga Ketat Polisi, KPK Geledah Rumah Mewah Pengusaha di Pekanbaru
- Polresta Ringkus Mahasiswa Kurir 1 Kg Sabu dan 12 Ribu Ekstasi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com